• Tidak ada hasil yang ditemukan

RISET dan TEORI KOMUNIKASI POLITIK - Spada UNS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "RISET dan TEORI KOMUNIKASI POLITIK - Spada UNS"

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)

RISET dan METODE KOMUNIKASI POLITIK

10

th

-11

th

Meeting Political

Communication

(2)

Referensi

 Littlejohn, Stephen W., Foss., A. Karen.

Encyclopedia of Communication Theory. Thousand Oaks, California: Sage

 Blumler, Jay. G. (2015). Core Theories of Political Communication: Foundational and Freshly Minted.

Communication Theory, 25(4), 426–

438. doi:10.1111/comt.12077 

 Kaid, Lynda Lee (ed). (2004). Handbook of Political Communication Research. U.S.A: Lawrence

Erlbaum Associates, Inc Publisher

(3)

SEJARAH

(4)

Sejarah

 Kajian komunikasi, komunikasi massa dan komunikasi politik saling tumpang tindih satu sama lain

 Dapat dikatakan komunikasi politik adalah akar kajian komunikasi sebagai cabang ilmu humaniora

 Propaganda menjadi konsep utama penting dalam kajian komunikasi

 Bermula pada propaganda Perang Dunia 1 tahun 1920-an yang melihat komunikasi penting untuk dikaji lebih dalam

 Beberapa peneliti menyatakan bahwa Public Opinion karya Walter Lipmann tahun 1922 merupakan naskah penting pada kajian komunikasi

 Perang Dunia 1 merepresentasikan dua hal yang saling bertentangan, (1) penggunaan propaganda sebagai alat untuk motivasi perjuangan, di lain pihak juga (2)

propaganda perlu dipertimbangkan akan kekuatannya yang

dapat berbahaya

(5)

Walter Lipmann

The World Outside and the Picture in

Our Head”

 Ketertarikan Lipmann pada efek propaganda bermula dari latar belakang dirinya sebagai penulis leaflet

propaganda bagi Pasukan Sekutu- Prancis

 Pada penelitiannya, ia memnemukan bahwa persepsi kekuatan propaganda hanya berdasarkan klaim

berlebihan dari pemerintah dan catatan anekdotal (catatan kecil case by case) ketimbang analisis ilmiah

 Di lain pihak ia melihat coverage “The New York Times” pada tahun 1917 terhadap Revolusi Rusia yang sangat bias pada pemberitaan anti-Bolshevik

 Hal ini menjadikan Lipmann skeptis terhadap pendapat masyarakat Amerika Serikat pada umumnya terkait isu-isu terkini

 Agenda Setting ia jelaskan sebagai indikator “real

world indictors”

(6)

Harold Lasswel &

Propaganda Analysis

 Iluwan politik dari University of Chicago ini memiliki spesialisasi pada investigasi propaganda

 Pada disertasinya, ia menganalisa efek pesan propaganda dari German versus Prancis, Inggris, dan Amerika Serikat di Perang Dunia 1

 Ia menciptakan metode analisis isi dalam pesan media

 the famous:

“who says what to whom in which

channel with what effects?

(7)

Paul F Lazarsfeld,

the Erie County Study

 Erie County adalah salah satu daerah setara kota kabupaten di negara bagian New York, Amerika Serikat

 Lazarsfeld bersama koleganya melakukan 600 interview selama 6 bulan hingga bulan November 1940 di Erie County, Ohio, NY state terkait aspek yang berpengaruh dalam perilaku politik

 Variabel independennya adalah voting behavior, dengan variabel independen berupa eksposur koran, majalah berita, radio (media mainstream tahun 1940), SES individu, dan identifikasi partai politik

 Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya 54 dari 600 responden di Erie County mengubah pilihan kandidat presiden, dan hanya sedikit yang dipengaruhi oleh media

 Banyak pemilih yang sudah menentukan pilihannya sebelum kampanye elektoral dimulai

 Meski begitu banyak ilmuwan lainya(Chafee dan Hockheimer mempertanyakan) hasilnya terkait iterpretasi dan tipe data yang digunakan.

 Namun melalui penelitiannya, ia mematahkan magic bullet theory

 Di berbagai kesempatan lainnya, Lazarsfeld juga membuat postulat terkait “two step flow of communication”

 Two step flow of commnunication menekankan peran komplementer media dan komunikasi interpersonal meminkan peranan penting terhadap keputusan politik seseorang

(8)

Teori Komunikasi

Politik

(9)

Littlejohn & Foss classified

Littlejohn, Stephen W., Foss., A. Karen. Encyclopedia of Communication Theory. Thousand Oaks,

California: Sage

(10)

Political

Communicati on Theories

Littlejohn dan Foss mengelompokan teori komunikasi politik menjadi dua garis besar yakni,

a. Konstruksi sosial,

pendekatan konstruksionis beranggapan bahwa realitas politik dibentuk dari interaksi masyarakat dan simbol-simbol yang

dipertukarkannya. Aktor politik menggunakan simbol-simbol untuk memberikan pengaruh dan membentuk realitas masyarakat akan politik

Simbol tersebut terdiri dari referential symbols dan condensation symbols

Referential symbols merupakan simbol yang sifatnya objektif,

semua orang melihat ke fungsi sesungguhnya. Misal angka ledakan bom di Iraq

Condensation symbol adalah simbol yang fungsinya efokatif, membangkitkan kenangan, emosi. Seperti nilai-nilai patriotik, kebangsaan, perasaan bersama (communal belonging)

b. Demokrasi Deliberatif

Demokrasi mengacu pada bentuk pemerintahan yang merupakan perwakilan rakyat, dan dijalankan oleh mereka yang dipilih oleh rakyat.

Deliberasi meliputi diskusi, debat, dan pertukaran pendapat antar anggota masyarakat.

Demokrasi deliberatif mencakup partisipasi masyarakat dalam mengambil keputusan, perluasan dari upward flow of

communication dari publik ke elit politik, dan memberdayakan partisipasi publik dalam civic actions

Encyclopedia of Communication Theory

(11)

Political Communication Theories:

Konstruksi Sosial

Realitas politik secara konstruksi sosial dibangun dari dua hal yakni: efek pesan dan efek media.

Efek Pesan, teori-teori yang dikembangkan pada tahun 1960-1970an ini menjelaskan komunikasi downward dari elit politik ke publik

Teori teori ini berasumsi bahwa realitas publik

tergantung pada cara elit politik dan media dalam menyampaikan informasi

Efek Media, pada awalnya teori-teori

mengasumsikan bahwa ada efek yang kuat dari media terhadap sikap politik audiens. Akan tetapi dalam perkembangannya, efek media dianggap terbatas, tergantung interaksi sosial dan personal audiensnya

Encyclopedia of Communication Theory

(12)

Elaboration Likelihood Model (Model Kemungkinan Elaborasi) Richard Petty & John Cacioppo

Teori ini mengindentifikasi dua rute berbeda dalam pemrosesan pesan

Rute sentral, audiens merasa terlibat dengan pesan yang

disampaikan. Mereka melakukan elaborasi terkait pesan politik, mengkritisi, dan mengevaluasi relevansi dan kekuatan

argumen.

Mereka akan menghubungkan informasi dengan pengetahuan politiknya, pengalaman, dan rencananya

Rute periferal, rute samping. Sifat pesan ringan dan atraktif.

Mereka mengandalkan seberapa menarik pesan, memorable, dan menghubungkan pada emosi dan perasaan emreka

terhadap isu dan kebijakan.

Teori ini memprediksi pesan politik yang diproses menggunakan rute sentral lebih bertahan lama ketimbang periferal

Political Communication Theories:

Konstruksi Sosial

Encyclopedia of Communication Theory

EFEK PESAN

(13)

Pesan Periferal biasanya digunakan untuk membangun personal branding tokoh

politik

(14)

SOCIAL JUDGMENT – Muzafer Sherif

Merupakan respon individu terhadap isu dan kebijakan berdasarkan pre- existing belief dan hubungan sosial.

Respon mereka adalah bentuk perpanjangan latitude of acceptance, rejection, dan non-commitment

Teori ini berasumsi bahwa audiens memiliki sikap yang dilandasi ego terhadap informasi politik dan dipengaruhi oleh kelompok referensi sosial mereka

Jika mereka sudah tidak menyukai suatu topik, maka anchor mereka terhadap pesan akan jatuh ke arah penolakan (latitude of rejection),

sedangkan jika ada tokoh yang populer secara publik dan ia cenderung ke arah latitude of acceptance karena kelompok referensi sosialnya.

Individu yang tidak memiliki ktertarikan, atau ego-invovment mereka akan cederung jatuh ke arah latitudes of commitment

Contoh PKI: Pemerintah era manapun (kecuali Gus Dur) tidak akan meminta maaf ke korban tertuduh PKI karena akan cenderung jatuh ke arah latitude of rejection

MESKI ELM DAN SOCIAL JUDGMENT BERISI TENTANG CARA AUDIENS MERESPON PESAN POLITIK, NAMUN INI MEMBERIKAN KONSEP DASAR UNTUK PERANCANGAN PESAN AGAR DITERIMA TARGET AUDIENS POLITIK

Political Communication Theories:

Konstruksi Sosial

Encyclopedia of Communication Theory

EFEK PESAN

(15)

AGENDA SETTING – Maxwell McCombs; Walter Lipmann

Teori ini menjelaskan bahwa media memiliki kekuatan untuk mempengaruhi publik terkait isu politik

Teori menunjukan korelasi kuat antara media massa placement dan kuantitas coverage isu politik terhadap respon publik

Agenda Setting menjelaskan arus informasi bersifat downward dan pembingkaian media secara strategis terhadap pesan politik

Prinsip hubungan media, pesan strategis, efek audiens:

a. Elit politik membantu untuk menentukan agenda pada media coverage b. Media gatekeeper (editor dan produser) menentukan keputusan terkait

penempatan (placement) dan jumlah coverage

c. Media membantu mengembangkan permasalah politik yang akan meraih perhatian publik dan pemerintah

d. Kesuksesan media adalah ‘mendikte’ audiens untuk berpikir dan bersikap secara politk

e. Media lebih berhasil mengatur (setting) agenda ibagi isu politik nasional, dan kebijakan, ketimbang pengaruhnya dillevel lokal

f. Media menggunakan framing untuk lebih mefokuskan dan menyederhanakan berita politik

g. News Framing menmbuat suatu tokoh, isu, kebijakan pantas

diperbincangkan ketimbang isu lain yang layak diabaikan dan tidak

Encyclopedia of Communication Theory

Political Communication Theories:

Konstruksi Sosial

EFEK MEDIA

(16)

“media

darling dan Agenda

Setting”

(17)

 Framing merupakan skema intepretif (kualitatif) yang diadopsi untuk melakukan peliputan berita politik dengan menyederhanakan isu sesuai kepentingan pemilik media dan advertisers

 Bingkai (frame) mengacu pada penyederhanaan, dan penyempitan sudut pandang, serta mengundang perhatian pada permasalahan tertentu. Menciptakan causal connection dengan solusi yang sudah mereka arahkan, memberikan penilaian (value judgments)

 Sebagian besar pendekatan teori framing bersifat kritis, karena

memandang negatif dari bias media yang secara sukarela ‘falsifying

informasi. Hal ini biasa disebut distorted bias.

 Perlakukan tidak adil atau satu sisi terhadap isu atau konflik oleh media disebut distortion bias

 Media framing berampak pada carapandang audiens pada proses politik dan penggunaan berita politik

 Framing dapat memiliki efek positif jika memberikan edukasi tentang berbagai sisi isu dan kebijakan, mengkritisi penyederhanaan isu oleh politisi, memberikan argumen dan fakta kepada audiens yang dapat mereka pertimbangkan

FRAMING EFEK MEDIA

Political Communication Theories:

Konstruksi Sosial

Encyclopedia of Communication Theory

(18)

THE PUBLIC SPHERE

Merupakan konsep ruang yang terbuka bagi seluruh warga Publik dan media memberikan ruang untuk arena diskursif untuk berkumpul dan berkomunikasi terkait kepentingan publik, dan keteratarikan warga

Tujuan dari kebijakan komunikasi pada public sphere adalah untuk menjalin ikatan antara warga dalam menyampaikan gagasan dan kritik

Kesuksesan deliberasi adalah keberagaman cara pandanga dalam politik, interaksi yang timbal balik, relevansi dan akurasi pengetahuan politik, dan keinginan warga untu berdiskusi gagasan kebijakan, walaupun mungkin akan disanggah oleh pihak lainnya

Jika konstruksi sosial tadi lebih ke pola komunikasi vertical antara elit politik, media, dan warga, maka pada demokrasi deliberatif ke arah horizontal, setiap orang berhak

menyampaikan pendapatnya

Political Communication Theories:

Demokrasi Deliberatif

Encyclopedia of Communication Theory

(19)

Teori Komunikasi

Politik

(20)

Jay G Blumler classified

Blumler, Jay. G. (2015). Core Theories of Political Communication: Foundational and Freshly Minted.

Communication Theory, 25(4), 426–438.

(21)

Teori

Komunikasi Politik

Foundation Theories:

 Media Effects: Agenda Setting &

Framing

Digital Era Political Communication Theories

 Theories of Voice: Hyperlinked

Society; Theory of Spill-over effects

 Holistic Perspectives: Theory of

Digital Media and Youth Engagement

Jay G Blumler classified

(22)

Teori

Komunikasi Politik

DIGITAL ERA POLITICAL COMMUNICATION THEORIES

Theories of Voice: Hyperlinked Society

Turrow dan Tsui memberikan postulat bahwa teknologi hyperlinked dan

jejaring sosial memberikan ruang untuk merepresentasikan kelompok yang termarginalisasi.

Ruang tersebut menghadirkan informasi yang lebih mendalam terkait ikatan kognitif, isu terkait personal interest

Jay G Blumler classified

(23)

Teori

Komunikasi Politik

DIGITAL ERA POLITICAL COMMUNICATION THEORIES

Theories of Voice: Spill-Over Effects Pfetsch, Adam, dan Bennett - 2013

M enggambarkan agenda building,

analisis jaringan hyperlinked, dan logika tindakan yang terhubung. Teori ini

menjelaskan bagaiaiman komunikasi online dapat memiliki agenda dan menjadi spill over ke dalam agenda

media massa mainstream, dan memiliki peluang mempengaruhi opini publik dan agenda kebijakan politik

Jay G Blumler classified

(24)

Teori

Komunikasi Politik

DIGITAL ERA POLITICAL COMMUNICATION THEORIES

Holistic Perspectives: Theory of Digital Media and Youth

Engagement

Penulis beranggapan bahwa lembaga politik dan media kehilangan otoritas dalam

masyarakat postmodern dan post- birokratis dengan adanya online engagement

Jay G Blumler classified

(25)

Metode Penelitian Komunikasi

Politik

Kaid, Lynda Lee (ed). (2004). Handbook of Political Communication Research. U.S.A: Lawrence

Erlbaum Associates, Inc Publisher

(26)

Metode Penelitian Komunikasi

Politik

SURVEY : merupakan metode kuantitatif yang familiar digunakan, namun

permasalahan sampel menjadi permasalahan di sini. Sampel yang terlalu besar dianggap menyulitkan dalam menganalisa namun

reliabel. Sedangkan sampel kecil kurang

representatif. Motivasi orang dalam mengisi survey juga sangat mempengaruhi hasil

survey

DEPTH INTERVIEW: metode kualitatif atau mixed method yang kerap digunakan untuk menggali informan lebih dalam terkait pesan politik. Data berupa pandangan informan

akan dibagi menjadi klaster sesuai dengan

kemiripannya

(27)

Metode Penelitian Komunikasi

Politik

EXPERIMENT DAN SIMULASI: Studi

eksperimen memiliki fungsi yang penting bagi penelitian komunikasi politik. Pada umumnya, eksperimen bekerja dengan cara memberikan kelompok kecil stimulan berupa informasi dan kemudian reaksinya dilakukan asesmen dan diukur.

Sedangkan simulasi meruapakan tes

komunikasi yang bersifat interaktif, dan dilihat efektivitas dari kegiatan tersebut. Biasanya

terkait kebijakan pemerintah, seperti apa

penerimaan dan responnya apakah efektif

atau tidak

(28)

Metode Penelitian Komunikasi

Politik

ANALISIS ISI : merupakan metode kuantitatif dan kualitatif yang digunakan pada segala jenis tipe

konten pesan, cetak, dokumen, rekaman, film, audio.

Kriteria pada analisis isis kuantitatif adalah adanya kecenderungan frekuensi pemberitaan, penggunaan istilah tertentu yang akan dikoding secara

kuantitatif. Sedangkan apada analisis isi kualitatif sangat beragam tujuannya, dapat menganalisa dramaturgi tokoh politik, atau penggunaan simbol tertentu dan bagaimana pemaknaannya.

NETWORK ANALYSIS: merupakan metode yang digunakan untuk melihat pola komunikasi dalam suatu masyarakat. Pola persebaran informasi, siapa yang menjadi opinion leader. Analisis jaringan dapat mengungkap karakter jaringan lewat hubungan

mereka dengan kekeuasan danpengaruhnya dalam

organisasi politik dan sistem

(29)

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan diketahui bahwa banyak ruang terbuka publik di pusat kota Yogyakarta ini yang digunakan untuk arena permaianan freestyle

Berdasa rkan analisis yang telah dilakukan diketahui bahwa banyak ruang terbuka publik di pusat kota Solo ini yang digunakan untuk arena permaianan

 Penggunaan internet sebagai public sphere dalam demokrasi deliberatif di Indonesia menunjukkan kontribusi berupa terbentuknya ruang publik virtual yang bersifat

Dengan demikian maka dapat ditarik kesimpulan bahwa perebutan wacana dalam ruang publik (public sphere) dunia maya selain faktor kemajuan teknologi juga

Dengan menjadikan ruang publik sebagai arena para penyair untuk mengartikulasikan penderitaan dan merumuskan identitas manusia, kita kemudian memahami politik sebagai arena

Dengan menjadikan ruang publik sebagai arena para penyair untuk mengartikulasikan penderitaan dan merumuskan identitas manusia, kita kemudian memahami politik sebagai arena

Mahasiswa diminta untuk mencari objek-objek bangunan arsitektur mewakili langgam dan pradigma arsitektur dari masa Klasik hingga Modern untuk diidentifikasi bentuk ruang arsitektur dan

Respon : Menjadikan site sebagai ruang terbuka hijau untuk menciptakan suasana baru selain view bangunan Lokasi kampung batik laweyan yang berada di kelurahan laweyan memiliki letak