• Tidak ada hasil yang ditemukan

RUMAH PRODUKSI KURNIA TAPIN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "RUMAH PRODUKSI KURNIA TAPIN "

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS KEBIJAKSANAAN PROMOSI DALAM MENINGKATKAN PENJUALAN KERIPIK PISANG PADA

RUMAH PRODUKSI KURNIA TAPIN

Ella Nofita Sari1, Hj. Sulastini2, H. Mohammad Zainul3

1prodi Manajemen 61201, Fakultas Ekonomi, Universitas Islam Kalimantan MAAB Banjarmasin, NPM 16310008

2prodi Manajemen 61201, Fakultas Ekonomi, Universitas Islam Kalimantan MAAB Banjarmasin, NIDN 1109046301

3prodi Manajemen 61201, Fakultas Ekonomi, Universitas Islam Kalimantan MAAB Banjarmasin, NIDN 1105076601

E-mail : [email protected]/+6282255762796

ABSTRAK

Ella Nofita Sari, 2020, Analisis Kebijaksanaan Promosi Dalam Meningkatkan Penjualan Keripik Pisang Pada Rumah Produksi KURNIA Tapin, Dibawah Bimbingan Ibu Hj. Sulastini Sebagai Pembimbing I, dan Bapak H. Mohammad Zainul Sebagai Pembimbing II. Penelitian ini merupakan tulisan khusus mengangkat meningkatkan penjualan keripik pisang dan dalam penelitian ini memfokuskan pada kebijaksanaan promosi apa saja yang dilakukan dalam usaha meningkatkan penjualan keripik pisang pada rumah produksi KURNIA Tapin. Data yang digunakan adalah data primer, data yang dikumpulkan langsung dari perusahaan. Hasil penelitian menunjukan terjadinya penurunan penjualan pada empat tahun terakhir, ada beberapa faktor penyebab terjadinya penurunan tersebut, yaitu : (1) kurangnya usaha promosi yang dilakukan oleh rumah produksi KURNIA Tapin, (2) nama perusahaan yang kurang dikenal dan prediksi pembeli kecil tentang produk (3) jumlah pelanggan yang terbatas (4) tidak ada antisipasi dalam persaingan (5) daerah pemasaran yang kurang luas (6) terbatasnya dana atau anggaran untuk kegiatan promosi. Hal ini mengakibatkan penurunannya volume penjualan dan tidak tercapainya target penjualan. Oleh karena itu, perusahaan seharusnya menggunakan strategi pemasaran yang efektif dan sesuai dana yang dimiliki, serta mengevaluasi kegiatan promosi yang dilakukan.

Kata Kunci : Kebijaksanaan Promosi Dan Meningkatkan penjualan

ABSTRACT

Ella Nofita Sari, 2020, Analysis Of Promotion Policy In Increasing The Sales Of Banana Chips At The KURNIA Tapin, Under The Guidance Of Ms. Hj. Sulastini As Counselor I, And Mr. H.

Mohammad Zainul As Counselor II. This research is a special article that promotes the sale of banana chips and in this study focuses on promoting what is done in an effort to increase sales of banana chips in the production house KURNIA Tapin. The data used are primary data, data collected directly from the company. The results showed a decrease in sales in the last four years, there are several factors causing the decline, namely: (1) Reducing the promotional efforts carried out by the production house KURNIA Tapin, (2) the name of a company that is less well known and looking for small buyers about the product (3) limited number of customers (4) no anticipation in competition (5) less extensive marketing area (6) limited funds or budget for promotional activities. This sales volume has decreased and the sales target has not been achieved. Therefore, companies must use effective marketing strategies and appropriate funds needed, as well as promotional efforts undertaken.

Keywords: Promotion And Increase Sales Policy

(2)

PENDAHULUAN

Pada situasi dan kondisi saat ini semakin majunya zaman dan dengan pesatnya perkembangan pola pikir manusia, dan dipicu dengan jumlah penduduk yang terus bertambah, perekonomian yang semakin sulit dan peluang untuk lapangan kerja yang semakin sedikit membuat banyak penduduk yang pengangguran. Untuk mengurangi pengangguran dan krisis ekonomi itu dengan menyalurkan bakat dengan membuka usaha seperti berdagang menjual barang ke konsumen.

Contohnya Rumah Produksi KURNIA di Tapin ini memproduksi cemilan ringan atau makanan ringan yang dikemas dan dijual yang akan menjadi nilai jual dan tambahan ekonomi seseorang. Tetapi suatu usaha juga harus memperkirakan dimana harus menjual/memasarkan produk yang mereka produksi, dalam artian mereka harus mempunyai segmen pasar sebagai sasaran untuk memasarkan penjualan mereka. Maka dari itu, mereka harus membuat calon pelanggan mengetahui tentang produk yang ditawarkan beserta harga dan distribusinya ini disebut dengan promosi.

Promosi sendiri sebagai salah satu bagian dari pemasaran (marketing mix) tidak hanya sebagai alat bagi konsumen untuk mengantisipasi persaingan. Karena sudah banyak bermunculan usaha yang bergerak di bidang yang sama. Maka dari itu, penulis menganggap perlunya promosi secara terstruktur dalam usaha guna memperkenalkan produk secara efektif dan efesien untuk mengantisipasi persaingan yang muncul dilapangan dan untuk memperluas jangkauan penjualan guna meningkatkan penjualan tersebut.

Oleh karena itu, penulis mengemukakan pembahasan skripsi ini memfokuskan pada kebijaksanaan promosi sebagai usaha untuk meningkatkannya penjualan keripik pisang pada Rumah Produksi KURNIA di Tapin mengingat banyaknya persaingan demi menghindari berpindahnya langganan, mereka harus melakukan pengembangan tentang pemasaran dan untuk meningkatkannya laba/keuntungan. Untuk mempertahankan pelanggan dan untuk mendapatkan pelanggan baru maka kebijaksanaan promosilah yang mereka perlukan.

METODE

Dalam skripsi ini penulis menggunakan beberapa metode dan teknik penelitian untuk memperoleh data-data yang diperlukan. Adapun beberapa metode tersebut adalah sebagai berikut :

1. Lokasi penelitian

Penelitian ini dilakukan pada Rumah Produksi KURNIA yang beralamat di Jln. Muka Goa Desa Batu Hapu Rt 005 Rw 002 Kecamatan Hatungun, Kabupaten Tapin, provinsi Kalimantan selatan, kode pos 71184.

2. Jenis data penelitian

1) Data primer, yaitu data yang diperoleh dari objek penelitian, dari Rumah Produksi KURNIA Tapin sendiri.

2) Data sekunder, yaitu data yang diperoleh dari bahan-bahan bacaan, misalnya leteratur, catatan kuliah dan lain-lain yang berhubungan dengan hal tersebut serta sejarah ringkas perusahaan, struktur organisasi dan uraian tugas.

3. Cara pengumpulan data

1) Observasi, observasi adalah suatu cara untuk mengumpulkan data dengan cara berkunjung dan melakukan pengamatan langsung

2) Wawancara adalah pencarian informasi yang dilakukan dengan mengadakan adanya tanya jawab kepada responden (sumber informasi/informan) yaitu pemilik Rumah Produksi KURNIA dan pelanggan dari Rumah Produksi KURNIA Tapin Kal-Sel.

3) Dokumentasi, yaitu penulis melakukan pengumpulan data ini dengan cara membaca dan menkaji literatur referensi yang terkait dengan topik penulisan.

(3)

4. Teknisi analisis data

Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif diskripstif analysis yaitu dengan mengkaji penomena yang terjadi kemudian dianalisis, diinterprestasikan, didiskripsikan kemudian ditarik kesimpulan.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Rumah produksi KURNIA Tapin adalah sebuah home industry yang menjalankan usaha dibidang produksi keripik pisang. Rumah produksi KURNIA Tapin sudah menjalankan usahanya sejak tahun 2015. Pada saat ini, realisasi produksi menunjukan adanya penurunan yang berakibat kurangnya pemasarannya dilakukan. Berikut ini merupakan volume penjualan produk. Data tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 1

Perbandingan Antara Target Produksi Dan Realisasi Pesanan Atas Produksi 4 (Empat) Tahun Terakhir Sejak Tahun 2016 Sampai 2019

Pada Rumah Produksi KURNIA Tapin

No Tahun Produksi Target Produksi Realisasi Pesanan Produksi

1 2016 4500 4000

2 2017 4700 4000

3 2018 5000 3800

4 2019 5000 3600

Sumber diolah : Juli 2020,

Pada tabel diatas, pada produk jelas terlihat terjadi penurunan, terutama tahun 2016 ke tahun 2019 sedangkan target produksi pertahun selalu direncanakan terus meningkat sesuai kapasitas produksi yang telah direncanakan untuk mencapai target produksi. Rencana pengembangan produk bisa dilihat dari jumlah pesanan dari pelanggan cenderung tetap bahkan menurun dari target yang direncanakan.

Diambil kesimpulan ada beberapa faktor penyebab terjadinya masalah-masalah tersebut yaitu : 1) Kurangnya usaha promosi yang dilakukan perusahaan

Berdasarkan data penjualan 4 (empat) tahun terakhir produk dari Rumah Produksi KURNIA Tapin mengalami penurunan. Kondisi seperti ini bisa terjadi karena kurangnya usaha pemasaran khususnya dibidang promosi. Ada beberapa jenis promosi yang ada tetapi pada saat ini Rumah Produksi KURNIA dalam menjalankan promosinya dengan personal selling dan promosi penjualan. Personal selling yang dilakukannya dalam bentuk menjaga hubungan baik dengan pelanggan, cara ini agar dapat mempertahankan pelanggan yang ada.

Sedangkan promosi penjualan yang dilakukan yaitu memberikan perlakuan khusus dengan memberikan diskon kepada pelanggan tetap saja. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan yang dilakukan oleh Rumah Produksi KURNIA adalah sebagai bentuk transaksi langsung antara penjual dan pembeli untuk tetap menjalin hubungan kepada pelanggan. Dengan cara seperti itu, perusahaan bisa menjalin kerja sama dengan pelanggan dalam mempromosikan hasil produk Rumah Produksi KURNIA tersebut kepada calon pelanggan baru.

(4)

2) Nama perusahaan kurang dikenal oleh masyarakat dan prediksi calon pembeli kecil tentang produk perusahaan

Nama perusahaan kurang dikenal oleh masyarakat umum terutama disekitar perusahaan.

Dikarenakan tidak adanya papan nama perusahaan dilokasi perusahaan. Dan akibat dari kurangnya promosi tidak jelasnya harga barang, dan mereka beranggapan bahwa harga produk mahal, padahal harga tidak jauh berbeda dan bahkan sama atau bisa lebih murah jika mereka membeli secara langsung.

3) Jumlah pelanggan yang terbatas

Pelanggan dari Rumah Produksi KURNIA Tapin adalah toko-toko atau tempat makan di daerah pedesaan. Tentu hal ini mengakibatkan Rumah Produksi KURNIA mendapat saingan dan mengakibatkan menurunnya volume penjualan.

4) Tidak ada antisipasi dalam persaingan

Sebenarnya perusahaan sudah mengetahui banyaknya pesaing yang bergerak dibidang yang sama sudah semakin membuat pengaruh terhadap pasar. Karena sudah terbukti adanya penurunan pada penjualan yang terus menurun.

5) Daerah pemasaran yang kurang luas

Daerah pemasaran pada Rumah Produksi KURNIA Tapin hanya sebatas desa-desa saja.

Daerah pemasaran yang paling utama yaitu di Desa Batu Hapu hampir separu lebih pelanggan berada di sini, yang lainnya berada di luar Desa Batu Hapu (Hatungun dan Rantau). Daerah pemasaran (Hatungun dan Rantau) konsumen mengetahui keberadaan Rumah Produksi KURNIA Tapin mengenal produk hanya yang dijual dieceran toko saja, bukan yang dipromosikan secara langsung oleh perusahaan. Apabila perusahaan ingin daerah pemasaran yang lebih luas seharusnya terlebih dahulu mengenalkan produk dengan mempromosikannya secara langsung, dengan mencari pasar-pasar yang potensial di daerah lain.

6) Terbatasnya dana atau anggaran untuk kegiatan promosi

Masalah yang selalu terjadi pada perusahaan adalah keterbatasan dana, sehingga perusahaan tidak bisa melakukan kegiatan promosi dan media yang sesuai dengan kebutuhan ini mengakibatkan kegiatan promosi yang dilaksanakan perusahaan tidak akan bisa mencapai target dan sasarannya. Keadaan pasar juga mengalami perubahan, dikarenakan semakin banyaknya pesaing produk yang sejenis yaitu perusahaan keripik yang mana bahan, jenis, rasa, bentuk kemasan dan harga yang relative sama tentu sangat mempengaruhi penjualan produk saat ini.

Dengan demikian seharusnya perusahan dapaat melakukan promosi yang lebih baik dalam usaha meningkatkan volume penjualan, agar masalah kurang optimalnya dalam penjualan dapat teratasi. Dari berbagai hal diatas, penulis mencoba untuk memberikan solusi sebagai langkah untuk meningkatkan volume penjualan yang maksimal untuk peningkatan omset penjualan. Promosi sendiri merupakan strategi terpadu pemasaran yang secara optimal diharapkan tujuan jangka penjang perusahaan untuk bisa meningkatnya pemasaran.

Sebagaimana yang dikemukakan diatas hasil penelitian adanya masalah pada pemasaran yaitu penurunannya pesanan penjualan produk dan tidak terpenuhinya target produksi. Hal ini terjadi pada Rumah Produksi KURNIA Tapin karena biasanya masalah tersebut tidak lepas dari faktor lainnya. Penulis akan memberikan masukan untuk mengatasi masalah yang terjadi pada Rumah Produksi KURNIA Tapin. Yang seharusnya dilakukan oleh perusahaan adalah :

1) Menambah kegiatan promosi

Peran promosi sangat penting karena promosi merupakan bagian dari perusahaan untuk menjalankan kebijakan pemasaran. Tanpa promosi perusahaan sulit untuk mencapai volume penjualan yang maksimal dalam meningkatkan penjualan.

(5)

Langkah pertama yang harus dilakukan dalam menjalankan usaha adalah harus menentukan pembeli dan mengelompokan berdasarkan riset pasar dan harus bisa menentukan dimana produk bisa masuk. Perusahaan yang berproduksi hanya mengandalkan pesanan seperti Rumah Produksi KURNIA harus mencari pesanan terlebih dahulu lalu bisa berproduksi. Maka dari sinilah proses promosi dimulai dengan menetapkan program promosi.

Untuk kegiatan promosi perusahaan harus mempunyai tujuan dan kebijaksanaan promosi.

Tujuan tersebut dibagi 2 (dua) jenis yaitu : (1) Tujuan jangka pendek

Tujuan jangka pendek merupakan dasar yang harus dicapai dalam waktu relatif singkat, diantaranya :

1. Meningkatkan volume penjualan dengan mengefektifkan promosi 2. Mempertahankan posisi perusahaan dalam persaingan.

(2) Tujuan jangka panjang

Tujuan jangka panjang merupakan tujuan yang ingin dicapai dalam waktu panjang atau sampai waktu yang akan datang, diantaranya :

1. Memaksimalkan laba 2. Mengadakan ekspansi

Setelah menentukan tujuan kebijaksanaan promosi, seharusnya perusahaan juga melakukan pendekatan strategis terhadap promosi.Ada 4 (empat) yang harus dilakukan yaitu:

(1) Menentukan sasaran strategis terhadap barang yang ditawarkan. Dalam hal ini pemilihan pasar untuk barang yang dijual meliputi :

1. Para konsumen, yaitu individu yang melakukan pembelian untuk kepentingan diri sendiri.

2. Para penjual, yaitu para pengecer yang mempunyai toko-toko dan rumah makan yang untuk dijual kembali kepada konsumen agar mendapatkan keuntungan.

3. Para bisnis, yaitu mewakili lembaga atau unit usaha dalam pembelian barang untuk kepentingan proses penjualan.

(2) Menentukan pedoman untuk masing-masing produk yang dijual dalam melakukan promosi.

(3) Berusaha mengadakan, membuat, menyusun promosi yang meyakinkan dan professional dalam menyusun dan mengawasi promosi yang dibuat.

(4) Menetapkan promosi sebagai suatu program strategi pemasaran terpadu perusahaan untuk setiap periode perusahaan.

Promosi yang dianggap baik oleh perusahaan adalah dengan menggunakan bauran promosi atau promotion mix yang terdiri dari :

(1) Periklanan (Advertising)

Tidak semua media bisa digunakan perusahaan dalam mempromosikan produknya, karena suatu media memerlukan biaya yang tidak sedikit. Maka dari itu perusahaan harus bisa memilih media dengan biaya yang relatif murah, tetapi dengan jangkauan yang luas, agar dapat menjangkau konsumen sebanyak mungkin sebagai sasaran promosi. Media yang bisa digunakan oleh Rumah Produksi KURNIA dalam melaksanakan kegiatan promosi pada periklanan (advertensi) adalah media papan nama/

reklame dan kalender tahunan. Karena, media ini media visual yang bisa mempengaruhi alat penglihatan.

Seperti diketahui Rumah Produksi KURNIA belum mempunyai papan nama perusahaan, padahal papan perusahaan sangat berguna. Tempat pemasangan papan nama juga harus diletakan ditempat yang strategis yaitu di pinggir jalan umum atau persimpangan jalan mengarah ke perusahaan agar masyarakat umum mengetahuinya.

Selain dengan media papan nama, ada baiknya perusahaan membuat kalender tahunan. Kalender tahunan ini disertai dengan gambar-gambar produk perusahaan.

Dibawah gambar dicantumkan nama perusahaan dan produk yang ditawarkan. Cara operasi media ini dengan membagikan langsung kepada pelanggan atau calon pelanggan dan dapat juga dijadikan hadiah oleh perusahaan atas pembelian produk-produknya.

(6)

Kalender ini dapat menjadi brosur penawaran produk secara terus menerus apabila didalamnya memuat jenis produk dan harga produk yang ditawarkan perusahaan.

(2) Personal Selling (Penjual Tatap Muka)

Personal selling yang dilaksanakan pada Rumah Produksi KURNIA belum dilaksanakan secara maksimal dikarenakan tidak ada tenaga kerja penjual yang ahli.

Sedangkan untuk merekrut tenaga penjual sudah tidak mungkin karena terbatasnya dana maka dari itu perusahan harus mengoptimalkan tenaga kerja pemasaran yang ada.

Dalam personal selling sendiri ada hal-hal yang hars diperhatikan tenaga penjual, seperti persiapan-persiapan sebelum melaksanakan tugas personal selling yaitu : 1. Persiapan sebelum penjualan (pengetahuan yang luas tentang produk yang akan

dijual).

2. Penentuan lokasi pembeli potensial (personal seller (tenaga penjual) harus mengetahui sasaran personal selling yang akan didatangi).

3. Melakukan penjualan (mampu tidaknya tenaga penjual berkomunikasi agar memikat perhatian calon pembeli)

4. Pelayanan sesudah pembelian atau penjualan (penjual dituntut untuk berhati-hati dan harus menghargai para pembeli. Penjual juga harus memberikan kesan positif terhadap pembeli agar data mengikat pembeli untuk kembali)

(3) Sales promotion (promosi penjualan)

Promosi penjualan pada Rumah Produksi KURNIA Tapin hanya memberikan perlakuan khusus pada pelanggan tetap saja yaitu dengan memberikan diskon, selain itu promosi penjualan yang dilakukan juga bisa melalui pemajangan produk digudang yang disebut display. Display ditujukan agar pembeli datang langsung untuk melihat dan membeli produk tersebut.

2) Menyusun anggaran untuk kegiatan promosi

Seorang pengusaha seharusnya bisa menyusun dan membuat anggaran promosi. Menyusun anggaran pembiayaan promosi dilakukan setelah pimpinan menentukan tujuan promosi dan segmen pasar yang akan dituju. Anggaran disusun akan mempengaruhi media promosi yang akan digunakan. Penyusunan anggaran biaya sendiri harus realistis, tidak berlebihan dan tidak juga kecil dibanding dengan target yang ini dicapai.

Pada Rumah Produksi KURNIA Tapin mengalami keterbatasan dana untuk kegiatan promosi, maka dalam menyusun anggaran promosi harus disesuaikan dengan dana yang tersedia dan sasaran yang ingin dicapai oleh perusahaan. Maka dari itu perusahaan perlu lebih terencana lagi mengenai bentuk dan media promosi yang akan digunakan, dengan media promosi yang relatif murah yang sesuai dengan dana yang tersedia.

PENUTUP

Berdasarkan hasil penelitian diatas, maka penulis mengambil beberapa kesimpulan sebagai berikut:

1) Rumah Produksi KURNIA Tapin adalah Home Industry rumah tangga yang bergerak dibidang industri makanan ringan. Daerah pemasaran Rumah Produksi KURNIA Tapin selain di daerah Batu Hapu juga memasarkan di Hatungun dan Rantau. Penjualan produk Rumah Produksi KURNIA Tapin selama 4 (empat) tahun terakhir mengalami penurunan dan tidak mencapai target produksi. Setelah dilakukan penelitian ternyata penurunan tersebut dikarenakan kurangnya promosi dan terbatasnya dana untuk kegiatan promosi. Promosi yang dilakukan pada Rumah Produksi KURNIA Tapin yaitu hanya personal selling dengan tenaga penjual dan sales promotion itupun dengan memberikan perlakuan khusus kepada pelanggan tetap saja.

Komponen dalam promotion mix seperti publisitas dan periklanan belum pernah dilaksanakan oleh Rumah Produksi KURNIA ini.

2) Terbatasnya dana mengakibatkan perusahaan ini tidak dapat memilih bentuk dan media promosi yang sesuai kebutuhan, sehingga promosi tidak memenuhi sasaran. Untuk mengatasi masalah tersebut perusahaan harus melakukan perbaikan terhadap cara pemasarannya dan menambah kegiatan promosi dengan dana yang relatif terjangkau, yang efektif dan juga efisien,

(7)

yang tentunya dapat membawa keuntungan bagi perusahaan, salah satunya bisa meningkatkan penjualan, dengan ini perusahaan mampu bersaing dengan perusahaan lain dan dapat bertahan dalam jangka panjang.

Untuk mengatasi kelemahan-kelemahan yang ada pada Rumah Produksi KURNIA Tapin, maka penulis memberikan saran – saran sebagai berikut :

1) Sebaiknya kegiatan promosi dalam bentuk personal selling bisa lebih di tingkatkan lagi dengan mengefektifkan tenaga penjual, dengan cara memberikan pendidikan dan pengalaman melalui pelatihan pada saat transaksi penjualan. Dan sales promotionnya juga bisa lebih ditingkatkan lagi dengan memberikan diskon kepada semua konsumen bukan hanya kepada pelanggan tetap saja dan juga melakukan kegiatan promosi bisa melalui display dengan memajangkan produk.

Penambahan pelanggan sangat diperlukan dengan cara melaui promosi-promosi sebagai usaha meningkatkan penjualan. Perusahaan seharusnya menambahkan kegiatan promosi dibidang periklanan melalui media papan nama/reklame dan kalender tahunan. Merencanakan program pemasaran penting bagi perusahaan karna bisa dijadikan antisipasi persaingan dalam rangka usaha meningkatkan penjualan dengan menggunakan strategi penetrasi pasar. Dan untuk menghadapi persaingan dari perusahaan lain yang bergerak di bidang yang sama agar perusahaan dapat mempertahankan perkembangan perusahaannya. Dalam melaksanakan kegiatan pemasaran juga harus diawasi orang-orang yang berpengalaman gunanya untuk menilai hasil sebagai bahan perbandingan dengan kegiatan pemasaran lainnya. Supaya perusahaan masa depannya terjamin. Seharusnya perusahaan mengorientasikan usahanya pada pelanggan dan memberikan pelayanan yang baik kepada pelanggan.

2) Menyusun anggaran pemasaran juga harus realistis, oleh karena itu perusahaan haru bisa memilih media promosi yang sesuai dengan anggaran dana yang ada. Agar promosi bisa berperan dalam usaha meningkatkan penjualan dan memberikan hasil yang maksimal bagi perusahaan. Apabila perusahaan merasa keberatan dengan menggunakan media promosi melalui periklanan dan kalender tahunan dikarenakan terbatasnya biaya, perusahaan bisa juga menggunakan media internet bisa dengan via whatsapp, facebook atau instagram. Tetapi perusahaan juga harus memastikan menjual produk dengan kemasan yang menarik dan rasa yang terjamin agar konsumen mau membeli produk tersebut

REFERENSI

Anogara, Panji. Pengantar Bisnis (Pengelolaan Bisnis Dalam Era Globalisasi), Rineka Cipta, Jakarta.

Basu, Swasta, 2000. Pengantar Bisnis Modern, Pengantar Ekonomi Perusahaan Modern, Liberty, Jakarta.

Basu, Swasta Dan Irawan, 2008. Manajemen Pemasaran Modern. Liberty, Yogyakarta.

Bucari, Alma. 2009. Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa. Alfabeta, Bandung.

D.W.Foster, 1980. Manajemen Perusahaan, Erlangga, Jakarta.

Gitosudarmo, Indriyo, 2003. Pengantar Bisnis BPFE, Yogyakarta.

Hak cipta UIN Suska Riau, Satte Islamic University Of Sultan Syarif Kasim Riau.

Kotler, Philip, 2002, Manajemen Pemasaran: Analisis, Perencanaan, Implementasi, dan Kontrol, PT.Prehallindo, Jakarta.

(8)

Kotler, Philip, 2005. Manajemen Pemasaran, Jilid 1 dan 2. PT. Indeks Kelompok Gramedia, Jakarta.

Marceline, Wirawan. 2016. “Strategi Promosi Dalam Meningkatkan Penjualan Luscious Chocolate Potato Snack”. Jurnal Manajemen Dan Strat-Up Bisnis. Vol.1, No.1

Mardufin Haming, Mahfud Nurnajamuddin, 2011. Manajemen Produksi Modern, Buku Ke 1 Edisi Ke 2, PT. Bumi Aksara, Jakarta.

Mccarthy dan Perreault, 1995. Intisari Pemasaran Sebuah Ancangan Manajerial Global, Edisi 6,Jilid 1, Binarupa Aksara, Jakarta.

Purwanto. Iwan, 2008., Manajemen Strategi, Yrama Widya, Bandung.

Supranto,2011. Perilaku Konsumen dan Strategi Pemasaran, Edisi Kedua, Mitra Wacana Media.

Jakarta.

Tjipto, fandy. 2009. Strategi pemasaran, Andi, Bandung.

Referensi

Dokumen terkait

Kinerja kerja karyawan di PT Malindo Feedmiil Bandar Lampung itu sendiri untuk tahun ini ada peningkatan dari performance yang juga hampir 100%, jauh dari tahun sebelumnya penilaian