• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sains Indonesia: Jurnal Administrasi Publik dan Politik

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Sains Indonesia: Jurnal Administrasi Publik dan Politik"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

Peningkatan Ekonomi Masyarakat Perempuan Nelayan Melalui UKM Paotere Dalam Pengelolaan Rumput Laut di Kota Makassar

Iskandar1, Yulis Baso2

Universitas Teknologi Sulawesi, Sulawesi Selatan, Indonesia Email: [email protected]

ABSTRAK

Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat nelayan dalam pengelolaan rumput laut sebagai upaya meningkatkan ekonomi masyarakat khususnya kelompok perempuan (ibu-ibu Nelayan) dan umumnya masyarakat yang bermukim di Kelurahan Gusung Kecamatan Ujung Tanah Kota Makassar. Upaya pemberdayaan masyarakat ini di arahkan untuk meningkatkan produktivitasnya sekaligus peningkatan pendapatan mereka. Cara pemberdayaan berkelanjutan tersebut dapat dilakukan melalui, Pertama tahap pengurangan bau amis yang menyengat pada rumput laut, tahap ini juga berkaitan dengan pembudidayaan sekaligus pengelola rumput laut menjadi bahan makanan. Kedua, kemampuan pembudidayaan rumput laut dalam menyediakan bahan baku yaitu rumput laut, kesiapan perlengkapan yang digunakan dalam memproduksi olahan rumput laut menjadi produk kuliner unggulan, seperti: Bakso, Mie, Dodol dan keripik. Ketiga, penyediaan Gerobak Bakso sebagai sarana mendekatkan potensial dan kekinian terhadap hasil olahan rumput laut. Keempat, ini diadakan juga fasilitas website untuk meningkatkan kemampuan manajerial, pengelolaan modal kerja (akses ke lembaga keuangan), dan kemampuan mereka dalam hal pemasaran produksi rumput laut. Serta sistem online ini berfungsi pengawasan terhadap kegiatan keuangan dan promosi dalam merebut pasar, dimana pada tahap ini juga pelibatan institusi pemerintah (khususnya pembuatan izin sehat produk dari Kementerian Kesehatan dan izin halal dari MUI) sangat menentukan kesuksesan dari program PKM ini

Kata Kunci: Peningkatan ekonomi masyarakat; rumput laut; produk olahan; pemasaran ABSTRACT

This Community Service activity aims to empower fishing communities in seaweed management as an effort to improve the community's economy, especially women's groups (fisherwomen) and generally people who live in Gunung Village, Ujung Tanah District,Makassar City. This community empowerment effort is directed at increasing their productivity as well as increasing their income. The way of sustainable empowerment can be done through, First, the stage of reducing the pungent fishy odor in seaweed, this stage is also related to the cultivation and management of seaweed into food. Second, the ability of seaweed cultivation to provide raw materials, namely seaweed, the readiness of the equipment used in producing processed seaweed into superior culinary products, such as: meatballs, noodles, dodol and chips. Third, the provision of the Meatball Cart as a means of bringing the potential and current closer to the processed seaweed products. Fourth, there is also a website facility to improve their managerial skills, working capital management (access to financial institutions), and their ability to market seaweed production. And this online system functions to monitor financial and promotional activities in capturing the market, where at this stage the involvement of government institutions (especially the manufacture of healthy product permits from the Ministry of Health and halal permits from MUI) will determine the success of this PKM program.

Keywords: Community economic improvement; seaweed; processed products; marketing

(2)

PENDAHULUAN

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) merupakan bentuk kreativitas yang inovatif dalam melaksanakan berbagai program sosial dalam hal membantu masyarakat luas, yaitu sebagai sarana yang mampu memberikan keterampilan dan pengetahuan masyarakat yang sadar dengan segala sesuatu yang berada dalam lingkungan sekitar mereka. Pelaksanaan PKM juga diharapkan untuk dapat mengembangkan keterampilan praktis dalam mengembangkan berbagai keahlian yang diperoleh saat yang bersangkutan di bangku di bangku kuliah, hal demikian untuk membantu masyarakat yang sangat membutuhkan uluran tangan perguruan tinggi dalam memberi sentuhan yang inovatif dan pelibatan teknologi dari berbagai tentang kegiatan pengabdian, sebagaimana yang dikembangkan di Universitas Teknologi Sulawesi dengan berbagai wilayah binaan di Sulawesi Selatan. Kelurahan Gusung yang berada di tepi pantai utara Kota Makassar memiliki potensi laut yang cukup potensial khususnya bidang budidaya hasil laut.

Di dalam laut Gusung itu sendiri tumbuh dan berkembang bermacam-macam makhluk hidup, baik berupa tumbuhan air maupun hewan air yang tidak terhitung jumlah dan jenisnya. Salah satu makhluk hidup yang tumbuh di laut Gusung tersebut adalah Alga atau rumput laut. Sejauh ini pemanfaatan rumput laut sebagai berbagai komoditi perdagangan atau bahan baku industri oleh warganya masih relatif kecil jika dibandingkan dengan keanekaragaman jenis rumput laut yang ada. Padahal menurut (Putra, 2006) bahwa komponen kimiawi yang terdapat dalam rumput laut sangat kaya dan sangat bermanfaat bagi bahan baku industri makanan, kosmetik dan farmasi (seperti, bahan pembuatan salep, lipstik, sabun dan lotion) dan manfaat lainnya. Selain itu, menurut (Setiawan, 2004) bahwa komponen kimiawi yang ada dalam rumput laut juga memiliki senyawa kimia disebut Alginat. Senyawa Alginat berguna sekali untuk dapat mengentalkan produk makanan olahan, emulsi, penstabil suspensi, pelapis, pengikat, pembentuk gel dalam berbagai industri makanan jadi, bahkan gel ini juga menjadi pembentuk tertentu dalam pembuatan tentang film. Berdasarkan berbagai pandangan tersebut dimulailah PKM ini, di mana dengan bahan dasar rumput laut beserta bahan lainnya selanjutnya diolah ke dalam empat jenis kuliner yang diminati masyarakat luas, yakni Bakso, Mie, Dodol dan Keripik. Namun pengolahan rumput laut menjadi kuliner tidak berjalan mulus sebagaimana yang diharapkan, dimana salah satu hambatan yang terbesarnya adalah adanya bau amis yang menyengat di dalam isi rumput laut.

Untuk menghilangkan bau amis ini dilakukan upaya-upaya kimiawi dengan cara mencampurkan bahan-bahan tertentu ke dalam rumput laut tersebut. Selanjutnya dilakukan perendaman rumput laut tersebut beserta bahan-bahan yang memiliki unsur kimia alami (terdiri dari tumbuh- tumbuhan yang senyawa dengan rumput laut serta garam dan asam cuka yang bisa dikonsumsi) selama satu malam. Hasil yang diperoleh adalah bau tersebut dapat dikurangi hingga 80% tanpa menghilangkan kandungan zat Alginat atau zat pengental dan zat bawaan kimiawi yang dipercaya dapat mengatasi masalah kegemukan, diabetes, serangan jantung ataupun kanker.

METODE

Waktu pelaksanaan sosialisasi PKM ini dilakukan dua tahap, yakni tahap pertama dilakukan tanggal 19 juni 2019 bertempat di Sekertariat UKM Paotere yang dihadiri oleh 22 peserta atau para ibu-ibu nelayan yang berdomisili di sekitar UKM tersebut. Pada tahap ini kegiatan utamanya adalah praktik penghilangan bau amis yang ada dalam kandungan rumput laut serta metode pengolahan rumput laut dipadukan dengan daging sapi, terigu dll tersebut menjadi makanan Bakso. Dalam tahap ini juga rumput laut yang sebanyak 10 kg telah dikurangi bau

(3)

amisnya sekitar 85%, selanjutnya dihasilkan bakso rumput laut sebanyak 3000 biji atau sebanyak 15 kg; Tahap kedua dilakukan tanggal 26 juni 2019 bertempat di Kelurahan Paotere dan dihadiri 23 peserta UKM Paotere, dimana tahap kedua ini kegiatan utamanya adalah pembuatan Mie, Dodol dan Keripik dari rumput laut. Pada tahap ini seluruh kegiatan relatif berjalan lancar karena rumput laut sudah berkurang bau amisnya dan kandungan zat Alginat telah mampu dikontrol mengikuti 3 jenis produk kuliner tersebut. Sebagai metodenya, rumput laut dipadukan dengan terigu, telur dll telah menghasilkan Mie, Dodol dan Keripik yang enak, gurih, murah, mudah dan menyehatkan

HASIL DAN PEMBAHASAN

Untuk mewujudkan tujuan yang dapat diharapkan maka dilakukan beberapa langkah kegiatan sosialisasi. Metode kegiatan yang digunakan dalam Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah melakukan transfer ilmu sekaligus memberikan pelatihan pembuatan 4 bentuk kuliner yang bahan baku utamanya dari rumput laut kepada warga masyarakat Paoter yang dikhususkan pada 45 orang ibu-ibu UKM Paotere yang berdiam di Kelurahan Paotere, Kecamatan Ujung Tanah Kota Makassar.Adapun hasil pelaksanaan kegiatan sosialisasi PKM di arahkan ke empat kegiatan utama yakni: pertama, kegiatan pengurangan bau amis dalam rumput laut; kedua, pembudidayaan rumput laut menjadi produk kuliner unggulan, seperti: Bakso, Mie, Dodol dan keripik dari rumput laut; ketiga, pengadaan Gerobak Bakso sebagai sebagai sarana penjualan dan alat mendekatkan pasar olahan rumput laut; keempat, penyediaan media online atau website sebagai sarana untuk meningkatkan kemampuan manajerial dari UKM Paotere. Ke-empat kegiatan utama ini penjelasannya seperti berikut.

Metode Pengurangan Bau Amis pada rumput laut. Berbagai langkah telah dilakukan untuk pengurangan ini, seperti:

1) Pilih rumput laut yang memiliki kualitas baik. Rumput laut yang berkualitas baik memiliki ciri-ciri warna yang tidak keruh dan teksturnya masih kaku. Selain itu, juga tercium aroma segar dari rumput laut. Kendati rumput laut yang dijual di pasaran biasanya memiliki warna bening, pink, dan hijau, namun rasa dan jenisnya masih tetap sama. Sebaiknya, pilih rumput laut yang berwarna hijau karena masih alami dan belum diproses; 2) Cuci bersih rumput laut Untuk menghilangkan kotoran yang menempel pada rumput laut, cuci tanaman laut ini di atas saringan menggunakan air dingin. Bilas rumput laut selama beberapa kali hingga benar-benar bersih dari kotoran; 3) Membuat Ramuan Kapur sirih dan Perasan air jeruk Nipis Membuat ramuan kapur sirih dan perasan air jeruk nipis. dengan perbandingan untuk 1 kg rumput laut, 300 gram kapur sirih, 10 biji jeruk nipis (Jeruk nipis dapat di ganti dengan larutan cuka). Dengan ramuan kapur sirih dan perasan air jeruk nipis, akan membuat perubahan warna pada rumput laut menjadi lebih cerah dan mengurangi bau amis pada rumput laut. Rumput laut di rendam semalam atau selama 12 jam; 4) Pilih rumput laut yang mimiliki kualitas baik Rumput laut yang berkualitas baik memiliki ciri-ciri warna yang tidak keruh dan teksturnya masih kaku. Selain itu, juga tercium aroma segar dari rumput laut. Kendati rumput laut yang dijual di pasaran biasanya memiliki warna bening, pink, dan hijau, namun rasa dan jenisnya masih tetap sama. Sebaiknya, pilih rumput laut

(4)

yang berwarna hijau karena masih alami dan belum diproses; 5) Cuci dengan menggunakan saringan untuk dapat menghilangkan kotoran yang menempel pada rumput laut, cuci tanaman laut ini di atas saringan menggunakan air dingin. Bilas rumput laut selama beberapa kali hingga benar- benar bersih dari kotoran; 6) Rebus di air mendidih Merebus rumput laut sebaiknya tidak dilakukan terlalu lama agar teksturnya tetap renyah.Tunggu air hingga mendidih, baru masukkan rumput laut ke dalam panci. Setelahnya, masak rumput laut selama kurang lebih 30 detik;7) Rendam dengan air dingin Setelah selesai direbus, masukkan rumput laut ke dalam wadah saringan, lalu siram dengan air mengalir. Kemudian, rendam rumput laut di dalam wadah berisi air dingin selama lima menit. Air dingin berfungsi untuk menghentikan proses memasak pada rumput laut yang sudah direbus dan menjaga agar teksturnya tetap kenyal dan renyah; 8) Simpan dalam lemari es Rumput laut yang telah selesai direndam sebaiknya disimpan sejenak di dalam kulkas selama kurang lebih lima menit.Jangan lupa untuk meniriskannya terlebih dahulu sebelum menyimpannya dalam kulkas. Setelah itu, rumput laut pun siap diolah menjadi berbagai hidangan nikmat.

Pembudidayaan rumput laut menjadi produk kuliner unggulan, seperti: Bakso, Mie, Dodol dan keripik dari rumput laut.

Pembuatan rumput laut menjadi Bakso, Mie, Dodol dan keripik tentunya yang diharapkan adalah bagaimana kandungan nutrisi di dalam rumput laut tersebut menyatu ke dalam 4 produk kuliner ini. Secara kimiawi, menurut Putra (2006) bahwa rumput laut terdiri dari air (27,8%), protein (5,4%), karbohidrat (33,3%), lemak (8,6%) serat kasar (3%) dan abu (22,25%). Selain karbohidrat, protein, lemak dan serat, rumput laut juga mengandung enzim, asam nukleat, asam amino, vitamin (A,B,C,D, E dan K) dan makro mineral seperti nitrogen, oksigen, kalsium dan selenium serta mikro mineral seperti zat besi, magnesium dan natrium. Kandungan asam amino, vitamin dan mineral rumput laut mencapai 10 -20 kali lipat dibandingkan dengan tanaman darat.

Dari hasil sosialisasi dan praktek dengan peserta UKM Paotere, seluruh kandungan ini nampaknya menyatu dengan ke-empat kuliner yang di praktekkan, dimana telah menghasilkan produk makanan yang lezat, enak, murah dan meyegarkan badan. Adapun cara pembuatannya seperti yang telah di praktekkan dalam dua tahap metodenya seperti berikut: 1) Sediakan bahan- bahan komplit seperti di bawah ini; 2) Daging sapi atau ikatan bandeng seperlunya (dalam praktek UKM Paotere 10 kg daging sapi atau 10 kg ikan bandeng.; 3) Minyak Goreng 3 Kg; 4) Tepung tapioka 5 kg atau 10 % -; 5) STPP 0,03 % -; Rumput laut 10 kg atau 30 % - ; 6) Garam 4

%; 7) Gula pasir 2 % ; 8) Bawang putih 1 % ; 9) Merica bubuk 1 % ; 10) Es batu 20 % 11) Kecuali pembuatan dodol, ini disediakan gula merah dan kayu manis.

Cara Pembuatannya

1) Cuci rumput laut dan daging, potong-potong ukuran kecil; 2) Haluskan daging, garam, gula, bawang putih, merica dan es batu dengan food processor yang ada; 3) Tambahkan tepung tapioka, serbuk rumput laut dan STPP sambil diaduk hingga rata (homogen); 4) Bentuk adonan menjadi bola-bola (untuk bakso) masukkan ke dalam panci berisi air hangat (suhu 60 oC hingga 80 oC). Sedangkan pembuatan keripik dan mie menggunakan mesin pembuat adonan pembentuk

(5)

mie dan keripik; 5) Rebus bola-bola daging dengan suhu 100 oC selama 15 menit; 6) Sedangkan pembuatan adonan mie dan keripik lankah selanjutnya digoreng kedua adonan ini hingga garing;

7) Adapun Dodol, ini dilakukan pengkukusan.

Kelengkapan Usaha Berupa Gerobak Bakso

Usaha bakso (begitupun mie dan keripik) merupakan usaha yang cocok berada di pinggir jalan, karena umumnya di pinggir jalan maka pengadaan gerobak bakso merupakan upaya yang wajar dilakukan demi praktis dan efisensi dalam menjangkau pasar atau masyarakat yang doyan makan bakso, keripik dan mie. Di samping kepentingan tersebut juga keberadaannya di pinggir jalan sebagai upaya promosi dan memperkenalkan rumput laut di 4 produk kuliner ini. Segala macam usaha juga membutuhkan promosi yang sangat penting untuk memajukan bisnis kuliner rumput laut yang sedang dijalankan. Namun, agar tidak membuang uang terlalu banyak, maka dipilih cara promosi yang efisien dan tepat pada sasaran. Dalam usaha ini, diupayak membuat spanduk atau banner dengan warna terang dan kata kata yang provokatif sehingga menarik minat pembeli untuk mencoba bakso rumput laut yang sedianya akan di jual tersebut.

Kelengkapan Media Online

Penyediaan media online atau website sebagai sarana dalam meningkatkan kemampuan manajerial dari UKM Paotere di masa kini dan masa depan. Dengan Klik akun http://ukmpaotere.ga masyarakat dapat menerima informasi tentang: Home, Tentang Kami, Testimoni, Artikel dan Kontak. Akun ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas berikut berbagai pihak yang ingin mengakses keberadaan UKM Paotere, berikut sebagai upaya kongkrit dalam mengikuti perkembangan bisnis di era milenial. Di akun ini menawarkan ke-empat produk (Bakso, mie, keripik dan dodol) yang kesemuanya bahan utamanya adalah rumput laut. Walaupun

Praktek Pembuatan Bakso Rumput Laut oleh Ibu-Ibu

UKM Paotere

Praktek Pengurangan bau amis Rumput Laut oleh Ibu-Ibu UKM

Paotere

Praktek Pembuatan Dodol Rumput Laut oleh Ibu-Ibu

UKM Paotere

Praktek Pembuatan Mie dan Keripik Rumput Laut oleh Ibu-

Ibu UKM Paotere Rumput Laut yang telah

dikeringkan

(6)

keberadaannya baru diluncurkan ke media sosial ternyata telah ada respon dari masyarakat berupa masukan testimoni dari ke-empat produk tersebut.

KESIMPULAN

Di bagian ini penulis ingin menekankan bahwa rumput laut tidak hanya berguna untuk keperluan industri, bahan kosmetik dan farmasi, tetapi dapat menjadi produk kuliner yang enak dan gurih, hal ini seperti yang dilakukan oleh ibu-ibu UKM paotere dalam kegiatan sosialisasi kerja sama perguruan tinggi Universitas Teknologi Sulawesi dengan UKM paotere di dua kesempatan sosialisasi. Adapun hasil pelaksanaan kegiatan sosialisasi PKM telah dihasilkan empat kegiatan utama yakni: pertama, kegiatan pengurangan bau amis dalam rumput laut; kedua, pembudidayaan rumput laut menjadi produk kuliner unggulan, seperti: Bakso, Mie, Dodol dan keripik dari rumput laut; ketiga, pengadaan Gerobak Bakso sebagai sarana penjualan dan alat mendekatkan pasar olahan rumput laut; keempat, penyediaan media online atau website sebagai sarana meningkatkan kemampuan manajerial dari UKM paotere Ke-empat kegiatan ini relatif berjalan lancer dan memuaskan semua pihak (Restu , 2 0 12 )(San to so , Yo sh ie, & Su zuk i, 2 0 04 )(So fti, 2 00 2 )(Perang in ang in , Sin urat, & Darmawan , 2 0 13 )(Sury an i, Hamb ali, & Hid ay at, 2 0 0 5)(Wisud o , Pu rb ay an to , & Su san to , n .d .)(Yun u s & Umar, 20 19 )(Yu n ita, 2 0 13 )(Pu tra, 2 00 6)(Setiawan , 2 00 4 )

DAFTAR PUSTAKA

Peranginangin, R., Sinurat, E., & Darmawan, M. (2013). Memproduksi karaginan dari rumput laut. Penebar Swadaya Grup.

Putra, S. E. (2006). Alga laut sebagai biotarget industri. Situs Web Kimia Indonesia.

Restu, R. (2012). Pembuatan Bakso Ikan Toman (Channa micropeltes)/Making Meatball of Toman Fish (Channa micropeltes). JURNAL ILMU HEWANI TROPIKA (JOURNAL OF TROPICAL ANIMAL SCIENCE), 1(1), 15–19.

Santoso, J., Yoshie, Y., & Suzuki, T. (2004). Mineral, fatty acid and dietary fiber compositions in several Indonesian seaweeds. Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan Dan Perikanan Indonesia, 11(1), 45–51.

Setiawan, A. (2004). Potensi Pemanfaatan Alga Laut Sebagai Penunjang Perkembangan Sektor Industri. Makalah Ilmiah Ketua Jurusan Kimia, Universitas Lampung, Bandar Lampung. Softi, M. (2002). Mempelajari Kandungan Secara Kualitatif dan Kuantitatif Senyawa Formalin

pada Mie Basah (Boiled Noodle) di Beberapa Pasar Tradisional di Bandung. Tugas Akhir Yang Tidak Dipublikasikan. Bandung: Fakultas Teknik Universitas Pasundan Bandung.

Suryani, A., Hambali, E., & Hidayat, E. (2005). Aneka produk olahan limbah ikan dan udang.

Penebar Swadaya.

Wisudo, S. H., Purbayanto, A., & Susanto, A. (n.d.). S. Haryati. 2014. Penerapan Mesin Suritech Untuk Produksi “Demit”(Bandeng Imitasi) Sebagai Makanan Khas Banten. Jurnal Ilmu Pertanian Dan Perikanan, 3, 91–98.

Yunita, W. (2013). Pelatihan dan Implementasi Budidaya Sayuran Organik di Kelurahan Lingkar

(7)

Selatan Kota Jambi. Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 55(1).

Yunus, M., & Umar, Z. (2019). Analisis Kinerja Aparatur Sipil Negara (Asn) Pada Biro Humas Dan Protokol Kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan. Jurnal Administrasi Publik Dan Politik, 4(1), 1–8.

Referensi

Dokumen terkait