Written by
Conita Aurellia Dyanto Faqih Atthoriq
Draft I - 20/04/2023 Draft II - 13/06/2023 Draft III - 20/07/2023
Draft IV - 24/07/2023 Draft V - 08/08/2023 Draft VI - 13/08/2023 Draft Final - 17/08/2023
INT. KAMAR ADAM - DAY
1 1
ADAM (L/24) duduk di kursi depan meja sambil menuliskan sesuatu di jurnalnya. Meja tersebut tidak terlalu rapih, namun juga tidak terlalu berantakan. Di meja terdapat beberapa foto, termasuk foto polaroid dirinya dengan perempuan (LUSI) dan sebuah tiket pesawat.
Di dinding terdapat foto wisuda Adam bersama Ibu dan Ayahnya.
ADAM (V.O.)
Ini tentang diriku... Tidak, ini tentang dirinya. Sebetulnya, aku tidak terlalu memikirkan kehidupan yang bahagia. Aku membiarkan
hidupku berjalan seperti
semestinya. Keharmonisan keluarga?
Ya, berjalan seperti keluarga pada umumnya. Tidak terlalu spesial.
Dalam sela-sela aktifitas menulis, Adam melihat foto dirinya bersama Lusi tersebut.
BEGIN FLASHBACK:
INT. RUANG MEETING - DAY
2 2
Adam sedang duduk mengerjakan sesuatu di laptop. Ia, bersama bos dan beberapa rekan kerjanya termasuk REVAN (L/24) sedang bersiap-siap melaksanakan meeting. Revan melihat seperti
mengintip laptop yang ada di depan Adam, Adam menoleh ke arah Revan, seketika Revan langsung fokus dengan berkasnya seakan tidak terjadi apa-apa.
Tiba-tiba LUSI (P/23) datang dan duduk tepat di depan meja Adam. Pandangan Adam dan Revan langsung kepada Lusi. Adam melirik Lusi.
ADAM (V.O.)
Hingga akhirnya aku bertemu
dengannya. Seorang perempuan yang menunjukan secercah kebahagiaan dalam hidupku.
MONTAGE:
- Lusi yang sedang duduk menjelaskan proyeknya di depan Adam.
- Adam melihat Lusi dengan begitu fokus.
- Lusi sambil berdiri menjelaskan proyek tersebut dengan tegas.
- Revan sesekali mengganggu Adam yang sedang fokus memandang Lusi.
- Rekan- rekan Adam melihat Lusi dengan begitu fokus.
- Lusi melihat ke arah Adam sembari menjelaskan proyek tersebut.
- Adam termenung melihat ke arah Lusi.
ADAM (V.O.)
Perempuan tersebut bernama Lusi.
Perempuan dengan banyak cerita dalam hidupku. Kita berasal dari kota yang sama... Bandung...
FADE TO:
INT, KAMAR LUSI - DAY
3 3
Close up tangan Lusi menyalakan musik.
Lusi yang sedang duduk di kursi depan meja bernyanyi pelan mengikuti irama musik yang sedang ia dengarkan. Lusi sibuk membuka barang koleksinya untuk dibersihkan dalam sebuah kardus. Di dalam kardus tersebut terdapat juga foto Lusi dan Ibunya.
ADAM (V.O.)
Sejak orang tuanya bercerai Lusi memilih untuk tidak terikat dengan siapapun. Lusi memang tidak
melankolis, tentang hal-hal yang mendekatkannya kepada kesetiaan. Ia tidak mempercayainya.
Lusi fokus membersihkan sebuah jam tangan, ia membersihkannya dengan sebuah kain kecil dan meletakannya di meja.
ADAM (V.O.)
Lusi hanya mempercayai dua hal.
Pertama, mengoleksi beberapa barang.
Kemudian Lusi kembali mengambil barang yang ada di meja, sebuah cendramata berbentuk hati. Namun, kini ia tidak membersihkannya. Lusi mengamati gantungan tersebut dan kemudian membuang cendramata tersebut ke lantai.
ADAM (V.O.)
Yang kedua, membuang barang tersebut.
Ketika Lusi sibuk membereskan barang koleksinya, tiba-tiba terdengar suara ketukan dari pintu kamarnya. Lusi sibuk dengan aktifitasnya dan tidak membukanya.
(sedikit berteriak)LUSI Masuk...
Adam masuk sambil membawa kantong makanan, lalu menyimpan kantong makanan tersebut di meja makan kamar Lusi.
Aku bawa mi ayam buat kamu Si.ADAM
Kok mi ayam? Kalau buat nonton LUSI bareng tuh enaknya pop corn Dam...
Ah iyah, yaudah aku beli dulu.ADAM
Adam mau berjalan namun Lusi langsung berdiri menghampiri Adam dan memegang tangannya.
Eh, nggak usah Dam, aku becanda. LUSI Mana mi-nya, ayo kita makan.
Lusi duduk di kursi meja makan dan menuangkan makanan
tersebut ke mangkok. Adam duduk bersebrangan dengan Lusi, ia melihat ke kiri dan ke kanan dan melihat sebuah cendramata hati yang Lusi yang berada di lantai.
Si, kok itu ada di lantai?ADAM
(polos)LUSI
Oh itu, biarin aja.
Adam mengambil sendok dan garpu dengan tatapan heran ke Lusi.
Close up cendramata yang berada di tempat sampah.
CUT TO:
INT. RUANG KERJA 1 - DAY
4 4
Adam dan Revan duduk dengan meja yang bersebelahan sambil mengerjakan sebuah creative deck.
REVAN
Dam, kalau warnanya pastel gitu emang nggak ngaruh sama permintaan klien?
Kalau warna bisa diubah lagi ntar ADAM Van, yang perlu kita pikirkan sekarang caption buat promosi ini gimana?
REVAN Nah...
Perkataan Revan terpotong dengan suara ponselnya yang berdering. Revan menggunakan bahasa isyarat ke Adam dan berdiri sebentar keluar dari frame mengangkat telfon tersebut. Adam tetap fokus memikirkan bahasan terakhir tentang caption. Setelah beberapa saat Revan kembali masuk.
REVAN (CONT’D)
Si bos minta ini besok harus beres.
Yaudah sih. Cuma ya itu, caption ADAM promosi belum sempat urang pikirin.
REVAN
Ah anjir ngedadak, coba maneh tanyain sama Lusi. Dia kan brandcom, jago kayaknya.
Adam terdiam sesaat.
Oke, ntar dicoba deh.ADAM
CUT TO:
INT. KAMAR LUSI - NIGHT
5 5
ESTABLISH: Depan rumah Lusi malam hari.
Adam dan Lusi duduk di depan televisi. Adam sibuk dengan macbooknya, ia mengerjakan pekerjaannya. Lusi memperhatikan Adam.
Adam sambil mengetik.
Sorry loh udah ganggu istirahatnya.ADAM
(tertawa)LUSI
Santai aja, yang penting kamu kesini bawain aku makanankan hahaha.
Iya dong, mana diabisin sama kamu ADAM semuanya lagi.
Lusi mencubit tangan Adam dan Adam sedikit kesakitan.
Ih mana, nggak juga. Itu ada sisa.LUSI
Sakit Si. ADAM
Lusi tertawa kecil.
MONTAGE:
- Lusi dengan serius menjelaskan kepada Adam.
- Adam terpaku melihat Lusi yang sedang menjelaskan sesuatu kepadanya.
- Lusi sambil tertawa menepuk pelan bahu Adam.
- Sesekali Adam becanda menggerakan kepala ke kanan dan ke kiri.
- Mereka berdua tertawa bersama.
CUT TO:
INT. KORIDOR KANTOR - DAY
6 6
Adam tergesa-gesa keluar dari lift bersama karyawan lainnya, ia berjalan tergesa-gesa sesekali melihat jam tangannya.
Dari kejauhan Revan sudah berdiri di depan pintu ruang kerja.
REVAN Dari mana aja maneh.
(menghela nafas)ADAM
Sorry macet, yaudah ayo ah.
Revan dan Adam masuk ke ruangan meeting bersamaan.
CUT TO:
INT. RUANGAN MEETING - DAY
7 7
Adam dan Revan memasuki ruangan meeting. Di dalamnya sudah ada dua orang klien dan bos, di dalam juga ada Lusi yang mendampingi atasan Adam.
Adam menganggukan kepala kepada semua karyawan dengan gerakan basa-basi menyapa orang. Revan berjalan seperti ragu-ragu dan bersembunyi di belakang mengikuti gerakan Adam.
ESTABLISH: Jam dinding yang berubah ke sore hari.
CUT TO:
INT. RUANG KERJA LUSI - DAY
8 8
Lusi yang sedang duduk membereskan barang-barangnya dan
bersiap untuk pulang. Adam datang dan berhenti di depan pintu ruang kerja Lusi.
Hei... ADAM
Adam melambaikan tangan. Lusi juga melambaikan tangan.
Hei, keren tadi presentasinya.LUSI
Kan kamu yang bantu Si, kamu mau ADAM apa dari aku?
Traktir nih?LUSI
Kalau bukan karena copywriting dari ADAM kamu, mana mungkin tadi proyek ini bisa tembus.
Lusi melemparkan tisu ke arah Adam.
Nggak usah lebay deh.LUSI
(tertawa)ADAM
Yaudah, kamu mau apa?
Aku nggak mau apa-apa sekarang. LUSI Ntar aja, besok kan weekend.
Temenin aku ke taman mau nggak?
Besok jadwal olahraga aku sih.ADAM
(dengan nada meledek)LUSI
Ih apaan sok-sokan olahraga, nggak percaya.
Adam tertawa.
Emang mau ke taman mana?ADAM
Ntar deh aku kabarin besok.LUSI
Yaudah besok aku jemput lagi. ADAM Sekarang pulang sama siapa?
Aku udah pesen ojek online.LUSI
Yaudah, see you yah.ADAM
Adam sambil melambaikan tangan, Revan datang menyusul Adam.
REVAN
Apa mau pulang bareng aing?
Apa sih...ADAM
Adam dan Revan jalan berdua dengan Lusi yang melihat mereka berdua dan tersenyum sambil melambaikan tangan.
ESTABLISH: Pergantian langit sore hari menuju esok harinya.
CUT TO:
EXT. TAMAN - DAY
9 9
Adam dan Lusi berjalan di taman. Lusi sibuk memotret keadaan sekitar dengan kamera analognya. Ia memotret bunga, pohon, dan pemandangan sekitar. Sedangkan Adam mengikuti sambil memegang sebuah minuman milik Lusi.
Setelah memotret, Lusi menghampiri Adam yang sedari tadi memandanginya. Lusi meminta minuman dari Adam.
Sini... Pengen minum.LUSI
Adam memberikan minuman kepada Lusi dan Lusi duduk di sebelahnya.
Nggak capek?ADAM
Lusi diam tidak menjawab, kemudian meminum-minuman tersebut.
Ia mengelap kening dengan tangan dan memandangi Adam sejenak.
Wajah Adam terlihat heran dengan tatapan Lusi.
Dam... Diem.LUSI
(heran)ADAM Apaan?
(Lusi memperagakan LUSI tangannya secara alay untuk Adam)
Tangannya gini Dam...
(malu)ADAM
Apaan sih Si, malu.
Lusi memotret Adam yang sedang malu, Lusi tertawa kecil memperhatikan Adam.
ADAM (V.O.)
Aku belum pernah merasa seperti ini. Lusi memang penuh warna, perasaannya hangat seperti musim gugur. Ingin sekali aku selalu bersamanya, berharap musim ini tidak akan pernah berakhir.
Lusi berulang kali memotret Adam sambil bercanda. Adam berdiri dan pergi keluar dari frame, Lusi juga berdiri kemudian mengikuti Adam.
CUT TO:
EXT. DEPAN RUMAH LUSI - NIGHT
10 10
Adam dan Lusi sampai di depan rumah menggunakan motor. Wajah mereka terlihat begitu lesu. Lusi turun dari motor lalu
memberikan helm kepada Adam, Adam menyimpan helm dan berdiri di dekat motor. Lusi berjalan menuju pintu dan kemudian tiba- tiba berhenti dan menoleh ke belakang dan membalikan badan.
Loh, kamu nggak masuk?LUSI
Aku harus pulang, ada kerjaan ADAM besok.
Lusi pun kembali mendekati Adam. Ia berdiri di depan Adam.
Terlihat badan Adam sedikit lebih tinggi dari Lusi.
Dam... LUSI
Adam sedikit menggerakan kepala melihat Lusi.
LUSI (CONT’D)
Kamu nggak mau ngomong sesuatu?
Ngomong apa Si?ADAM
(memancing obrolan)LUSI Kamu nggak mau jujur?
Adam menoleh sesaat dan kembali melihat Lusi.
LUSI (CONT’D) Kamu suka sama aku?
Adam terdiam dengan muka yang datar. Setelah itu Adam perlahan mulai tersenyum.
(gugup)ADAM
Iya, aku suka sama kamu.
Tapi sebagai temenkan?LUSI
Ekspresi Adam yang dari awalnya senyum berubah menjadi datar.
Adam melihat Lusi lalu senyum seperti terpaksa.
Iya, temen kok.ADAM
(polos)LUSI
Kamu nggak apa-apa kan? Aku juga suka kamu Dam, kamu orangnya asik.
Aku nggak mau kehilangan kamu.
(tersenyum kecil)ADAM Iya...
Lusi tiba-tiba langsung memeluk Adam. Adam sedikit terkejut dan membalas pelukan Lusi namun dengan berat hati.
ADAM (V.O.)
Aku tak bisa mengelak dari kekuatan ini, aku tak bisa menghindarinya.
Jantungku seakan berlari kencang.
Jiwaku ingin menyelami lautan kehidupannya dan membangun cerita indah bersamanya. Namun...
END FLASHBACK:
PRESENT DAY
INT. KAMAR ADAM - DAY
11 11
Adam yang sedang duduk terdiam memandang foto dirinya bersama Lusi, kemudian melihat sebuah kotak merah kecil yang berada di depannya. Kemudian Adam mengambil kotak tersebut dan membukanya.
Di dalam kotak terdapat sebuah gantungan berbentuk angsa.
Adam tersenyum kecil melihatnya.
BEGIN FLASHBACK:
INT. KEDAI KOPI - DAY
12 12
Adam dan Lusi datang dan masuk untuk memesan minuman.
Sebuah meja kosong dan kursi yang berhadap-hadapan, Adam dan Lusi datang kemudian duduk.
Katanya kopi di sini enak terus LUSI suasananya juga adem.
Kata siapa?ADAM
Kata orang-orang di kantor, kan ini LUSI lokasinya dekat dari kantor.
Oh iya. ADAM
(canda)LUSI
Kamu juga bisa liat sendiri kali Dam.
Adam menganggukan kepala dengan sedikit menggerakan alis mata.
Pelayan datang membawa minuman Adam dan Lusi, lalu meletakannya di atas meja.
LUSI (CONT’D) Makasi banyak.
PELAYAN Iya sama-sama.
Adam memperhatikan Lusi. Lusi langsung meminum minuman tersebut. Adam teringat sesuatu dan membuka tasnya. Ia
mengeluarkan sebuah kotak dan memberikannya kepada Lusi. Lusi mengambil kotak itu.
(heran)LUSI Apa ini?
Buka. ADAM
Lusi membuka kotak tersebut dan mengeluarkan isinya yang
merupakan gantungan berbentuk angsa. Lusi mengamati gantungan tersebut.
Buat aku? LUSI
Adam menganggukan kepala.
LUSI (CONT’D) Kok angsa sih?
Bagus ajah.ADAM
Boong, kamu kan biasanya suka LUSI lebay, ada filosofi-filosofi gitu.
Adam tersenyum kecil dan kemudian diam.
Hm... Angsa itu simbol keanggunan.ADAM
(tertawa)LUSI
Aku lebih anggun dari pada angsa.
Nggak juga.ADAM
Lusi mencubit Adam.
(gemes)LUSI Ih, emang iya.
Angsa itu hewan monogami.ADAM
Lusi mulai memperhatikan Adam sambil sedikit memiringkan kepala.
ADAM (CONT’D) Angsa itu hewan yang setia.
Kemudian Lusi melihat gantungan tersebut. Lalu kembali melihat ke Adam.
(senyum)LUSI
Ohh, makasi ya Dam.
Lusi kembali melihat gantungan tersebut.
Kamu kenapa?ADAM
Nggak apa-apa kok.LUSI
Adam meminum minumannya. Lusi meletakan gantungan tersebut di atas meja. Terlihat Adam dan Lusi duduk berhadap-hadapan dan di sekelilingnya ada beberapa pengunjung yang sedang
bercengkrama.
Si... ADAM
Ya Dam? LUSI
Kamu pernah pacaran?ADAM
Pernah, dulu.LUSI
Terus kenapa bisa udahan?ADAM
Aku lebih suka sendiri, lagian aku LUSI bisa lebih bebas.
Terus kalau kamu jatuh cinta ADAM gimana?
Close up tangan Lusi memegang gantungan angsa yang berada di atas meja.
Cinta itu nggak ada Dam. Paling LUSI juga kalau ada, selayaknya kasih sayang Ibu ke anaknya.
Adam mengangguk kecil dan sedikit memundurkan badan ke belakang.
LUSI (CONT’D) Kamu? Pernah?
Kayaknya pernah, tapi aku ngak ADAM ingat. Nggak ingat juga itu serius atau nggak.
Jatuh cinta?LUSI
Adam sedikit memajukan duduknya dengan badan tegas.
Kalau itu, aku lagi merasakannya ADAM saat ini.
Suasana di kedai kopi seketika terdiam dan spotlight tertuju pada Adam dan Lusi yang saling berhadap-hadapan.
CUT TO:
EXT. DEPAN RUMAH LUSI - NIGHT
13 13
ESTABLISH: Penampakan rumah Lusi malam hari.
Adam dan Lusi datang menggunakan motor lalu berhenti.
Lusi turun dari motor dan memberikan helm kepada Adam, lalu ia berjalan menuju pintu rumah. Adam bergegas menyimpan helm dan mengikuti Lusi. Lusi kemudian berhenti dan membalikan badan lalu mendekati Adam yang berhenti.
Sebenarnya gimana sih Dam?LUSI
Kenapa lagi?ADAM
Adam dan Lusi saling berhadap-hadapan.
Kamu sayang aku kan?LUSI
Suasana hening sekeliling mereka berdua. Close up gantungan angsa yang tergantung di tas Lusi.
Iya, aku sayang kamu.ADAM
Sebagai apa?LUSI
Ya sebagai...ADAM
Lusi memotong pembicaraan Adam.
(laun)LUSI
Sebagai teman kan?
Raut wajah Adam seketika berubah menjadi murung.
Iya, temen.ADAM
Lusi mengambil tangan Adam dan mengelus-elusnya, ia tersenyum kepada Adam.
Good night ya Dam, kamu langsung LUSI pulang ya. Udah malem.
Iya. ADAM
Lusi masuk ke dalam rumah meninggalkan Adam. Adam terdiam melihat Lusi dan perlahan membalikan badan dan menundukan kepada dan menaiki motornya.
ADAM (V.O.)
Saat kamu memasuki kehidupanku
semuanya terasa berubah. Dunia yang terasa biasa saja tiba-tiba
berwarna seperti pelangi. Senyumnya tak kuasa untuk menahan hati.
Namun, sampai kapan hal ini menjadi sebatas pertemanan suci.
ESTABLISH: Bulan malam hari yang bersinar terang.
CUT TO:
INT. LIFT - DAY
14 14
Terlihat beberapa karyawan di dalam lift dan Adam berada di tengahnya.
Adam kemudian mengecek ponselnya.
INSERT: Pop up chat ada yang belum dibalas oleh Lusi.
Lalu Adam menyimpan kembali ponselnya.
CUT TO:
INT. KORIDOR KANTOR - DAY
15 15
Pintu lift terbuka, beberapa karyawan keluar dari dalam lift.
Adam keluar dari lift dan lanjut berjalan.
Di depan pintu kantor, Lusi dan Revan sedang berbincang
dengan segelas kopi di masing-masing tangan mereka. Terlihat Lusi begitu ceria ngobrol bersama Revan.
Adam dengan muka sedikit heran berjalan dan mempercepat
jalannya masuk ke dalam kantor. Ia tidak memperdulikan Revan dan Lusi yang sempat melihat ke arahnya. Muka heran
diperlihatkan oleh Revan, Lusi memperhatikan Adam.
CUT TO:
BEGIN MONTAGE - VARIOUS SCENE
16 16
- Adam duduk di meja kantornya dan terlihat seperti orang yang lagi banyak pikiran.
- Adam melihat Lusi ngobrol bersama salah seorang karyawan lain dengan ekspresi yang begitu bahagia.
- Adam duduk dan memakan sebuah roti dengan ekspresi dan tubuh yang tidak punya semangat.
- Revan menanyakan sesuatu tentang kerjaan mereka, namun Adam tidak menjawab.
- Adam membereskan barang-barangnya untuk pulang.
- Di koridor, Adam melihat Lusi bertemu dengan laki-laki lain dan mereka berjalan berdua.
ADAM (V.O.)
Persis seperti yang Lusi katakan.
Mencintai itu seperti terjun bebas ke dalam sebuah jurang gelap. Kita tidak pernah tau, kapan kita akan mencapai dasar.
- Suasana ramai jalan sore hari.
END MONTAGE.
CUT TO:
INT. KAMAR ADAM - NIGHT
17 17
Adam masuk ke dalam kamar lalu meletakan tas dan ponselnya di atas meja. Ia duduk di kursi depan meja dan terdiam sesaat.
Kemudian mengambil tasnya dan mengambil sebuah jurnal yang masih baru dengan pembatas buku bergambar “The Fool” Tarot.
Ketika Adam mau membuka buku itu, ponselnya berdering.
INSERT: Panggilan telpon dari Lusi. Kemudian pemberitahuan pesan dari Lusi yang berisi permintaan maaf karena baru membalas pesan Adam. Lalu Adam duduk di kursi depan meja.
Lusi menelfon lagi dan Adam mengangkatnya.
LUSI (O.S.) (suara memelas)
Halo Dam... Maaf ya, aku baru bales chat kamu.
Iya. ADAM
LUSI (O.S.)
Jangan marah... Oh iya Dam aku mau masak banyak nih. Nanti malam kamu ke sini ya.
Adam terdiam sesaat dan tidak menjawab perkataan Lusi.
ADAM (V.O.)
Aku ingin berhenti kembali ke
jurang itu. Aku ingin kembali naik ke permukaan. Melepas semua
kegelapan ini. Namun, setiap kali mendengar suaranya, hatiku seakan terikat untuk terus kembali.
Kemana? Dan dimana? Tempat untuk aku menghindar.
LUSI (O.S.)
Halo Dam, kamu kasih disitu kan?
(sedikit kaget)ADAM
Oh iya, nanti aku ke sana. Aku siap- siap dulu.
Nah gitu dong, aku tunggu yah bye.LUSI
Lusi menutup panggilan telpon, Adam diam sejenak lalu bangun dari duduk dan keluar dari kamar.
CUT TO:
INT. KAMAR LUSI - NIGHT
18 18
ESTABLISH: Tampak depan rumah Lusi dan Motor Adam yang parkir di depannya.
Hidangan yang sudah siap di atas meja, tangan Adam mengambil beberapa lauk. Adam dan Lusi sedang duduk di meja makan
memakan hidangan masing-masing.
Enak nggak?LUSI
Enak kok. ADAM
Lusi tersenyum, dan Adam membalas senyuman tersebut. Adam dan Lusi menyantap makanan tersebut.
ADAM (CONT’D) Tadi kamu pulang sama siapa?
Tadi? Oh itu temen aku.LUSI
Adam diam sesaat dan berhenti mengunyah makanan yang ada di dalam mulutnya, kemudian memperhatikan Lusi sambil menyimpan garpu dan sendok di piring.
Temen ya, kayak aku berarti.ADAM
Adam langsung membuang muka. Lusi terdiam kemudian menyimpan sendok dan garpu di atas piring. Lusi dan Adam saling
berhadap-hadapan.
Maksud kamu?LUSI
Sama kayak aku kan berarti, cuma ADAM teman.
Lusi melipat kedua tangannya di atas meja dan sedikit memajukan badannya.
(kesal)LUSI Maksud kamu?
(tegas)ADAM
Iya kamu tadi pulang bareng teman kamu. Sama kayak aku kan, cuma kamu anggap teman.
(sedikit emosi)LUSI Terus?
Adam membuang muka satu kali dan kembali menatap Lusi.
(tegas)ADAM
Sebenarnya hubungan kita ini apa sih? Kamu ngasih perhatian ke aku, kamu ngasih kebahagian ke aku.
Setiap hari, hidup aku jadi lebih ada semangat dibanding sebelumnya.
Begitupun aku ke kamu melakukan hal yang sama. Tapi kita malah terpisah dengan kata yang kamu ucap sebagai teman.
(continuity)LUSI
Apa sih Dam, aku kan udah bilang nggak bisa terikat dalam hubungan yang lebih.
(tulus)ADAM
Tapi kamu ngasih harapan itu ke aku Si...
Lusi memundurkan badannya dan mulai menundukan kepala sambil menghela nafas. Adam dan Lusi duduk berhadap-hadapan.
ADAM (CONT’D) (continuity)
Apa aku cuma boneka penghibur buat kamu?
Adam diam dan Lusi pun diam.
(kesal)LUSI
Mending kamu pulang deh, aku pengen sendiri dulu.
Adam tanpa ngomong apa-apa langsung berdiri dan pergi
meninggalkan Lusi. Lusi hanya terdiam duduk sendiri di meja makan dengan kedua tangan yang terlipat di atas meja dan menundukan kepala.
FADE TO:
INT. KORIDOR KANTOR - DAY
19 19
Adam berjalan di koridor dengan wajah yang lesu. Dari kejauhan Lusi mengejar Adam.
(sedikit berteriak)LUSI Dam... Adam...
Adam pura-pura tidak mendengar dan terus berjalan, lalu Lusi menarik tas Adam.
Adam membalikan badan. Lusi melihat ke muka Adam, wajah Adam terlihat memelas.
LUSI (CONT’D)
Aku mau minta maaf, semalam nggak seharusnya aku ngomong kayak gitu.
Oh iya. ADAM
Adam membalikan badan untuk lanjut berjalan dan Lusi menahannya.
Aku tau Dam, aku salah. Aku...LUSI
Adam memotong perkataan Lusi.
Aku juga minta maaf, udah merusak ADAM suasana kemarin.
Mereka saling bertatapan dan mulai tersenyum kecil.
(manja)LUSI
Gimana kalau kita perbaiki ini dengan makan es krim beres kerja nanti, mau nggak?
(tersenyum kecil)ADAM Boleh.
Adam dan Lusi kemudian memasuki kantor sambil bercanda. Revan menyusul dengan terburu-buru.
END FLASHBACK:
PRESENT DAY
INT. KAMAR ADAM - DAY
20 20
Adam memegang sebuah kotak merah kecil, kemudian berdiri dari duduknya dan berjalan ke kasur. Adam duduk dengan sebuah dus kosong dan barang-barang yang sudah ada di kasur. Adam
memasukan kotak merah kecil tersebut ke dalam dus. Ia memasukan satu-persatu dengan barang-barang yang ada di sekeliling dus, termasuk foto ia bersama keluarganya.
Ketika ia melihat foto polaroid dirinya dan Lusi, Adam sempat terhenti.
BEGIN FLASHBACK:
EXT. FREEZH - DAY
21 21
Adam dan Lusi datang, kemudian Lusi duduk di kursi dan Adam masuk ke dalam untuk memesan es krim.
(MORE) INSERT: Split transisi.
Lusi duduk di kursi. Ia memegang kamera polaroidnya dan memotret ke sana kemari beberapa kali. Tak lama Adam datang membawa dua es krim di tangannya. Adam duduk dan memberikan es krim kepada Lusi.
Adam dan Lusi menikmati es krim bersama. Sesekali Lusi mengarahkan kamera ke arah jalan lalu kembali menimkati es krim.
Enak nggak?ADAM
Ya kayak es krim sewajarnya.LUSI
Dingin? ADAM
Manis. LUSI
Lusi melihat Adam yang sedang menjilat es krimnya. Kemudian Lusi tiba-tiba mengambil es krim Adam dan mencicipinya. Adam terjekut.
LUSI (CONT’D) Kok yang ini lebih enak sih?
Yaudah siniin es krim kamu.ADAM
Lusi memberikan es krimnya kepada Adam.
Eh kita belum punya foto polaroid LUSI berdua ya?
Lusi mengarahkan kamera polaroidnya dengan pose selfie. Adam yang tanpa aba-aba kaget dengan jepretan kamera tersebut.
Lusi menertawakannya dan memberikan hasil jepretan tersebut kepada Adam. Close up foto polaroid Adam bersama Lusi.
ADAM (V.O.)
Mencintai dia seperti berlayar di lautan. Aku tak pernah tau kapan ombak akan muncul kembali, membuat perasaan ini terombang-ambing.
(MORE)
Namun, satu kata yang aku tau, bahwa lautan suatu saat pasti akan merasakan tenang dengan aku sebagai penakluknya.
CUT TO:
INT. KAMAR LUSI - NIGHT
22 22
Adam dan Lusi masuk ke dalam kamar, Adam langsung duduk di kasur. Lusi mengambil minuman untuk Adam dan kembali duduk di sebelah Adam lalu memberikan minuman kepada Adam.
Lusi mengambil gelas yang sudah kosong dari Adam dan
menyimpannya di meja. Lusi kembali duduk dan menyandarkan kepalanya ke bahu Adam. Adam memiringkan kepala melihat ke arah Lusi.
(nada serius)LUSI
Dam, kamu sempat kepikiran nggak buat pergi dari Bandung?
Kenapa Si? Bandung itu selalu jadi ADAM tujuan akhir semua orang. Buat apa aku pergi dari sini?
Lusi melihat ke depan dan perlahan mulai memeluk Adam.
Entahlah Dam, terlalu banyak LUSI kenangan pahit di kota ini. Aku nggak bisa lupa, dulu waktu Ibu ditinggalin oleh Ayah. Kadang aku pengen pergi dari Bandung.
Adam melihat tangan Lusi yang memeluknya, kemudian membalas pelukan tersebut. Mereka saling berpelukan sambil duduk bersebelahan.
Apa kamu kepikiran untuk pergi dari ADAM sini? Terus kalau iya, kamu mau pergi kemana?
Banda Neira Dam. Aku pengen tinggal LUSI di sana. Isinya penuh dengan
lautan, lautan yang begitu kosong.
Adam hanya tersenyum, wajah Adam begitu hangat mendengarkan Lusi.
LUSI (CONT’D)
Aku banyak kenal sama orang di Bandung. Dan diantara orang yang aku kenal, aku selalu punya kesan yang buruk kepada mereka. Apalagi mereka yang dengan terang-terangan menyukai aku. Aku nggak pernah bisa membalas perasaan seseorang Dam, isinya terlalu rumit bagiku yang hanya tau bahwa perasaan itu nantinya bakalan habis. Hilang, sama seperti yang dilakukan oleh Ayah kepada Ibu.
Wajah Adam sejenak berubah, Adam membalasnya dengan senyuman dan memeluk Lusi dengan erat.
LUSI (CONT’D)
Dam, thanks ya buat hari ini. Aku, kamu, Bandung, dan semuanya.
Aku juga makasih sama kamu Si.ADAM
Adam dan Lusi berpelukan.
FADE TO:
INT. RUANG KERJA LUSI - DAY
23 23
Lusi sedang menelfon seseorang, Adam masuk membawa satu cup kopi dingin dan meletakannya di depan Lusi.
Makasi. LUSI
Lusi langsung menutup telponnya.
Siapa? ADAM
(mengelak)LUSI
Klien. Akhir-akhir ini banyak
banget request, padahal udah beres.
Adam duduk di salah satu kursi dan melihat Lusi membereskan barang-barangnya. Revan datang dan berdiri di depan pintu ruang kerja Lusi.
REVAN
Eh Si, itu ada temen di luar nungguin.
Oh iya, thank you ya.LUSI
Revan kemudian pergi, Adam melihat Lusi bersiap-siap membereskan barangnya.
Kamu mau pergi duluan?ADAM
(buru-buru)LUSI Iya nih, ada urusan.
Urusan apa?ADAM
(continuity)LUSI
Ya ada urusan. Aku duluan ya, dah...
Lusi meninggalkan Adam dengan terburu-buru. Adam melihat ke arah Lusi.
CUT TO:
INT. RUANG KERJA 1 - DAY
24 24
Revan duduk di mejanya. Adam masuk secara tiba-tiba, ia membereskan barang-barangnya dengan tergesa-gesa. Revan memperhatikan Adam, namun tetap fokus dengan laptopnya.
REVAN
Lusi tuh emang rumit Dam.
(heran)ADAM Maksud maneh?
REVAN
Yah maneh kira yang baper sama dia cuma maneh?
Adam terdiam sesaat dan langsung pergi meninggalkan ruangan melalui pintu.
JUMP CUT TO:
INT. KAMAR ADAM - NIGHT
25 25
Adam masuk ke kamar dan menutup pintu. Ia duduk dan membuka macbooknya.
INSERT: Macbook Adam menggunakan foto Lusi sebagai wallpaper.
Adam mulai mengetik mengerjakan pekerjaannya, kemudian tak lama pintu kamarnya diketuk. Adam berdiri dan membukakan pintu.
Adam kaget karena Lusi berada di depannya.
Aku boleh masuk?LUSI
(ragu)ADAM
Oh iya masuk aja.
Lusi masuk dan duduk di kasur Adam, Adam menyembunyikan foto Lusi yang berada di meja dengan terburu-buru.
(pelan)LUSI
Lucu ya... Kita udah lama bareng, tapi aku baru ke sini.
(heran)ADAM
Kamu tau tempat aku dari siapa?
Aku nanya Revan lah.LUSI
Lusi membuka ponselnya, Adam menatap Lusi.
Terus, kamu dari mana?ADAM
Habis jalan.LUSI
Sendiri? ADAM
Engga. LUSI
Lusi tetap fokus dengan ponselnya, Adam mulai duduk di kursi depan meja dan menghadap ke Lusi.
Kayaknya kita harus ngobrol.ADAM
Lusi mengangkat kepala dan melihat Adam.
(pelan dan serius)LUSI
Aku kira dengan kita kenal selama ini kamu paham dan mengerti sama aku.
Adam memajukan duduknya.
(nada tinggi)ADAM
Terus kalau aku paham dengan kamu, kamu bisa seenaknya kayak gitu?
Adam berdiri di depan Lusi.
ADAM (CONT’D) (nada tinggi)
Kamu nggak bisa gitu dong. Aku punya perasaan yang perlu kamu
hargai. Kamu berikan perhatian yang begitu besar itu ke aku...
Tapi apa arti semua hubungan kita ini?
(pelan)LUSI
Iya Dam. Aku hargain perasaan kamu sebagai teman dan itu udah cukup.
Adam menggerakan badan seperti tidak menerima perkataan Lusi.
(nada tinggi)ADAM
Teman? Bagi kamu emang cukup
sebagai teman, tapi nggak berlaku buat aku. Kamu mau sampai kapan kayak gini? Mau sampai kapan kamu nutup hati terus? Sudah berapa laki- laki yang dibuat baper sama kamu?
Namun, semuanya kamu anggap teman.
Kamu nggak mikirin perasaan mereka?
Mereka itu manusia...
Kamu nggak mikirin perasaan aku juga? Aku juga manusia Lusi!
Lusi berdiri dan berhadap-hadapan dengan Adam.
(emosi)LUSI
Tau apa kamu soal hati aku? Udahlah Dam, kita udah saling nyaman selama ini. Jadi...
(MORE) Adam memotong pembicaraan Lusi.
(nada pelan)ADAM Aku butuh status.
Lusi menundukan kepala.
ADAM (CONT’D) (tegas)
Mending kamu ubah mindset kamu
perihal pasangan. Ini bukan masalah setia atau nggak. Nggak semua
hubungan percintaan juga sama dan serupa seperti hubungan kedua orang tua kamu. Ini tentang perasaan, kita harus saling menghargai juga Lusi...
Lusi mengangkat kepala dengan mata yang telah bergelimang air mata.
(menangis)LUSI
Terus kamu merasa aku egois dengan itu? Kamu yang egois Dam, maksa aku buat bales perasaan kamu.
Adam diam.
LUSI (CONT’D)
Aku ngelakuin ini semua karena percaya sama kamu.
(pelan)ADAM
Ada berapa laki-laki yang kamu percaya?
(tersedan-sedan)LUSI
Maafin aku kalau semua gerak-gerik aku pernah nyakitin kamu. Aku minta maaf Dam. Tapi kalau kamu menyangka aku ngelakuin hal yang serupa ke semua orang. Kamu salah besar!
Adam menghelas nafas dan melihat ke atas. Air mata Lusi terus menetes.
LUSI (CONT’D) (continuity)
Aku sayang sama kamu Dam.
(MORE)
Maafin aku udah nyakitin kamu. Kita nggak harus ketemu lagi dan kita nggak harus saling kenal lagi. Aku sayang sama kamu, tapi aku nggak bisa membalas perasaan kamu. Maaf Dam.
Lusi mencabut gantungan Angsa pemberian Adam yang selama ini selalu ia pakai di tas. Ia menaruhnya di meja, lalu
meninggalkan Adam sendirian di kamarnya.
Adam tidak banyak berkata lagi, ia diam.
INSERT: Wajah Adam penuh kekecewaan dan melihat layar macbooknya dengan foto Lusi yang masih terpampang.
END FLASHBACK:
PRESENT DAY
INT. KAMAR ADAM - DAY
26 26
Adam memasukan barang terakhir ke dalam kardus, kemudian merapihkannya dan menutup kardus tersebut. Adam meningglakan kardus tersebut di atas kasur.
ADAM (V.O.)
Aku sempat terperangkap dalam
labirin perasaan yang tak berujung.
Perasaan yang membawaku kepada
kebahagiaan, kekecewaan, rasa cemas yang menghiasi hidup ini. Namun, memang mungkin perasaan cinta tidak hanya tentang kekuatan atau
pembelajaran. Tapi tentang mengikhlaskan.
Adam mengambil ransel yang sudah terisi baju di sebelahnya.
ADAM (V.O.)
Cinta mungkin adalah perjalanan yang menyakitkan, meski sebenarnya selalu indah jika bersama orang yang tepat. Namun, nyatanya cinta tidak hanya soal itu. Tapi juga tentang ketabahan atas perpisahan.
Aku memilih untuk terus mencintai meski di dalamnya terdapat
kelemahan atas ketakutan. Karena mungkin hanya dengan ketakutan dan kelemahan itulah kita dapat
menemukan cinta yang sejati.
Adam memakai ransel tersebut dan bangun dari duduk.
INSERT: Adam berjalan dan mengambil tiket pesawat yang berada di atas meja beserta sebuah brosur yang bertuliskan “Banda Neira”.
Adam berjalan keluar dari kamar dengan ransel. Dan Adam menutup pintu kamarnya dari luar.
SMASH CUT TO:
BLACK
TAMAT