Pemanfaatan Internet Sebagai Sumber Informasi Pertanian Oleh Penyuluh Pertanian Di Kabupaten Bulukumba (Studi Kasus BPP Kindang dan BPP Gantarang)”. Durasi dan variasi informasi yang diakses mengenai penggunaan internet oleh penyuluh pertanian di BPP Kindang dan Bpp. Durasi dan keragaman informasi yang diakses mengenai penggunaan internet oleh penyuluh pertanian di BPP Kindang dan BPP.
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penggunaan media internet oleh penyuluh pertanian di Kabupaten Bulukumba khususnya di BPP Kecamatan Kindang dan BPP Kecamatan Gantirang, untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat penggunaan sumber informasi internet oleh penyuluh pertanian. Melalui pemanfaatan internet, para penyuluh di Kabupaten Bulukumba khususnya di BPP Kecamatan Kindang dan BPP Kecamatan Gantarang dapat belajar meningkatkan keterampilannya untuk mengikuti perubahan yang terjadi di masyarakat khususnya petani. Dengan berbagai kelebihan yang diberikan oleh Internet, maka Internet dapat dimanfaatkan oleh para penyuluh BPP Kabupaten Kindang dan BPP Kabupaten Gantarang untuk mendukung kegiatan penyuluhan pertanian, mengingat khalayak pengguna Internet saat ini sudah tersebar hingga ke pedesaan, khususnya desa-desa di Kecamatan Kindang dan Gantarang. Daerah.
Rumusan Masalah
Hasil uji F variabel karakteristik responden terhadap frekuensi penggunaan internet oleh penyuluh pertanian di BPP Kindang dan BPP Gantarang Kabupaten Bulukumba. Hasil uji F variabel karakteristik responden terhadap durasi penggunaan Internet oleh penyuluh pertanian di BPP Kindang dan BPP Gantarang Kabupaten Bulukumba. Hasil uji F variabel kebutuhan informasi terhadap ragam informasi yang diakses secara online oleh penyuluh pertanian di BPP Kindang dan BPP Gantarang Kabupaten Bulukumba.
Tujuan Dan Kegunaan Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA
- Penggunaan Internet Oleh Penyuluh Pertanian
- Karakteristik Penyuluh Pertanian
- Kebutuhan Informasi Pertanian Di Media Oleh Penyuluh
- Motivasi Penyuluh Menggunakan Media Internet
- Kerangka Pemikiran
- Hipotesis
Namun, ketersediaan sumber informasi ini bagi penyuluh pertanian akan bervariasi tergantung pada kebutuhan dan motivasi informasi tertentu. Penggunaan media internet oleh penyuluh pertanian didasarkan pada karakteristik individu, kebutuhan informasi, dan motivasi menggunakan internet untuk memperoleh informasi pertanian. Karakteristik guru pertanian, kebutuhan informasi instruktur, dan motivasi instruktur dalam menggunakan Internet diduga mempengaruhi penggunaan Internet oleh guru pertanian.
METODE PENELITIAN
- Lokasi Dan Waktu Penelitian
- Teknik Penentuan Sampel
- Jenis Dan Sumber Data
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Analisis Data
- Definisi Operasional
Hasil uji F variabel karakteristik responden terhadap ragam informasi yang diakses secara online oleh penyuluh pertanian di BPP Kindang dan BPP Gantarang Kabupaten Bulukumba. Hasil uji F variabel motivasi penyuluh menggunakan Internet terhadap frekuensi penggunaan Internet oleh penyuluh pertanian di BPP Kindang dan BPP Gantarang Kabupaten Bulukumba. Hasil uji F variabel motivasi penyuluh menggunakan Internet terhadap durasi penggunaan Internet oleh penyuluh pertanian di BPP Kindang dan BPP Gantarang Kabupaten Bulukumba.
GAMBAARAN UMUM LOKASI PENELITIAN
Letak Geografis
Penelitian mengenai pemanfaatan internet sebagai sumber informasi pertanian oleh penyuluh di Kabupaten Bulukumba dilakukan di dua BPP yaitu BPP Kindang dan BPP Gantarang. Desa Borong Rappoa berada di wilayah kecamatan Kindang yang terletak sekitar 30 km dari ibu kota Kabupaten Bulukumba. Desa Mario Rennu berada di wilayah Kecamatan Gantarang yang terletak sekitar 11 km dari ibu kota Kabupaten Bulukumba.
Kecamatan Gantarang merupakan salah satu dari 10 kecamatan yang ada di Kabupaten Bulukumba. Kecamatan Gantarang pada mulanya menyatu dengan Kecamatan Kindang dengan nama Kecamatan Gangking, namun kemudian dimekarkan menjadi dua kecamatan. Kecamatan Gantarang merupakan kecamatan yang memiliki desa terbanyak di Kabupaten Bulukumba yaitu 18 desa dan 3 kelurahan.
Kondisi Demografis
Usia penyuluh pertanian di BPP Kindang dan BPP Gantarang Kabupaten Bulukumba disajikan pada Tabel 20. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan penyuluh pertanian di BPP Kindang dan BPP Gantarang relatif tinggi. Penggunaan media internet oleh penyuluh pertanian pada penelitian ini didasarkan pada karakteristik guru, kebutuhan informasi, dan motivasi penggunaan internet.
Berikut Tabel 28 hasil uji t variabel karakteristik frekuensi penggunaan internet, durasi penggunaan internet, dan variasi informasi yang diakses penggunaan internet oleh penyuluh pertanian di BPP Kindang dan BPP Gantarang Kabupaten Bulukumba. Hasil uji t variabel karakteristik responden terhadap frekuensi, durasi dan variasi informasi yang diakses oleh penyuluh pertanian di BPP Kindang dan BPP Gantarang Kabupaten Bulukumba ketika menggunakan Internet. Hasil uji t variabel kebutuhan informasi terhadap frekuensi, durasi dan variasi informasi yang diakses melalui internet oleh penyuluh pertanian di BPP Kindang dan BPP Gantarang Kabupaten Bulukumba.
Hasil uji t motivasi penyuluh menggunakan internet terhadap frekuensi, durasi dan ragam informasi yang diakses penyuluh pertanian di Bpp Kindang dan Bpp Gantarang Kabupaten Bulukumba. Hasil uji F variabel kebutuhan informasi terhadap frekuensi penggunaan internet oleh penyuluh pertanian di BPP Kindang dan BPP Gantarang Kabupaten Bulukumba. Hasil uji F variabel kebutuhan informasi terhadap durasi penggunaan internet oleh penyuluh pertanian di BPP Kindang dan BPP Gantarang Kabupaten Bulukumba.
Hasil uji F variabel motivasi penyuluh menggunakan internet mengenai perbedaan informasi yang diakses di internet oleh penyuluh pertanian di BPP Kindang dan BPP Gantarang Kabupaten Bulukumba.
Profil Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Kindang
Profil Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Gantarang
HASIL DAN PEMBAHASAN
Karakteristik Responden
Penelitian ini melibatkan 36 orang penyuluh pertanian di BPP Kindang dan BPP Gantarang Kabupaten Bulukumba yang terdiri dari 16 orang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan 15 orang berstatus Pekerja Harian Mandiri - Penyuluh Pertanian (THL-TBPP), sebagian jumlah penyuluh pertanian yang bertugas di satu, dua, atau tiga desa binaan. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa instruktur pada kategori senior memiliki keterbatasan dalam mengakses internet, karena semakin bertambah usia seseorang maka semakin rendah kemampuan matanya. “Saya tidak bisa menggunakan komputer atau ponsel Android, apalagi online untuk mencari informasi pertanian, jadi saya lebih banyak mendapatkan informasi pertanian dari orang lain.”
Berdasarkan tabel 21 terlihat bahwa tingkat pendidikan penyuluh pertanian di lapangan berada pada kelompok Diploma dan S1/S2. Dimana penyuluh pertanian pada kelompok pendidikan Diploma hanya berjumlah empat orang yaitu 2,78%, sisanya telah menyelesaikan jenjang S1/Master atau 97,22%. Pendapatan penyuluh pertanian yang dimaksud di sini adalah pendapatan bulanan yang berasal dari gaji penyuluh pertanian, tunjangan dan usaha lain di luar pendapatan sebagai penyuluh pertanian.
Media merupakan alat yang digunakan penyuluh pertanian untuk mencari informasi pertanian dan berbagi informasi dengan sesama penyuluh. Media yang dimaksud disini adalah media teknologi yang dapat mengakses internet, baik berupa telepon genggam, komputer, dan laptop. Kepemilikan media penyuluh pertanian berada pada kategori kurang dari 2 unit hingga 3 unit per penyuluh, dapat dilihat pada Tabel 23.
Jenis media sosial yang paling banyak digunakan penyuluh pertanian untuk berbagi informasi pertanian adalah WhatsApp.
Kebutuhan Informasi Peyuluh
Jumlah persentase responden berdasarkan jenis informasi yang dicari di BPP Kindang dan BPP Gantarang Kabupaten Bulukumba. Informasi Teknologi Produksi Pertanian menjadi penting karena masih banyak petani yang belum begitu memahami teknik pemupukan yang baik. Salah satu penyuluh mengungkapkan bahwa mereka mencari informasi pertanian di Internet berdasarkan informasi yang dibutuhkan petani.
Misalnya pada suatu pertemuan, salah satu petani bertanya kepada penyuluh tentang teknik budidaya cengkeh yang baik, saat itu penyuluh kesulitan menjawab pertanyaan tersebut dan menjanjikan jawabannya pada pertemuan berikutnya. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa Internet sangat membantu penyuluh pertanian dalam menjalankan fungsinya sebagai komunikator pertanian. Hal ini menunjukkan bahwa media internet sangat penting dalam membantu penyuluh mendapatkan informasi yang dibutuhkan petani.
Motivasi Penyuluh Menggunakan Internet
Media internet memudahkan saya memperoleh informasi pertanian kapan saja sehingga wawasan saya tentang pertanian terus meningkat.” Fakta di lapangan menunjukkan bahwa penyuluh pertanian dapat mengakses informasi pertanian di Internet kapan saja untuk menambah pengetahuan dan wawasan. Hal ini menunjukkan bahwa penyuluh pertanian menggunakan internet berdasarkan motivasi intrinsik yaitu penyuluh menggunakan internet demi menambah pengetahuan dan wawasan.
Hal ini dikarenakan tidak semua penyuluh memanfaatkan internet untuk mendapatkan informasi pertanian karena ingin menyelesaikan permasalahan di lapangan.
Penggunaan Media Internet Oleh Penyuluh Pertanian
Jumlah persentase responden berdasarkan motivasi menggunakan internet di BPP Kindang dan BPP Gantarang Kabupaten Bulukumba. Durasi penggunaan internet oleh penyuluh pertanian untuk memenuhi kebutuhan informasi tentang pertanian adalah 19 orang penyuluh menggunakan internet lebih dari 6 jam/hari, 9 orang penyuluh menggunakan internet 4-6 jam/hari untuk mencari informasi tentang pertanian, dan 8 orang penyuluh menggunakan internet 4-6 jam/hari untuk mencari informasi tentang pertanian. instruktur menggunakan internet hanya kurang dari 3 jam/hari menggunakan internet untuk mencari informasi pertanian. Variasi informasi yang tersedia di Internet juga relatif banyak yaitu 20 instruktur per minggu, lebih dari 6 orang dapat memperoleh informasi di Internet.
Pengujian Variabel-Variabel Independen Secara Simultan
Oleh karena itu Ho ditolak yang berarti hipotesis Ha diterima yaitu terdapat pengaruh secara parsial antara variabel pendidikan terhadap frekuensi penggunaan internet. Maka Ho diterima yang berarti tidak terdapat pengaruh antara variabel pendidikan terhadap durasi penggunaan internet. Oleh karena itu Ho ditolak yang berarti hipotesis Ha diterima yaitu terdapat pengaruh secara parsial antara variabel pendapatan dengan durasi penggunaan Internet.
Dengan demikian Ho diterima yang berarti tidak terdapat pengaruh antara variabel teknologi produksi terhadap durasi penggunaan Internet. Dengan demikian Ho diterima yang berarti tidak terdapat pengaruh antara variabel teknologi pengolahan hasil terhadap frekuensi penggunaan Internet. Dengan demikian Ho diterima yang berarti tidak terdapat pengaruh antara variabel teknologi pengolahan hasil terhadap durasi penggunaan Internet.
Dengan demikian Ho ditolak yang berarti diterimanya hipotesis Ha yaitu terdapat pengaruh secara parsial antara variabel pemasaran terhadap frekuensi penggunaan Internet. Jadi Ho ditolak yang berarti hipotesis Ha diterima yaitu terdapat pengaruh secara parsial antara variabel pemasaran terhadap durasi penggunaan Internet. Dengan demikian Ho diterima yang berarti tidak terdapat pengaruh antara variabel iklim terhadap frekuensi penggunaan Internet.
Dengan demikian Ho diterima yang berarti tidak terdapat pengaruh antara variabel iklim terhadap durasi penggunaan Internet.
Pengujian Variabel-Variabel Independen Secara parsial
KESIMPULAN DAN SARAN
Bagi lembaga yang mempunyai kewenangan tersebut, Kementerian Pertanian diharapkan memperbaiki dan memperbanyak perangkat yang mendukung kegiatan akses informasi bagi penyuluh pertanian di Kabupaten Bulukumba khususnya di BPP Kindang dan BPP Gantarang. Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi oleh Penyuluh Pertanian (Kasus: Kawasan Dramaga dan Cibinong Kabupaten Bogor. Kebutuhan informasi dan motivasi kognitif penyuluh pertanian serta hubungannya dengan pemanfaatan sumber informasi (kasus di Kabupaten Bogor, Jawa Barat).
Uji korelasi peringkat spearman, http://www.google.co.id/. PENGGUNAAN INTERNET DAN PENGGUNAAN INFORMASI PERTANIAN OLEH EKSTENSI PERTANIAN. Apakah Anda setuju menggunakan media internet untuk memenuhi keinginan Anda dalam menambah pengetahuan dan pemahaman di bidang pertanian? Apakah penyuluh pertanian setuju menggunakan internet untuk memenuhi keinginannya memperoleh informasi baru di bidang pertanian?
Apakah Anda setuju menggunakan media internet untuk memenuhi keinginan Anda dalam menyelesaikan permasalahan yang ditemui di lapangan? Seberapa sering penyuluh pertanian menggunakan Internet untuk mendapatkan informasi tentang pertanian dalam seminggu? Berapa lama penyuluh pertanian menggunakan Internet untuk memenuhi kebutuhan informasi pertanian mereka?
Dalam satu minggu, berapa banyak informasi pertanian yang dapat diperoleh penyuluh pertanian melalui Internet? Pengaruh data SPSS karakteristik, kebutuhan informasi dan motivasi penyuluh menggunakan Internet terhadap tingkat penggunaan media Internet oleh penyuluh pertanian (Uji T). Identitas Penilaian Responden terhadap Karakteristik Penyuluh, Kebutuhan Informasi, Motivasi Penyuluh dalam Menggunakan Internet, dan Penggunaan Media Internet oleh Penyuluh Pertanian di BPP Kindang dan BPP Gantarang Kabupaten Bulukumba Tahun 2018.