Penulis terdaftar sebagai mahasiswa S1 Jurusan Hubungan Internasional Universitas Lampung pada tahun 2015 dengan konsentrasi studi Ekonomi Politik Internasional. Untuk kerjasama Akreditasi Halal antara ESMA dan KAN dalam hubungan dagang Indonesia dengan UAE tahun 2018” sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana hubungan internasional pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung.
- Latar Belakang
- Rumusan Masalah
- Tujuan Penelitian
- Kegunaan Penelitian
- Manfaat Penelitian
Berikut pertumbuhan Indonesia relatif terhadap UEA dan sebaliknya pada tahun 2013-2017 pada grafik 1.1.3 di bawah ini; Dengan latar belakang tersebut, menarik untuk diteliti implementasi MoU dalam Kerja Sama Akreditasi Halal antara ESMA dan KAN pada tahun 2018.
Penelitian Terdahulu
Kelima, penelitian berjudul “Implementasi Program Kerja Sama IMT-GT (Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle) pada Sektor Industri Halal dalam Pengembangan Industri Halal di Malaysia” oleh Bimantara Nugraha (2019). Nugraha membahas implementasi program kerja sama IMT-GT di industri halal dengan tujuan untuk memaparkannya. Dalam praktiknya, kerja sama industri halal telah menarik perhatian banyak negara di dunia, baik negara mayoritas Muslim maupun non-Muslim.
Untuk mencapai visi tersebut, pemerintah mendapatkan manfaat dari implementasi agenda kerja sama IMT-GT di industri halal periode 2007-2017. Implementasi Program Kerjasama IMT-GT (Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle) Bidang Industri Halal dalam Pembangunan Industri.
Landasan Konseptual
- Teori Implementasi
- Teori Kerja Sama Internasional
- Memorandum of Understanding (MoU); MoU untuk
- Teori Kerja Sama Internasional
- Standardisasi Perdagangan
Kerja sama internasional menggambarkan interaksi untuk mencapai tujuan bersama ketika preferensi para aktor tidak harmonis atau tidak sesuai atau bertentangan. Memorandum of Understanding (MoU) Kerja Sama Akreditasi Halal antara Otoritas Emirates untuk Standardisasi dan Metrologi (ESMA) dan Komite Akreditasi Nasional (KAN) pada tahun 2018 merupakan kesepakatan antara Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) dan Pemerintah. . Indonesia dengan maksud agar para pihak dapat bekerjasama dalam bidang kerjasama akreditasi lembaga sertifikasi halal yang berkedudukan di Uni Emirat Arab.S 2055-2 tentang Persyaratan Halal Uni Emirat Arab bagi lembaga sertifikasi halal. Berdasarkan penjelasan tentang konsep kerjasama internasional dan Memorandum of Understanding (MoU), khususnya kerjasama akreditasi halal antara Otoritas Metrologi dan Standardisasi UEA (ESMA) dan Komite Akreditasi Nasional (KAN), konsep-konsep tersebut digunakan oleh peneliti. mendeskripsikan kerja sama akreditasi halal dan menganalisis implementasi enam mekanisme atau program kerja sama yang menjadi inti dari 12 poin MoU perdagangan Indonesia dengan Uni Emirat Arab (UEA) pada tahun 2018.
MoU bidang kerja sama akreditasi halal antara ESMA dan KAN pada tahun 2018 merupakan bentuk campur tangan pemerintah terhadap strategi pasar yang akan meningkatkan surplus ekspor negara. Teori inilah yang kemudian digunakan dalam tesis ini untuk melihat ekspor dan impor Indonesia pasca implementasi MoU di bidang kerja sama akreditasi halal.
Kerangka Pemikiran
Konsep standardisasi perdagangan untuk menggambarkan keseragaman pemahaman terhadap akreditasi halal sebagai standarisasi perdagangan antara Indonesia dan UEA pasca MoU tahun 2018. Oleh karena itu, pertanyaan penelitian yang ingin dijawab dalam tesis ini adalah terkait implementasi MoU Kerjasama Akreditasi Halal Tahun 2018 dengan menggunakan alat analisis berupa teori implementasi, konsep kerjasama internasional dan teori perdagangan bebas. Kedua, konsep kerja sama internasional digunakan untuk menggambarkan aktivitas perdagangan Indonesia-UEA dalam kerja sama akreditasi halal.
Ketiga, teori perdagangan bebas digunakan untuk menganalisis hasil perdagangan bilateral antara Indonesia dan Uni Emirat Arab, termasuk hambatan perdagangan yang muncul pada saat implementasi Nota Kesepahaman tahun 2018. Ketiga poin tersebut juga merupakan instrumen untuk mencapai tujuan penelitian untuk mendeskripsikan dan menganalisis “. Implementasi Nota Kesepahaman Kerja Sama Akreditasi Halal antara ESMA dan KAN dalam hubungan dagang Indonesia dengan Uni Emirat Arab Tahun 2018.”
Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang menggunakan teknik analisis deskriptif karena metode kualitatif memberikan wawasan mendalam mengenai informasi tentang sikap, kepercayaan, motif, atau perilaku masyarakat. Poin kuncinya adalah penelitian kualitatif bergantung pada interaksi ekstensif dengan orang-orang yang diteliti, dan peneliti sering kali dapat menemukan informasi tak terduga yang tidak mungkin dilakukan dengan metode kuantitatif. Metodologi penelitian kualitatif diartikan oleh Bogdan dan Taylor sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan orang dan/atau perilaku yang dapat diamati (Sugiyono, 2012).
Peneliti berperan penting dalam memberikan pendapat yang didukung oleh teori dan konsep serta kelengkapan data sebagai inti dari penelitian kualitatif (Moleong, 2014). Maka peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif ini untuk mendapatkan penjelasan secara gamblang mengenai hasil studi dokumen dan studi literatur mengenai hubungan perdagangan Indonesia dan UEA pada periode tahun 2018 dan tahun-tahun berikutnya.
Fokus Penelitian
Pendekatan kualitatif dikatakan berarti “memecahkan masalah dengan cara menembus masalah”, yang berarti “menyelesaikan masalah dengan memahami masalah secara cepat” (Musianto, 2002). Sedangkan pendekatan deskriptif kualitatif terdiri dari penyajian data yang digambarkan sebagai fakta tentang fenomena tertentu dengan deskripsi, dan menggali informasi yang dipelajari lebih dalam untuk menentukan hipotesis penelitian. Dalam penerapannya, teknik deskriptif ini juga menggunakan penjelasan statistik untuk memberikan gambaran yang dapat membantu pembaca memahami jenis-jenis variabel dan hubungannya (Raco, 2010).
Kemudian peneliti akan menafsirkan makna data dalam analisisnya, dimana objektivitas argumentasi peneliti akan sangat menentukan keabsahan penelitian tersebut. Perkembangan hubungan dagang Indonesia dengan UEA berdasarkan perbandingan data antara sebelum dan sesudah perjanjian MoU pada periode diatas tahun 2018.
Jenis dan Sumber Data
Mengingat latar belakang dan rumusan masalah dalam skripsi ini, maka fokus penelitian adalah menjawab pertanyaan penelitian antara lain; Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder terkait dengan dokumen perjanjian tertulis Nota Kesepahaman Kerja Sama Akreditasi Halal antara Komite Akreditasi Nasional (KAN) dan Otoritas Emirates untuk Standardisasi dan Metrologi (ESMA) yang ditandatangani pada tahun 2018 dan data perdagangan; ekspor-impor, neraca perdagangan, persentase pasar produk ekspor, pertumbuhan negara dan kebijakan perdagangan diperoleh dari situs resmi Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Uni Emirat Arab serta sumber pemerintah kedua negara lainnya. Sedangkan angka-angka tersebut mengacu pada World Integrated Trading System (WITS), Bank Dunia, Badan Pusat Statistik, Kementerian Perdagangan RI dan lain-lain.
Data pendukung lainnya seperti artikel dan berita dikumpulkan dari sumber berita terpercaya di Internet seperti CNN Indonesia, CNBC Indonesia dan lain-lain.
Teknik Pengumpulan Data
Keputusan penggunaan teknik dokumen ini mengacu pada pandangan Sugiyono (2012) bahwa teknik pengumpulan data berupa studi dokumen atau kepustakaan dilakukan secara terfokus dan mendalam. Bungin (2007) juga menyatakan bahwa tingkat kredibilitas suatu hasil penelitian kualitatif sedikit banyak ditentukan oleh penggunaan dan pemanfaatan dokumen-dokumen yang tersedia. Hal ini dikarenakan banyaknya data yang disimpan dalam bentuk dokumen sehingga proses data mining dapat diverifikasi dengan sumber lain (Bungin, 2007).
Jadi data yang mendukung pemikiran dan pernyataan peneliti secara keseluruhan didasarkan pada informasi tertulis resmi yang mengacu pada sumber resmi masing-masing negara, baik dari pemerintah Indonesia maupun pemerintah UEA, termasuk organisasi internasional yang mengolah data secara global, sehingga berkaitan dengan kedua negara ini. Data-data tersebut digabungkan untuk menghasilkan temuan-temuan baru dan sekaligus sebagai upaya verifikasi terhadap data atau informasi yang sama, namun dari sumber yang berbeda, guna meningkatkan keakuratan data yang digunakan.
Teknik Analisis Data
Diakses pada 26 Januari 2022 pukul 04.52 di https://ftacenter.Kemendag RI.go.id/news-pelaluan-negotiations-persecepatan-kemitraan-Ekonomi-komprehensif-indonesia-uni-emirat-arab. Diakses pada 13 Mei 2022 pukul 17.52 di https://www.tagar.id/pemerintah-cepatkan-jasa-satu-pintu-sistem-halal. Diakses pada 11 Juni 2022 pukul 10.00 di https://www.kemenag.go.id/read/kemenag-ajak-pengusaha- Lokal-segera-ajukan-kredit-halal-n35px.
Diakses pada 11 Juni 2022 pukul 10.10 di https://kemenag.go.id/read/mengurai-benang-kusut-ertification-halal-8nxo9. Diakses pada 14 Mei 2022 pukul 17:52 di https://www.halalmui.org/mui14/main/detail/kemenko-Ekonomi-cepatkan-certification-halal-for-umk. Diakses pada 26 Januari 2022 pukul 04.52 di https://setkab.go.id/iuae-cepa-histori-baru-perundingan-dagang-indonesia-dengan-negara-.
Diakses pada 26 Januari 2022 pukul 04.52 di https://www.kemenkeu.go.id/publikasi/berita/menkeu-aprecijas-kerja-sama-indonesia-uni-emirat-arab/.
Implementasi MoU dalam Bidang Kerja Sama Akreditasi Halal antara
- Pematuhan UAE.S 2055-3 oleh KAN
- Pelaksanaan Sosialisasi pelatihan tentang UAE.S 2055-2 oleh
- Pelaksanaan Akreditasi Lembaga Sertifikasi Halal oleh KAN
- Pelaksanaan Laporan Seluruh Proses, Perkembangan dan Status
- Penilaian Mandiri, Pengawasan, dan Evaluasi oleh ESMA
- Pengakuan ESMA terhadap Sertifikat Halal Indonesia
Hubungan Perdagangan Indonesia dan UEA Pasca MoU dalam Bidang
Kesimpulan
Dengan demikian, telah ditandatangani Memorandum of Understanding (MoU) kerjasama di bidang akreditasi Halal antara Emirates Authority for Standardization and Metrology (ESMA) dan Komite Akreditasi Nasional (KAN) atau Memorandum of Understanding (MSP) di bidang Halal. Kerjasama Akreditasi Halal antara ESMA dan KAN pada tahun 2018 bertujuan untuk mengurangi hambatan teknis dalam perdagangan sekaligus memfasilitasi perdagangan bilateral antara Indonesia dan UEA. Hal terpenting yang disepakati terkait kerja sama akreditasi lembaga sertifikasi halal tertuang dalam Pasal 2 (dua) MoU dengan total 12 (dua belas) cakupan kerja sama yang harus dipatuhi oleh KAN dan ESMA. Kemudian dirinci menjadi 6 (enam) mekanisme kerja sama untuk memetakan implementasi MoU Kerjasama Akreditasi Halal tahun 2018 yang dilaksanakan oleh KAN dan ESMA;
Sebab, ada beberapa aspek yang mungkin menghambat proses implementasi MoU di bidang akreditasi halal antara KAN dan ESMA. Dengan demikian, MoU kerjasama akreditasi halal antara KAN dan ESMA ini dapat dikatakan telah mampu mengatasi permasalahan ketidaksepakatan standar halal khususnya mengenai akreditasi LSH di Indonesia yang telah mendapatkan pengakuan ESMA.
Saran
Diakses pada 13 Mei 2022 pukul 17:52 di https://kemenag.go.id/read/bpjph-kaji-jasa-sistem-halal-berbasis-ai-dan-blockchain-zeope. Diakses pada 11 Juni 2022 pukul 11.09 di https://kemenag.go.id/read/update-ertification-halal-di-indonesia-bisnis-dan-kenyataan-8njgk. Diakses pada 26 Januari 2022 pukul 04.52 di https://www.Kemendag RI.go.id/id/newsroom/press-release/bisnis-ekspor-Kemendag RI- Pendidikan-peluang-ke-pasar-arab-saudi -dan - uae-1.
Diakses pada tanggal 26 Januari 2022 pukul 04:52 di https://setkab.go.id/berpotensi-besar-wapres-bangun-empat-angkat-strategi-untuk-kuasai-pasar-halal-dunia/. Diakses pada 26 Januari 2022 pukul 04:52 di https://www.kominfo.go.id/content/detail/37934/pembangunan-ikn-transition-energi-dan-perdagangan-tiga-sector-prioritas-kerja-sama -indonesia / 0/berita. Diakses pada 26 Januari 2022 pukul 04:52 di https://www.merdeka.com/uang/Kemendag RI-besar-peningkatan-perdaganan-indonesia-dengan-uni-emirat-arab.html.
Toegang op 26 Januarie 2022, om 04.52 by https://www.kemenkeu.go.id/publikasi/siaran-pers/siaran-pers-buka-besar-pemulihan- Ekonomi-nasional-kemenkeu-berpartisipasi-pada- expo-2020 -dubai/.