SEJARAH PERKEMBANGAN ISME-ISME
(Diajukan guna memenuhi tugas Mata Kuliah Sejarah Intelektual)
Kelas A Dosen Pengampu : Drs. Marjono, M.Hum
Oleh :
Dimas Faldi Jiaulhaq 170210302086
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH
JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JEMBER 2020
Munculnya Sistem Feodalisme diperkirakan berakar dalam perpecahan kerajaan Romawi Barat yang sedang runtuh akibat serangan bangsa Jerman.Di Eropa system feodalisme muncul pada abad VII-VIII, yaitu ketika Perancis di bawah kekuasaan Charles Hartel. Perkembangan Feodalisme Pada abad petengahan di Eropa yakni yang dimulai dengan runtuhnya Romawi dan berakhir pada masa renaisanse abad ke-14, sekitar abad ke-3, Romawi pecah menjadi dua wilayah yakni Romawi barat dan Romawi Timur, waktu-waktu tersebut merupakan permulaan munculnya perekonomian yang biasanya kita sebut sistem feodalisme. Beberapa faktor yang memunculkan perekonomian tersebut antara lain : hancurnya organisasi politik secara besar-besaran, pertempuran di Eropa yang menyebabkan jatuhnya Romawi, hukum dan tata tertib hilang digantikan dengan peraturan Negara-negara kecil.
Pengaruh Feodalisme identik dengan kekuasaan Gereja (Lord) yang terlalu kuat dalam mengatur dan membatasi setiap pemikiran, budaya, dan ilmu pengetahuan pada masyarakat. Hal tersebutlah yang membuat masa Feodalisme dapat disebut juga masa kegelapan (Dark Ages). Pembatasan dalam segi sosial budaya mendorong munculnya paham Liberalisme yang selajan dengan lahirnya peristiwa Renaisans pada abad 14 M. Perkembangan paham Liberalisme ini menolak adanya pembatasan, khususnya dari pemerintah dan juga dari agama. Paham liberalisme menghendaki kebebasan yang dimiliki manusia yang kemudian berkembang menjadi suatu gerakan dalam bidang politik, ekonomi, kebudayaan, dan lain-lain.
Pengaruh paham liberal ini bisa dilihat diberbagai bidang, dalam bidang politik pengaruh paham liberal mengakibatkan individu-individu yang awalnya dikekang oleh negara/ gereja menjadi bebas dalam mengunggkapkan pendapat, hal ini mengakibatkan munculnya paham demokrasi. Perkembangan paham Demokrasi dimulai dari pertentangan rakyat kasta bawah dari kekuasaan raja/
gereja yang absolut. Pendobrakan terhadap kedudukan raja absolut didasari oleh teori rasionalis yang dikenal dengan kontrak sosial atau social contract. Salah satu asas dari kontrak sosial adalah dunia dikuasai oleh hukum alam (nature) yang mengandung prinsip-prinsip keadilan universal. Artinya, hukum berlaku untuk seluruh manusia, baik raja, bangsawan, maupun rakyat jelata. Hukum ini dinamakan hukum alam (natural law) atau (ius naturale). Dilihat dari sudut sejarah perkembangan demokrasi, abad pertengahan menghasilkan suatu dokumen penting, yaitu Magna Charta (Piagam Besar 1215). Magna Charta merupakan kontrak atau perjanjian antara beberapa bangsawan dan raja. Meskipun piagam ini lahir dalam suasana feodal dan tidak berlaku untuk rakyat jelata, Magna Charta dianggap sebagai onggak perkembangan gagasan demokrasi. Pengaruh paham Demokrasi adalah adanya pembatasan kekuasaan raja dan Hak asasi manusia lebih penting daripada kedaulatan raja.
Paham liberal juga mengakibatkan munculnya pemikiran atau paham Nasionalisme barat yang menyebar ke berbagai Negara Eropa dimana mereka bersatu dalam menentang pengekangan kebebasan dari negara, geraja, ataupun pihak lain yang mengancam kebebasan mereka. Perkembangan Nasionalisme Barat atau Nasionalisme Eropa muncul dalam masa peralihan dari masyarakat agraris ke masyarakat industri. Proses peralihan ini terjadi pada abad ke-18 yang didahului dengan lahirnya paham liberalisme dan kapitalisme. Lahirnya liberalisme dan kapitalisme, karena pengaruh Revolusi Industri dan Revolusi Prancis. Dengan demikian timbulnya nasionalisme di Eropa karena pengaruh Revolusi Industri dan Revolusi Prancis. Dalam perkembangannya, Nasionalisme beberapa negara misalnya di Jerman dan Italia diwarnai oleh semangat mengagungkan bangsa sendiri (ras). Nasionalisme Barat yang teraktualisasi dalam bentuk kebebasan yang harapannya juga terjadi persamaan dan persaudaraan ternyata berkembang menjadi nasionalisme yang ekspansif karena kebebasan lebih dihayati di bidang politik saja sedangkan di bidang ekonomi dan sosial tidak terjadi persamaan dan persaudaraan sehingga nasionalisme ekspansif ini menimbulkan Fasisme, kolonialisme dan imperialisme di Asia. .Pengaruh Nasionalisme barat ini menjadikan Negara-negara eropa merasa bahwa negaranya paling hebat dan merendahkan Negara lain. Akibatnya muncul nasionalisme yang berlebihan yaitu Fasisme dan juga mengakibatkan kolonialisme dan imperialisme karena merasa paling hebat dan menyebarkan ide-ide dan kebudayaan barat.
Awal kemunculan paham fasisme adalah paham nasionalisme yang dijadikan ideologi pendorong utama namun bersifat ultra-nasionalisme atau semangat nasionalisme yang berlebihan. Paham fasisme merupakan sebuah paham politik yang mengagungkan kekuasaan absolud tanpa demokrasi. Paham Fasisme berkembang pada abad ke-20, dimana pada permulaan Perang Dunia I Negara yang menganut paham ini berkembang pesat seperti Jerman, Itali, dan juga Jepang, di mana rakyatnya sangat menderita oleh cara-cara pemerintah yang penuh kekerasan. Pengaruh dari paham ini adalah menjadikan Negara yang menganutnya menjadi Negara yang totaliter. Pengaruh Fasisme adalah Imperialisme-Kolonialisme/ ekspansi terhadap negara-negara lain karena menganggap negara-negara tersebut lebih rendah/ lemah daripada negaranya.
Pengaruh paham Liberalislme dalam bidang ekonomi ditandai dengan munculnya paham Kapitalisme yang menghendaki perdagangan bebas serta menolak campur tangan pemerintah. Munculnya kapitalisme adalah setelah runtuhnya paham feodalisme di Eropa. Kapitalisme di Eropa muncul dari pemikiran kaum ilmiah yang pada awalnya berfikir untuk mensejahterakan kaum buruh. Kapitalisme yang lahir dari pemikiran masyarakat feodal kini telah menjadi senjata ampuh negara maju untuk memajukan perekonomian mereka.
Pada perkembangannya, kapitalisme awal atau Kapitalisme Merkantilismes yaitu kapitalisme yang bertumpu pada industri sandang di Inggris. Kapitalisme pada masa ini masih sangat sederhana. Kemudian sistem kapitalisme ini bergeser dari perdagangan (merkantilisme) ke sistem industri. Jadi perkembangan kapitalisme ini bertahap. Pengaruh kapitalisme, karena kapitalisme merupakan sebuah system ekonomi, maka kapitalisme sangat mempengaruhi ekonomi suatu Negara, bahkan ekonomi global. Pengaruh Kapitalisme yaitu mendorong lahirnya paham Kolonialisme dan Imperialisme karena kebutuhan bahan baku revolusi industri dalam jumlah besar, sehingga mendorong negara-negara eropa berlomba-lomba menjelajah dan mencari bahan baku tersebut karena lebih murah dan menguntungkan.
Munculnya kolonialisme dan imperialisme diawali oleh bangsa Eropa yang datang ke Asia, Afrika, Amerika dan Australia dan melakukan ekspansi terhadap bangsa-bangsa tersebut. Dasar imperialisme awalnya bertujuan untuk menyebarkan ide-ide dan kebudadayaan Barat ke seluruh dunia. Sedangkan Kolonialisme bermaksud memaksakan satu bentuk pemerintahan atas sebuah wilayah atau negeri lain (tanah jajahan) atau satu usaha untuk mendapatkan sebuah wilayah baik melalui paksaan atau dengan cara damai.
Pada perkembangannya, bangsa Eropa yang datang ke dunia timur untuk mencari dan mendapatkan komoditas rempah-rempah, kemudian berubah. Yang awalnya tujuan mereka adalah factor ekonomi kemudian menjadi keinginan untuk menguasai dan menjajah daerah yang baru. Sedangkan pengaruhnya adalah daerah yang dikuasai atau dijajah menggunakan hukum barat, adanya tingkatan status social dimana bangsa eropa yang tertinggi, terjadi westernisasi melalui pendidikan, pakaian, dan gaya hidup. Hal tersebut mendorong lahirnya suatu gerakan untuk memperbaiki nasib golongan bawah (buruh) yang dinamakanan dengan paham Sosialisme. Imperialisme-kolonialisme juga mendorong lahirnya paham Nasionalis Timur. Nasionalisme Timur berbeda dengan Nasionalisme Barat dimana nasionalisme timur ini lebih kepada Negara-negara jajahan akibat dari adanya kolonialisme dan imperialisme barat. Nasionalisme Timur ini bersifat revolusioner dimana nasionalisme ini tidak hanya menginginkan lenyapnya penindasan politik saja, tetapi juga penindasan sosial ekonomi. Imperialisme atau perluasan wilayah juga menyebabkan munculnya bibit Fasisme, seperti contoh Mussoulini merestorasi dan memperluas wilayah Italia, yang dianggap penting untuk menegaskan keunggulan dan kekuatan bangsa dan menghindari keruntuhan serta menarik kepercayaan.
Sistem Kapitalisme merupakan sistem ekonomi di mana perdagangan, industri dan alat-alat produksi dikendalikan oleh pemilik swasta dengan tujuan memperoleh keuntungan dalam ekonomi pasar. Sistem tersebut menimbulkan sistem ekonomi yang dikuasai oleh pemilik modal (borjuis) sehingga terjadi
ketimpangan kemakmuran antara golongan pemilik modal (borjuis) dan buruh (Proletar). Sosialisme muncul sebagai reaksi dari ketimpangan kemakmuran tersebut.
Perkembangan Sosialisme muncul pada bagian pertama abad ke-19.
Sosialisme ini lebih didasarkan pada pandangan kemanusiaan (humanitarian).
Paham sosialis berkeyakinan perubahan dapat dan seyogyanya dilakukan dengan cara-cara damai dan demokratis. Paham sosialis juga lebih luwes dalam hal perjuangan perbaikan nasib buruh secara bertahap.
Penggunaan istilah sosialisme sering digunakan dalam berbagai konteks yang berbeda-beda oleh berbagai kelompok, tetapi hampir semua sepakat bahwa istilah ini berawal dari pergolakan kaum buruh industri dan buruh tani pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20 berdasarkan prinsip solidaritas dan memperjuangkan masyarakat egalitarian yang dengan sistem ekonomi menurut mereka dapat melayani masyarakat banyak daripada hanya segelintir elite. Dalam perkembangannya, paham sosialis kemudian diterapkan oleh banyak negara di dunia,terutama di negara-negara yang kemudian dikenal dengan blok Barat dan blok Timur. Sosialisme di blok Barat dikenal dengan nama sosialisme barat atau sosialisme demokrat, sedangkan sosialisme di blok Timur dikenal dengan nama aosialisme yang merupakan tahap awal dari komunisme.
Paham ini muncul dari perubahan paham sosialis. Komunisme pada awal kelahiran adalah sebuah koreksi terhadap paham kapitalisme atau paham anti- kapitalisme, dimana pada saat itu ada anggapan bahwa kaum buruh dan pekerja tani hanyalah bagian dari produksi dan yang lebih mementingkan kesejahteraan ekonomi. Komunisme menggunakan sistem partai komunis sebagai alat pengambil alihan kekuasaan dan sangat menentang kepemilikan akumulasi modal atas individu. pada prinsipnya semua adalah direpresentasikan sebagai milik rakyat dan oleh karena itu, seluruh alat-alat produksi harus dikuasai oleh negara guna kemakmuran rakyat secara merata. Dalam perkembangnya paham komunisme ini tumbuh pada Negara rusia dan membuat comintern, dimana tujuannya adalah untuk menyebarkan paham komunis di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia. Selain itu juga paham komunis berkembang di Negara tiongkok