Latar Belakang
Rumusan Masalah
Ibu hamil yang mengalami mual dan muntah sebaiknya memahami cara mengatasi mual dan muntah pada kehamilan trimester pertama. Mual dan muntah pada kehamilan trimester pertama di masyarakat masih sering terjadi dan masih dianggap sebagai hal yang wajar terjadi pada ibu hamil tanpa adanya pengobatan yang tepat. Aromaterapi memberikan efek bagi yang dihirup seperti ketenangan, kesegaran, dan membantu ibu hamil mengatasi rasa mual (Dyna & Febriani, 2020).
Oleh karena itu peneliti tertarik untuk melakukan studi literatur review mengenai aromaterapi peppermint sebagai terapi non farmakologi untuk mengurangi keluhan mual dan muntah pada ibu hamil trimester pertama.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Judul : Efektivitas pemberian aromaterapi peppermint terhadap mual dan muntah pada ibu hamil trimester pertama di desa Sukoharjo. Tujuan pemberian aromaterapi peppermint adalah untuk mengurangi rasa mual dan muntah pada ibu hamil trimester I di Desa Sukoharjo. Judul Memberikan Aromaterapi Daun Mint untuk Mengurangi Mual dan Muntah pada Ibu Hamil Trimester Pertama di Puskesmas Cipondoh Kota Tangerang.
Tujuan: Untuk mengetahui perbandingan efektifitas pemberian peppermint dan pamelo terhadap intensitas mual muntah pada ibu hamil. Keterangan Pengaruh aromaterapi peppermint terhadap kejadian mual muntah pada ibu hamil trimester I di Puskesmas Melati II Sleman Yogyakarta. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh aromaterapi mint terhadap mual dan muntah pada ibu hamil trimester I di Puskesmas Mlati II.
Terdapat pengaruh aromaterapi peppermint terhadap mual dan muntah pada ibu hamil trimester I di Puskesmas Mlati II. Pemberian peppermint dan pomelo efektif mengurangi intensitas mual dan muntah pada ibu hamil trimester pertama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak esensial peppermint efektif mengurangi intensitas mual dan muntah pada ibu hamil.
Terdapat pengaruh aromaterapi melalui konsumsi lemon dan aromaterapi melalui inhalasi peppermint terhadap mual dan muntah pada ibu hamil trimester pertama. Disimpulkan bahwa pemberian aromaterapi peppermint efektif mengatasi masalah mual dan muntah pada ibu hamil trimester I. Dapat disimpulkan bahwa infus air peppermint lebih efektif dalam mengurangi keluhan mual dan muntah pada ibu hamil.
Tingkat mual dan muntah sebelum pemberian aromaterapi peppermint pada ibu hamil trimester I sebagian besar berada pada kategori berat yaitu sebanyak 9 orang (60%). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa menghirup aromaterapi minyak peppermint berpengaruh terhadap penurunan mual dan muntah pada ibu hamil. Pengaruh aromaterapi peppermint terhadap terjadinya mual dan muntah pada ibu hamil trimester I DI PUSKESMAS MLATI II Sleman Yogyakarta.
Pengaruh pemberian daun mint terhadap penurunan mual muntah pada ibu hamil trimester I di Puskesmas Cipondoh Kota Tangerang. Efektivitas pemberian aromaterapi peppermint terhadap masalah mual dan muntah pada ibu hamil trimester pertama di kecamatan. Aromaterapi Pepperment sebagai terapi non farmakologi untuk mengurangi keluhan mual dan muntah pada ibu hamil trimester pertama.
Judul KTI: Aromaterapi Peppermint Sebagai Terapi Non Farmakologis untuk Mengurangi Keluhan Mual dan Muntah pada Ibu Hamil Trimester Pertama.
Tinjauan Teori
- Pengertian Kehamilan
- Ketidaknyamanan Ibu Hamil Trimester I
- Aromaterapi Peppermint
- Manfaat Aromaterapi peppermint
Kerangka Teori
Kerangka teori ini menunjukkan bahwa terjadinya mual dan muntah pada ibu hamil disebabkan oleh perubahan fisiologis yaitu peningkatan hormon estrogen dan progesteron, peningkatan hormon HCG dan peningkatan asam lambung yang dapat mengakibatkan ketidakseimbangan nutrisi. , yang kurang dari kebutuhan tubuh. Salah satu cara penanganan mual muntah adalah secara farmakologi yaitu analgetik dan non farmakologi dengan aromaterapi peppermint.
Kerangka Konsep
Peppermint (daun mint) dikenal sebagai obat yang aman dan efektif digunakan untuk mengatasi mual dan muntah pada ibu hamil. Judul Efektivitas aromaterapi peppermint dan aromaterapi pomelo dalam menurunkan intensitas mual muntah pada ibu hamil trimester I di wilayah kerja Puskesmas Kota Langsa Tahun 2020. Tingkat mual muntah sebelum diberikan aromaterapi peppermint pada ibu hamil trimester I di Puskesmas Mlati II sebagian besar termasuk dalam kategori berat sebanyak 9 orang (60%).
Tingkat mual muntah setelah dilakukan aromaterapi peppermint pada ibu hamil trimester I di Puskesmas Mlati II sebagian besar berada pada kategori ringan yaitu sebanyak 8 orang (53,3%). Keterangan Pengaruh Pemberian Minyak Atsiri Peppermint Terhadap Intensitas Mual Muntah Pada Ibu Hamil Trimester I Di Desa Way Harong Timur Kecamatan Way Lima Kabupaten Pesawaran Tahun 2016. Terdapat Pengaruh Pemberian Rebusan Daun Peppermint Terhadap Penurunan Mual Muntah pada ibu hamil trimester pertama di Puskesmas Cipondoh Kota Tangerang.
Terdapat perbedaan sebelum dan sesudah pemberian inhalasi peppermint dalam mengurangi rasa mual pada ibu hamil. Ada pengaruh aromaterapi konsumsi lemon dan aromaterapi inhalasi peppermint terhadap mual dan muntah pada ibu hamil trimester I di BPM Nina Marlina, Bogor. Dan tidak terdapat perbedaan intensitas mual antara kelompok konsumsi lemon dan kelompok inhalasi peppermint mengenai mual dan muntah pada ibu hamil trimester pertama di BPM Nina Marlina, Bogor.
Tingkat mual dan muntah pasca pemberian aromaterapi peppermint pada ibu hamil trimester I sebagian besar berada pada kategori ringan yaitu sebanyak 8 orang (53,3%). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 35 responden ibu hamil yang mengalami mual dan muntah saat hamil. Perbedaan efektivitas pemberian minyak atsiri peppermint dan aromaterapi lavender terhadap intensitas mual muntah pada ibu hamil trimester I di Puskesmas Baso Kabupaten Agam.
Desain Penelitian
Penelitian ini merupakan suatu bentuk penelitian kepustakaan yang mencari referensi teoritis yang relevan dengan kasus atau permasalahan yang ditemukan. W dalam (Habsy, 2017) menyatakan bahwa tinjauan pustaka adalah ringkasan tertulis dari artikel jurnal, buku, dan dokumen lain yang menggambarkan teori dan informasi masa lalu dan masa kini dengan mengorganisasikan literatur ke dalam topik dan dokumen yang diperlukan.
Pengumpulan Data
Analisa Data
Hasil
PEMBAHASAN
Namun penggunaan obat yang tidak tepat seringkali merugikan ibu hamil dan janinnya karena diketahui dapat menimbulkan distorsi. Namun ada baiknya ibu hamil dapat mengatasi masalah mual dan muntah di awal kehamilan terlebih dahulu dengan terapi nonfarmakologis dan komplementer. Menurut peneliti, setelah menghirup aromaterapi dengan minyak peppermint, rasa mual dan muntah pada ibu hamil akan berkurang karena peppermint mengandung menthol dan menthone yang dapat bermanfaat sebagai antiemetik dan antispasmodik pada lapisan lambung dan usus untuk mengatasi atau menghilangkan. mual dan muntah pada ibu hamil.
Ibu hamil yang tidak menggunakan aromaterapi dengan inhalasi minyak peppermint akan lebih sering mengalami mual dan muntah. Hasil tinjauan pustaka menunjukkan rata-rata skor mual dan muntah ibu hamil sebelum aromaterapi dengan minyak peppermint adalah 9,80, dan rata-rata skor mual dan muntah ibu hamil setelah inhalasi aromaterapi dengan minyak peppermint adalah 3,67 dengan rerata penurunan sebesar 6.13. Banyak yang menggunakan hasil uji statistik Wilcoxon Sign Rank Test yang diperoleh nilai p 0,001<0,05 (p<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa inhalasi aromaterapi minyak peppermint berpengaruh terhadap penurunan mual dan muntah pada ibu hamil.
Infus 5 gram air peppermint dengan 250 ml air yang didiamkan selama 12 jam dan diminum secara oral diberikan satu kali sehari selama 6 hari berturut-turut pada ibu hamil. Dari hasil tinjauan pustaka terhadap sepuluh artikel dapat dijelaskan bahwa aromaterapi peppermint efektif sebagai terapi nonfarmakologis untuk mengurangi keluhan mual dan muntah pada ibu hamil trimester pertama. Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan referensi. dalam memberikan terapi nonfarmakologis pada ibu yang mengalami mual dan muntah selama kehamilan.
Kami berharap metode penelitian ini dapat menjadi masukan bagi profesi kebidanan untuk meningkatkan partisipasinya dalam memberikan informasi pengobatan non farmakologi dengan aromaterapi peppermint terhadap masalah mual muntah pada ibu hamil trimester pertama. metode penelitian ini dapat menambah wawasan khususnya bagi ibu hamil dengan menyarankan penggunaan metode non farmakologi untuk mengatasi mual dan muntah yaitu aromaterapi peppermint. Deskripsi pengetahuan ibu hamil trimester satu tentang hiperemesis gravidarum di Bpm Wirahayu Panjang Bandar Lampung Tahun 2017.
Perbedaan efektivitas pemberian aromaterapi lemon dan aromaterapi peppermint pada ibu hamil dengan mual muntah trimester I di BPM Nina Marlina Bogor Jawa Barat. Pengaruh campuran aromaterapi minyak peppermint dan jahe terhadap mual pada ibu hamil trimester I di Puskesmas Rengel Kabupaten Tuban. Judul: Aromaterapi Peppermint Sebagai Terapi Non Farmakologis untuk Mengurangi Keluhan Mual dan Muntah pada Ibu Hamil Trimester Pertama Dengan ini mengajukan permohonan audiensi hasil CTI kepada Koordinator CTI.