• Tidak ada hasil yang ditemukan

Awal Kedatangan FCJM

N/A
N/A
Paroki St. Joseph Tebing Tinggi

Academic year: 2023

Membagikan "Awal Kedatangan FCJM"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

A. Awal Kedatangan FCJM

Awal kedatangan suster FCJM ke Tebing Tinggi karena permintaan Pastor Clemens Hamers (pastor paroki Tebing Tinggi saat itu) kepada Pimpinan Suster FCJM di Balige (Sr. Magdalena) agar memimpin Klinik Bersalin Bhayangkara. Untuk memulai karya ini harus mendapat persetujuan Uskup Medan dan pimpinan FCJM provinsi Belanda kemudian surat persetujuan diterima dari kedua belah-pihak.

Pada tanggal 17 Desember 1955, diutus dua orang misionaris dari Belanda yakni Sr. M. Meinalda Phicoyak, FCJM dan Sr. M. Blanka van Velzen, FCJM ke Tebing Tinggi. Mereka bekerja sama dengan dr. Buhler orang Jerman di rumah sakit itu. dan diterima dengan baik oleh Pst. Hammer.

B. Karya Bakti Layanan Kesehatan Masyarakat

Sr. M. Meinalda Phicoyak, FCJM dan Sr. M. Blanka van Velzen, FCJM memulai karya mereka dengan memimpin Klinik Bersalin Bhayangkara.Untuk sementara waktu, mereka tinggal di tangsi polisi (sekarang rumah dinas polisi/asrama polisi) di seberang gereja Katolik dan berseberangan dengan rumah pastor. Tepatnya di Jl. Asrama (sekarang Jl. Pahlawan).

Tujuan awal kedatangan Sr.M.Meinalda dan Sr.M.Blanka bukan hanya untuk memimpin Klinik Bersalin tetapi terutama untuk melayani umat di gereja Katolik. Kehadiran para suster juga

berpengaruh besar pada perkembangan umat ,sehingga seiring berjalannya waktu umat pun semakin bertambah.

Sejak suster FCJM mengelola Rumah Bersalin Bhayangkara banyak kemajuan yang dialami serta makin harum namanya. Kepala polisi sudah silih berganti sehingga mereka tidak tahu lagi

mengenai kontrak kerja dengan Kongregasi suster FCJM dan belakangan ini timbul prasangka yang tidak baik kepada suster-suster. Melihat ini banyak pihak rumah sakit tidak senang terhadap suster, mereka cemburu karena banyaknya orang simpatik. Oleh karena itu pihak rumah sakit menarik rumah yang telah dihuni oleh Suster.

Pada tanggal 3 April 1967 Akhirnya, para suster menyerahkan tanggungjawab sepenuhnya kepada dr. Mayor Adil Ginting sebagai kepala rumah bersalin Bhayangkara.

(2)

SR. M. BERNADETTE TAMBUNAN FCJM Lumban Rau, June 29, 1938

1961-1962: Bhayangkara Hospital in Tebing Tinggi

Menghadapi masalah ini,suster terpaksa mencari tanah untuk rumah yaitu tanah keuskupan yang dekat dengan kompleks pastoran. Kemudian, Pastor Dionisius Schoenmakers OFMCap membeli tanah tempat susteran dan memulai memikirkan pembangunan rumah dan klinik. Hal ini

dibicarakan dengan pastor paroki dan beliau setuju selanjutnya meminta persetujuan dari Bapak Uskup ternyata Beliau pun setuju dan akhirnya rumah suster dibangun disana, yaitu rumah suster sekarang.

Pada tanggal 11 Februari 1968, Para suster sudah menempati rumah baru kemudian pada tanggal 19 Maret 1970, rumah diberkati yang diberi nama “MARIA PERTOLONGAN ABADI” karena para Suster telah merasakan penyelenggaraan Tuhan,berkat Doa dan Perlindungan Maria pada mereka dan Devosi ini terus terlaksana hingga sekarang.

Kemudian, poliklinik susteran FCJM juga dipindahkan ke tempat yang baru. Namun belum beroperasi karena menunggu ijin. Izin operasional poliklinik baru diterima bulan April 1971. para pasien banyak datang berobat ke Poliklinik ini dan selalu diminati masyarakat kota dan desa.

Demikianlah hal ini berlangsung beberapa lama. setelah adanya program pemerintah tentang Puskesmas, berangsur-angsur berkuranglah pasien dan akhirnya ditutup.

(3)

SR. M. BEATA SAMOSIR FCJM Onan Runggu on May 31, 1940

1970-1974: Polyclinic in Tebing Tinggi

1977-1981: Community Leader and Polyclinic in Tebing Tinggi

Pada tanggal 12 November 1981, Sr.M.Meinalda dan Sr.M.Blanka pulang ke Belanda,tanah kelahiran mereka karena sudah selesai bermisi di Indonesia.

Setelah Poliklinik ditutup, suster-suster FCJM berkonsultasi dengan Pastor Paroki dan para pemuka umat Katolik, timbullah ide baru untuk membuka Asrama Putri untuk menampung anak sekolah dari stasi yang hendak melanjutkan ke SLTP dan SLTA Cinta Kasih.

Pada tahun 1984, dibeli tanah dan dibuka Asrama Puteri dengan nama Asrama Puteri St. Agnes.

pada awalnya, asrama ini sangatlah sederhana dan siring berjalannya waktu kemudian direhab. Saat ini Asrama Puteri mampu menampung 100 anak

C. Karya Bhakti Layanan Pendidikan

(4)

Melihat kebutuhan pendidikan di Tebing Tinggi, Pastor Paroki dan Yayasan Cinta Kasih

menginginkan agar Kongregasi FCJM membuka TK dan SD, selanjutnya bekerjasama dengan DPP dan akhirnya sekolah dibangun.

Pada awal mulanya, dalam pengurusan pendirian TK dan SD ini bergabung dibawah naungan Yayasan Cinta Kasih. Kehadiran TK dan SD Katolik ini mendapat sambutan hangat dari umat dan masyarakat sekitar. setelah izin operasional keluar, maka mulailah menerima siswa baru pada Juli 1993.

Pada tahun 2000, sekolah ini telah mendapat jenjang akreditasi DIAKUI.

Pada saat artikel ini ditulis tahun 2023, TK Assisi telah meluluskan ... anak didik dan SD Assisi telah meluluskan ... anak didik

D. Karya Bhakti Layanan Pastoral

Para suster FCJM Tebing Tinggi juga melayani dalam perannya dalam karya pastoral paroki. Para suster membantu pelaksanaan Perayaan Ekaristi, membantu program-program persiapan Sakramen, melatih petugas liturgi, dan mengembangkan program-program yang memberdayakan umat di gereja setempat, membantu layanan doa bagi umat, untuk memelihara program-program pembinaan religius yang kuat.

Anung Puguh Sasongko

Referensi

Dokumen terkait