Muhammad Majdi, program sekolah ramah anak dan ramah lingkungan untuk pengembangan sosio-emosional anak sekolah dasar di SDN Ngupasan Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Sekolah Ramah Anak dan Ramah Lingkungan memberikan kontribusi terhadap perkembangan sosial emosional anak sekolah dasar di SDN Ngupasan Yogyakarta.
Konsonan Tunggal Huruf
Vocal Panjang
Vocal pendek yang berurutan dalam satu kata dipisahkan dengan apostrof
Kata sandang alif + lam a. Bila diikuti huruf qamariyah
Penyusunan skripsi ini berupa kajian singkat Program Sekolah Ramah dan Ramah Lingkungan dalam Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Sekolah Dasar di SDN Ngupasan Yogyakarta. Hasil observasi lapangan penulis menunjukkan bahwa SDN Ngupasan Yogyakarta merupakan sekolah dasar yang melaksanakan program atau proses pengembangan Program Sekolah Ramah Anak dan Program Sekolah Adiwiyata.
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Mendeskripsikan pola perkembangan sosio emosional anak sekolah dasar melalui program Sekolah Ramah Anak dan Sekolah Ramah Lingkungan di SDN Ngupasan Yogyakarta b.
Manfaat Penelitian
Dapat menambah wawasan penelitian mengenai pemanfaatan program sekolah ramah anak dan ramah lingkungan serta mengetahui perkembangan sosial emosional yang dihasilkan dari pelaksanaan program tersebut. Dengan diterapkannya Program Sekolah Ramah Anak dan Ramah Lingkungan diharapkan keterampilan sosial anak dapat meningkat.
Kajian Pustaka
- Lokasi Penelitian
- Objek dan Subjek Penelitian a. Objek Penelitian
- Data Primer
- Sumber data sekunder
- Metode Pengumpulan Data
- Instrumen Penelitian
- Teknik Pengolahan dan Analisis Data
- Pengujian Keabsahan Data
Tujuan penelitian yang dilakukan peneliti adalah program sekolah ramah anak dan ramah lingkungan terhadap perkembangan sosial emosional anak sekolah dasar di SDN Ngupasan Yogyakarta. Sekretaris dan Koordinator TIM Program Sekolah Ramah Lingkungan (Adiwiyata) merupakan pihak yang terlibat langsung dalam pengelolaan Program Sekolah Ramah Lingkungan (Adiwiyata) di SDN Ngupasan Yogyakarta.
Sistematika Pembahasan
Implementasi sekolah ramah anak dalam pengembangan sosio emosional anak usia dasar di
Implementasi SRA di SDN Ngupasan Yogyakarta berjalan dengan baik, tahapan implementasinya meliputi (1) Kebijakan sekolah ramah anak seperti pendidikan anti kekerasan, (2) Implementasi kurikulum seperti terselenggaranya pembelajaran yang menyenangkan dan menyenangkan, terintegrasinya hak-hak anak. RPP yang ramah anak, media pembelajaran, memiliki peralatan bermain, berbagai kegiatan ekstrakurikuler serta menyelenggarakan kelas-kelas yang inspiratif dan kreatif. Kontribusi yang diperoleh dari penerapan Program Sekolah Ramah Anak terhadap perkembangan sosio-emosional anak sekolah dasar adalah siswa lebih menghargai orang lain, lebih mampu mengendalikan emosi, bertanggung jawab dan murah hati, menyikapi secara positif, hingga berhubungan dengan figur orang tua. . , kepedulian sosial, keinginan untuk meniru teman, dapat memainkan permainan yang menggunakan aturan dan membuat permainan sendiri, anak kelas atas relatif berteman dengan orang yang berjenis kelamin sama, cenderung dapat mengikuti suatu peristiwa dari awal sampai akhir, mempunyai diri sendiri -percaya diri dan dapat membedakan karakter laki-laki dan perempuan, toleran, kooperatif dan bertanggung jawab, serta anak lebih suka menghabiskan waktu bersama teman-temannya.
Implementasi sekolah ramah lingkungan dalam pengembangan sosio emosional anak usia dasar di
Adiwiyata, Merancang visi, misi dan tujuan sekolah yang mencakup pengelolaan lingkungan hidup, Membangun kemitraan lingkungan hidup, Menerapkan kurikulum ramah lingkungan, Menyediakan ruang-ruang untuk mendukung pembelajaran lingkungan hidup, mengelola dan menghemat sumber daya sekolah, dan Pembiayaan pengelolaan lingkungan hidup sekolah. Kontribusi penerapan program Sekolah Ramah Lingkungan terhadap perkembangan sosial emosional anak sekolah dasar adalah anak dapat mengendalikan emosinya, saling membantu dan bekerja sama dengan senang hati, serta bertanggung jawab dan tanggap terhadap kebutuhan teman/lingkungannya. lingkungan sekitar.
Saran-Saran
Pendidik dan Tenaga Kependidikan Terlatih Hak-Hak Anak
Sarana dan Prasarana SRA
Partisipasi Anak
Pendidik, tenaga kependidikan dan pengurus sekolah/madrasah/satuan pendidikan mendengarkan dan mempertimbangkan usulan siswa dalam perencanaan pemenuhan hak dan perlindungan anak, serta rekomendasi RKAS untuk pelaksanaan SRA.
Partisipasi Orang Tua/Wali, Lembaga Masyarakat, Dunia Usaha, Pemangku
Keterlibatan siswa dalam proses penyusunan rencana kerja dan anggaran sekolah (RKAS) b. Libatkan siswa dalam menyiapkan kebijakan dan peraturan sekolah. Pendidik, tenaga kependidikan dan Komite Sekolah/Madrasah/Satuan Pendidikan mendengarkan dan mengkaji usulan siswa untuk menentukan pemenuhan hak dan perlindungan anak, serta rekomendasi RKAS untuk penerapan SRA. P. Partisipasi Orang Tua/Wali, Lembaga Masyarakat, Dunia Usaha, Stakeholder... kemampuan menjamin tumbuh kembangnya minat, bakat dan keterampilan anak.
KTSP memuat
RKAS memuat
50% (lima puluh persen) siswa mempunyai kemampuan memecahkan masalah lingkungan hidup dalam kehidupan sehari-hari c. 3 (tiga) mitra yang mendukung kegiatan yang berkaitan dengan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup seperti: pelatihan terkait perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, pengadaan sarana ramah lingkungan, pembinaan upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, dan lain-lain. 3 (tiga) kemitraan yang difasilitasi oleh komite sekolah untuk kegiatan aksi bersama terkait pembelajaran lingkungan hidup.
Kebijakan Sekolah Ramah Anak dalam
Lampiran 4: INSTRUMEN PENELITIAN PROGRAM SEKOLAH RAMAH ANAK PROGRAM SEKOLAH RAMAH ANAK Instrumen penelitian Rumusan masalah.
Kepala Sekolah
Terdapat berbagai kegiatan mahasiswa secara individu maupun kelompok untuk mengaktifkan Gerakan Mahasiswa Bersatu untuk menjadikan SRA terintegrasi dalam RKAS. Penetapan sekolah ramah anak, dokumentasi sarana dan prasarana mengenai sekolah ramah anak.
Ketua TIM SRA
- Kebijakan sekolah ramah anak
- Pelaksanaan Kurikulum m. Apakah ada dokumen kurikulum
- Pelaksanaan Kurikulum
- Pendidik dan tenaga Pendidik dan Tenaga
- Sarana dan Prasarana SRA a. Berapa luas kelas dan berapa
- Partisapsi Orang Tua a. Bagaimana bentuk partisapasi
Apakah tersedia RRP ramah anak (yang antara lain tidak mengandung unsur kekerasan, pornografi, dan terorisme. Apakah pelajar dapat memiliki kesadaran sosial untuk membedakan toilet wanita dan toilet pria? Apakah terdapat media komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) ) yang berkaitan dengan SRA (misalnya: langkah mencuci tangan pakai sabun, membuang sampah pada tempatnya).
Sekolah/Madrasah/Satuan Pendidikan mendengarkan dan mengkaji usulan siswa untuk menyusun pemenuhan hak dan perlindungan anak, serta rekomendasinya.
Guru Kelas
Peserta Didik
Apakah mahasiswa mempunyai kesadaran untuk selalu berpartisipasi dalam kegiatan pesta ini? . materi berdasarkan kemampuannya menjamin pertumbuhan dan perkembangan minat, bakat dan kemampuan anak 14) Memberikan persetujuan terhadap setiap kegiatan siswa di satuan pembelajaran sepanjang sesuai dengan prinsip SRA 15) Memantau keselamatan. keamanan dan kenyamanan siswa, termasuk memastikan penggunaan internet yang sehat dan media sosial yang ramah anak 16) Bersikap proaktif.
Orang Tua
Kebijakan berwawasan Lingkungan
Pelaksanaan
Pelaksanaan Kurikulum Berbasis Lingkungan
Kegiatan Lingkungan Berbasis Partisipatif
70% (tujuh puluh persen) tenaga pengajar menguasai konsep dan mampu menerapkan konsep tersebut dalam memecahkan permasalahan lingkungan hidup. 50% (lima puluh persen) siswa mempunyai kemampuan memecahkan masalah lingkungan hidup dalam kehidupan sehari-hari j. 80% (delapan puluh persen) warga sekolah memanfaatkan lahan dan fasilitas sekolah sesuai dengan prinsip perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, antara lain: kegiatan ekstrakurikuler antara lain Pramuka, Karya Ilmiah Remaja, Dokter Kecil, Palang Merah Remaja, dan Pencinta Alam. , yang digunakan untuk pembelajaran yang berkaitan dengan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, antara lain: .. berjenis kelamin sama dan berhati-hati terhadap lawan jenis 28. sekolah dalam upaya menjaga dan mengelola lingkungan hidup yang ada.
Apakah sekolah melibatkan masyarakat, termasuk siswa, dalam kegiatan aksi lingkungan hidup yang dilakukan pihak eksternal? Apakah ada kegiatan seminar dalam rangka d. kegiatan kreativitas dan inovasi warga sekolah dalam upaya konservasi.
Pengelolaan Sarana Pendukung Ramah
Pengelolaan Sarana Pendukung Ramah
3 (tiga) dukungan yang diberikan sekolah dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, seperti: . bimbingan teknis pembuatan biopori, pengelolaan sampah, pertanian organik, biogas, dll. permasalahan lingkungan hidup di sekolah sesuai standar sarana dan prasarana Permendiknas No 24 Tahun 2007, seperti Industri kerajinan tangan dari bahan alam maupun buatan (barang bekas). keuntungan memanfaatkan barang bekas dengan bantuan guru o Mengetahui. cara mengolah bahan alam dan menjadikannya kerajinan tangan sesuai petunjuk pada buku siswa o Pembuatan. Ciptakan bentuk datar yang berbeda melalui aktivitas melipat dan memotong. o Amati gambar lapangan bermain di buku siswa dan sebutkan jenis-jenis bangun datar pada gambar tersebut. o mengamati gambar bangun datar pada buku siswa dan menentukan jumlah sisi dan titik sudutnya. setiap data bangun atau sebutkan. unsur dan sifat bangun datar 4.10.
Menghasilkan berbagai macam bentuk datar yang diperoleh melalui kegiatan pembengkokan dan pemotongan atau cara lainnya. berbagai bentuk datar dengan kegiatan membungkuk dan memotong. Menjelaskan dan menerapkan teks/petunjuk pendidikan tentang perawatan dan siklus hidup hewan dan tumbuhan. budidaya hewan dan tumbuhan secara mandiri dalam bahasa Indonesia lisan dan tulisan yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu pengenalan PPKn 3.1. Bertindak sesuai sila ketiga Pancasila. o membaca teks tentang manfaat kerjasama o menjawab. pertanyaan yang berkaitan dengan teks, di buku siswa tentang penyebutan. dan perilaku yang sesuai dengan prinsip 4.1. Amati dan laporkan perilaku. sekitar rumah dan sekolah serta mengaitkannya dengan pemahamannya terhadap simbol-simbol sila Pancasila.
Interpretasi data berdasarkan grafik. o Amati gambar dan penjelasan tentang menghitung waktu sebelum dan sesudah di buku teks. perhitungan waktu berdasarkan data pekerjaan sehari-hari.
KOMPETENSI INTI (KI)
KOMPETENSI DASAR (KD) & INDIKATOR Bahasa Indonesia
TUJUAN PEMBELAJARAN
Dengan memahami berbagai jenis permainan tradisional yang ada disekitarnya, siswa dapat membicarakan salah satu jenis permainan tradisional yang sering mereka mainkan. Dengan memperhatikan penjelasan guru, siswa dapat menerapkan desain berupa kerajinan fungsional dari barang bekas. Dengan memperhatikan bangun datar yang diperlihatkan, siswa dapat menuliskan unsur-unsur pada bangun datar yang diamatinya.
MATERI PEMBELAJARAN 1. Permainan Tradisional
LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Siswa menuliskan dalam bahasanya sendiri keterangan-keterangan dalam teks yang telah dibacanya pada lembar di buku siswa - Siswa menceritakan pengalamannya. Guru dapat menjelaskan bahwa kegiatan yang baru saja mereka lakukan disebut mendaur ulang atau mendaur ulang barang bekas. Guru menjelaskan konsep sisi dan titik sudut pada 5 jenis bangun datar (persegi, persegi panjang, segitiga, segi lima, dan segi enam).
Siswa mengamati gambar bangun datar pada buku siswa dan menentukan jumlah sisi dan simpul yang dimiliki setiap bangun datar. - Siswa mengerjakan soal latihan. Siswa mendeskripsikan jenis bangun datar yang unsur-unsurnya sudah diketahui pada selembar kertas berwarna, kemudian mengguntingnya. Guru dapat membimbing siswa membaca informasi teks yang tersedia jika siswa belum mampu membaca dan mencari informasi dari teks tersebut.
Siswa dapat membuat gambar bertema bebas yang mencakup berbagai jenis bangun datar setelah menguasai konsep dasar bangun datar.
PENILAIAN PEMBELAJARAN 1. Penilaian Pengetahuan
Penilaian Ketrampilan
Catatan Anekdot untuk mencatat sikap (tanggung jawab dan peduli)
SUMBER DAN MEDIA PEMBELAJARAN 1. Buku Guru dan Buku Siswa kelas III, Tema 5
Namun jika ada siswa yang menyandang disabilitas, pihak sekolah tidak dapat mengingkari hak anak tersebut untuk bersekolah. Jawaban: Jika ada siswa yang teridentifikasi memiliki disabilitas, biasanya kami menjelaskan hal tersebut kepada orang tua, serta meminta bantuan psikolog untuk menilai siswa di sekolah, jika ada keluhan dari wali kelas siswa yang teridentifikasi memiliki disabilitas. cacat, kami akan melaporkan hasil penilaian tersebut kepada orang tua siswa. Dan di Sekolah Ramah Anak, setiap pagi ada jadwal menunggu anak sebelum sekolah dan menegur siswa yang pakaiannya kotor atau tidak rapi.
Anggota TIM SRA dan Adiwiyata serta orang tua siswa kelas Wardana Natan Saputra VA. Petugas kebersihan SDN Ngupasan Yogyakata dan orang tua siswa Kelas IIa, Dhiki Rusnawan Putera. Jawaban: Ceritakan kepada orang tuamu di rumah tentang aktivitasnya di sekolah, seperti pertemanan dan nilai saat ada ulangan.
Jawaban: Saya suka bulutangkis, orang tua saya mendukung saya dengan pelajaran tambahan di luar sekolah.