• Tidak ada hasil yang ditemukan

“”Selalu ada konsekuensi dalam setiap batas””

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "“”Selalu ada konsekuensi dalam setiap batas”” "

Copied!
116
0
0

Teks penuh

PEMDAHULUAN

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat penelitian

Definisi Operasional

Migran adalah orang yang berpindah tempat tinggalnya (dengan tujuan tinggal) dari suatu tempat asal ke suatu tempat tujuan.

KAJIAN PUSTAKA

Penelitian Relevan

Dominasi Sosial Ekonomi

Makna dari penduduk pendatang adalah penduduk pendatang sudah 8 tahun menetap di Kecamatan Witaponda dan membuka usaha ayam barbeque dan warung makan. Makna di atas adalah warga pendatang ini sudah 30 tahun menetap di Kabupaten Witaponda dan juga menjadi petani selama 30 tahun. Alasan para perantau merantau karena mereka melihat Kabupaten Witaponda mempunyai wilayah luas yang cocok untuk bercocok tanam.

Makna dari pernyataan tersebut adalah penduduk pendatang sudah 20 tahun menetap di Kabupaten Witaponda dan bergerak di bidang pertanian selama 18 tahun. Maksud dari pernyataan di atas adalah penduduk pendatang sudah 30 tahun menetap di Kabupaten Witaponda. Maksud dari pernyataan di atas adalah warga lokal bisa mendapatkan banyak pengetahuan tentang pertanian dari pengalaman warga pendatang.

Saran penulis mengenai dominasi sosial ekonomi penduduk pendatang di Kecamatan Witaponda Kabupaten Morowali Sulawesi Tengah adalah: Apa dampak positif dan negatif yang anda rasakan dari banyaknya penduduk pendatang di Kecamatan Witaponda?

Gambar 2.1 Kerangka Konsep
Gambar 2.1 Kerangka Konsep

Dampak Dominasi Sosial

Teori Konflik

Penduduk Migrasi

Kerangka Konsep

Dominasi sosial adalah individu atau kelompok sosial dalam masyarakat yang diatur sedemikian rupa sehingga menempati posisi berbeda dalam suatu hierarki. Masyarakat cenderung membentuk hierarki berdasarkan kelompok sosial dimana setidaknya ada satu kelompok yang menikmati status sosial lebih baik dan kekuasaan lebih besar dibandingkan kelompok lain. Dan dengan adanya dominasi sosial juga pasti ada akibat yang timbul dari dominasi sosial ekonomi itu sendiri, seperti kesenjangan sosial dan kecemburuan sosial.

Memperhatikan uraian yang telah disampaikan sebelumnya, maka pada bagian ini akan diuraikan beberapa hal yang penulis jadikan landasan pemikiran kedepannya. Basis sasaran akan lebih langsung dalam mencari data dan informasi dalam penelitian ini guna memecahkan permasalahan yang telah dijelaskan sebelumnya.

Jenis Penelitian

Alasan para pendatang ini bermigrasi karena mendapat informasi dari kerabatnya tentang tempat-tempat di Kabupaten Witaponda yang cocok untuk pertanian. Maksud dari pernyataan di atas adalah bahwa pendapatan penduduk migran tidak menentu per hari, dan rata-rata bisa 50 ribu per hari. Maksud dari pernyataan di atas adalah pendapatan bulanan penduduk migran hanya 800 ribu karena mereka baru mulai bekerja di perkebunan kelapa sawit.

Maksud dari pernyataan di atas adalah dampak negatif yang dialami warga lokal yaitu persaingan dengan warga pendatang dan berkurangnya pendapatan warga lokal. Kecamatan Witaponda merupakan salah satu kecamatan di Morowali yang mayoritas dihuni oleh warga pendatang. Witaponda dimana warga pendatang duduk di kelas satu dan penduduk lokal di kelas dua.

Lokus Penelitian

Informan Penelitian

Informan penelitian adalah orang-orang yang digunakan untuk memberikan informasi mengenai situasi dan kondisi yang melatarbelakangi penelitian (Andrianto, 2016). Iskandar (Adrianto, 2016) menjelaskan peneliti memilih subjek yang mempunyai pengetahuan dan informasi tentang fenomena yang diteliti. Jadi informan dalam penelitian ini dipilih secara sengaja dengan dasar bahwa informan tersebut mempunyai “keahlian”.

Informan kunci, yaitu informan yang dapat membuka pintu pengetahuan seluruh daerah secara umum, diambil dari masyarakat Kabupaten Witaponda. Informan ahli, yaitu informan yang terlibat langsung dalam suatu kegiatan, diambil dari pemerintah daerah. Informan biasa, yaitu informan yang mengetahui perkembangan terkini namun tidak terlibat langsung dalam tren tersebut, diambil dari tokoh masyarakat di Kecamatan Witaponda.

Fokus Penelitian

Berdasarkan pengamatan di atas, bentuk dominasi sosial ekonomi penduduk pendatang di Kabupaten Witaponda adalah perdagangan, pertanian dan perkebunan. Makna dari pernyataan di atas adalah bahwa penduduk setempat sedang menghadapi penurunan pendapatan akibat semakin banyaknya petani dari penduduk pendatang. Anda bisa melihat masyarakat lokal bercampur dengan penduduk lokal, migran bercampur dengan migran.

Dampak positif yang dirasakan warga sekitar adalah warga sekitar mendapat tambahan pengetahuan dari warga pendatang mengenai perekonomian. Dominasi sosial ekonomi penduduk pendatang terbagi dalam beberapa bidang yaitu sektor perdagangan, sektor pertanian, dan sektor perkebunan. Penduduk pendatang diuntungkan oleh warga sekitar karena mereka yang masih ragu berbisnis menjadi berani.

Instrument Penelitian

Jenis dan Sumber Data

Data primer dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh langsung dari para informan yang termasuk dalam kategori ini melalui wawancara mendalam, intensif dan langsung, wawancara terkoneksi, observasi di lokasi penelitian, sehingga diperlukan alat berupa tape recorder, kamera dan buku catatan. Data sekunder dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh dari laporan instansi-instansi yang terlibat dalam penelitian ini. Sumber ini dapat berupa panduan, pendamping atau tesis, jurnal ilmiah, data statistik yang sesuai dengan permasalahan dalam penelitian ini.

Teknik Pengumpulan Data

Wawancara adalah pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab sehingga dapat dikonstruksikan pada suatu topik tertentu Sugiono dalam Prastowo (2014:213). Atau dengan kata lain pengertian wawancara adalah suatu metode pengumpulan data berupa pertemuan langsung dengan dua orang atau lebih untuk bertukar informasi dan gagasan dengan tanya jawab secara lisan sehingga dapat dibangun makna atas suatu topik tertentu, Prastowo (2014:212 ) ). Secara umum wawancara mendalam adalah proses memperoleh informasi untuk keperluan penelitian melalui tanya jawab pribadi antara pewawancara dengan informan atau orang yang diwawancarai, dengan atau tanpa menggunakan pedoman wawancara, yaitu pewawancara dan informan untuk terlibat. dalam kehidupan sosial dalam jangka waktu yang relatif lama. , Bungin (Prastowo, 2014:212).

Sederhananya, peran pewawancara, tujuan wawancara, peran informan, dan cara wawancara dilakukan berbeda dengan wawancara pada umumnya. Hal yang sangat berbeda dengan teknik wawancara lainnya adalah wawancara mendalam dilakukan berkali-kali dan memerlukan jangka waktu yang lama dengan informan di lokasi penelitian. Syarat agar suatu observasi disebut observasi partisipan adalah kita yang melakukan observasi (disebut pengamat) ikut serta dalam kehidupan orang atau orang-orang yang kita amati (disebut pengamat).

Analisis Data

  • Teknik Keabsahan Data

Denzim membedakan teknik ini menjadi empat jenis yaitu triangulasi sumber, teknik, waktu dan teori, Meleong dan Sugiono (Prastowo, 2014: 269). Triangulasi sumber, yaitu teknik pemeriksaan kredibilitas data yang dilakukan dengan cara meneliti data yang diperoleh dari berbagai sumber. Triangulasi teknis digunakan untuk menguji kredibilitas data. Hal ini dilakukan dengan membandingkan data dengan sumber yang sama dengan menggunakan teknik yang berbeda.

Triangulasi waktu, teknik ini dilakukan dengan cara pengecekan dengan wawancara, observasi atau teknik lainnya pada waktu atau situasi yang berbeda. Triangulasi teori, teknik ini merupakan suatu cara pemeriksaan kredibilitas data yang dilakukan dengan menggunakan lebih dari satu teori untuk menguji hasil penelitian. Diskusi dengan rekan kerja yaitu teknik ini dilakukan dengan mengungkapkan hasil sementara atau hasil akhir yang kita peroleh dalam bentuk diskusi dengan rekan kerja.

GAMBARAN DAN HISTORIS LOKASI PENELITIAN

Deskripsi Khusus Latar Penelitian

Makna dari pernyataan tersebut adalah warga pendatang tersebut sudah 15 tahun menetap di Kecamatan Witaponda. Warga pendatang tersebut membuka toko kelontong dan mengeluarkan barang-barang yang biasa ia jual. Pendapatan penduduk migran menunjukkan bahwa pendapatan harian atau bulanannya sudah lebih dari cukup. Maksud dari pernyataan di atas adalah pendapatan penduduk migran tidak menentu, kadang bisa mendapat 50.000 per hari atau bahkan tidak ada pendapatan per hari.

Maksud dari pernyataan di atas adalah penduduk pendatang sudah 35 tahun tinggal di kabupaten Witaponda dan penduduk pendatang mempunyai perkebunan kelapa sawit karena menanam kelapa sawit dan menjualnya akan menghasilkan uang untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Dari hasil observasi dan wawancara yang dilakukan di Kabupaten Witaponda, peneliti mampu menemukan perbedaan persepsi warga pendatang dan warga lokal mengenai bentuk dominasi sosial ekonomi warga pendatang dan dampaknya terhadap warga lokal. Perasaan cemburu yang timbul dari penduduk lokal terhadap penduduk pendatang dapat menimbulkan kesenjangan sosial antara penduduk lokal dan penduduk pendatang.

Tabel 4.2 Sarana Pendidikan di Kecamatan Witaponda  No  Jenis Sarana pendidikan
Tabel 4.2 Sarana Pendidikan di Kecamatan Witaponda No Jenis Sarana pendidikan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Pembahasan

Dari hasil observasi yang dilakukan di Kabupaten Witaponda mengenai dominasi sosial ekonomi penduduk migran memang terjadi dominasi sosial ekonomi, contoh yang dapat dilihat adalah pendapatan dan usaha penduduk migran yang lebih dominan. dibandingkan penduduk lokal. Berdasarkan observasi, alasan warga pendatang bermigrasi karena ingin meningkatkan perekonomiannya dan mencari perekonomian lain. Seperti yang terjadi di Kabupaten Witaponda, berdasarkan hasil observasi terkait teori di atas, terdapat dominasi sosial ekonomi penduduk pendatang dalam bidang perdagangan, pertanian, dan perkebunan dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan atau kekuasaan ekonomi. .

Berdasarkan hasil observasi lapangan dan teori di atas, maka kelas pertama (yang jumlahnya selalu kecil) adalah penduduk pendatang, dan kelas kedua (lebih banyak) adalah penduduk lokal, yaitu banyaknya penduduk pendatang yang membuka usaha di Witaponda. kabupaten dapat mengarah pada terbentuknya stratifikasi sosial, dimana stratifikasi sosial menimbulkan kecemburuan dan kesenjangan sosial antara penduduk lokal dan penduduk pendatang. Dengan demikian, teori di atas didasarkan pada hasil penelitian bahwa terdapat stratifikasi sosial dalam dominasi sosial ekonomi penduduk migran yang terbagi menjadi dua kelas, yaitu kelas satu dan dua. Berdasarkan hasil observasi lapangan dan teori di atas, dampak yang terjadi terhadap warga lokal sebagai kelompok marginal akibat banyaknya warga pendatang terbagi menjadi dua, yaitu dampak positif dan dampak negatif.

SIMPULAN DAN PEMBAHASAN

Saran

Penduduk lokal lebih tahu bagaimana meningkatkan kehidupan ekonominya, seperti halnya penduduk migran, dan penduduk lokal dapat termotivasi agar wilayahnya tidak dimonopoli oleh penduduk migran. Pemerintah dapat lebih memperhatikan kondisi sosial ekonomi masyarakat setempat, sehingga kondisi perekonomian warga setempat dapat lebih merata. Bentuk dominasi sosial ekonomi yang terdapat di Kecamatan Witaponda adalah bentuk perdagangan, bentuk pertanian dan bentuk perkebunan.

Berdasarkan observasi, dari hubungan antara penduduk lokal dan penduduk migran dapat disimpulkan bahwa terdapat kesenjangan antara penduduk lokal dan penduduk migran, hal ini disebabkan oleh kecemburuan penduduk lokal terhadap penduduk migran dalam perekonomian. Dampak positifnya adalah warga pendatang mendapat teman dan pengetahuan dari warga pendatang tentang perekonomian, dan dampak negatifnya adalah warga lokal merasa mendapat banyak persaingan sehingga mengurangi pendapatan warga lokal. Pendapatan harian penduduk migran tidak pasti, namun pendapatan harian biasa cukup untuk menghidupi mereka.

Tabel Interpretasi
Tabel Interpretasi

Gambar

Gambar 2.1 Kerangka Konsep
Gambar 4.1. Peta Kabupaten Morowali
Tabel 4.2 Sarana Pendidikan di Kecamatan Witaponda  No  Jenis Sarana pendidikan
Tabel Interpretasi

Referensi

Dokumen terkait

KATA PENGANTAR Program penelitian dan pengembangan perkebunan kelapa sawit dari aspek hulu hingga hilir yang dikembangkan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit BPDPKS merupakan

The technologies which have been developed for ease of space programs now have made our lives easier and most of all space exploration gives us HOPE FOR BETTER