Menetapkan : PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN TENTANG PRINSIP PENGAWASAN DALAM PELAKSANAAN KEGIATAN STRUKTUR PRODUK BAGI BANK UMUM. Bank hanya dapat melakukan kegiatan produk terstruktur setelah memperoleh :. persetujuan prinsip untuk melaksanakan kegiatan produk terstruktur; Dan. deklarasi efektif untuk penerbitan setiap jenis produk terstruktur. Pelaksanaan aktivitas produk terstruktur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 diatur berdasarkan ketentuan yang diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan ini.
Pengawasan aktif oleh dewan sekurang-kurangnya mencakup: menetapkan rencana bank untuk kegiatan produk terstruktur; menetapkan kebijakan dan prosedur bank terhadap aktivitas produk terstruktur; Dan. memantau dan mengevaluasi aktivitas produk terstruktur. Pengawasan aktif dewan sekurang-kurangnya meliputi: persetujuan dewan atas rencana bank untuk kegiatan produk terstruktur; Dan. mengevaluasi pelaksanaan rencana bank mengenai aktivitas produk terstruktur.
LAPORAN
SANKSI
UMUM
Sistem keuangan global yang semakin terintegrasi ditambah dengan pesatnya inovasi pada instrumen keuangan telah memfasilitasi tumbuhnya berbagai bentuk dan struktur instrumen keuangan yang memiliki kompleksitas yang bervariasi mulai dari yang sederhana hingga yang sangat kompleks. Di antara instrumen keuangan yang mengalami perkembangan cukup pesat adalah instrumen keuangan terstruktur atau lebih dikenal dengan Structured Products. Produk Terstruktur adalah produk keuangan non-konvensional yang disusun sedemikian rupa berdasarkan kebutuhan dan tujuan nasabah atau kelompok nasabah tertentu.
Oleh karena itu, penataan memerlukan keahlian klien di berbagai bidang, baik dari sudut pandang keuangan maupun bidang lain seperti hukum dan pajak. Kompleksitas yang timbul dari penataan produk terstruktur akan mengakibatkan semakin kompleksnya risiko yang dihadapi bank, oleh karena itu diperlukan penyesuaian yang tepat mengenai penerapan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko, terutama yang terkait dengan pengelolaan dan pengendalian risiko yang mungkin terjadi. timbul dari produk terstruktur bagi bank. Dari sudut pandang masyarakat, kompleksitas yang timbul dari aktivitas produk terstruktur harus diimbangi dengan peningkatan kualitas transparansi.
Dengan demikian, masyarakat dapat melakukan penilaian secara obyektif mengenai kesesuaian antara risiko yang mungkin timbul dengan manfaat dan kesesuaian produk yang terstruktur dengan risk appetite dan kebutuhan masyarakat. Peningkatan kualitas transparansi bertujuan untuk menjamin kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan, khususnya perbankan, tetap terjaga. Sebagai lembaga intermediasi, Bank berperan penting dalam meningkatkan kualitas transparansi dan menjaga kepercayaan masyarakat.
Penguatan penerapan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang disertai kepercayaan masyarakat diharapkan dapat menjaga integritas sistem perbankan pada khususnya dan sistem keuangan secara keseluruhan.
PASAL DEMI PASAL
Pada prinsipnya pihak yang harus menjamin kesesuaian, manfaat dan risiko yang mungkin timbul dari Produk Terstruktur adalah pihak yang melakukan transaksi yaitu Bank dan Nasabah. Mengenai larangan yang dimaksud: Produk Terstruktur diterbitkan oleh Bank dan tidak disertai perlindungan penuh. Persetujuan atas rencana Bank terkait Aktivitas Produk Terstruktur dianggap telah dilaksanakan apabila rencana bisnis Bank yang ditandatangani oleh Komisaris memuat rencana Bank terkait Aktivitas Produk Terstruktur.
Evaluasi terhadap pelaksanaan rencana Bank terkait kegiatan Structured Product dapat dituangkan dalam risalah rapat Dewan Komisaris atau laporan pengawasan rencana bisnis sebagaimana diatur dalam ketentuan mengenai rencana bisnis Bank. Termasuk dalam kebijakan sumber daya manusia adalah persyaratan dan kualifikasi sumber daya manusia untuk kegiatan produk terstruktur. Prosedur pelaksanaan aktivitas produk terstruktur memberikan kerangka formal bagi pelaksanaan aktivitas produk terstruktur yang mencakup penetapan proses pelaksanaan aktivitas, penetapan wewenang dan tanggung jawab, serta keterkaitan antar unit kerja, mulai dari tahap pengembangan hingga komersialisasi.
Penetapan batas kewenangan dan tanggung jawab satuan kerja terkait kegiatan Structured Product dituangkan dalam pedoman kebijakan dan prosedur. Untuk mengetahui tingkat pemahaman klien terhadap fitur, fungsi dan risiko produk terstruktur, dapat dilakukan melalui: wawancara yang hasilnya diungkapkan secara tertulis; dan/atau. kuesioner yang formatnya dapat ditentukan oleh masing-masing bank. yang dilakukan sebagai bagian dari penilaian profil risiko nasabah sebagaimana diatur dalam Pasal 11. Yang dimaksud dengan “dana pensiun” adalah dana pensiun sebagaimana diatur dalam Undang-undang No. 11 Tahun 1992 tentang Dana Pensiun. Dalam memberikan informasi berkaitan dengan ilustrasi perhitungan bunga atau pendapatan atau keuntungan yang dapat diperoleh, bank paling sedikit mengungkapkan: cara perhitungan bunga atau pendapatan atau margin keuntungan;. asumsi yang digunakan; Dan. ilustrasi perhitungan bunga atau pendapatan atau margin keuntungan untuk produk terstruktur dalam beberapa skenario.
Biaya yang melekat pada Produk Terstruktur meliputi biaya administrasi, premi, ongkos, komisi dan/atau denda. Frekuensi penyampaian laporan tertulis berkala oleh Bank disesuaikan dengan jenis dan kompleksitas produk terstruktur yang ditawarkan. Penerapan pengaturan pada ayat ini merupakan bagian dari penerapan kebijakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11. Keadaan dimana potensi kerugian dapat melebihi jumlah pokok yang diinvestasikan umumnya timbul dalam hal produk terstruktur mengandung unsur leverage.
Termasuk dalam pengertian bertindak sebagai agen penjualan antara lain: mewakili Bank untuk mengikuti permintaan nasabah terhadap Produk Terstruktur; dan/atau. Tujuan pemberian pelatihan terkait Structured Product adalah agar karyawan memiliki pemahaman yang baik dan mampu menjelaskan dengan baik kepada klien mengenai karakteristik, fitur dan risiko dari Structured Product yang ditawarkan. Yang dimaksud dengan “prospektus atau term sheet”. adalah dokumen resmi yang menyediakan semua informasi material yang dibutuhkan Klien untuk mengevaluasi dan mengambil keputusan mengenai produk terstruktur yang ditawarkan.
Yang dimaksud dengan “product key sheet” adalah dokumen yang dimaksudkan untuk membantu klien memahami informasi penting tentang produk terstruktur yang tercantum dalam prospektus atau term sheet. Lembar produk utama disajikan dalam bentuk yang jelas, ringkas dan menggunakan bahasa yang mudah dipahami pelanggan. Tujuan pemberian waktu adalah agar nasabah dapat menilai kesesuaian produk terstruktur yang ditawarkan Bank dengan kebutuhan nasabah.