RIVIEW JURNAL BOTANI FARMASI
KELOMPOK 6;
1. SINTA DIANNURJANNAH 231FF03081 2. ELSA YUNITA 231FF03088
3. FIRLYANTI 231FF03091
4. FERLY AZ-ZAHRA 231FF03095
5. RAFLY AGGRIDA 231FF0
Judul Preliminary morphological and anatomical study of Orthosiphon stamineus
Jurnal Jurnal Ilmiah Vol & Hal 1(4):1-6
Tahun 2013
Penulis Manaf Almatar*
Zaidah Rahmat Faezah Mohd Salleh Tanggal 14 November 2023 Reviewer Firlyanti 231FF03091
Abstrak
Penelitian ini fokus pada karakterisasi ciri morfologi dan anatomi Ortosiphon stamineus yang termasuk dalam keluarga Lamiaceae. Ortosiphon stamineus, yang lebih dikenal dengan sebutan “Misai Kucing” atau “kumis kucing” oleh masyarakat setempat, mengandung senyawa fenolik aktif seperti flavanoid. Meskipun penggunaannya luas sebagai tanaman obat, informasi mengenai Ortosiphon stamineus tahap perkembangan tertentu relatif langka. Selain itu, hingga saat ini data anatomi tumbuhan ini belum tersedia.
Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi secara sistematis tahapan perkembangan dan anatominya yang dapat memberikan lebih banyak wawasan mengenai penerapan medisnya. Hasilnya menunjukkan beberapa ciri morfologi dan anatomi yang berbeda. Dalam studi morfologi, diamati bahwaOrtosiphon stamineusadalah semak herba dengan batang bawah merambat yang berkembang baik. Daunnya sederhana, berwarna hijau, dan tersusun berpasangan berlawanan. Tinggi batang kurang lebih 28 cm pada tahap (12 hari).
Bunganya mempunyai benang sari panjang dan tipis dengan warna ungu pucat.
Pada kajian anatomi, dilakukan pemeriksaan penampang batang pada tahap penarik (32) dan (62) hari tanaman ini.
Pendahuluan
Tanaman ini merupakan ramuan obat yang terkenal di Asia Tenggara. Hal ini diyakini bahwa Ortosiphon stamineus daunnya memiliki sifat diuretik dan telah digunakan untuk menghilangkan batu asam urat dari ginjal . Daunnya digunakan untuk penyakit ginjal dan pengobatan saluran kemih di Myanmar . Di sisi lain, beberapa senyawa yang memiliki aktivitas anti-proliferasi terhadap sel kanker usus besar 26-L5 yang bermetastasis ke hati telah terdeteksi dalam ekstrak metanol dari bagian atas tanaman ini .Stamineusis ortosifon juga kaya akan senyawa kimia aktif seperti stereo, asam oleanolic, polifenol, flavonoid dan terpenoid .
Kajian makromorfologi daun, batang dan bunga dilakukan pada dua varietas Ortosiphon stamineus(strain putih dan ungu). Tangkai daunnya berwarna hijau tua dan daunnya tersusun berpasangan berlawanan baik pada strain putih maupun ungu.
Daun berbentuk bulat telur dengan ujung lancip dan venasi ungu pada varietas ungu, sedangkan daun berbentuk belah ketupat dengan puncak runcing dan venasi hijau muda terlihat pada varietas putih. Batang keduanya berbentuk persegi dengan warna merah marun kehijauan untuk varietas ungu dan warna hijau untuk varietas putih.
Sistem akar serabut yang berkembang dengan baik dihasilkan oleh kedua strain tersebut. Jenis bunga verticilaster diamati pada kedua varietas dengan enam bunga yang tumbuh melingkar di sepanjang sumbu bunga. Bunga bagian atas lebih muda dari bunga bagian bawah yang mekar lebih awal dari bunga bagian atas.
Pemeriksaan dengan Scanning Electron Microscope (SEM) menunjukkan adanya
kesamaan struktur mikro daun, kepala sari, kepala putik dan butiran serbuk sari pada kedua varietas.Ortosiphon stamineus. Salah satu jenis trikoma yaitu trikoma runcing pendek ditemukan pada dua varietas Ortosiphon stamineus. Sebagian besar trikoma ini terakumulasi di sepanjang urat daun. Sel kelenjar epidermis dan stomata tersebar secara acak pada lamina daun kedua varietasOrtosiphon stamineus
Kajian Pustaka
Manaf, dkk dalam penelitiannya menjelaskan beberapa teori yang mereka gunakan, seperti :
(1) Studi toksisitas Ortosiphon stamineusBenth (misai kucing) pada tikus
(2) Persamaan dan perbedaan morfologi kedua varietas kumis kucing ( Ortosiphon stamineusBenth.) ditanam di Malaysia.
(3) Penghambatan oksida nitrat diterpen tipe isopimarane dari Ortosiphon stamineus Indonesia
Metode penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan identifikasi sistematis untuk mengkarakterisasi morfologi dan anatomi Orthosiphon stamineus. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tahapan perkembangan spesifik dan karakteristik anatomi tanaman untuk mendapatkan wawasan tentang aplikasi medisnya. Penulis melakukan eksplorasi secara detail terhadap morfologi dan anatomi tumbuhan, termasuk struktur, daun, batang, dan bunganya
Hasil penelitian
Daunnya sederhana, berwarna hijau, dan tersusun berpasangan berlawanan.
Mereka gundul dengan helaian daun lanset dan pinggiran bergerigi. Ujung daunnya runcing dengan pangkal daun lancip. Tepi daun bergerigi, dan venasinya menyirip retikulat. Tangkai daun, tangkai daun, berwarna ungu kemerahan, dan panjangnya relatif pendek sekitar 0,3 cm. Tiga ukuran daun mulai dari kecil (5) cm, sedang (11) cm dan besar (25) cm telah terdeteksi.
Batangnya menanjak hingga tegak dan jelas berbentuk segi empat, tingginya kurang lebih 28 cm.
Bunganya berbentuk lonceng, berwarna ungu pucat dengan benang sari panjang dan tipis, sehingga bunganya tampak seperti kumis kucing. Bunganya biseksual dan dapat tumbuh hingga panjang 6,2 mm. Ia memiliki dua lobus kelopak dan mahkota, yang sebagian gamosepalous dan ditutupi dengan rambut putih kecil. Kelopak, mahkota, dan labellum masing-masing berwarna merah kehijauan, putih, dan ungu muda. Setiap bunga mempunyai empat benang sari yang disisipkan di dekat pangkal tabung mahkota. Panjang benang sari tidak sama, berukuran 4,7 cm hingga 5,2 cm. Di sisi lain, sistem reproduksi wanita terdiri dari corak dengan kepala putik berbentuk tongkat Mengenai tahap (62) hari, satu lapisan sel membentuk lapisan epidermis dan endodermis. Xilem yang terdiri dari pembuluh dan serat diamati strukturnya lebih jelas. Kambium hampir tidak terlihat dan dapat dibedakan.. Berdasarkan Metcalfe dan Chalk, batang pada banyak spesies dan genera famili Lamiaceae berbentuk segi empat. Mereka juga menyebutkan jaringan sklerenkim mengelilingi kelompok berkas pembuluh floem. Berkas pembuluh darah pada batangOrtosiphon stamineus bersebelahan. Namun, bundel di antara sudut- sudut batang lamium lycium danSalvia halophila Pagar dipisahkan satu sama
lain oleh sel parenkim. Dengan demikian, jarak ikatan pembuluh darah antar sudut berguna untuk membedakan spesies dalam genus Lamium
Kesimpulan
Singkatnya, ciri-ciri morfologiOrtosiphon stamineusuntuk daun, batang dan bunga ditentukan. Di sisi lain, ciri anatomi tumbuhan ini disajikan untuk pertama kalinya dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil, ciri anatomi batang memberikan karakter yang berguna untuk membedakan spesies dalam genus
Kelebihan
1. Originalitas: Jurnal ini mungkin memiliki kelebihan dalam hal originalitas karena fokus pada studi awal morfologi dan anatomi Orthosiphon stamineus, yang dapat memberikan kontribusi baru dalam pengetahuan ilmiah tentang tanaman tersebut.
2. Kontribusi Ilmiah: Jika jurnal ini memberikan informasi yang belum tersedia sebelumnya tentang morfologi dan anatomi tanaman Orthosiphon stamineus, maka hal ini dapat dianggap sebagai kontribusi ilmiah yang berharga.
3. Relevansi: Jika penelitian ini memberikan informasi yang relevan dan penting untuk penerapan medis atau pertanian, maka jurnal ini memiliki kelebihan dalam hal relevansi terhadap kebutuhan masyarakat.
Kekurangan
Keterbatasan Penelitian: Penelitian ini hanya merupakan studi awal, sehingga mungkin masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai tanaman ini