PENDAHULUAN
Latar Belakang
Fokus Penelitian
Tujuan Penelitian
Manfaat Istilah
Definisi Pembahasan
Sistematika Pembahasan
KAJIAN KEPUSTAKAAN
Penelitian Terdahulu
Perbedaan : Perbedaan pada penelitian ini adalah peneliti lebih fokus pada pendidikan anak sedangkan penelitian yang dilakukan peneliti fokus pada pembinaan yang dilakukan oleh wanita karir dalam mengembangkan karakter tanggung jawab anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara mendalam upaya pengembangan karakter dan disiplin religius melalui kegiatan keagamaan siswa, bentuk-bentuk kegiatan tersebut dan hasil pengembangan karakter dan disiplin keagamaan melalui kegiatan keagamaan di SMP N 2 Kalasan.
Kajian Teori
- Problematika Wanita Karir dalam Pembinaan
- Pembinaan Karakter Tanggung Jawab Anak
Permasalahan Wanita Karir Dalam Pengembangan Karakter Anak Bertanggung Jawab di Desa Sumber Kalong Kecamatan Wonosari Kabupaten Bondowoso. Apa saja permasalahan wanita karir dalam mengembangkan karakter tanggung jawab anak di Perumahan Sumber Kalong Bondowoso.
METODE PENELITIAN
Pendekatan dan Jenis Penelitian
Karena penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketertarikan peneliti terhadap masyarakat khususnya permasalahan wanita karir dalam pengembangan karakter tanggung jawab anak di Desa Sumber Kalong Kecamatan Wonosari Kabupaten Bondowoso. Sedangkan alasan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif karena peneliti ingin mendeskripsikan permasalahan yang dialami oleh wanita karir sebagai wanita yang berperan ganda dalam mengembangkan karakter tanggung jawab anak.
Lokasi Penelitian
Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bertujuan untuk memahami fenomena-fenomena yang dialami subjek, misalnya: tingkah laku, motivasi, tindakan, dengan cara menguraikannya dalam bentuk kata-kata dan bahasa, dalam konteks khusus dan dengan menggunakan metode ilmiah yang berbeda.39 . Alasan peneliti memilih lokasi ini karena di lokasi ini terdapat beberapa wanita karir yang dapat membantu dengan memberikan informasi mengenai permasalahan yang mereka hadapi selama menjalani kehidupan sebagai perempuan yang berperan ganda.
Subjek Penelitian
Teknik Pengumpulan Data
Untuk mengetahui kendala dalam pengembangan karakter tanggung jawab anak di Desa Sumber Kalong Kecamatan Wonosari Kabupaten Bondowoso. Untuk mengetahui proses pembinaan karakter anak di Desa Sumber Kalong Kecamatan Wonosari Kabupaten Bondowoso.
Analisis Data
Keabsahan Data
Membandingkan apa yang orang katakan tentang situasi penelitian dengan apa yang mereka katakan sepanjang waktu;.
Tahap-tahap Penelitian
Penelitian ini membahas dua fokus penelitian, yaitu peningkatan tanggung jawab anak di rumah dan peningkatan tanggung jawab anak di sekolah oleh perempuan profesional. Masruroh pertama-tama menerapkan kedisiplinan pada anak untuk menumbuhkan sikap tanggung jawab pada anak. Namun dalam hal ini ketiga ibu karir menerapkan kebiasaan baik untuk mengembangkan karakter tanggung jawab anaknya.
Dengan demikian, para ibu dapat mensinergikan perannya di sektor domestik dan publik dengan tanggung jawab utama mereka dalam pendidikan anak.93. Dalam mengembangkan karakter tanggung jawab anak, guru harus memahami keadaan anak baik di dalam kelas maupun di luar sekolah. Salah satunya adalah permasalahan wanita karir dalam mengembangkan karakter anak yang bertanggung jawab. bagaimana Anda mengatur waktu untuk anak-anak dan pekerjaan.
Fokus masalah yang dikaji dalam skripsi ini adalah: 1) Apa saja permasalahan wanita karir dalam pengembangan karakter tanggung jawab anak di Desa Kapuran Kecamatan Wonosari Kabupaten Bondowoso Tahun 2015? Penelitian ini menyimpulkan, 1) Kesimpulan keseluruhan permasalahan wanita karir dalam pengembangan karakter tanggung jawab anak di Desa Sumber Kalong Kecamatan Wonosari Kabupaten Bondowoso tahun 2015 terlihat bahwa wanita karir di Desa Sumber Kalong yang sibuk dengan pekerjaannya masih mereka miliki. waktu untuk mengurus anak dan suaminya. Dengan segala upaya dan upaya yang maksimal, peneliti menyajikan laporan terbaiknya dalam bentuk tesis dengan judul “Permasalahan Wanita Karir Dalam Pengembangan Karakter Tanggung Jawab Anak di Sumber Kalong Wonosari Bodowoso Tahun 2015”.
PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
Gambaran Obyek Penelitian
- Sejarah Desa Sumber Kalong
- Struktur Pemerintahan Desa Sumber Kalong
- Kondisi Geografis Desa Sumber Kalong
- Kondisi Ekonomi dan Kependudukan
- Keadaan Sosial dan Keagamaan
Dalam penelitian ini yang menjadi objek penelitian adalah Desa Sumber Kalong yang terletak di Kecamatan Wonosari Kabupaten Bondowoso. Oleh karena itu peneliti akan menjelaskan tentang sejarah desa Sumber Kalong, kondisi geografisnya, kondisi perekonomian dan jumlah penduduknya, serta aspek sosial dan keagamaannya. kondisi. Konon Desa Sumber Kalong merupakan hutan rotan sekitar tahun 1787 dan berbagai jenis pohon besar tumbuh dan ada di kawasan tersebut. Saat itu, ada seorang musafir asal Madura bernama Kyai Sawal dan istrinya Nyai Sawal sedang menebang hutan rotan untuk dijadikan lahan pertanian. Setelah kelelawar-kelelawar itu terbang dan menghilang dari pohon, beliau membuat wasiat kepada para pelajar dan masyarakat yang membantu saat itu: “Jika kawasan ini ramai dikunjungi warga, alangkah baiknya jika desa tersebut diberi nama “SUMBER KALONG”.
Di desa ini banyak terdapat mata air disana-sini, tidak pernah terjadi kekeringan dan kekurangan air, kalaupun musim kemarau melanda, apalagi di dekat pohon, sekarang dijadikan tempat penampungan air. 48. Desa Sumber Kalong merupakan salah satu desa di Kecamatan Wonosari Kabupaten Bondowoso yang mempunyai luas 223,78 Ha, dengan lahan sawah seluas 173 Ha dan luas petak 50 Ha. Desa Sumber Kalong merupakan desa yang tidak terlalu sulit dijangkau, hal ini dikarenakan akses transportasi yang memadai.
Yakni ojek, becak dan bentor (becak bermotor), ketiga moda transportasi ini mudah dan murah digunakan sebagai sarana transportasi menuju Pusat Pemerintahan Desa Sumber Kalong. Sektor perekonomian merupakan salah satu bidang yang penting dalam proses pembangunan, potensi ekonomi yang dimiliki oleh setiap individu cukup berpengaruh terhadap perekonomian itu sendiri, sesuai dengan kondisi geografis sebagian besar penduduk desa Sumber Kalong kecamatan Wonosari Bondowoso Kabupaten yang bermatapencaharian sebagai petani dan buruh tani mencapai 70%, sedangkan pedagang menempati 10%, pegawai negeri sipil dan swasta 10%, dan sisanya 10% merupakan pekerja lain-lain. Penduduk Desa Sumber Kalong sebagian besar beragama Islam, namun hanya sedikit yang non-Muslim, di Desa Sumber Kalong juga rutin mengadakan kegiatan keagamaan dan bakti sosial.
Penyajian Data dan Analisis
Pondok pesantren menjadi salah satu alternatif bagi orang tua untuk menyempurnakan ilmu agama sekaligus melatih kemandirian dan tanggung jawab anak. Dalam melatih anak untuk bertanggung jawab, hal ini dapat dilakukan dengan memberikan satu tanggung jawab yang sesuai dengan usia dan kemampuannya. Dengan melatih anak melakukan pekerjaan rumah tangga, anak akan menyadari bahwa dirinya mempunyai tanggung jawab untuk mengurus dirinya sendiri.
Sikap bertanggung jawab terhadap anak perempuan berarti mereka diajarkan untuk bertanggung jawab atas pemasukan dan pengeluaran uang yang dimilikinya. Saya memberinya tanggung jawab untuk pekerjaan rumah tangga, tetapi ayah saya tidak mengizinkannya, karena dia masih anak-anak dan dia masih punya waktu untuk bermain, ketika dia sudah besar, dia akan sadar akan tanggung jawabnya. Terkadang kendalanya adalah anak yang suka membuang-buang waktu, namun sebagai seorang ibu, Anda harus membiasakan anak untuk memenuhi tanggung jawab yang sudah menjadi tanggung jawabnya.
71Aziza, Wawancara, Sumber Kalong, 11.08 WIB. adalah tanggung jawab yang harus diemban setiap hari. Ia berupaya sungguh-sungguh agar anak-anaknya sadar akan kewajiban dan tanggung jawab menjadi seorang muslim sejak dini. Oleh karena itu, menurut hemat saya, hendaknya pengawasan ketat terhadap pembelajarannya, baik di rumah maupun di sekolah.”78.
Pembahasan Temuan
- Problematika Wanita Karir dalam Pembinaan Karakter Tanggung
Ibu yang berkarir bukan berarti lepas dari tanggung jawab utama menangani segala tugas di rumah. Sebaliknya, anak-anak yang sejak kecil dididik dan dilatih untuk bertanggung jawab, kelak akan tumbuh menjadi individu yang bertanggung jawab.97 Jika Anda ingin memupuk hal ini, Anda dapat memberi mereka tugas-tugas rutin yang membantu pekerjaan rumah tangga. Jika seorang ibu sudah memberikan tanggung jawab, maka mereka tidak boleh menariknya kembali hanya karena mereka mengeluh tidak mampu melakukannya.
Meski dalam mengembangkan karakter tanggung jawab dalam beribadah banyak kendala yang menghadang, namun usahanya tidak sia-sia. Meski terkadang anaknya malas dalam menjalankan ibadah, oleh karena itu diperlukan kesabaran dalam menumbuhkan rasa kewaspadaan. . Ketika seorang anak bersekolah, sudah menjadi tanggung jawab pendidik atau guru untuk mengendalikan tingkah lakunya dan kewajibannya sebagai murid atau murid. 104 Dimyati dan Mudjiono, Belajar dan Belajar (Jakarta: PT Rineka Cipta bertanggung jawab atas segala pekerjaan, baik belajar maupun tanggung jawab lainnya.
Karena akan tumbuh kesadaran dalam diri mereka bahwa mereka mempunyai tanggung jawab terhadap diri mereka sendiri di kehidupan selanjutnya. Berdasarkan uraian tersebut peneliti memberikan saran agar karakter anak yang bertanggung jawab dan model pelatihan yang diterapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan. Dan selalu lakukan hal-hal yang positif agar rasa tanggung jawab anda selalu terpancang dalam menjalankan segala aktivitas dan tugas anda disana.
Oleh karena itu menarik untuk mengetahui apa saja nasehat yang diberikan oleh para wanita karir agar anaknya berhasil menjadi pribadi yang penuh tanggung jawab terhadap dirinya sendiri, terhadap saudaranya dan orang lain. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan permasalahan perempuan profesional dalam pengembangan karakter anak bertanggung jawab di Desa Kapuran Kecamatan Wonosari Kabupaten Bondowoso pada tahun 2015, adapun tujuan khusus adalah 1) Untuk mendeskripsikan permasalahan perempuan profesional dalam pengembangan karakter tanggung jawab. karakter anak yang bertanggung jawab. di rumah, 2) mendeskripsikan permasalahan perempuan profesional dalam mengembangkan karakter tanggung jawab anak di rumah dan di sekolah.
PENUTUP
Kesimpulan
Secara keseluruhan permasalahan wanita karier untuk mengembangkan karakter tanggung jawab anak di Desa Sumber Kalong berjalan dengan baik. Dan juga memberikan pendidikan moral untuk mempersiapkan anak ketika keluar rumah, seperti saat berada di sekolah. Anak yang tidak dididik untuk bertanggung jawab sejak dini, tidak akan pernah menjadi sosok yang bertanggung jawab ketika ia besar nanti.
Oleh karena itu, perlu untuk melatih anak dengan memberi mereka tugas-tugas yang sesuai dengan usia anak... dan mampu mereka lakukan. Karena ilmu agama saling melengkapi dengan ilmu, maka anak akan mampu membedakan pekerjaan yang baik dan buruk, karena melalui agama mereka akan mengetahui hukum-hukum Allah, mereka akan mengetahui perintah dan larangan-Nya. Hal ini akan memudahkan guru mengetahui apa yang diinginkan siswa, apakah mereka kesulitan atau tidak.
Apalagi di sekolah juga terdapat peraturan perundang-undangan yang memberikan sanksi jika ada siswa yang melanggarnya. Hal ini dimaksudkan untuk menumbuhkan rasa disiplin diri yang kemudian timbul dalam tanggung jawab seseorang sebagai pembelajar. Tidak hanya itu, sekolah juga hendaknya mempunyai program yang menjalin komunikasi yang baik dengan orang tua/wali karena hal ini dapat menjembatani komunikasi dan hubungan yang baik. Hal ini dapat dicapai antara pihak sekolah dengan orang tua/wali siswa dengan mengadakan pertemuan secara berkala. Pertemuan ini bukan sekedar membahas prestasi akademik siswa atau permasalahan anak di sekolah, namun pertemuan ini diperuntukkan bagi orang tua.
Saran-saran
Penyusunan skripsi ini bertujuan untuk memenuhi persyaratan untuk memperoleh gelar Sarjana pada Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Serta semua pihak yang telah membantu peneliti baik langsung maupun tidak langsung dalam penyelesaian skripsi ini. Apakah gadis karir benar-benar bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya baik di rumah maupun di sekolah?