SKD CPNS (Seleksi Kompetensi Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil) adalah tahap pertama dalam proses seleksi CPNS yang bertujuan untuk mengukur kompetensi dasar yang dimiliki oleh calon pegawai negeri sipil. SKD menggunakan sistem CAT (Computer Assisted Test) dan terdiri dari tiga subtes utama:
1. Tes Wawasan Kebangsaan (TWK): Mengukur pengetahuan dan kemampuan terkait nasionalisme, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
2. Tes Intelegensi Umum (TIU): Menguji kemampuan verbal, numerik, logika, dan analisis calon peserta, seperti pemahaman bacaan, hitungan, dan kemampuan berpikir kritis.
3. Tes Karakteristik Pribadi (TKP): Menilai perilaku, motivasi, dan kepribadian yang sesuai dengan kebutuhan kerja sebagai pegawai negeri.
Nilai dari masing-masing subtes SKD harus memenuhi ambang batas (passing grade) yang telah ditentukan pemerintah untuk dapat lanjut ke tahap selanjutnya, yaitu Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).
SKB CPNS (Seleksi Kompetensi Bidang Calon Pegawai Negeri Sipil) adalah tahap kedua dari proses seleksi CPNS yang bertujuan untuk mengukur kompetensi teknis atau bidang yang spesifik sesuai dengan jabatan yang dilamar. Setelah peserta berhasil lolos dari Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), mereka akan mengikuti SKB, yang dirancang untuk memastikan bahwa calon pegawai memiliki pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan tugas yang akan dijalankan di posisi tersebut.
Pelaksanaan SKB dapat berbeda-beda tergantung pada instansi dan jabatan yang dilamar.
Beberapa metode penilaian yang biasa digunakan dalam SKB antara lain:
1. Tes dengan CAT (Computer Assisted Test): Seperti SKD, beberapa instansi juga menggunakan CAT dalam SKB untuk menilai kompetensi teknis.
2. Wawancara: Banyak jabatan yang memerlukan wawancara untuk mengevaluasi pemahaman peserta tentang bidang pekerjaan serta aspek kepribadian dan profesionalisme.
3. Tes Praktik Kerja: Pelamar mungkin diminta untuk melakukan simulasi atau tes praktik yang relevan dengan jabatan, seperti menulis laporan, mengelola data, atau menggunakan perangkat khusus.
4. Psikotes: Untuk posisi tertentu, psikotes dapat digunakan untuk mengukur kepribadian, kecerdasan emosional, serta kesiapan mental pelamar.
5. Tes Fisik atau Kesamaptaan: Untuk jabatan yang membutuhkan kebugaran fisik seperti TNI, Polri, atau penjaga lapas, tes kebugaran atau kesamaptaan sering dilakukan.
Skor akhir dari proses seleksi CPNS biasanya merupakan gabungan dari nilai SKD dan SKB, dengan bobot yang berbeda-beda, di mana SKB biasanya memiliki bobot lebih tinggi (sekitar 60%).