PENDAHULUAN
RUMPUT LAUT
Defenisi Rumput Laut
Rumput laut atau seaweed merupakan salah satu tumbuhan laut yang termasuk dalam makroalga bentik yang banyak hidup di dasar perairan. Rumput laut ini termasuk dalam kelompok tumbuhan laut yang mempunyai ciri-ciri yang tidak dapat dibedakan antara akar, batang, dan daunnya. Bentuk thallus rumput laut bermacam-macam, ada yang bulat seperti tabung, pipih, pipih, bulat seperti tas, rambut, dan lain sebagainya.
Percabangan thallus ada yang dichotomus thallus (dua bersebelahan), menyirip (dua berlawanan sepanjang thallus utama), pectinate (berjajar satu arah pada salah satu sisi thallus utama), dan ada pula yang sederhana dan tidak bercabang. Sifat zat pada thallus pun bermacam-macam, ada yang lunak seperti agar-agar (gelatinous), keras tertutup atau mengandung kapur (calcareous), lunak seperti tulang rawan (cartilaginous), berserat (spongy) dan lain sebagainya dengan warna yang beragam. Bagian rumput laut secara umum terdiri dari holdfast yaitu bagian dasar rumput laut yang berfungsi menempel pada substrat, dan thallus yang merupakan bentuk pertumbuhan rumput.
Nutrisi yang terbawa arus air yang menerpa rumput laut akan terserap sehingga rumput laut dapat tumbuh dan berkembang biak. Bentuk thallus rumput laut bermacam-macam, ada yang bulat seperti kantong, rambut, pipih, tabung, pipih dan lain-lain.
Penggolongan Rumput Laut
JENIS RUMPUT LAUT DI PERAIRAN ACEH
Rumput Laut Hijau
Rumput Laut Merah
Rumput laut Acanthophora spicifera banyak ditemukan di perairan Kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Besar dan Kabupaten Simeulue.
Rumput Laut Coklat
SEBARAN RUMPUT LAUT DI PERAIRAN ACEH
Sebaran Rumput Laut di Perairan Aceh
Beberapa penelitian yang dilakukan Erniati dkk juga menunjukkan pola dan titik sebaran rumput laut di perairan Aceh. Rumput laut yang tumbuh dan tersebar di wilayah perairan Aceh sebagian besar merupakan rumput laut yang tumbuh secara alami. Di wilayah Aceh bagian barat, terdapat 10 lokasi ditemukannya rumput laut, di antaranya Kota Banda Aceh 1 titik, Kabupaten Aceh Besar 2 titik, Kabupaten Aceh Jaya 3 titik, dan Kabupaten Aceh Barat 3 titik.
Rumput laut juga dapat tumbuh dan menyebar di berbagai wilayah pesisir dan pulau-pulau karang. Faktor lingkungan utama yang mempengaruhi pertumbuhan rumput laut meliputi salinitas, suhu, substrat, pergerakan air, cahaya, dan ketersediaan nutrisi. Rumput laut yang ditemukan relatif lebih sedikit di pantai dengan substrat berlumpur dan berpasir, karena sebagian besar spesies, seperti genera Halimeda dan Caulerpa, tidak dapat menempel.
Kebanyakan pantai dengan substrat pasir akan menyebabkan diskontinuitas komunitas rumput laut pada wilayah pantai yang berdekatan dengan substrat batuan atau karang. Jenis rumput laut yang banyak ditemukan di pantai berpasir membutuhkan substrat keras seperti koral dan koral sebagai tempat menempelnya.
Distribusi Rumput Laut di Perairan Aceh
Provinsi Aceh mempunyai wilayah laut yang luas, yaitu Laut Timur, Laut Barat, dan Laut Utara. Data jenis rumput laut dikumpulkan dengan melihat survei tumbuh atau tidaknya rumput laut di perairan Aceh. Dari hasil survei yang telah dilakukan, rumput laut yang ditemukan sebagian besar berada di dasar laut.
Kabupaten Aceh Jaya merupakan kabupaten dengan jenis rumput laut terbanyak yaitu 18 jenis, sedangkan Kabupaten Aceh Besar merupakan kabupaten dengan jenis rumput laut paling sedikit yaitu hanya 5 jenis rumput laut. Jenis rumput laut Halimeda opuntia dan Padina australis merupakan jenis rumput laut yang paling banyak ditemukan di setiap kabupaten/kota. Beberapa jenis rumput laut hanya terdapat pada satu wilayah, hal ini menunjukkan bahwa Kabupaten/Kota tersebut memang merupakan habitat dan lingkungan yang mendukung penyebaran dan persebarannya, seperti jenis rumput laut Ulva rotundata yang banyak terdapat di perairan kota Banda Aceh. .
Terdapat pula spesies rumput laut yang diduga memiliki tingkat kemampuan adaptasi yang cukup tinggi, seperti spesies rumput laut Bryocladia thwaitesii. Pola sebaran rumput laut di perairan Aceh menunjukkan keanekaragaman jenis yang sangat beragam; sebagian besar merupakan habitat yang terpapar terumbu dan substrat lumpur, kerikil, pasir, bebatuan, dan kombinasi substrat yang ada. Fokus pada sumber daya alam spesies rumput laut menyebabkan studi identifikasi spesies mempertimbangkan pola distribusi sebagai hal yang sangat penting untuk pengelolaan sumber daya rumput laut yang lebih baik.
Informasi yang dihasilkan dari kajian sebaran dan keanekaragaman spesies rumput laut akan sangat membantu pemangku kepentingan dalam pemanfaatan rumput laut dalam aspek perekonomian dan kesejahteraan masyarakat pesisir (Satheesh & Wesley, 2012; Sahayaraj et al., 2014).
Karakteristik Oseanografi di Perairan Aceh
TEKNIK SAMPLING RUMPUT LAUT DI PERAIRAN ACEH
Persiapan Sampling
Beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum pengambilan sampel di lapangan, seperti observasi kondisi lapangan, alat dan bahan pengambilan sampel, koordinasi tim peneliti, dan persiapan kontinjensi. Data kondisi lapangan harus dikuasai agar kendala pengambilan sampel seperti lokasi pengambilan sampel, luas rumput laut, sebaran rumput laut, cuaca dan pasang surut dapat diminimalisir. Agar penelitian berhasil dan sukses, peralatan pengambilan sampel diperiksa dan siap digunakan (Gambar 29).
Alat dan bahan yang digunakan selama penelitian adalah transek garis, pita pengukur, tulisan, kamera, buku tanda pengenal, sampel plastik, timbangan dan rumput laut. Koordinasi dan kerja sama tim juga menjadi hal penting yang perlu diperhatikan agar proses pengambilan sampel rumput laut dapat berjalan lancar.
Sampling (Koleksi) Rumput Laut
Rumput laut yang masuk ke dalam plot diambil sampelnya untuk mewakili seluruh populasi di wilayah tersebut. Plot dengan ukuran tertentu mewakili wilayah sebaran rumput laut dalam analisis data kepadatan.
Identifikasi Rumput Laut
Analisis Rumput Laut
Indeks dominasinya bervariasi antara 0-1, dimana jika nilai indeks dominasi mendekati 0 maka tidak ada spesies yang mendominasi dan sebaliknya jika nilainya mendekati 1 maka terdapat spesies yang mendominasi. Konsentrasi mineral dan elemen jejak dalam rumput laut dari Ekoregion Sub-Antartika Magallanes (Chili). Rumput laut tumbuh secara alami di pesisir barat Pulau Simeulue, Aceh Indonesia: Faktor Lingkungan dan Variasi Geografis.
Recent advances in the understanding of the repeated attack effect: the protective effect against muscle damage from a single eccentric exercise. Inventarisasi Makroalga Di Perairan Pesisir Pulau Mantehage Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara. In vitro and cellular antioxidant activities of seaweed extracts prepared from five brown seaweeds harvested in spring from the west coast of Ireland.
2006 Dietary fiber, amino acid, fatty acid and tocopherol content of the edible seaweeds Ulva Lactuca and Durvillaea antarctica. Distribution and diversity assessment of marine macroalgae in southern districts of Tamil Nadu, India. Nutritional Value of Wakame (Undaria Pinnatifida) and Nori (Porphyra Purpurea) Seaweeds as Food Supplements.
Penulis menyelesaikan Program Sarjana pada tahun 2000 di Program Studi Kimia, kemudian penulis melanjutkan S2 di Program Studi Ilmu Pangan Institut Pertanian Bogor pada tahun 2004, dan lulus pada tahun 2007. Pada tahun 2014, penulis melanjutkan studi doktoral di bidang Ilmu Pangan, Pertanian Bogor Universitas dan selesai pada tahun 2018. Pada tahun 2002, penulis hingga saat ini menjadi dosen di Universitas Malikussaleh dan fokus pada penelitian rumput laut.
Penulis Lulus dari Jurusan Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Riau tahun 2005. Kemudian penulis melanjutkan ke Sekolah Pascasarjana di IPB (Institut Pertanian Bogor) Jurusan Sumber Daya Pesisir dan Kelautan, lulus tahun 2007. Penulis menyelesaikan gelar sarjana pada tahun 2015 pada studi Ilmu Kelautan di Universitas Bengkulu dan pada program Magister pada tahun 2018 di Program Studi Ilmu Kelautan IPB University.