RISET dan METODE KOMUNIKASI POLITIK
10
th-11
thMeeting Political
Communication
Referensi
Littlejohn, Stephen W., Foss., A. Karen.
Encyclopedia of Communication Theory. Thousand Oaks, California: Sage
Blumler, Jay. G. (2015). Core Theories of Political Communication: Foundational and Freshly Minted.
Communication Theory, 25(4), 426–
438. doi:10.1111/comt.12077
Kaid, Lynda Lee (ed). (2004). Handbook of Political Communication Research. U.S.A: Lawrence
Erlbaum Associates, Inc Publisher
SEJARAH
Sejarah
Kajian komunikasi, komunikasi massa dan komunikasi politik saling tumpang tindih satu sama lain
Dapat dikatakan komunikasi politik adalah akar kajian komunikasi sebagai cabang ilmu humaniora
Propaganda menjadi konsep utama penting dalam kajian komunikasi
Bermula pada propaganda Perang Dunia 1 tahun 1920-an yang melihat komunikasi penting untuk dikaji lebih dalam
Beberapa peneliti menyatakan bahwa Public Opinion karya Walter Lipmann tahun 1922 merupakan naskah penting pada kajian komunikasi
Perang Dunia 1 merepresentasikan dua hal yang saling bertentangan, (1) penggunaan propaganda sebagai alat untuk motivasi perjuangan, di lain pihak juga (2)
propaganda perlu dipertimbangkan akan kekuatannya yang
dapat berbahaya
Walter Lipmann
“The World Outside and the Picture in
Our Head”
Ketertarikan Lipmann pada efek propaganda bermula dari latar belakang dirinya sebagai penulis leaflet
propaganda bagi Pasukan Sekutu- Prancis
Pada penelitiannya, ia memnemukan bahwa persepsi kekuatan propaganda hanya berdasarkan klaim
berlebihan dari pemerintah dan catatan anekdotal (catatan kecil case by case) ketimbang analisis ilmiah
Di lain pihak ia melihat coverage “The New York Times” pada tahun 1917 terhadap Revolusi Rusia yang sangat bias pada pemberitaan anti-Bolshevik
Hal ini menjadikan Lipmann skeptis terhadap pendapat masyarakat Amerika Serikat pada umumnya terkait isu-isu terkini
Agenda Setting ia jelaskan sebagai indikator “real
world indictors”
Harold Lasswel &
Propaganda Analysis
Iluwan politik dari University of Chicago ini memiliki spesialisasi pada investigasi propaganda
Pada disertasinya, ia menganalisa efek pesan propaganda dari German versus Prancis, Inggris, dan Amerika Serikat di Perang Dunia 1
Ia menciptakan metode analisis isi dalam pesan media
the famous:
“who says what to whom in which
channel with what effects?
Paul F Lazarsfeld,
the Erie County Study
Erie County adalah salah satu daerah setara kota kabupaten di negara bagian New York, Amerika Serikat
Lazarsfeld bersama koleganya melakukan 600 interview selama 6 bulan hingga bulan November 1940 di Erie County, Ohio, NY state terkait aspek yang berpengaruh dalam perilaku politik
Variabel independennya adalah voting behavior, dengan variabel independen berupa eksposur koran, majalah berita, radio (media mainstream tahun 1940), SES individu, dan identifikasi partai politik
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya 54 dari 600 responden di Erie County mengubah pilihan kandidat presiden, dan hanya sedikit yang dipengaruhi oleh media
Banyak pemilih yang sudah menentukan pilihannya sebelum kampanye elektoral dimulai
Meski begitu banyak ilmuwan lainya(Chafee dan Hockheimer mempertanyakan) hasilnya terkait iterpretasi dan tipe data yang digunakan.
Namun melalui penelitiannya, ia mematahkan magic bullet theory
Di berbagai kesempatan lainnya, Lazarsfeld juga membuat postulat terkait “two step flow of communication”
Two step flow of commnunication menekankan peran komplementer media dan komunikasi interpersonal meminkan peranan penting terhadap keputusan politik seseorang
Teori Komunikasi
Politik
Littlejohn & Foss classified
Littlejohn, Stephen W., Foss., A. Karen. Encyclopedia of Communication Theory. Thousand Oaks,
California: Sage
Political
Communicati on Theories
Littlejohn dan Foss mengelompokan teori komunikasi politik menjadi dua garis besar yakni,
a. Konstruksi sosial,
pendekatan konstruksionis beranggapan bahwa realitas politik dibentuk dari interaksi masyarakat dan simbol-simbol yang
dipertukarkannya. Aktor politik menggunakan simbol-simbol untuk memberikan pengaruh dan membentuk realitas masyarakat akan politik
Simbol tersebut terdiri dari referential symbols dan condensation symbols
Referential symbols merupakan simbol yang sifatnya objektif,
semua orang melihat ke fungsi sesungguhnya. Misal angka ledakan bom di Iraq
Condensation symbol adalah simbol yang fungsinya efokatif, membangkitkan kenangan, emosi. Seperti nilai-nilai patriotik, kebangsaan, perasaan bersama (communal belonging)
b. Demokrasi Deliberatif
Demokrasi mengacu pada bentuk pemerintahan yang merupakan perwakilan rakyat, dan dijalankan oleh mereka yang dipilih oleh rakyat.
Deliberasi meliputi diskusi, debat, dan pertukaran pendapat antar anggota masyarakat.
Demokrasi deliberatif mencakup partisipasi masyarakat dalam mengambil keputusan, perluasan dari upward flow of
communication dari publik ke elit politik, dan memberdayakan partisipasi publik dalam civic actions
Encyclopedia of Communication Theory
Political Communication Theories:
Konstruksi Sosial
Realitas politik secara konstruksi sosial dibangun dari dua hal yakni: efek pesan dan efek media.
Efek Pesan, teori-teori yang dikembangkan pada tahun 1960-1970an ini menjelaskan komunikasi downward dari elit politik ke publik
Teori teori ini berasumsi bahwa realitas publik
tergantung pada cara elit politik dan media dalam menyampaikan informasi
Efek Media, pada awalnya teori-teori
mengasumsikan bahwa ada efek yang kuat dari media terhadap sikap politik audiens. Akan tetapi dalam perkembangannya, efek media dianggap terbatas, tergantung interaksi sosial dan personal audiensnya
Encyclopedia of Communication Theory
Elaboration Likelihood Model (Model Kemungkinan Elaborasi) Richard Petty & John Cacioppo
Teori ini mengindentifikasi dua rute berbeda dalam pemrosesan pesan
Rute sentral, audiens merasa terlibat dengan pesan yang
disampaikan. Mereka melakukan elaborasi terkait pesan politik, mengkritisi, dan mengevaluasi relevansi dan kekuatan
argumen.
Mereka akan menghubungkan informasi dengan pengetahuan politiknya, pengalaman, dan rencananya
Rute periferal, rute samping. Sifat pesan ringan dan atraktif.
Mereka mengandalkan seberapa menarik pesan, memorable, dan menghubungkan pada emosi dan perasaan emreka
terhadap isu dan kebijakan.
Teori ini memprediksi pesan politik yang diproses menggunakan rute sentral lebih bertahan lama ketimbang periferal
Political Communication Theories:
Konstruksi Sosial
Encyclopedia of Communication Theory
EFEK PESAN
Pesan Periferal biasanya digunakan untuk membangun personal branding tokoh
politik
SOCIAL JUDGMENT – Muzafer Sherif
Merupakan respon individu terhadap isu dan kebijakan berdasarkan pre- existing belief dan hubungan sosial.
Respon mereka adalah bentuk perpanjangan latitude of acceptance, rejection, dan non-commitment
Teori ini berasumsi bahwa audiens memiliki sikap yang dilandasi ego terhadap informasi politik dan dipengaruhi oleh kelompok referensi sosial mereka
Jika mereka sudah tidak menyukai suatu topik, maka anchor mereka terhadap pesan akan jatuh ke arah penolakan (latitude of rejection),
sedangkan jika ada tokoh yang populer secara publik dan ia cenderung ke arah latitude of acceptance karena kelompok referensi sosialnya.
Individu yang tidak memiliki ktertarikan, atau ego-invovment mereka akan cederung jatuh ke arah latitudes of commitment
Contoh PKI: Pemerintah era manapun (kecuali Gus Dur) tidak akan meminta maaf ke korban tertuduh PKI karena akan cenderung jatuh ke arah latitude of rejection
MESKI ELM DAN SOCIAL JUDGMENT BERISI TENTANG CARA AUDIENS MERESPON PESAN POLITIK, NAMUN INI MEMBERIKAN KONSEP DASAR UNTUK PERANCANGAN PESAN AGAR DITERIMA TARGET AUDIENS POLITIK
Political Communication Theories:
Konstruksi Sosial
Encyclopedia of Communication Theory
EFEK PESAN
AGENDA SETTING – Maxwell McCombs; Walter Lipmann
Teori ini menjelaskan bahwa media memiliki kekuatan untuk mempengaruhi publik terkait isu politik
Teori menunjukan korelasi kuat antara media massa placement dan kuantitas coverage isu politik terhadap respon publik
Agenda Setting menjelaskan arus informasi bersifat downward dan pembingkaian media secara strategis terhadap pesan politik
Prinsip hubungan media, pesan strategis, efek audiens:
a. Elit politik membantu untuk menentukan agenda pada media coverage b. Media gatekeeper (editor dan produser) menentukan keputusan terkait
penempatan (placement) dan jumlah coverage
c. Media membantu mengembangkan permasalah politik yang akan meraih perhatian publik dan pemerintah
d. Kesuksesan media adalah ‘mendikte’ audiens untuk berpikir dan bersikap secara politk
e. Media lebih berhasil mengatur (setting) agenda ibagi isu politik nasional, dan kebijakan, ketimbang pengaruhnya dillevel lokal
f. Media menggunakan framing untuk lebih mefokuskan dan menyederhanakan berita politik
g. News Framing menmbuat suatu tokoh, isu, kebijakan pantas
diperbincangkan ketimbang isu lain yang layak diabaikan dan tidak
Encyclopedia of Communication Theory
Political Communication Theories:
Konstruksi Sosial
EFEK MEDIA
“media
darling dan Agenda
Setting”
Framing merupakan skema intepretif (kualitatif) yang diadopsi untuk melakukan peliputan berita politik dengan menyederhanakan isu sesuai kepentingan pemilik media dan advertisers
Bingkai (frame) mengacu pada penyederhanaan, dan penyempitan sudut pandang, serta mengundang perhatian pada permasalahan tertentu. Menciptakan causal connection dengan solusi yang sudah mereka arahkan, memberikan penilaian (value judgments)
Sebagian besar pendekatan teori framing bersifat kritis, karena
memandang negatif dari bias media yang secara sukarela ‘falsifying’
informasi. Hal ini biasa disebut distorted bias.
Perlakukan tidak adil atau satu sisi terhadap isu atau konflik oleh media disebut distortion bias
Media framing berampak pada carapandang audiens pada proses politik dan penggunaan berita politik
Framing dapat memiliki efek positif jika memberikan edukasi tentang berbagai sisi isu dan kebijakan, mengkritisi penyederhanaan isu oleh politisi, memberikan argumen dan fakta kepada audiens yang dapat mereka pertimbangkan
FRAMING EFEK MEDIA
Political Communication Theories:
Konstruksi Sosial
Encyclopedia of Communication Theory
THE PUBLIC SPHERE
Merupakan konsep ruang yang terbuka bagi seluruh warga Publik dan media memberikan ruang untuk arena diskursif untuk berkumpul dan berkomunikasi terkait kepentingan publik, dan keteratarikan warga
Tujuan dari kebijakan komunikasi pada public sphere adalah untuk menjalin ikatan antara warga dalam menyampaikan gagasan dan kritik
Kesuksesan deliberasi adalah keberagaman cara pandanga dalam politik, interaksi yang timbal balik, relevansi dan akurasi pengetahuan politik, dan keinginan warga untu berdiskusi gagasan kebijakan, walaupun mungkin akan disanggah oleh pihak lainnya
Jika konstruksi sosial tadi lebih ke pola komunikasi vertical antara elit politik, media, dan warga, maka pada demokrasi deliberatif ke arah horizontal, setiap orang berhak
menyampaikan pendapatnya
Political Communication Theories:
Demokrasi Deliberatif
Encyclopedia of Communication Theory
Teori Komunikasi
Politik
Jay G Blumler classified
Blumler, Jay. G. (2015). Core Theories of Political Communication: Foundational and Freshly Minted.
Communication Theory, 25(4), 426–438.
Teori
Komunikasi Politik
Foundation Theories:
Media Effects: Agenda Setting &
Framing
Digital Era Political Communication Theories
Theories of Voice: Hyperlinked
Society; Theory of Spill-over effects
Holistic Perspectives: Theory of
Digital Media and Youth Engagement
Jay G Blumler classified
Teori
Komunikasi Politik
DIGITAL ERA POLITICAL COMMUNICATION THEORIES
Theories of Voice: Hyperlinked Society
Turrow dan Tsui memberikan postulat bahwa teknologi hyperlinked dan
jejaring sosial memberikan ruang untuk merepresentasikan kelompok yang termarginalisasi.
Ruang tersebut menghadirkan informasi yang lebih mendalam terkait ikatan kognitif, isu terkait personal interest
Jay G Blumler classified
Teori
Komunikasi Politik
DIGITAL ERA POLITICAL COMMUNICATION THEORIES
Theories of Voice: Spill-Over Effects Pfetsch, Adam, dan Bennett - 2013
M enggambarkan agenda building,
analisis jaringan hyperlinked, dan logika tindakan yang terhubung. Teori ini
menjelaskan bagaiaiman komunikasi online dapat memiliki agenda dan menjadi spill over ke dalam agenda
media massa mainstream, dan memiliki peluang mempengaruhi opini publik dan agenda kebijakan politik
Jay G Blumler classified
Teori
Komunikasi Politik
DIGITAL ERA POLITICAL COMMUNICATION THEORIES
Holistic Perspectives: Theory of Digital Media and Youth
Engagement
Penulis beranggapan bahwa lembaga politik dan media kehilangan otoritas dalam
masyarakat postmodern dan post- birokratis dengan adanya online engagement
Jay G Blumler classified
Metode Penelitian Komunikasi
Politik
Kaid, Lynda Lee (ed). (2004). Handbook of Political Communication Research. U.S.A: Lawrence
Erlbaum Associates, Inc Publisher