TPM
No Prosedur 0 1 2
1 Sebutkan indikasi:
- Bradiaritmia dengan hemodinamik tidak stabil - Bradiaritmia non responsif terhadap atropin - Bradi-takiaritmia
- Aritmia ventrikular (untuk overdrive pacing) 2 Sebutkan kontraindikasi
- DVT di iliofemoral
- Trombus di ventrikel kanan
3 Profesionalisme (memperkenalkan diri, menjelaskan prosedur tindakan dan meminta persetujuan)
4 Persiapan pasien
- Pasien mengganti baju dengan baju pemeriksaan
- Pasien berbaring di meja pemeriksaan dengan posisi supinasi - Pasang infus, oksigen, dan monitor
- Persiapkan trolley emergency dan DC shock 5 Persiapan alat
- Chlorhexidine - Alkohol - Kasa steril
- Duk bolong dan sterile set - Apron
- Handschoen steril - Sterile gown - Headcap
- Needle puncture 18 G - Scalpel
- Sheath 6fr - Sheath-wire - Hecting set
- Spuit 3cc, 5cc, 10cc
- Lidocaine 1% yang telah dibuka untuk memudahkan pengambilan
- Lead pacu jantung sementara - Generator pacu jantung sementara - Hipafix
7 Persiapan diri
- Gunakan apron dan headcap - Cuci tangan 6 langkah
- Gunakan sterile gown dan handschoen steril 8 Prosedur
- Lakukan prosedur aseptik antiseptik - Tutup dengan duk bolong
- Lakukan anestesi lokal dengan lidocaine
- Raba pulsasi arteri femoralis pada linea inguinalis, vena femoralis terdapat pada bagian medial dari arteri femoralis - Lakukan puncture dengan needle yang sudah tersambung
dengan spuit 5cc yang berisi NaCl 0.9%+heparin, dengan sudut 30-45°, sambil melakukan aspirasi
- Bila darah sudah teraspirasi, lepas spuit dan masukkan wire dilanjutkan dengan melepaskan needle
- Lakukan sayatan kecil dengan bisturi, masukkan sheath dengan memastikan ujung wire telah keluar dari ujung sheath
- Lepas dilator sheath beserta wire, dan lakukan flushing
- Masukkan lead pacu jantung sementara dengan fluoro guided hingga mencapai bilik kanan, dan arahkan ke daerah apikoseptal dalam posisi RAO 30 dan LAO 45
- Sambungkan lead pacu jantung sementara dengan generator - Lakukan pengukuran nilai ambang output dengan menurunkan
output dari 10 mA hingga voltase minimal hingga gambaran loss capture
- Setting output sebesar dua kali nilai ambang
- Lakukan pengukuran nilai ambang sensitivity dengan menaikkan sensitivitas dari yang terkecil hingga muncul indikator sensing - Setting sensitivity sebesar 0.5 kali nilai ambang
- Lakukan fiksasi dengan hecting, dan draping dengan hipafix 9 Evaluasi:
- Edukasi pasien untuk tidak menggerakan kaki tempat akses - Evaluasi hematom dan tanda perdarahan retroperitoneal - Evaluasi komplikasi ventricular septal rupture