• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sanksi Pidana Pelaku Sexting Perspektif UU ITE dan Hukum Pidana Islam (Studi Putusan No. 18/Pid.Sus/2021/Pn.Pps)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Sanksi Pidana Pelaku Sexting Perspektif UU ITE dan Hukum Pidana Islam (Studi Putusan No. 18/Pid.Sus/2021/Pn.Pps)"

Copied!
159
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Definisi Oprasional

Rumusan Masalah

Tujuan dan Manfaat

Kajian Pustaka

Sistematika Pembahasan

TINJAUAN UMUM UU ITE DAN HUKUM PIDANA ISLAM

Sejarah UU ITE

Pada Sabtu, 12 Desember 2020, tersangka mengirimkan balik video porno ke akun Facebook saksi OLGAE PUTRI: https://www.facebook.com/olgae.puteri. Pada Minggu, 3 Januari 2021, tersangka kembali mengirimkan video porno ke akun Facebook saksi OLGAE PUTRI: https://www.facebook.com/olgae.puteri. Dan pada tanggal 8 Januari 2021, tersangka kembali mengirimkan video porno ke akun Facebook saksi OLGAE PUTRI: https://www.facebook.com/olgae.puteri.

Bahwa Saksi tidak mengetahui apa maksud dan tujuan pemilik akun Facebook atas nama Zeet Croot (https://www.facebook.com/zeet.croot.3) dengan mengirimkan video dan foto tersebut ke Saksi Olgae; Bahwa Saksi mengetahui dan membenarkan alat bukti berupa tangkapan layar (screenshot) percakapan Saksi Olgae dengan akun Facebook atas nama Zeet Croot (https://www.facebook.com/zeet.croot. 3. Bahwa Terdakwa telah 2 (dua) akun Facebook, dan salah satunya adalah akun atas nama Zeet Croot (https://www.facebook.com/zeet.croot.3) yang digunakan untuk mengirimkan video dan foto ke akun Saksi Olgae di Facebook (https://www.facebook.com/olgae.girls.

Pengertian Informasi Elektronik

Pengertian Transaksi Elektronik

Asas dan Tujuan UU ITE

Dimana pemanfaatan teknologi informasi dan transaksi elektronik dimaksudkan untuk menunjang proses informasi sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dimana prinsip pemanfaatan teknologi informasi dan transaksi elektronik tidak hanya terfokus pada pemanfaatan teknologi tertentu agar mampu mengikuti perkembangan di masa depan.

Hukum Pidana Islam

  • Pengertian Jari>mah
  • Unsur-Unsur Jari>mah
  • Asas-asas Jari>mah
  • Macam-macam jari>mah

Para fuqaha menjelaskan apa yang dimaksud dengan finger>mah, yaitu: ري زعت وا دبح اهنع الله ر زج ةيع رش تا رضمُ. Asas legalitas diterapkan dalam hukum pidana Islam yaitu radius>mah atau uqubah. Jari>mah syurbul khamr (minum minuman keras) adalah hukuman yang diberikan kepada orang yang meminum minuman keras (miras) yang diharamkan dalam Islam.

Hukuman dalam jari>mah te'zi>r tidak ditentukan oleh bentuk, jenis dan jumlah mengikut syara.

Teori Pemidanaan

  • Teori Pemidanaan Absolut/ pembalasan
  • Teori Relatif/ Tujuan
  • Teori Gabungan

Teori ini meyakini bahwa hukuman merupakan balasan atas kesalahan yang dilakukan, sehingga teori ini berorientasi pada tindakan dan terletak pada kejahatan itu sendiri. Sejalan dengan hal tersebut, Teori Relatif mengandalkan hukuman berdasarkan tujuan hukuman, artinya teori ini bersifat manfaat dan bukan hukuman (utilitas hukuman). Menurut teori ini landasan hukumnya terletak pada kejahatan itu sendiri, yaitu pembalasan atau penyiksaan.

Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa teori ini tidak hanya memperhitungkan masa lalu, namun juga memperhitungkan masa depan43.

Teori Keadilan

Teori ini menyatakan bahwa dasar pemidanaan pidana dilihat dari unsur retribusi dan reformasi terhadap pelaku kejahatan. Dengan kata lain: dasar pemidanaan terletak pada kejahatan dan tujuan pelaku itu sendiri. Inti dari prinsip perbedaan adalah bahwa perbedaan sosial dan ekonomi harus dikelola sedemikian rupa sehingga manfaat sebesar-besarnya diberikan kepada mereka yang paling dirugikan. Sementara itu, prinsip keadilan, persamaan kesempatan, menyoroti pihak-pihak yang paling kecil kemungkinannya mendapatkan prospek kesejahteraan, opini, dan otoritas.

John Rawls menekankan bahwa program penegakan hukum yang berdimensi kerakyatan harus memperhatikan dua asas keadilan, yaitu pertama, yang memberikan persamaan hak dan kesempatan atas kebebasan fundamental yang seluas-luasnya, seluas kebebasan yang sama bagi semua orang.

Macam-Macam Tindak Pidana Kejahatan Seksual Dalam

Berdasarkan pengertian tersebut dapat disimpulkan apa yang dimaksud dengan tindak pidana kekerasan seksual, yaitu segala bentuk tindak pidana baik yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 maupun tindak pidana lain yang tergolong tindak pidana kekerasan seksual dan diatur dalam ketentuan hukum lainnya. Jenis tindak pidana kekerasan seksual diatur dalam Bab II Pasal 4 ayat (1) dan ayat (2), antara lain: Dalam hal ini sexting juga merupakan tindak pidana kekerasan seksual non fisik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat 1, dimana deliknya disebutkan dalam Pasal 5 yang berbunyi.

Oleh karena itu, oleh karena itu, ia dipidana karena melakukan kekerasan seksual secara elektronik dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak dua ratus juta rupiah.

METODE PENELITIAN

Sumber Data

Sumber data sekunder adalah sumber data yang sudah ada dari penelitian atau data yang sudah ada sebelumnya, atau bisa dikatakan penelitian ini tidak dilakukan secara langsung di lapangan. Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini berupa buku, majalah, artikel, skripsi, website dan video yang berkaitan dengan penelitian ini.

Metode Pengumpulan data

Dokumentasi adalah metode pengumpulan data kualitatif dengan cara menganalisisnya dalam bentuk buku, artikel atau surat kabar.48 Teknik dokumentasi yang digunakan penulis adalah pengumpulan data dengan cara mengumpulkan dan menganalisis keputusan. Studi dokumentasi yang dilakukan peneliti adalah mencari sumber tertulis yaitu berupa fakta-fakta terkait permasalahan peneliti dan telaah data terkait kasus nomor 18/pid.sus/2021/pn.pps. Metode ini merupakan teknik pengumpulan data dengan cara menelaah buku-buku literatur, jurnal dan catatan-catatan yang mempunyai kaitan atau permasalahan yang sama dengan penelitian ini.

Tinjauan literatur dalam penelitian ini meliputi buku-buku, dokumen dan literatur yang berkaitan dengan hukum sexting dan sexting baik dalam hukum Islam maupun hukum nasional.

Metode Analisis Data

Bahwa saksi tidak mengetahui apa maksud dan tujuan pemilik akun Facebook atas nama Zeet Croot mengirimkan foto dan video kepada saksi Olgaa. Bahwa saksi mengidentifikasi dan menguatkan bukti-bukti berupa rekaman percakapan berlapis antara saksi Olgae dengan akun Facebook atas nama Zeet Croot. Saksi Olga mengaku sangat kesal dan merasa dilecehkan dengan postingan video dan foto dari akun Facebook atas nama Zeet Croot.

Pada hari Minggu, 20 Desember 2020, terdakwa mengirimkan kembali 5 video porno ke saksi akun Facebook OLGAE PUTRI: https://www.facebook.com/olgae.puteri dan mengajaknya melakukan video call seks, namun tidak ada jawaban.

HASIL PENELITIAN

Deskripsi Kasus

Perkara pidana yang penulis ambil adalah tentang kejahatan moral melalui media sosial yang diambil dari Putusan Pengadilan Negeri Pulang Pisau Nomor 18/Pid.Sus/2021/Pn.Pps. Bahwa responden Resume Putra Jaya bin Ironika Syarif (Terlambat) antara hari Sabtu tanggal 5 Desember 2020 sampai dengan tanggal 8 Januari 2021 atau setidak-tidaknya antara bulan Desember 2020 sampai dengan Januari 2021 atau sekurang-kurangnya antara tahun 2020 sampai dengan tahun 2021 berada di Desa Tuwung RT/RW 002/- , Kahayan Kabupaten Tengah atau setidak-tidaknya tempatnya masih termasuk dalam wilayah hukum Pengadilan Negeri Pulang Pisau. Bahwa terdakwa menggunakan akun Facebook terdakwa yaitu atas nama Zeet Croot yang diakses dengan 1 unit tablet silver merk Huawei model d-OTJ IMEI beserta sim card telkomsel beserta nomornya, mengirimkan video, foto dan facebook messenger. chat ke rekening atas nama Olgae milik saksi Olgae pada tanggal 5 Desember 2020, 7 Desember 2020, 8 Desember 2020, 9 Desember 2020 10.

Keterangan saksi

Bahwa setelah menerima permintaan pertemanan tersebut, akun facebook atas nama Zeet Croot menghubungi saksi melalui facebook messenger dengan salam namun saksi tidak membalas. Apalagi akun Facebook atas nama Zeet Croot terus mengirimkan video porno dan foto alat kelaminnya hingga 8 Januari 2021. Selain mengirimkan video dan foto tersebut, pada 20 Desember 2020 akun Facebook atas nama Zeet Croot pun mengajak saksi melakukan video call untuk berhubungan seks. , namun saksi tidak menjawab.

Bahwa saksi merasa terganggu dan tidak terima dengan perbuatan yang dilakukan akun facebook yang mengatasnamakan Zeet Croot dan merasa dilecehkan terkait ajakan silaturahmi dan baru pertama kali saksi mendapat postingan berupa a video atau video.

Dakwaan Penuntut Umum

22 Desember 2020, 23 Desember 2020, 29 Desember 2020 (undangan video call sex), 31 Desember 2020, 3 Januari 2021 dan 8 Januari 2021 dimana pada tanggal-tanggal tersebut terdakwa memperlihatkan atau mempertontonkan orang-orang yang sedang melakukan hubungan seksual dan foto-foto yang memperlihatkan alat kelamin, dan Terdakwa juga mengirimkan pesan kepada saksi Olgae untuk melakukan video call seks disertai ajakan berhubungan badan.

Tuntutan

Sedangkan pada bulan November 2020 mengirimkan pertemanan ke akun facebook saksi OLGAE PUTERI (https://www.facebook.com/olgae.putri) dan pada hari Jumat tanggal 4 Desember 2020 saksi OLGAE PUTERI menerima pertemanan tersebut. Bahwa saksi OLGAE PUTRI merasa terusik dengan kejadian tersebut dan tidak terima dengan perbuatan akun Facebook Zeet croot tersangka (https://www.facebook.com/zeet.croot.3), menurut saksi OLGAE PUTRI melaporkan kejadian tersebut ke Subdit. V/Tipidsiber Ditreskrimsus Polda Kalteng. Bahwa tersangka tidak ingat kapan pertama kali mengajukan permintaan pertemanan di Facebook kepada Saksi Olgae;

Bahwa video dan foto yang dikirimkan Terdakwa kepada saksi Olgae memperlihatkan gambar alat kelamin dan orang sedang melakukan hubungan seksual; Bahwa Tergugat mempunyai 2 (dua) akun facebook yang salah satunya adalah akun atas nama Zeet Croot (https://www.facebook.com/zeet.croot.3) yang diakses oleh Tergugat dengan 1 (satu) perak tablet merek. IMEI Huawei Model d-OTJ dengan nomor sim card Telkomsel milik Tergugat sendiri, dan dengan menggunakan akun tersebut Terdakwa mengajukan permintaan pertemanan ke akun Facebook atas nama Olgae (https://www.facebook.com/olgae.putri ) milik Saksi Olgae dan permohonannya diterima pada tanggal 4 Desember 2021;. Bahwa perbuatan Terdakwa adalah pengiriman atau penerusan informasi elektronik baik berupa video, foto, maupun chat atau tulisan melalui Facebook messenger dari akun Terdakwa atas nama Zeet Croot (https://www.facebook.com/ semangat). 3) terhadap rekening Saksi Olgae atas nama Olgae (https://www.facebook.com/olgae.putri) dijelaskan oleh Ahli berdasarkan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagai tindakan pemindahbukuan, karena elektronik keterangan tersebut dikirimkan oleh Terdakwa sendiri khusus untuk menyaksikan Olgae melalui facebook messenger;.

Pertimbangan Hakim Dalam Putusan Pengadilan

Amar Putusan

Menjatuhkan hukuman kepada tersangka dengan pidana penjara 1 (satu) tahun 3 (tiga) bulan dan denda Rp. lima puluh juta rupiah), dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar diganti dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) bulan.

Pembahasan

  • Pandangan UU Informasi dan Transaksi Elektronik terhadap
  • Pandangan Hukum Pidana Islam Terhadap Putusan No

Pelaku sengaja mengirimkan video, foto, dan percakapan kepada korban untuk membuat saksi Olgae heboh. Bahwa tujuan terdakwa mengirimkan video dan foto asusila tersebut kepada Saksi Olgae adalah untuk membuat Saksi Olgae bergairah atau terangsang; bahwa tidak ada hubungan istimewa antara terdakwa dengan saksi Olgae dan tidak ada hubungan suami-istri;

Menimbang bahwa berdasarkan fakta-fakta hukum di persidangan yaitu berdasarkan keterangan Saksi, Ahli dan tersangka yang saling sependapat dan juga didukung dengan alat bukti dan alat bukti surat, diperoleh petunjuk bahwa tersangka memanfaatkan akun Facebook atas nama Zeet Croot (https://www.facebook.com/zeet.croot.3) mengirimkan pesan berupa video, foto, dan tulisan melalui Facebook messenger ke akun Saksi Olgae atas nama Olgae (https://www.facebook.com/olgae.putri), yaitu sejak tanggal 5 Desember 2020 sampai dengan tanggal 8 Januari 2021, juri menilai tersangka dalam kasus ini telah mengirimkan atau meneruskan pesan berupa video, foto dan tulisan dari akun terdakwa sendiri dan khusus dikirimkan kepada Saksi Olge melalui Facebook Messenger secara pribadi, sehingga berdasarkan fakta. Menurut hukum, perbuatan terdakwa memenuhi unsur “transmisi” yang dirumuskan dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2018 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik;

PENUTUP

Saran

Kemudian pada hari Senin tanggal 7 Desember 2020, terdakwa kembali mengirimkan video porno kepada saksi OLGAE PUTRI melalui akun facebook saksi OLGAE PUTRI : https://www.facebook.com/olgae.puteri namun tidak ada tanggapan, kemudian di pada Selasa 8 Desember 2020, terdakwa kembali mengirimkan 1 gambar porno dan 1 video porno ke akun Facebook OLGAE PUTRI: https://www.facebook.com/olgae.puteri. Bahwa setelah menerima permintaan pertemanan tersebut, terdapat akun Facebook atas nama Zeet Croot (https://www.facebook.com /zeet.croot. 3. Bahwa pada tanggal 5 Desember 2020, akun Facebook atas nama Zeet Croot adalah https://www.facebook.com/zeet.croot.

Bahwa Saksi tidak mengetahui siapa pemilik akun Facebook atas nama Zeet Croot (https://www.facebook.com/zeet.croot). 3. Bahwa tersangka diadili atas perbuatan tersangka mengirimkan video dan foto asusila kepada Saksi Olgae sejak tanggal 5 Desember 2020 sampai dengan tanggal 8 Januari 2021, dan tersangka ditangkap pada tanggal 12 Januari 2021; bahwa video, foto dan chat atau tulisan yang dikirimkan tersangka menggunakan rekening tersangka atas nama Zeet Croot (https://www.facebook.com/zeet.croot.3) ke rekening Saksi Olgae di nama Olgae (https://www.facebook.com/olgae.putri) melalui Facebook messenger yang menampilkan atau menampilkan foto orang sedang berhubungan intim, foto alat kelamin dan ajakan video call baik untuk sex maupun senggama, direkomendasikan oleh Pakar diartikan sebagai muatan yang bertentangan dengan kesusilaan, karena kesusilaan dalam pengertian umum adalah kaidah-kaidah hidup yang baik, beradab, santun, hidup berakhlak mulia, dan merujuk pada makna membimbing dan menyesuaikan diri seseorang pada kehidupan yang berlandaskan nilai-nilai dan aplikatif. standar, dan tindakan terdakwa melanggar nilai-nilai tersebut;

Gambar

Tabel 0.1: Tabel Transliterasi Konsonan
Tabel 0.2: Tabel Transliterasi Vokal Tunggal
Tabel 0.3: Tabel Transliterasi Vokal Rangkap
Gambar 1 contoh dari sexting  ...............................................................................
+2

Referensi

Dokumen terkait

16 Nur Sa’idatul Ma’nunah, “PENCEMARAN NAMA BAIK MELALUI MEDIA SOSIAL PERSPEKTIF HUKUM ISLAM”, al-Jinâyah: Jurnal Hukum Pidana Islam 3, no... criticize and don't call them

ABSTRACT The Roles of English Teacher on Facing Student’s Anxiety in Tenth Grade at SMK Gajah Mada Bandar Lampung Ayu Aprilia 18113042 The purpose of this research was to find