• Tidak ada hasil yang ditemukan

SELF CONTROL PADA MAHASISWA BIMBINGAN KONSELING ISLAM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "SELF CONTROL PADA MAHASISWA BIMBINGAN KONSELING ISLAM "

Copied!
156
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Penegasan Istilah

  • Self Control (Kontrol Diri)
  • Mahasiswa
  • Bimbingan Konseling Islam

Menurut Calhoun & Acocella, pengendalian diri adalah serangkaian proses yang membantu seseorang mendefinisikan dirinya dalam mengatur proses psikologis, fisik, dan perilaku seseorang.10 Yang dimaksud dengan pengendalian diri dalam penelitian ini adalah menemukan pengendalian diri dalam diri sendiri. proses sehingga dapat terbentuk dengan sendirinya, dengan adanya beberapa bentuk pengaturan fisik, psikis dan perilaku sehingga seseorang dapat berkembang. Rentang usia mahasiswa umumnya berkisar antara 18 hingga 25 tahun, yang masuk dalam rentang usia remaja akhir hingga dewasa madya.11 Yang dimaksud dengan mahasiswa dalam penelitian ini adalah mereka yang pernah mengikuti organisasi dalam kampus semasa kuliah, baik internal maupun eksternal, dan lulus dalam 7 semester. Bimbingan Konseling Islam merupakan salah satu program studi yang ada di Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri Prof.K.H Saifuddin Zuhri Purwokerto.

Yang dimaksud dengan bimbingan Konseling Islami adalah mereka yang merupakan mahasiswa BKI angkatan 2018.

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

  • Manfaat Teoritis
  • Manfaat Praktis

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan ketika bergabung dalam organisasi kemahasiswaan dan dapat mengubah anggapan buruk mahasiswa terhadap mahasiswa yang bergabung dalam organisasi kemahasiswaan. Dapat dijadikan acuan dalam mengelola pengendalian diri bagi mahasiswa yang mengikuti organisasi agar dapat lulus tepat waktu. Dapat dijadikan bahan referensi untuk penelitian selanjutnya khususnya pada bidang pengendalian diri pada siswa.

Kajian Pustaka

Orang yang masuk dalam kategori pengendalian diri tinggi apabila orang tersebut dapat mengendalikan ketiga hal tersebut. Hal ini sesuai dengan ciri-ciri pengendalian diri, yaitu individu yang mampu mengendalikan rangsangannya. Hubungan pengendalian diri dengan prokrastinasi akademik dalam penyelesaian disertasi pada mahasiswa jurusan PAI, tarbiyah dan fakultas pendidikan UIN Mataram.

Hubungan Pengendalian Diri Dengan Prokrastinasi Akademik Dalam Penyelesaian Skripsi Pada Mahasiswa FTIK Jurusan PAI Tahun 2012 di IAIN Salatiga.

Sistematika Penulisan

KAJIAN TEORI

Pengertian Kontrol Diri

Pengendalian diri merupakan sebuah konsep yang diterapkan pada analisis pemecahan masalah, kemampuan berpikir, dan kreativitas seseorang. Pengendalian diri merupakan suatu prosedur pengembangan perilaku yang dilakukan individu terhadap dirinya dalam upaya pengembangan diri secara optimal. Begitu pula dengan pemikiran Bandura dan Mischael seperti dikutip Carlos yang mengatakan bahwa pengendalian diri adalah kemampuan individu dalam merespon suatu keadaan.

Pengendalian diri Baumeister adalah kemampuan seseorang dalam mengendalikan perilaku sesuai dengan moral, nilai, dan norma sosial untuk mendorong perilaku yang baik.

Ciri-Ciri Kontrol Diri

Faktor Yang Mempengaruhi Kontrol Diri

Menurut penelitian Nasichah, remaja yang memandang metode disiplin orang tuanya lebih demokratis cenderung memiliki pengendalian diri yang kuat. 28 Khaerunisah, Hubungan Pengendalian Diri dengan Prokrastinasi Akademik Dalam Penyelesaian Skripsi Pada Mahasiswa Jurusan PAI Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Mataram, Skripsi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Mataram, 2020, hal. 15. Menurut Baumeister & Boden (dalam Ramadona Dwi Marsela) budaya, yang juga dapat mempengaruhi pengendalian diri seseorang karena cara dia menangani lingkungannya, yang akan mempengaruhi kemampuan seseorang dalam mengendalikan dirinya, dimana setiap orang dalam suatu lingkungan akan terikat. budaya yang ada di lingkungan tersebut.

30 Ramadona Dwi Marsela dan Mamat Supriatna, Pengendalian Diri: Pengertian dan Faktor, Jurnal Konseling Inovatif: Teori, Praktek & Penelitian, Vol 3 No 2, 2019, hlm 65–69.

Aspek-Aspek Kontrol Diri

33 Galih Fajar Fadillah, Upaya meningkatkan pengendalian diri penerima manfaat melalui layanan pengajaran kelompok di Balai Rehabilitasi Mandiri Semarang, Skripsi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang, 2013, hal. 22-24. Seseorang dikatakan mempunyai pengendalian diri yang baik apabila seseorang mencermati tingkah lakunya sendiri kemudian menentukan tingkah laku atau proses berpikir apa yang akan ditampilkan (Self-Analysis), mencatat atau mencatat terjadinya perbuatan yang dilakukannya. Menurut Roy Sambel dalam Galih Fajar Fadillah, aspek pengendalian diri seseorang lainnya meliputi pengendalian emosi, mental, dan spiritual.

35Galih Fajar Fadillah, Upaya Meningkatkan Pengendalian Diri Penerima Manfaat Melalui Layanan Tutorial Kelompok di Balai Rehabilitasi Mandiri Semarang, Skripsi, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang, 2013, hal. 24.

Jenis-Jenis Kontrol Diri

Pengendalian informasi, yaitu kemampuan memperoleh pengetahuan tentang peristiwa yang menimbulkan stres, kapan terjadinya, mengapa dan apa akibat yang ditimbulkan. Kontrol retrospektif, yaitu kemampuan menghubungkan keyakinan tentang apa atau siapa yang menyebabkan suatu peristiwa, dengan menekankan bahwa peristiwa itu terjadi. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa kemampuan mengendalikan perilaku, mengelola rangsangan, mengatasi tantangan hidup, memahami peristiwa dan mengambil keputusan merupakan beberapa komponen pengendalian diri yang umum digunakan dalam menguji pengendalian diri.39 Jenis-jenis pengendalian diri pengendalian diri akan berfungsi untuk merespon rangsangan yang berbeda-beda yang diterima.

38 Lilik Mufidah, Hubungan Pengendalian Diri Dengan Perilaku Seksual Pranikah Pada Siswa SMKN 2 Kota Malang, Skripsi Fakultas Psikologi UIN Malik Malang, 2008, hlm.19-20.

Fungsi Kontrol Diri

Ketika seorang individu bertindak untuk memenuhi kebutuhan lainnya, bisa jadi individu tersebut mempunyai kriteria yang melebihi kebutuhan yang harus dipenuhi. Individu yang memiliki pengendalian diri yang baik akan berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya sampai pada tingkat yang sesuai dengan kebutuhan yang ingin dipenuhinya. Dalam hal ini pengendalian diri membantu individu menyeimbangkan pemenuhan kebutuhan hidup, seperti tidak mengonsumsi makanan berlebihan, tidak melakukan hubungan seksual berlebihan berdasarkan nafsu, atau tidak melakukan aktivitas belanja berlebihan di luar batas kemampuan finansial yang tidak boleh dilakukan.40.

Mahasiswa

  • Mahasiswa
  • Organisasi Kemahasiswaan

45 Azzahra Fikrul Islam, Peran Organisasi Kemahasiswaan Dalam Mengembangkan Potensi Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar, Skripsi, Makassar: Universitas Muhammadiyah Makassar, 2018, hal. 8. 47 Konasih, Peran Organisasi Kemahasiswaan dalam Mengembangkan Civic Skills Mahasiswa, Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, 2016, Volume 25, Edisi 2, Halaman 66. Organisasi kemahasiswaan di Indonesia dapat digolongkan menjadi dua jenis, yaitu organisasi kemahasiswaan internal kampus dan mahasiswa eksternal kampus.

Organisasi kemahasiswaan yang tergabung dalam organisasi pendidikan tinggi, mulai dari departemen atau fakultas hingga seluruh universitas, dikenal dengan organisasi kemahasiswaan intra universitas.

Bimbingan Konseling Islam

  • Sejarah Bimbingan Konseling Islam
  • Visi, Misi dan Tujuan Bimbingan Konseling Islam
  • Profil Lulusan dan Gelar Akademik

METODE PENELITIAN

Waktu dan Lokasi Penelitian

Subjek dan Objek

  • Subjek Penelitian
  • Objek Penelitian

Informasi mengenai informan dikumpulkan dengan menggunakan metode wawancara. Sedangkan untuk lokasi penelitiannya sendiri dilaksanakan di Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto. Sebelum pengumpulan data, peneliti menjelaskan maksud dan tujuan penelitian ini dan kembali menanyakan kesediaan mereka untuk ikut serta sebagai informan dalam penelitian. Subyek penelitian adalah suatu sifat seseorang, benda atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditentukan oleh peneliti, yang harus dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan darinya.55 Subyek penelitian ini adalah proses pengendalian diri (self-control). kontrol) mahasiswa konseling Islam angkatan 2018 yang tergabung dalam organisasi kampus yang beranggotakan enam orang di Universitas Islam Negeri prof.

Data dan Sumber Data

  • Sumber Data Primer
  • Sumber Data Sekunder

Keenam informan yaitu Adhitya Ridwan Budhi Prasetyo Nugroho, Dhika Zulkarnain Wibisono, Eli Ernawati, Lili Lutfiah Ahmad, Nindya Rahma Febriani dan Erna Hermawati menjadi data utama yang menjadi fokus penelitian ini, dimana sumber utamanya adalah para informan itu sendiri. Menurut Mulyadi dalam Lina Rahmawati, data sekunder adalah data yang dikumpulkan peneliti dari sumber yang tersedia sehingga disebut peneliti tangan kedua. , foto, rekaman video, majalah, buku dan benda-benda lain yang dapat memperkaya data primer 60 Penelitian ini menggunakan data sekunder untuk kerangka teori dan hasil penelitian yang dilakukan peneliti berupa jurnal ilmiah, buku, artikel ilmiah dan wawancara dengan masyarakat . lebih dekat dengan informan.

Metode Pengumpulan Data

  • Wawancara
  • Dokumentasi

Hal serupa juga diungkapkan sahabat Dika, Fanni, bahwa Dika adalah sosok yang bisa mengatur waktunya dengan baik, apalagi setelah pandemi. Hal lain yang diungkapkan Eli, yakni dirinya termasuk orang yang bisa menolak ajakan temannya jika diajak jalan-jalan, seperti ungkapannya, yakni. Senada dengan apa yang disampaikan Fanni, Ikbal juga mengatakan hal serupa seperti yang ia sampaikan di bawah ini.

Pada titik ini informan mengungkapkan bagaimana cara memprioritaskan hal-hal yang dianggap penting untuk diprioritaskan. Jadi ketika ada dua hal yang terjadi bersamaan, saya melihat apa yang lebih dibutuhkan oleh posisi saya.”100. Hal senada juga diungkapkan Dhika, bahwa dia tahu prioritasnya harus seperti apa.

Itu kembali ke diri kita sendiri ketika kita memikirkan apa yang kita anggap penting dan penting dan melihat untuk jangka panjang. Jadi jika ada 2 hal sekaligus, saya melihat apa yang lebih dibutuhkan fungsi saya. Itu kembali ke diri kita sendiri ketika kita memikirkan apa yang kita anggap penting dan penting dan melihat untuk jangka panjang.

Hal yang saya tidak suka adalah siswa yang tidak bertanggung jawab itu sepertinya sudah tidak terlihat lagi saat ujian tengah semester sudah dekat.

Analisis Data

  • Reduksi Data
  • Penyajian Data
  • Penarikan Kesimpulan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Profil UIN Prof KH Saifuddin Zuhri Purwokerto

Profil Fakultas Dakwah

Profil Informan Penelitian

Informan kunci penelitian ini adalah mahasiswa Bimbingan Konseling Islam angkatan 2018 dan lulus semester tujuh, sedangkan informan pendukung penelitian adalah teman dekat, saudara atau sahabat dari informan kunci. Selain itu Adhitya juga aktif mengikuti lomba karya tulis ilmiah, misalnya sering meraih juara di Olimpiade PTKI I Indonesia, bidang agama, sains, dan penelitian berhasil meraih juara 2. Untuk aktivitasnya saat ini, Adhitya menjadi guru pembimbing di MAN 2 Banyumas dan mahasiswa S2 UIN Saifuddin Zuhri Purwokerto jurusan Komunikasi Penyiaran Islam.

Untuk aktivitasnya saat ini, Dhika merupakan mahasiswa aktif S2 di Universitas Negeri Yogyakarta jurusan Pendidikan BK. Semasa S1, Eli aktif di organisasi PMII, Youth and Addiction Partner di organisasi PMII dan youth partner Eli sebagai anggota tetap, sedangkan Eli for Addiction tergabung dalam pengurus pelaksana khususnya di bagian sekretaris. Untuk aktivitasnya saat ini, Lili bekerja di SMP Islam Al Wufran sebagai guru siswa dan pembimbing.

Semasa kuliah, Nindya aktif dalam organisasi olah raga divisi futsal, HMJ BKI periode 2019/2020 dan 2020/2021 di divisi bisnis dan kemitraan, IMBS (Ikatan Brebes Selatan) dan yang terbaru JFC Angel Futsal di divisi futsal. divisi hubungan masyarakat. Pembina Mata Pelajaran dan Bimbingan di SMA Islam Al-Wufran dan Panitia Pemungutan Suara Desa 5.

Hasil Penelitian Self Control dalam Proses Penyelesaian Studi

  • Kontrol Perilaku (behavior control)
  • Kontrol Kognitif (cognitive control)
  • Mengontrol Keputusan (decisional control)

Hal yang hampir sama diungkapkan Informan Nindya dengan informan Dhika dan Lili, yang menjadi dasar rasa malas mereka yaitu karena jarak dan pandemi, seperti pernyataannya sebagai berikut. Ririn mengungkapkan bahwa Nindya adalah orang yang rajin, meski ada kalanya mengerjakan tugas yang tenggat waktunya, namun hal itu merupakan hal yang jarang terjadi, seperti yang ia ungkapkan di bawah ini. Hal lain yang diungkapkan Lulu bahwa Lili merupakan kakak beradik yang masih belum pandai mengatur waktu, seperti pernyataannya berikut ini.

Bagi informan Erna, ia telah menunjukkan bahwa ia sebisa mungkin mengesampingkan hal-hal yang merusak prioritasnya, persis seperti yang ia nyatakan. Hal senada juga diungkapkan Iqbal, bahwa Eli adalah sahabat yang bisa memprioritaskan hal-hal penting dan akan selalu berusaha sebaik mungkin, hal ini senada dengan ungkapan Iqbal, gitu. Hal yang hampir sama diungkapkan Ririn kepada Iqbal, menurutnya Indy juga punya rencana untuk segera lulus, ujarnya.

Hal serupa juga diungkapkan Eli, yakni dengan mempertimbangkan hal-hal yang dianggap penting dan terpenting serta melihat ke arah jangka panjang, seperti Eli Ambil yang lebih penting dan terpenting, jika tidak ada presentasi kelompok dalam perkuliahan, mereka akan bergabung dalam organisasi. Menurut informan Nindya, studi dan organisasi merupakan dua hal yang penting dan jika tugas kuliah sudah selesai maka pengorganisasian diperbolehkan.

Pembahasan Hasil Penelitian

PENUTUP

Pedoman Wawancara Informan

Hasil Wawancara Riset Penelitian Skripsi

Dokumentasi

Daftar Riwayat Hidup

Referensi

Dokumen terkait