Nama : Putu G. Krisna Fadjar Setiawan Nim : 202202007
Prodi : Karawitan 1A
SEKA ANGKLUNG SESOLANGGA (SEKA SOLAS ANGGA)
Seka (kelompok dalam Bahasa bali) ini berdiri pada tahun 1998 di desa adat Joanyar Kelodan yang diawali dengan berkumpulnya 20 orang yang berinisiatif membeli seperangkat gamelan
Angklung don 8 dengan alasan di daerah tersebut masih minimnya seka angklung pada masa itu.
Instrumentasi :
- 4 Tungguh gangsa pemade
- 4 Tungguh gangsa kantilan/kancilan
- 2 Tungguh (sepasang) Calung/kenyur/jublag - 2 Tungguh (sepasang) Jegogan
- 1 Tungguh Riong (berisi 7 biji) yang dimainkan 2 orang - Kempul
- Kecek - Kenok/kajar
- Sepasa Kendang Angklung (kendang yang berukuran kecil) - Suling
Dalam perkembangannya seke ini mendapatkan hambatan berupa mulai susahnya penabuh angklung di daerah tersebut dan mengakibatkan saat kupahan instrumentasi yang di pakai hanya 2 tungguh pemade, 2 tungguh kantilan, 2 tungguh jegog sebagai melodi yang dimainkan oleh 1 orang, sepasang kendang yang dimainkan 1 orang, 1 tungguh riong yang dimainkan 2 orang, kecek, kajar dan kempul yang dimainkan oleh 1 orang, suling.
Fungsi :
- Ritual
Dalam konteks ritual yaitu sebagai bagian (pengiring) dari Pitra Yadnya dan pada perkembangannya pernah juga untuk Dewa Yadnya dengan memakai kendang cetutan (angklung Kebyar).
- Psikologis
a. Karawitan dapat membangkitkan suasana hati b. Karawitan dapat melepaskan Emosi
Dokumentasi :
Jublag/kenyur/calung kajar/kenok kendang
riong/barangan kempul
jegog
gangsa pemade dan kantilan
kecek