• Tidak ada hasil yang ditemukan

RTM ETNOFARMASI (USADHA MALA & USADHA PEMUSNAH CETIK)

N/A
N/A
Wanda Aprillia

Academic year: 2023

Membagikan "RTM ETNOFARMASI (USADHA MALA & USADHA PEMUSNAH CETIK)"

Copied!
82
0
0

Teks penuh

Ketiga dewa tersebut adalah Dewa Brahma sebagai Dewa Api yang memiliki kekuatan utpatti (kelahiran), Dewa Wisnu sebagai Dewa Air yang memiliki kekuatan sthiti (pengasuhan dan pertumbuhan) dan Dewa Siwa (dalam USADA palmar disamakan dengan Dewa Iswara) sebagai Dewa Udara yang mempunyai kekuatan praline (menghancurkan). Tubuh yang dingin (nyem) karena Dewa Wisnu dirawat oleh Dewa Brahma yang mempunyai kekuatan untuk memanaskan tubuh. Teks Usada Wisnu Japa menyebutkan bahwa ketika Iswara (Siwa) sakit, ia dirawat oleh Brahma-Wisnu (Nala, 1995).

Berbeda dengan USADA lainnya, seperti Usada Dalem yang mencantumkan 205 jenis tanaman obat yang diresepkan. Dari 20 usada yang diteliti, tanaman obat terbanyak terdapat di Usada Dalem Jawi, yaitu sebanyak 415 jenis tanaman (Tim Peneliti Penerjemah Lontar Usada Bali, 1983). Mengenai berapa lama obatnya dipakai, apakah 1 atau 2 hari, berapa kali sehari, sangat jarang tertulis di daun lontar usada mala.

Menurut Jiwa Atmaja dalam bukunya “Jejak Bhairawa di Pulau Bali”, cetik crongcong polo ini merupakan cetik yang paling menakutkan dan dianggap racun yang paling menyakitkan dan berbahaya. Catik Badung merupakan salah satu jenis cetik atau racun yang bahannya menggunakan banyeh atau air dari mayat.

Usadha Mala

Contoh Tanaman Pada Usadha Mala

Kunyit (Curcuma domestica)

Kunyit (Curcuma domestica val.) mempunyai warna kuning dan digunakan sebagai bahan masakan, pewarna, kosmetika dan juga obat-obatan. Bila digunakan sebagai obat oles, biasanya dicampur dengan air atau madu dan dioleskan langsung ke kulit. Senyawa kimia yang terdapat pada rimpang bangle antara lain : alkaloid, flavonoid, minyak atsiri, saponin, pati, tanin,.

Jeringau (Acorus calamus L.) merupakan salah satu tanaman obat yang digunakan sebagai obat tradisional di Indonesia. Bunga tanaman jeruk purut ini berbentuk bintang dan berwarna putih kemerahan atau kuning. Klasifikasi Kingdom Jeruk Purut: Plantae Subkingdom: Viridiplantae Infrakingdom: Streptophyta Superdivisi: Embryophyta Divisi: Tracheophyta Subdivisi: Spermatophytina Kelas: Magnoliopsida.

Zat aktif yang terdapat pada jeruk purut adalah flavonoid, karatenoid, glikosida, saponin, kumarin, asam sitrat, limonoid, asam amino, bergamottin, oxypeucedaine, mineral, minyak atsiri dan masih banyak lagi. Flavonoid utama pada jeruk purut adalah naringin, narirutin dan hesperidin yang terdapat pada kulit buah dan daging buah jeruk. Berdasarkan uji analisis, jeruk purut diperkirakan memiliki efek antioksidan, perangsang, antiinflamasi, astringen, dan antijamur (Natanael, 2015).

Pengujian in vitro menunjukkan bahwa jahe dapat meningkatkan jumlah limfosit, antibodi spesifik, dan membunuh sel kanker (Dalimarta, 2003). Rimpang Curcuma Kunci mengandung minyak atsiri berupa 1,8-cineole, camphorborneol, pinus, sesquiterpenes, zingiberone, curcumin dan zeodarin. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa berbagai senyawa kimia dan ekstrak jahe mempunyai aktivitas antibakteri, anti inflamasi, analgesik, antipiretik, antitumor, antiHIV dan antioksidan (Nwet Nwet Win, 2008).

Masyarakat memanfaatkan rimpang jahe sebagai ekspektoran atau mengobati batuk, menekan kentut, menambah nafsu makan, menyembuhkan luka, memasak bumbu, dan merangsang keluarnya air susu ibu (ASI). . Dari penelitian lain diperoleh informasi bahwa ekstrak rimpang jahe dapat menghambat isolat bakteri penyakit Orf (Ektama contagiosa) (Plantus, 2008). Selain itu tanaman ini juga digunakan sebagai obat perangsang nafsu berahi, disentri, anti inflamasi, anti nyeri perut dan menjaga kesehatan tubuh.

Di Malaysia, rimpang jahe digunakan sebagai obat sakit perut dan gangguan pencernaan pada wanita bersalin (Plantus, 2008). Biji berwarna putih digunakan sebagai penghias makanan, misalnya onde-onde, dengan cara ditaburkan pada permukaan makanan.

Gambar 2.3. Tanaman Cabe Jawa
Gambar 2.3. Tanaman Cabe Jawa

Ketumbar (Coriandrum sativum)

Tanaman ketumbar dapat dipanen ketika berumur tiga bulan, kemudian dijemur dan buahnya yang berwarna kecoklatan dipisahkan dari tanamannya. Tanaman ketumbar di Indonesia belum dibudidayakan secara intensif dalam skala besar, budidaya hanya sebatas pekarangan rumah dengan sistem antar budaya dan jarang sekali yang bersifat monokultur. Efek antijamur yang dicoba adalah pada penyebab dermatomikosis (trichophyton sp.) yang dapat dibunuh hingga 99,5% (Sokovic et al., 2012).

Bawang putih (Allium sativum L) merupakan tanaman umbi-umbian yang ditanam di berbagai negara di dunia. Di Indonesia, bawang putih mempunyai banyak julukan, misalnya orang Manado menyebutnya lasuna moputi, orang Makassar menyebutnya lasuna kebo, dan orang Jawa menyebutnya bawang putih. Hasil penelitian para ahli menunjukkan bahwa bawang putih mempunyai potensi sebagai bahan baku obat untuk mengobati berbagai penyakit (Samadi, 2000).

Bawang putih juga telah digunakan sebagai obat tradisional untuk berbagai efek biologis, seperti meningkatkan stamina, membantu pencernaan untuk mencegah diare dan serangan cacing, serta mengobati penyakit jantung, radang sendi, dan kelelahan. Kemuning (Murraya panikulata L. Jack) merupakan tanaman perdu atau pohon kecil yang termasuk dalam famili jeruk (Rutaceae). Kemuning tumbuh liar di semak-semak, tepi hutan dan ditanam sebagai tanaman hias dan pagar (Sulaksana dkk., 2005) ) Kemuning ( Murraya panikulata L.) merupakan salah satu tanaman di sekitar kita yang sering dimanfaatkan untuk mendapatkan manfaat kesehatan. Salah satu bagian tanaman kemuning yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan obat adalah daunnya (Kusumo, Fernanda, & Asroriyah, 2017).

Beberapa khasiat daun kemuning antara lain mengobati infeksi saluran kemih, haid tidak teratur, berat badan berlebih, melangsingkan tubuh, mengobati sakit gigi, dan menghaluskan kulit (Kusumo, Fernanda, & Asroriyah, 2017). Daun kemuning (Murraya panikulata L. Jack) mengandung senyawa kimia yang bersifat metabolit sekunder seperti minyak atsiri, alkaloid, flavonoid, saponin, resin dan tanin. Salah satu senyawa dalam daun kemuning yang dapat memberikan efek menurunkan lemak darah dalam tubuh yaitu tanin.

Daun kemuning digunakan dalam pengobatan tradisional sebagai antibakteri, analgesik anti inflamasi, menurunkan kolesterol darah dan menangkal obesitas (Iswantini et al., 2011). Daun kemuning yang dikeringkan dimanfaatkan sebagai bahan baku obat tradisional dan sebagai ekstrak obat herbal (Permenkes, 2013). Tanaman ini tumbuh di daerah berpasir dan mempunyai kemampuan mengikat pasir serta menahan semprotan garam dari laut (Natheer et al., 2012).

Gambar 2.13. Bawang Putih
Gambar 2.13. Bawang Putih

PEMBAHASAN

  • Efek Farmakologi Senyawa Kimia Tanaman Kencur
  • Efek Farmakologi Senyawa Kimia Tanaman Kunyit
  • Efek Farmakologi Senyawa Kimia Tanaman Cabe Jawa
  • Efek Farmakologi Senyawa Kimia Tanaman Bangle
  • Efek Farmakologi Senyawa Kimia Tanaman Pala
  • Efek Farmakologi Senyawa Kimia Tanaman Jeringau
  • Efek Farmakologi Senyawa Kimia Tanaman Jeruk Purut 1. Antibakteri
  • Efek Farmakologi Senyawa Kimia Tanaman Temu Kunci
  • Efek Farmakologi Senyawa Kimia Tanaman Lengkuas
  • Efek Farmakologi Senyawa Kimia Minyak Wijen
  • Efek Farmakologi Senyawa Kimia Jeruk Nipis
  • Efek Farmakologi Senyawa Kimia Ketumbar
  • Efek Farmakologi Senyawa Kimia Bawang Putih
  • Efek Farmakologi Senyawa Kimia Daun Kemuning
  • Efek Farmakologi Senyawa Kimia Daun Liligundi

Penemuan terbaru menemukan bahwa senyawa kimia dalam pala yang disebut macelignan dapat digunakan untuk mengobati diabetes. Kandungan buah pala dapat membantu meregangkan pembuluh darah sehingga menurunkan tekanan darah dan mengurangi ketegangan pada sistem kardiovaskular. Karena kandungan zat besi yang tinggi pada buah pala mampu meningkatkan jumlah sel darah merah.

Salah satu komponen buah pala mirip dengan mentol, yakni sama-sama mampu meredakan nyeri secara alami. Zat scolopetin pada buah pala mampu menghentikan peradangan kulit. Penelitian menemukan bahwa senyawa kimia berupa metanol pada buah pala dapat mencegah kanker darah atau leukemia.

Mengkonsumsi ekstrak pala dapat mencegah keberadaan sel leukemia dalam tubuh dan menghambat pertumbuhan sel. Di dalam buah pala terdapat zat yang berguna untuk produksi energi dalam tubuh, berupa pati, gula pati, dan karbohidrat. Limonene dan minyak esensial dalam pala bermanfaat menghilangkan bau badan.

Kandungan asam oleanolic pada buah pala bersifat antivirus sehingga kedua virus ini bisa dihilangkan. Di dunia ini banyak sekali tumbuh-tumbuhan yang sangat bermanfaat sebagai obat-obatan dan sudah dimanfaatkan secara turun-temurun berdasarkan pengalaman, salah satu tumbuhan yang mudah dijumpai adalah jeruk nipis.Kandungan kimia pada buah lemon antara lain adalah flavonoid, tanin, minyak atsiri, kunolinon. alkaloid yang berpotensi memiliki sifat antioksidan, antivirus HIV, antibakteri, triterpenoid dan sitrat (Hardiman, 2014). Menurut Karyadi (l997), bawang putih mengandung senyawa fitokimia, yaitu zat kimia alami yang terdapat pada tumbuhan atau tanaman yang mempunyai fungsi fisiologis luar biasa.

Kandungan kimia daun chemuning yang mempunyai efek farmakologis sebagian besar merupakan senyawa polar, senyawa metabolik sekunder yang terkandung dalam daun chemuning antara lain adalah alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Aktivitas penurunan kolesterol ekstrak daun kemuninga diduga karena adanya senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, dan saponin.

PENUTUP

Kesimpulan

Khasiat Tanaman Legundi (Vitex trifolia Linn.), Majalah Semi Populer, Vol. 1, Berita Botanic Gardens, Pusat Pengembangan Kebun Raya Bogor. Uji efikasi mukolitik kombinasi ekstrak etanol rimpang Zingiber purpureum Roxb, rimpang Curcuma zedoaria dan daun pare (Momordica charantia L.). Studi perbandingan kandungan senyawa kimia minyak atsiri pada daun dan kulit jeruk purut (Citrus hystrix DC).

Pengaruh pemberian daun jeruk purut (Citrus hystrix) terhadap jumlah peroksida pada minyak nabati bekas (Tesis PhD, Universitas Muhammadiyah Surabaya). Antioksidan: Resep awet muda dan panjang umur dari uji aktivitas antiradikal menggunakan metode DPPH dan penentuan kandungan total fenol dalam ekstrak daun bawang. Kirana, C., Jones, G.P., Record, I.R., dan McIntosh, G.H., 2006, Sifat antikanker panduratin A diisolasi dari Boesenbergia Pandurata (Zingiberaceae), Journal of Natural Medicine.

Uji toksisitas ekstrak etanol campuran daun pare (Momordica charantia L), rimpang jahe putih (Curcuma zedoaria 78 Rosc.) dan rimpang adas (Zingiber purpureum Roxb.) terhadap gambaran histologis ginjal tikus putih. Pengaruh pemberian kombinasi minyak rami dan minyak wijen terhadap kadar kolesterol high-density lipoprotein (HDL) pada tikus Sprague Dawley dislipidemia. Nathanael J., Wijayanti N. and Atmodjo P.K., 2015, Uji aktivitas sitotoksik ekstrak kulit jeruk purut (Citrus hystrix) terhadap cell line kanker serviks HeLa, Jurnal Technobiology.

Sokovic M, et al., 2012, Antifungal activity of essential oils and components in Vitro and In Vivo on experimentally induced dermatomycoses in mice, Digest Journal of Nanomaterials and Biostructures, 7, pp. Spice, Fingerroot (Boesenbergia pandurata Schult.) Against mutagenic heterocyclic amines, J .

Gambar

Gambar 2.1. Tanaman Kencur
Gambar 2.3. Tanaman Cabe Jawa
Gambar 2.4. Bangle
Gambar 2.5. Pala
+7

Referensi

Dokumen terkait

Limbah tanaman seperti sabut kelapa, daun cengkeh, cangkang pala, sekam padi, kulit durian, kulit pisang dan kulit kacang memilki kandungan ekstrak fenolik yang mampu

Senggugu ( Clerodendron serratum L. Spreng) adalah tanaman yang digunakan dalam pengobatan tradisional dan memiliki banyak aktivitas farmakologi seperti anti

Limbah tanaman yang baik digunakan sebagai bahan pembuatan bunga buatan dengan alat bolder diantaranya adalah : kulit jagung dan daun lontar.. Limbah kulit jagung

Bagian tanaman Blumea balsamifera yang paling sering digunakan untuk pengobatan adalah daun.. Secara tradisional di Indonesia sembung digunakan untuk pengobatan

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PADA TANAMAN OBAT TRADISIONAL BALI DAN ISOLASI SENYAWA TERPENOID DARI EKSTRAK METANOL DAUN.. PARE

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui adanya kandungan senyawa dari kulit jeruk Bali (Citrus maxima) dan beberapa aktivitas farmakologi yang terdapat pada kulit

Selain itu, kulit batang dan daun digunakan dalam penelitian ini karena kulit batang diketahui merupakan bagian tanaman dengan kandungan flavonoid terbesar..

Pengobatan dengan tanaman tradisional berupa kompres daun dadap serep lebih mudah diperoleh dan lebih praktis dilakukan dalam menurunkan demam hipertermia karena merupakan pengobatan