SATUAN ACARA PENYULUHAN “HERNIA”
DI RUANG BROMO RSUD DR. SAIFUL ANWAR KOTA MALANG TAHUN 2024
Kelompok 2 :
1. Bima Ariyu Putra Anggutar (P17211217137) 2. Laila Habibatus Solihah (P17211217151) 3. Pramitha Yudha Nurul H. (P17211217152) 4. Izza Azainda Zuhri (P17211217155)
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG PRODI DIV KEPERAWATAN MALANG
RINTISAN KELAS INTERNASIONAL 2024
LEMBAR PENGESAHAN
Satuan Acara Penyuluhan yang Berjudul “Hernia” di Ruang Bromo RSUD Dr. Saiful Anwar Kota Malang Ini Sudah Mendapatkan Persetujuan pada Tanggal, Maret 2024.
Disusun oleh :
Mahasiswa Mahasiswa
Bima Ariyu Putra Anggutar Laila Habibatus Solihah
NIM : P17211217137 NIM : P17211217151
Mahasiswa Mahasiswa
Pramitha Yudha Nurul H. Izza Azainda Zuhri
NIM : P17211217152 NIM : P17211217155
Disahkan oleh :
Pembimbing Klinik Pembimbing Institusi
Kepala Ruangan
SATUAN ACARA PENYULUHAN
Pokok Bahasan : Hernia
Sub Pokok Bahasan : Pengetahuan dan Pencegahan Hernia
Sasaran : Anggota Keluarga Pasien di Ruang Bromo RSUD Dr. Saiful Anwar
Tempat : Ruang Bromo
Jam/Waktu : 30 menit
Hari/Tanggal : Sabtu, 2 Maret 2024
A. Tujuan Instruksional Umum
Setelah dilakukan pendidikan kesehatan selama 30 menit, keluarga klien dapat mengetahui dan memahami dengan jelas tentang penyakit Hernia.
B. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah dilakukan pendidikan kesehatan keluarga pasien dapat:
1. Menjelaskan pengertian hernia dengan benar 2. Menyebutkan jenis hernia
3. Menyebutkan penyebab hernia 4. Menyebutkan komplikasi dari hernia
5. Menjelaskan kenapa pentingnya pengobatan bagi penderita hernia 6. Menyebutkan cara mencegah hernia
C. Materi
1. Pengertian Hernia 2. Jenis Hernia 3. Penyebab Hernia 4. Komplikasi dari Hernia
5. Pentingnya pengobatan bagi penderita Hernia 6. Cara mencegah Hernia
D. Metode, Media, Sumber
1. Metode : Ceramah dan tanya jawab 2. Media : LCD Proyektor dan PPT 3. Sumber : Internet
4. Materi : Terlampir E. Evaluasi
1. Prosedur : Tanya jawab 2. Bentuk : Lisan
3. Jenis : Tanya jawab 4. Butir Pertanyaan :
a. Apa itu hernia?
b. Apa saja penyebab dari hernia?
c. Apa saja jenis hernia?
F. Daftar Pustaka
Nicholas, C. A. (2023). Prevalensi dan Karakteristik Pasien Hernia Inguinalis di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran (JURRIKE), 2(1), 18-26.
Shannen, F. A., Wijaya, I. M. A. S., & Prasista, I. B. Y. (2021). Hernia Ventralis. Cermin Dunia Kedokteran, 48(9), 350-352.
Sayuti, M., & Aprilita, R. (2023). Teknik Operasi Hernia Inguinalis Dan Faktor Risiko Hernia Inguinalis Residif Di 7 Rumah Sakit Perifer Di Aceh. Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi, 1(3), 195-203.
KEGIATAN PENYULUHAN
NO. WAKTU KEGIATAN PENYULUH SASARAN
1. 4 menit Pembukaan
Mengucapkan salam, memperkenalkan diri dan menjelaskan tujuan kegiatan
Menjawab salam dan menyimak tujuan
2. 20 menit Isi
Menjelaskan mengenai : 1. Pengertian Hernia 2. Jenis Hernia 3. Penyebab Hernia 4. Komplikasi dari Hernia 5. Pentingnya pengobatan
bagi penderita Hernia 6. Cara mencegah Hernia
Menyimak penjelasan
3. 6 menit Evaluasi dan
Penutup
Memberikan kesempatan bertanya dan memberikan pertanyaan tentang materi yang telah dijelaskan.
Menutup penyuluhan dan mengucapkan salam.
Bertanya dan menjawab pertanyaan
Menjawab salam
G. Materi
1. Pengertian Hernia
Hernia adalah kondisi kesehatan yang terjadi ketika lemak, jaringan, atau bagian dari organ tubuh mendorong melalui titik lemak atau lubang di otot perut atau jaringan ikat.
Pada orang dewasa, kondisi ini paling sering terjadi di selangkangan atau perut. Saat seseorang mengidapnya, ia mungkin melihat atau merasakan adanya tonjolan
Pengidap mungkin juga mengalami rasa sakit yang memburuk selama aktivitas tertentu, misalnya ketika mengangkat sesuatu atau berdiri untuk waktu yang lama.
2. Jenis Hernia
Jenis-jenis hernia umumnya terbagi berdasarkan letaknya, yaitu:
a. Hernia inguinalis, yang terjadi saat ada sebagian usus atau jaringan lemak di rongga perut yang mencuat ke selangkangan. Ini merupakan jenis yang paling sering terjadi dan pria memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalaminya.
b. Hernia femoralis, yang terjadi saat ada jaringan lemak atau sebagian usus yang mencuat ke bagian atas paha bagian dalam. Risiko wanita untuk terkena penyakit ini lebih tinggi daripada pria.
c. Hernia umbilikus, yang terjadi saat ada jaringan lemak atau sebagian usus mendorong dan menonjol di dinding abdomen, dekat pusar. Jenis hernia ini bisa dialami oleh bayi akibat lubang besar tali pusat yang tidak tertutup dengan sempurna setelah bayi lahir. Sedangkan pada orang dewasa, pemicunya adalah adanya tekanan berlebihan pada abdomen.
d. Hernia insisi, yang terjadi saat ada jaringan yang mencuat lewat luka operasi yang belum sembuh pada abdomen. Jenis ini termasuk salah satu risiko komplikasi pada operasi bagian perut.
e. Hernia hiatus, yang terjadi saat ada bagian lambung yang masuk lewat celah pada diafragma (sekat antara rongga dada dan rongga perut) dan mencuat ke rongga dada.
Meski terkadang tanpa gejala, nyeri ulu hati (rasa sakit atau tidak nyaman pada dada yang biasanya muncul setelah makan) merupakan indikasi yang mungkin terjadi jika mengalami jenis ini.
f. Hernia Spigelian, yang terjadi saat ada sebagian usus mendorong jaringan ikat perut (Spigelian fascia) dan menonjol di dinding perut depan kiri atau kanan bawah pusar.
g. Hernia diafragma , yang terjadi saat ada organ perut yang berpindah ke rongga dada melalui celah pada diafragma. Sama seperti hernia umbilikus, jenis ini juga bisa dialami oleh bayi akibat pembentukan diafragma yang kurang sempurna.
h. Hernia epigastrik, yang terjadi saat ada jaringan lemak yang mencuat keluar dan menonjol pada dinding abdomen, di antara pusar dan tulang dada bagian bawah.
i. Hernia otot, yang terjadi saat ada sebagian otot yang mencuat pada abdomen. Jenis ini juga dapat terjadi pada otot kaki akibat cedera berolahraga.
3. Penyebab Hernia
Hernia inguinalis dan femoralis dapat disebabkan oleh melemahnya otot, penuaan, atau ketegangan berulang pada daerah perut dan selangkangan. Ketegangan ini mungkin berasal dari:
– Aktivitas fisik – Angkat berat – Obesitas – Sering batuk – Sembelit
Pada pria, hernia inguinalis dapat disebabkan oleh masalah pada kanalis inguinalis, tempat turunnya testis sebelum atau setelah lahir. Ketika otot-otot di saluran ini tidak menutup seperti seharusnya, area tersebut bisa melemah dan menyebabkan kondisi ini terjadi.
Hernia umbilikalis dapat disebabkan selama kehamilan, ketika tali pusar melewati lubang di otot perut bayi. Pembukaan biasanya menutup segera setelah bayi lahir. Jika otot tidak sepenuhnya menyatu di tengah dinding perut, hernia umbilikalis dapat terjadi saat lahir atau di kemudian hari.
Pada orang dewasa, terlalu banyak tekanan perut dapat menyebabkan hernia umbilikalis. Sedangkan penyebab lainnya yaitu obesitas, kehamilan kembar, dan operasi perut sebelumnya.
4. Komplikasi dari Hernia
Komplikasi hernia inguinalis meliputi:
a. Tekanan pada jaringan di sekitarnya. Kebanyakan hernia inguinalis membesar seiring waktu jika tidak ditangani dengan pembedahan. Pada pria, jika kondisi sudah membesar, maka ia dapat meluas ke skrotum, menyebabkan rasa sakit dan bengkak.
b. Hernia Inkarserata. Jika isi hernia terperangkap di titik lemah dinding perut, isinya dapat menyumbat usus, menyebabkan rasa sakit yang parah, mual, muntah, dan ketidakmampuan untuk buang air besar atau buang gas.
c. Pencekikan. Hernia yang terperangkap atau dibiarkan dapat memotong aliran darah ke bagian usus. Pencekikan dapat menyebabkan kematian jaringan usus yang terkena. Jika tercekik, maka ia dapat mengancam jiwa dan membutuhkan pembedahan segera.
5. Pentingnya pengobatan bagi penderita Hernia
Dalam kasus hernia umbilikalis pada anak, operasi mungkin direkomendasikan.
Terutama jika ukurannya besar atau jika belum sembuh pada usia 4 hingga 5 tahun.
Pada usia ini, seorang anak dapat terhindar dari komplikasi bedah.
Jika orang dewasa mengidap hernia umbilikalis, pembedahan biasanya dianjurkan.
Karena kondisinya tidak akan membaik dengan sendirinya dan risiko komplikasi lebih tinggi.
Salah satu dari tiga jenis operasi hernia yaitu:
a. Operasi Terbuka. Ini adalah operasi dengan membuat sayatan ke dalam tubuh di lokasi terjadinya. Jaringan yang menonjol dipasang kembali dan dinding otot yang melemah dijahit kembali. Terkadang sejenis jaring ditanamkan di area tersebut untuk memberikan dukungan ekstra.
b. Operasi Laparoskopi . Tindakan ini melibatkan jenis operasi yang sama dengan sebelumnya. Namun, alih-alih memotong bagian luar perut atau selangkangan, sayatan kecil dibuat untuk memungkinkan penyisipan alat bedah untuk menyelesaikan prosedur.
c. Perbaikan Hernia Robotik. Seperti operasi laparoskopi, menggunakan laparoskop dan dilakukan dengan sayatan kecil. Dengan operasi robotik ini, ahli beda duduk di konsol di ruang operasi, dan menangani instrumen bedah dari konsol. Sementara itu, operasi robotik dapat digunakan untuk beberapa jenis yang lebih kecil, atau area yang lemah. Sekarang juga dapat digunakan untuk merekonstruksi dinding perut.
6. Cara mencegah Hernia
Seseorang tidak dapat mencegah cacat bawaan yang membuatnya rentan terhadap kondisi ini. Namun, kamu dapat mengurangi ketegangan pada otot dan jaringan perut, misalnya dengan:
a. Mempertahankan berat badan yang sehat.
b. Mengonsumsi makanan berserat tinggi.
c. Angkat benda dengan hati-hati atau hindari mengangkat beban berat. Jika harus mengangkat sesuatu yang berat, selalu tekuk dari lutut, bukan dari pinggang.
d. Berhenti merokok karena merokok sering menyebabkan batuk kronis yang dapat menyebabkan atau memperburuk hernia inguinalis.