Tesis ini merupakan syarat penyelesaian Program Diploma (S1) jurusan Akuntansi di STIE Indonesian Banking School. Seluruh dosen dan karyawan STIE Indonesia Banking School yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.
Latar Belakang
Pertama, untuk variabel tata kelola perusahaan, penelitian ini mereplikasi penelitian yang dilakukan oleh Zulkafli dan Samad (2007), yang kemudian dilakukan kembali oleh Pratiningsih (2009) dan Lukas dan Basuki (2015). Selain itu, penelitian ini akan menganalisis pengaruh tata kelola perusahaan sebagai variabel moderasi antara hubungan konglomerasi perbankan dengan nilai perusahaan.
Rumusan Masalah
Batasan Masalah
Jadi dari segi pengambilan sampel, penelitian ini hanya menggunakan sampel penelitian berdasarkan bank umum yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Sistematika Penulisan
Bab ini akan menguraikan latar belakang yang memuat fokus masalah mengenai dampak konglomerasi perbankan terhadap nilai perusahaan dengan tata kelola perusahaan sebagai variabel moderasi. Bab ini akan menjelaskan metode pengolahan data yang akan digunakan dalam meneliti pengaruh konglomerasi perbankan terhadap nilai perusahaan dengan tata kelola perusahaan sebagai variabel moderasi.
Landasan Teori
Teori Keagenan (Agency Theory)
Untuk mengurangi konflik tersebut maka pihak manajemen harus menerapkan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) agar pihak manajemen mengelola perusahaan sesuai dengan keinginan pemilik usaha, yang mengharapkan perusahaan dapat berkinerja baik sehingga akan berdampak pada peningkatan nilai perusahaan. Teori keagenan merupakan teori utama yang mendasari hubungan antara tata kelola perusahaan konglomerat perbankan dan nilai perusahaan.
Konglomerasi
Penerapan konglomerasi perbankan harus dibarengi dengan tata kelola perusahaan yang baik agar tercipta peningkatan nilai perusahaan bagi pemegang saham. Memiliki tata kelola perusahaan yang baik akan mengurangi dampak negatif konglomerasi perbankan terhadap nilai perusahaan.
Tatakelola Perusahaan
Perusahaan dengan tata kelola yang baik pada umumnya akan memiliki nilai perusahaan yang baik karena terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara tata kelola perusahaan dengan nilai perusahaan (Ammann et al., 2011). Variabel tata kelola perusahaan yang diteliti terdiri dari pengawasan kepemilikan, pengawasan pengendalian internal, pengawasan pengawasan dan pengawasan pengungkapan.
Pengawasan Kepemilikan
- Pemilik Saham Terbesar Kedua
30% (tiga puluh persen) dari modal bank merupakan golongan pemegang saham yang berbentuk badan hukum, bukan lembaga keuangan. Dalam penelitian Attig (2008), beberapa pemegang saham utama dikelompokkan dan diurutkan menjadi lima pemegang saham terbesar berdasarkan kepemilikannya.
Pengawasan Pengendalian Internal
- Komisaris Independen
Menurut PBI, paling sedikit 50% (lima puluh persen) dari jumlah seluruh anggota dewan komisaris merupakan komisaris independen. Tidak mempunyai hubungan keuangan yaitu apabila menerima penghasilan, bantuan keuangan atau pinjaman dari anggota dewan komisaris dan/atau direksi bank lainnya, dari perusahaan yang pemegang saham pengendalinya adalah pengurus bank, dan dari pemegang saham pengendali bank tersebut.
Pengawasan Regulator
Dengan permodalan yang baik maka akan mempererat hubungan antara konglomerat dengan nilai perusahaan jika hubungannya positif. Dan jika hubungan konglomerat dengan nilai perusahaan bersifat negatif maka modal yang baik akan mengurangi dampak negatif konglomerat terhadap nilai perusahaan.
Pengawasan Pengungkapan
- KAP Big 4
- Lembaga Pemeringkat Big 3
Dengan kualitas informasi yang baik tentunya akan membuat keputusan investasi para deposan dan pemegang saham menjadi lebih baik lagi. Tingkat kualitas pelaporan yang baik dengan sendirinya akan dicapai oleh perusahaan yang menggunakan auditor eksternal yang berkualitas (Mitton, 2002 dalam Pratiningsih, 2009). Penilaian pemeringkatan yang dilakukan oleh lembaga pemeringkat yang mempunyai reputasi baik akan mengkonfirmasi reputasi perusahaan (Zulkafli dan Samad, 2007).
Nilai Perusahaan
Nilai perusahaan merupakan konsep penting bagi investor, karena merupakan indikator yang digunakan pasar untuk mengevaluasi perusahaan secara keseluruhan. Sedangkan Sartono (2011) menyatakan bahwa nilai suatu perusahaan adalah harga yang bersedia dibayar oleh calon pembeli jika perusahaan tersebut dijual. Menurut Keown (2014), nilai suatu perusahaan adalah nilai pasar dari surat utang dan ekuitas yang beredar.
Penelitian Terdahulu
Kerangka Pemikiran
Pengebangan Hipotesis
- Hubungan Konglomerasi Perbankan terhadap Nilai perusahaan
- Pengaruh Pemilik Saham Terbesar Kedua terhadap Hubungan
- Pengaruh Komisaris Independen sebagai Variabel Moderasi terhadap
- Pengaruh Rasio Kecukupan Modal sebagai Variabel Moderasi terhadap
- Pengaruh Pengawasan Pengungkapan terhadap Hubungan
Pengaruh komisaris independen sebagai variabel moderasi terhadap hubungan konglomerasi perbankan dengan nilai perusahaan. Jika hubungan antara konglomerasi perbankan dan nilai perusahaan positif, maka ukuran komisaris independen diharapkan dapat memperkuat hubungan kedua variabel tersebut. Jika hubungan antara konglomerasi bank dan nilai perusahaan bernilai positif, maka diharapkan ukuran rasio kecukupan modal akan memperkuat hubungan kedua variabel tersebut.
Objek Penelitian
Jenis dan Sumber Data
Model Pengumpulan Data
Metode studi literatur dilakukan untuk mengumpulkan data dan informasi yang berkaitan langsung maupun tidak langsung dengan penelitian. Metode ini dilakukan dengan mempelajari literatur dan sumber lain yang berkaitan dengan penelitian.
Rancangan Penelitian
Metode Pengambilan Sampel
Variabel dan Operasionalisasi Variabel
Variabel Independen
Menurut Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 18/POJK.03/2014, Konglomerasi Keuangan adalah lembaga jasa keuangan yang tergabung dalam satu atau lebih kelompok karena saling memiliki dan/atau menguasai. Variabel dummy ini diberi nilai 1 pada saat bank melakukan konglomerasi perbankan dan 0 pada saat bank tidak melakukan konglomerasi perbankan atau fokus pada usahanya.
Variabel Dependen
Menurut Herawaty (2008), nilai perusahaan yang diukur dengan Tobin's q diukur dengan menjumlahkan nilai pasar ekuitas ditambah total liabilitas dibagi total aset.
Variabel Moderasi
- Pemilik Saham Terbesar Kedua
- Ukuran Komisaris Indepeden
- Rasio Kecukupan Modal
- KAP Big 4
- Lembaga Pemeringkat Big 3
Lembaga pemeringkat ini bertugas melakukan evaluasi dan analisis terhadap kemungkinan tidak terbayarnya surat utang (Nugraha, 2010). Tiga lembaga pemeringkat terbaik menurut Zulkafli dan Samad (2007) adalah Moody's, Standard & Poor (S&P) dan Fitch. Variabel dummy ini ditunjukkan dengan angka 1 jika bank menggunakan lembaga pemeringkat 3 besar dan 0 jika bank tidak menggunakan lembaga pemeringkat 3 besar.
Teknik Pengolahan dan Analisis Data
- Statistik Deskriptif
- Analisis Data Panel
- Uji Asumsi Klasik
- Uji Normalitas
- Uji Multikolinieritas
- Uji Homokedastisitas
- Uji Autokorelasi
- Statistik Regresi Linier Berganda
Model fixed effect merupakan model yang dapat menunjukkan perbedaan yang konstan antar objek, meskipun dengan koefisien regressor yang sama (Winarno, 2011). Hal pertama yang harus dilakukan adalah menentukan apakah model efek umum atau model efek tetap yang terbaik. Uji Hausman dilakukan untuk mengetahui model estimasi regresi pool data antara fixed effect model dan random effect model.
Teknik Pengujian Model (Uji-F)
Cong = Konglomerasi Perbankan SLS = Pemegang Saham Terbesar Kedua BOR = Jumlah Komisaris Independen CAR = Besar4 Capital Adequacy Ratio = Besar 4 KAP.
Uji Determinasi (R 2 )
Teknik Pengujian Hipotesis (Uji-t)
Ha: Konglomerasi perbankan tidak dapat mempengaruhi nilai perusahaan jika tata kelola perusahaan menjadi variabel moderasi. a=5%), hasil perhitungan akan menunjukkan apakah hipotesis diterima atau ditolak. Jika nilai signifikan lebih besar dari 0,05 maka hipotesis ditolak yang berarti variabel independen secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Namun jika nilai signifikannya kurang dari 0,05 maka hipotesis diterima yang berarti variabel independen berpengaruh signifikan secara parsial terhadap variabel dependen.
Deskripsi Objek Penelitian
Dalam penelitian ini pemilihan sampel yang digunakan ditentukan berdasarkan metode purposive sampling dilihat dari kelengkapan data penelitian. Mengenai hasil uji normalitas data residual berdasarkan model penelitian seluruh observasi (150) menunjukkan bahwa data tidak berdistribusi normal. Outlier merupakan data yang memiliki karakteristik unik, seperti memiliki penyimpangan yang terlalu jauh dari data lainnya.
Statitstik Deskriptif
Statistik deskriptif yang digunakan dalam penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan besar kecilnya nilai mean, nilai mean, nilai maksimum, nilai minimum dan standar deviasi, jumlah dari masing-masing variabel yang diuji dengan menggunakan alat statistik Eviews9 dengan jumlah observasi sebanyak 84 observasi. Untuk variabel rasio ukuran dewan komisaris (BIR) sebagai variabel moderasi yang dihitung dari ukuran dewan komisaris dibagi jumlah dewan komisaris, rata-ratanya sebesar 0,592. Variabel rasio kecukupan modal (CAR) sebagai variabel moderator yang dihitung dari modal dibagi aktiva tertimbang menurut risiko (RWA) memiliki mean sebesar 0,1631 atau 16,31%.
Pemilihan Model
Berdasarkan hasil uji Chow pada tabel diatas, nilai probabilitas yang diperoleh dari cross section F sebesar 0,0000 dan lebih kecil dari 0,05 yang berarti ditolak. Sehingga perlu dilakukan uji Hausman untuk menentukan apakah akan menggunakan model random effect atau fixed effect b. Karena hasil uji Chow di atas memilih model fixed-effect, maka langkah selanjutnya adalah melakukan uji Hausman.
Uji Asumsi Klasik
- Uji Normalitas
- Uji Multikolinieritas
- Uji Homokedastisitas
- Uji Autokorelasi
Dari tabel 4.5 perhitungan multikolinearitas di atas dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi multikolinearitas antar variabel pada model yang dibuat. Sumber : http://www.statistikian.com/2013/03/durbin-watson-tabel.html Dari hasil uji Durbin-Watson pada Tabel 4.7. Berdasarkan kriteria pada Tabel 3.2 dan dibandingkan dengan Tabel 4.8, model tidak mempunyai autokorelasi negatif.
Analisis Hasil Penelitian
Pengujian Model (Uji-F)
Hal ini menunjukkan bahwa regresi secara simultan konglomerat yang dimoderatori oleh tata kelola perusahaan yang terdiri dari pemegang saham terbesar kedua, komisaris independen, rasio kecukupan modal, KAP Big 4 dan Lembaga Pemeringkat Big 3 secara bersama-sama mempengaruhi nilai perusahaan sebagai variabel dependen.
Uji Koefisien Determinasi (R 2 )
Pengujian Hipotesis (Uji-t)
Dengan nilai koefisien sebesar ini berarti Big 4 KAP berpengaruh signifikan dan negatif terhadap nilai perusahaan jika digunakan sebagai variabel independen. Nilai koefisien tersebut mempunyai arti KAP Big 4 berpengaruh signifikan dan positif sebagai variabel moderasi hubungan konglomerasi dengan nilai perusahaan. Dengan nilai koefisien sebesar ini berarti Big 3 Rating Agency berpengaruh signifikan dan negatif terhadap nilai perusahaan jika digunakan sebagai variabel independen.
Pembahasan Hasil Penelitian
- Pengaruh Konglomerasi Perbankan terhadap Nilai Perusahaan
- Pengaruh Pemilik Saham Terbesar Kedua dalam Memoderasi
- Pengaruh Komisaris Independen dalam Memoderasi Hubungan
- Pengaruh Rasio Kecukupan Modal dalam Memoderasi Hubungan
- Pengaruh Pengawasan Pengungkapan dalam Memoderasi Hubungan
- KAP Big 4
- Lembaga Pemeringkat Big 3
Pengaruh pemegang saham terbesar kedua dalam memoderasi hubungan konglomerasi terhadap nilai perusahaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rasio kecukupan modal tidak dapat memoderasi hubungan antara konglomerasi dan nilai perusahaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bank yang diaudit oleh KAP Big 4 dapat memoderasi hubungan antara konglomerasi dan nilai perusahaan.
Implikasi Manajerial
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bank yang menggunakan lembaga pemeringkat Big 3 dapat memoderasi secara positif hubungan antara konglomerasi dan nilai perusahaan. Dari segi pemantauan pengungkapan, penelitian ini membagi dua proksi menjadi bank yang diaudit oleh KAP Big 4 dan bank yang menggunakan jasa Lembaga Pemeringkat Big 3. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa investor akan lebih menilai bank konglomerat yang menggunakan jasa Lembaga Pemeringkat Big 3 dibandingkan yang tidak menggunakan lembaga pemeringkat. Besar 3.
Kepemilikan Asing pada Bank sebagai Penelitian Tambahan
- Statistik Deskriptif Penelitian Tambahan
- Uji Normalitas Penelitian Tambahan
- Pemilihan Model Penelitian Tambahan
- Hasil dan Pembahasan Penelitian Tambahan
Untuk pemegang saham terbesar kedua pada bank dengan kepemilikan asing rata-rata sebesar 0,3938, sedangkan pada bank tanpa kepemilikan asing sebesar 0,208. Dimana kedua pengamatan, perbankan dengan kepemilikan asing dan perbankan tanpa kepemilikan asing, mempunyai probabilitas lebih dari 0,05. Pemisahan ini dilakukan dengan memisahkan bank observasi yang kepemilikannya asing dengan bank yang tidak kepemilikan asing.
Kesimpulan
Penelitian Utama
Variabel tata kelola perusahaan pada bagian pemantauan kepemilikan yang diukur dengan pemegang saham terbesar kedua sebagai variabel moderasi memperkuat hubungan antara konglomerat dengan nilai perusahaan. Variabel tata kelola perusahaan dalam pengawasan pengendalian internal yang ditentukan oleh ukuran komisaris independen sebagai variabel moderasi memperlemah hubungan konglomerat dengan nilai perusahaan. Investor akan dapat melihat bahwa informasi dari Lembaga Pemeringkat Big 3 dapat diandalkan dan akan berdampak pada peningkatan nilai perusahaan.
Peneltian Tambahan
Sedangkan pada bank bukan asing, rasio kecukupan modal dapat meningkatkan dampak negatif konglomerasi sehingga menyebabkan investor menghindari bank konglomerasi bukan asing yang memiliki rasio kecukupan modal tinggi. Hasil penelitian ini juga menunjukkan hasil yang tidak konsisten, dimana bank dengan kepemilikan asing pada KAP Big 4 tidak mempunyai pengaruh terhadap keputusan investasi. Sebaliknya bank-bank bukan milik asing memberikan dampak negatif dan mempertegas dampak negatif konglomerasi terhadap bank-bank bukan milik asing.
Keterbatasan dan Saran Penelitian Selanjutnya
Penerapan tata kelola perusahaan yang baik dan dampaknya terhadap kinerja keuangan pada industri perbankan yang terdaftar di BEI. Tesis : Pengaruh Mekanisme Good Corporate Governance Terhadap Kinerja Perbankan Nasional (Studi Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode.