Digestive Surgery Cases Volume 5, Cetakan Pertama, 2022
Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia Cabang Jawa Tengah, Semarang.
Dewan Redaksi:
1. Prof. dr. Siti Fatimah Muis, MSc., Sp.GK(K) 2. Dr. dr. Darmono SS, MPH., Sp.GK (K)
3. Prof. dr. M. Sulchan, Msc., DA Nutr., Sp.GK (K) 4. Prof. Dr. dr. Hertanto WS.,MS.,Sp.GK (K) 5. Dr. dr. Niken Puruhita M.Med.Sc, Sp.GK (K)
Redaksi Pelaksana:
dr. Febe Christianto Sp.GK (K)
Pengulas :
1. dr. Rosa Kristiansen 2. dr. Yulin Arditawati 3. dr. Felita Surya Rini 4. dr. Frisca Finlania Agan 5. dr. Cindy Lufika
Uk. 21cm x 29cm (xx + 114 hlm) ISSN : 2962-4576
Anggota APPTI 003.151.1.3.2022
Anggota IKAPI 246/Anggota Luar Biasa/JTE/2022
Dicetak oleh:
UNDIP Press Semarang
Isi di luar tanggung jawab percetakan Hak Cipta dilindungi Undang-undang
Dilarang mencetak dan menerbitkan sebagaian atau seluruh isi buku ini dengan cara dan bentuk apapun tanpa seijin penulis dan penerbit
Kata Pengantar
Segala puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas terselenggaranya acara The 5th Semarang Clinical Nutrition Update bertemakan a Bowl for Healthy Bowel. Sebagaimana kita ketahui bahwa nutrisi sangat penting untuk kesehatan gastroenterohepatologi dan berbagai kondisi patologis di bidang digestif.
Keberhasilan terapi dalam mengatasi masalah gastroenterohepatologi, tentunya melibatkan tim multidisipliner.
Pada The 5th Semarang Clinical Nutrition Update ini kami hadirkan pembicara dan moderator sebagai narasumber yang sudah dikenal baik di tingkat nasional bahkan internasional yang merupakan pakar di bidang ilmu gizi klinis dan di bidang ilmu bedah digestif. Pada kesempatan ini panitia juga mengundang pembicara dari Belgia, Prof dr Elisabeth de Waele, beliau adalah salah satu pembicara dan penulis guideline ESPEN (European Society of Parenteral and Enteral Nutrition) dan Prof Jonatan M. Asper, beliau ahli dalam bidang colorectal surgery dan sebagai Founding President of Philspen, serta co-founder of PENSA.
The 5th Semarang Clinical Nutrition Update merupakan bentuk partisipasi dalam berbagi ilmu dan pengalaman untuk meningkatkan kompetensi, profesionalitas dan semangat sejawat dokter gizi klinis serta mendukung perbaikan status gizi pasien dan peningkatan mutu pelayanan gizi di rumah sakit.
Panitia telah berusaha semaksimal mungkin untuk membukukan materi presentasi ilmiah para narasumber sebagai sumbangsih terhadap perkembangan ilmu gizi klinis pada 5th Semarang Clinical Nutrition Update dengan harapan akan menambah khasanah ilmu pengetahuan kita.
Terimakasih kepada semua pihak yang telah turut membantu terselenggaranya acara ini.
Kami mohon maaf sekiranya dalam pelaksanaan The 5th Semarang Clinical Nutrition Update, masih terdapat kekurangan.
Akhir kata, besar harapan kami bahwa symposium ini dapat menambah kompetensi sejawat gizi klinis dalam memberikan penatalaksanaan pelayanan gizi klinis secara menyeluruh dan khususnya peran gizi klinis saat periode perioperatif.
Salam
dr. M.R Arientasari W.H, M.Kes, Sp. GK (K)
Ketua PanitiaThe 5th Semarang Clinical Nutrition Update
ii | 5th Semarang Clinical Nutrition Update
Kata Sambutan
Assalamualaikum wr, wb, Om Swastiastu, Salam sejahtera untuk kita semua.
Yang saya hormati Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinis Indonesia, Prof. Dr. dr. Nurpudji A Taslim, Sp.GK (K)
Yang saya hormati Ketua Kolegium Dokter Spesialis Gizi Klinis Indonesia, Prof. Dr. dr.
Hertanto Wahyu Subagio, MS., Sp.GK(K)
Yang saya hormati Ketua Program Studi Gizi Klinis Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, dr. Enny Probosari, M.Si.Med, Sp.GK(K)
Yang saya hormati Ketua Semarang Clinical Nutrition Update, dr. M. R. Arientasari H, M.Kes, Sp.GK(K), dan
Yang saya banggakan, seluruh sejawat dokter umum dan dokter spesialis peserta simposium Semarang Clinical Nutrition Update ke -5 tahun 2022.
Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat nikmat, karunia, serta izin-Nya kita dapat berkumpul di acara ini secara daring dalam keadaan sehat dan tanpa kekurangan suatu apapun dan atas kehendak-Nya lah acara Semarang Clinical Nutrition Update yang ke 5 ini bisa terselenggara secara daring, setelah tertunda 2 tahun oleh karena situasi Pandemi di negara kita.
Kilas Balik mengenai Semarang Clinical Nutrition Update (SCNU), pada awalnya dulu, diprakarsai oleh guru-guru kami, Dr.dr Darmono SS, MPH, SpGK(K) yang mempunyai ide untuk menyelenggarakan kegiatan ilmiah yang berisi update aplikasi gizi klinis untuk para sejawat dokter umum dan dokter spesialis. Ide ini disempurnakan dengan masukan- masukan Prof.dr. Siti Fatimah, MSc,SpGK (K), Prof dr, M Sulchan, Msc, DA Nutr, SpGK(K) dan oleh Prof.Dr.dr Hertanto WS, MS, SpGK(K) yang saat itu merupakan Ketua PDGKI Jawa Tengah, ide ini diwujudkan dalam bentuk seminar tahunan dengan topik terkini di bidang gizi klinis. Tanpa terasa, saat ini kami sudah menyelenggarakan seminar ke 5 dengan variasi topik mulai dari terapi gizi pada pasien dengan sindrom metabolik, pasien geriatri, kanker, perioperative, dan yang terselenggara saat ini, pada kasus-kasus gastrointestinal. Kami bahkan sudah mulai mempersiapkan topik SCNU 6 yang akan datang.
Tentu saja banyak pihak terlibat dalam kesuksesan acara SCNU ini. Oleh karena itu, perkenankan saya menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada
- Guru-guru kami yang sudah memberikan inspirasi dan memfasilitasi SCNU sampai saat ini dan yang akan datang
- Para pembicara yang merupakan para ahli di bidang masing-masing baik di dalam dan luar negeri, juga kepada para moderator yang merupakan alumni-alumni unggulan PPDS-Gizi Klinis UNDIP
- Sejawat peserta SCNU 5, atas partisipasinya, di akhir minggu yang harusnya bisa istirahat atau healing dengan keluarga, namun masih menyempatkan waktu untuk mengikuti acara ini
5th Semarang Clinical Nutrition Update | iii
- Berikutnya, Kepada Ketua Panitia Abadi, dr. Arien, terima kasih dan penghargaan atas jerih payah dan waktunya mengurus penyelenggaraan SCNU yang lalu, sekarang dan yang akan datang
- Sejawat panitia konsulen gizi klinis, yang sudah menyisihkan waktu di antara kesibukan bekerja dan keluarga untuk membantu kelancaran penyelenggaraan acara - Kepada panitia residen, apresiasi dan terima kasih saya atas kerja keras anda untuk tetap bertanggung jawab dalam penyelenggaraan keseluruhan acara, meskipun saya tahu tugas anda semua yang sangat padat, baik tugas klinis, akademis, ujian2 dan bahkan kemarin, ada yang juga mengikuti ujian board. Jadi, satu kata yang tepat untuk anda semua, AMAZING!!
- Tak lupa, kepada para sponsor yang sudah setia membantu penyelenggaraan SCNU dan EO, PT indeco, saya sampaikan penghargaan dan terima kasih
Saya berharap simposium ini dapat bermanfaat untuk sejawat sekalian dalam melayani pasien sehari-hari. Saya yakin dengan mengikuti seluruh webinar ini, para sejawat akan mendapatkan materi yang menarik, ‘fresh’, ‘insightful’ dan updated dalam bidang gizi klinis khususnya peran nutrisi pada penyakit gastrointestinal.
Atas nama panitia, saya memohon maaf jika dalam penyelenggaraan acara ini ada hal yang kurang berkenan di hati sejawat sekalian.
Selamat mengikuti SCNU 5, selamat menikmati sajian nutritious bowl for healthy bowel.
Terima kasih
Dr. dr. Niken Puruhita M.Med.Sc, Sp.GK (K) Ketua PDGKI Cabang Jawa Tengah
iv | 5th Semarang Clinical Nutrition Update
ORGANIZING COMMITTEE 5th Semarang Clinical Nutrition Update ADVISOR : Ketua PDGKI Cabang Jateng & DIY
CONDESCENDENT : Dekan Fakultas Kedokteran UNDIP Semarang Direktur RSUP. Kariadi Semarang
Steering Committee : Prof. dr. Siti Fatimah Muis, MSc., Sp.GK(K) Dr. dr. Darmono SS, MPH., Sp.GK (K)
Prof. dr. M. Sulchan, Msc., DA Nutr., Sp.GK (K) Prof. Dr. dr. Hertanto WS.,MS.,Sp.GK (K) Dr. dr. Niken Puruhita M.Med.Sc, Sp.GK (K)
Organizing Committee
Chairman : dr. M.R. Arientasari W.H, M.Kes, Sp.GK (K) dr. I Putu Prayoga Ratha
Secretary : dr. Ika Swasti Mahargyani dr. Eka Chris Noverika R
Treasurer : dr. Etisa Adi Murbawani, M. Si, Sp.GK (K) dr. Caroline Stella
dr. Wimba Candrikaningrum
Registration : dr. Dwi Yuniari dr. Noor Hanggraini dr. Dewi Silvia Kartika dr. Kezia Nugroho dr. Nishi Dewi Ruci
Sponsorship division : dr. Amalia Sukmadianti, Sp.GK (K) dr. Dewi Susanti
dr. Husnul Khatimah dr. Mutiana Melati dr. Pungki Dwi Tunggal dr. Angeline Budiman
Scientific division : Dr. dr. Niken Puruhita M.Med.Sc, Sp.GK (K) dr. Febe Christianto Sp.GK (K)
dr. Rosa Kristiansen dr. Yulin Arditawati
dr. Felita Surya Rini dr. Frisca Finlania Agan dr. Cindy Lufika
Poster competition division : dr. Felita Surya Rini dr. Frisca Finlania Agan
Costume division : DR. dr. Niken Puruhita M.Med.Sc, Sp.GK (K)
Publication division : dr. Enny Probosari, M.Si.Med., Sp.GK (K) dr. Antonio Alwin
dr. Anindya Putri
dr. Nadya Paramita Winata dr. Amadea Hasian
Event division : dr. Khairuddin Sp. GK (K) dr. Annisa Fauziah
dr. Aulia Parvasani dr. Cicilia Asali dr. Monika Pahlawani dr. Efendi Agnilinia
Equipment division : dr. Khairuddin Sp. GK (K) dr. Okky Hartanto
dr. Kristanto Mulia S dr. Yanes Natanael dr. Kevin Octavianus dr. Sudrajad
dr. Rivan Virlando Suryadinata
Transportation and
Accommodation division : dr. Diana Pisessa S dr. Defriansyah dr. Febrina Dian R
Consumption division : dr. Meilina Sp.GK dr. Rizky Fauzia RS dr. Eni Yuliani dr. Rini Sialagan dr. Juniarti Rahayu dr. Anria Maswita
5th 5th Semarang Clinical Nutrition Update
vi |
Susunan Pengurus Cabang PDGKI Jawa Tengah Periode 2018 – 2021
DEWAN PENASEHAT
Koordinator : Prof. dr. Siti Fatimah Muis, M.Sc., Sp.GK(K) Anggota : Dr. dr. Darmono SS., MPH, Sp.GK(K)
Prof. dr. M. Sulchan, M.Sc., DA Nutr., Sp.GK(K) Prof. Dr. dr. Hertanto W.S., MS, Sp.GK(K)
PENGURUS CABANG
Ketua : Dr. dr. Niken Puruhita, M.Med.Sc., Sp.GK(K) Wakil Ketua : dr. Khairuddin, Sp. GK (K)
Sekretaris : dr. Febe Christianto, Sp.GK (K) Bendahara : dr. Amalia Sukmadianti, Sp.GK (K)
BIDANG ORGANISASI
Dr. dr. Budiyanti Wiboworini, M.Kes., Sp.GK dr. Enny Probosari, M.Si,Med, Sp.GK (K)
BIDANG KERJASAMA ANGGOTA dr. Nurhati Febriarni, Sp.GK
BIDANG PENGEMBANGAN DAN PENDIDIKAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN (P2KB)
dr. M.R. Arientasari W.H., M.Kes., Sp.GK (K) dr. Etisa Adi Murbawani, M.Si., Sp.GK (K)
viii | 5th Semarang Clinical Nutrition Update
ISSN 2962-4576
5th Semarang Clinical Nutrition Update | vii 5th Semarang Clinical Nutrition Update | ix SCHEDULE OF SYMPOSIUM DAY 1 (SATURDAY, May 21st 2022)
08.00-08.10 Opening Ceremony
08.10-08.16 Welcome Speech Chairwoman
PDGKI Jawa Tengah DR.dr. Niken Puruhita, M.Med.Sc., Sp.GK(K) 08.16-08.22 Welcome Speech Chairwoman PP
PDGKI
Prof. Dr. dr. Nurpudji A.Taslim, MPH, Sp.GK(K) 08.22-08.28 Report of the 5th SCNU Chairwoman dr. M.R. Arientasari
W.Himawan, M.Kes, Sp.GK(K)
08.30-08.50 Ethicolegal
Ethical Aspect of Clinical Nutrition Therapy
dr. Sigid Kirana Lintang Bhima, Sp.FM(K)
08.50-09.10 Plenary Lecture 1 Gut-Brain Axis
Prof. DR. dr. Hertanto Wahyu Subagio, MS, Sp.GK (K)
Session 1 Moderator : DR.dr.Budiyanti Wiboworini, M.Kes.,
Sp.GK 09.15-09.30 Topic 1.1
Gut in the ICU
dr. Agustinus I Wayan Harimawan, MPH., Sp.GK (K) 09.30-09.45 Topic 1.2
Nutritional Management of Diabetic Gastroparesis
DR. Dr. Darmono S.S., MPH, Sp.GK(K) 09.45-10.00 Topic 1.3
Managing Anorexia in Gastrointestinal Cancer
Dr. dr. Diana Sunardi, M.Gizi, Sp.GK(K) 10.00-10.15 Discussion
10.20-10.35 Launching Coding ICD-10 dr. Lily Indriani Octovia, MT, M.Gizi, Sp.GK(K) 10.40-11.00 Mini Symposia
Using Body Composition Analysis for Diagnosis of Malnutrition in Hospital Settings
DR.dr. Niken Puruhita, M.Med.Sc. Sp.GK(K)
Session 2 Moderator :
dr. Fransiska Sutrisno, Sp.GK
11.05-11.20 Topic 2.1
Impaired Metabolism in Hepatic Cirrhosis and Encephalopathy
DR. dr. Hery
Djagat Purnomo, Sp.PD K- GEH
11.20-11.35 Topic 2.2
Nutrition Update in Hepatic Cirrhosis and Encephalopathy
dr. Erwin Christianto, M.Gizi, Sp.GK
5th Semarang Clinical Nutrition Update | viii
11.35-11.55 Topic 2.3
Safety of Enteral Feeding in Upper Gastrointestinal Bleeding
dr. Ongko Susetia
Totoprajogo, MNs, Sp.GK 11.55-12.10 Discussion
12.10-12.20 ISHOMA
Session 3 Moderator :
dr. Firda Nurachma, Sp.GK 12.20-12.35 Topic 3.1
Nutrition Management in Hepatorenal Syndrome
DR. dr. Luciana B Sutanto, MS, Sp.GK(K)
12.35-12.50 Topic 3.2
Omega-3 Role in Perioperative Nutrition Therapy in Digestive Surgery Cases
dr. Nur Ashari, M.Kes, Sp.GK(K)
12.50-13.05 Topic 3.3
Gastrointestinal Problems Related to Malnutrition in Elderly
dr. Etisa Adi Murbawani, M.Si, Sp.GK(K)
13.05-13.20 Discussion
13.25-13.45 Plenary Symposia
Nutritional Aspects in Critical Care of Major Gastrointestinal Surgery
Prof. dr. Elisabeth de Waele, PhD
13.45-14.05 Discussion Moderator :
DR.dr. Minidian Fasitasari, M.Sc., Sp.GK(K)
SCHEDULE OF SYMPOSIUM DAY 2 (SUNDAY, May 22nd 2022 ) 08.00-08.05 Opening
08.05-08.25 Plenary Lecture 2
In Gut We Trust: Microbiome of the Obese
Prof. dr. Siti Fatimah-Muis, MSc, Sp.GK (K)
08.25-08.45 Plenary Lecture 3
Potential Benefit of Rice Bran Arabinoxylan Compound in Gastrointestinal Health
Prof. Dr. dr. Nurpudji A Taslim, Sp.GK (K) 08.45-09.05 Plenary Lecture 4
Standardized Multi-chamber PN for Adult Intestinal Failure
Session 1 Moderator :
dr. Amalia Sukmadianti, Sp.GK(K)
09.10-09.25 Topic 1.1
Multidisciplinary Approach of Enterocutaneous Fistula
dr. Abdul Mughni, M.Si.Med, SpB-KBD
x | 5th Semarang Clinical Nutrition Update
09.25- 09.40 Topic 1.2
Highlight in the Management of Short Bowel Syndrome
Prof. Ignatius Riwanto MD, Ph.D., FICS, FINACS (digestive)
09.40-09.55 Topic 1.3
Understanding Small Intestine Bacterial Overgrowth (SIBO)
dr. Bernadus Parish Budiono, MSi.Med, SpB- KBD
09.55-10.10 Discussion
Session 2 Moderator :
dr. Enny Probosari, M.Si.Med, Sp.GK(K) 10.15-10.30 Topic 2.1
Choline for Non-Alcoholic Fatty Liver Disease (NAFLD)
Prof. Dr. dr. I Wayan Weta, MS, SpGK(K)
10.30-10.45 Topic 2. 2
Functional Foods on Bowel Health
Prof. dr. M. Sulchan, Sp.GK (K), DA. Nutr
10.45-11.00
11.00-11.15 Discussion
11.20-11.40 Plenary Symposia
Perioperative Parenteral Nutrition on Gastrointestinal Surgery Patients
Prof. Jonathan M. Asprer, M.D
11.40-12.00 Discussion Moderator :
dr. Febe Christianto, Sp.GK(K)
12.05-12.25 Lunch Symposia
Oligomeric Formula and Its Use in GEH and Digestive Patients
Dr. dr. Gaga Irawan
Nugraha, M.Gizi, Sp. GK(K) 12.25-12.40 ISHOMA
12.40-12.50 Winner Announcement of Poster Competition
Session 3 Moderator: dr. Yohan
Samudra, Sp.GK., AIFO-K 12.50-13.05 Topic 3.1
Reinoculate and Repair the Leaky Gut with Fiber and Nutrients
DR med. Dr. Maya
Surjadjaja, M.Gizi, Sp.GK, IAAF
13.05-13.20 Topic 3.2
Soluble and Insoluble Fiber and Their Benefit in Enterally Fed Patients
dr. Khairuddin, Sp.GK(K)
13.20-13.35 Topic 3.3
Metabolic Dearrangement After Whipple Procedure
dr. Erik Prabowo, MSc.Med, SpB-KBD
13.35-13.50 Discussion
13.50-14.05 Closing Ceremony
xii | 5th Semarang Clinical Nutrition Update
Semarang Clinical Nutrition Update
Comprehensive Nutrition Therapy for Gastroenterohepatology and Digestive Surgery Cases
Volume 5, Cetakan Pertama, 2022
TABLE OF CONTENT
Welcome Speech ... i
Organizing Committee ... iv
Schedule ... vii
Table of Contents ... x
Contents ... 1
SCIENTIFIC ABSTRACTS SYMPOSIUM DAY 1 PL 1 Gut Brain Axis ... 1
Prof. Dr. dr. Hertanto Wahyu Subagio, MS, Sp.GK (K); dr. Febe Christianto Sp.GK (K); dr. Frisca Finlania Agan S 1.1.1 Gut in the Intensive Care Unit ... 2
dr. Agustinus I Wayan Harimawan, MPH., Sp.GK(K) S 1.1.2 Nutritional Management of Diabetic Gastroparesis ... 4
DR. Dr. Darmono S.S., MPH, Sp.GK(K) S 1.1.3 Managing Anorexia in Gastrointestinal Cancer ... 6
Dr. dr. Diana Sunardi, M.Gizi, Sp.GK(K) MS BIVA: An Alternative Approach for Malnutrition Diagnosis using BIA ... 7
DR.dr. Niken Puruhita, M.Med.Sc. Sp.GK(K) S 1.2.1 Impaired Metabolism in Hepatic Cirrhosis and Encephalopathy ... 8
DR. dr. Hery Djagat Purnomo, Sp.PD K-GEH S 1.2.2 Nutrition Update in Hepatic Cirrhosis and Encephalopathy ... 9
dr. Erwin Christianto, M.Gizi, Sp.GK S 1.2.3 Safety of Enteral Feeding in Upper Gastrointestinal Bleeding ... 10
dr. Ongko Susetia Totoprajogo, MNs, Sp.GK S 1.3.1 Nutrition Management in Hepatorenal Syndrome ... 16
DR. dr. Luciana B Sutanto, MS, Sp.GK(K)
5th Semarang Clinical Nutrition Update | 16 S 1.3.2
Nutrition Management in Hepatorenal Syndrome Luciana B Sutanto1,2
1. Universitas Diponegoro, Semarang 2. Universitas Kristen Krida Wacana, Jakarta
Sindroma hepatorenal: adalah bentuk spesifik dari gangguan ginjal akut (GGA) atau acute kidney injury (AKI) yang terjadi pada pasien dengan penyakit hati (sirosis hati) stadium akhir. Pasien dengan sirosis hati dekompensasi yang di rawat inap, 30-50% terjadi AKI, dengan akibat peningkatan mortalitas. Patofisiologi terjadinya sindroma hepatorenal yaitu pada sirosis hati terjadi peningkatan resistensi intrahepatik, yang berakibat hipertensi portal, sehingga terjadi vasodilatasi splangnik yang mengaktivasi sistem neurohumoral (sympathetic nervous system [SNS], renin-angiotensin-aldosterone system [RAAS], dan vasopresin.
Pada penyakit hati dan AKI, keduanya berisiko terjadi malnutrisi. Gangguan fungsi ginjal mengakibatkan gangguan metabolisme karbohidrat, protein, dan lipid.
Pemberianenergi didasarkan pada pengukuran dengan menggunakan kalorimetri indirek.
Kebutuhan protein pada AKI berdasarkan keadaan pasien: tanpa penyakit akut/ kritis: 0,8- 1,0 g/kg BB/hari; dengan penyakit akut/kritis: 1 - 1,3 g/kg BB/hari; pasien sakit kritis dengan gagal ginjal dan terapi pengganti ginjal intermiten konvensional: 1,3-1,5 g/kg BB/hari, pasien sakit kritis dengan gagal ginjal pada terapi pengganti ginjal kontinyu (CRRT) atau terapi pengganti ginjal intermiten berkepanjangan (PIKRT): 1,5 g/kg/hari hingga 1,7 g/kg/hari. Status cairan, serta kadar mikronutrien dan elektrolit darah perlu dimonitor dan dievaluasi. Kadar gula darah direkomendasikan agar dipertahankan: 140- 180 mg/dL. Tatalaksana sirosis hati diberikan sebagai pendukung tatalaksana sindroma hepatorenal, yaitu protein diberikan 1,2-1,5 g/kg BB/hari tergantung kondisi pasien, pasien dengan ensefalopati hepatik tidak ada pembatasan pemberian.
Kata kunci: hepatorenal syndrome, AKI, sirosis hati, nutrisi.
16 | 5th Semarang Clinical Nutrition Update
S 1.3.2
Nutrition Management in Hepatorenal Syndrome
Luciana B Sutanto1,2
1. Universitas Diponegoro, Semarang 2. Universitas Kristen Krida Wacana, Jakarta
Abstrak
Sindroma hepatorenal adalah gangguan ginjal akut (GGA) yang terjadi pada pasien dengan penyakit hati (sirosis hati) stadium akhir. Pasien dengan sirosis hati dekompensasi yang di rawat inap, 30-50% terjadi AKI, dengan akibat peningkatan mortalitas. Patofisiologi terjadinya sindroma hepatorenal yaitu pada sirosis hati terjadi peningkatan resistensi intrahepatik, yang berakibat hipertensi portal, sehingga terjadi vasodilatasi splangnik yang mengaktivasi sistem neurohumoral (sympathetic nervous system [SNS], renin-angiotensin-aldosterone system [RAAS], dan vasopresin.
Pada penyakit hati dan AKI, keduanya berisiko terjadi malnutrisi. Gangguan fungsi ginjal mengakibatkan gangguan metabolisme karbohidrat, protein, dan lipid. Pemberianenergi didasarkan pada pengukuran dengan menggunakan kalorimetri indirek. Kebutuhan protein pada AKI berdasarkan keadaan pasien: tanpa penyakit akut/ kritis: 0,8- 1,0 g/kg BB/hari; dengan penyakit akut/kritis: 1 - 1,3 g/kg BB/hari; pasien sakit kritis dengan gagal ginjal dan terapi pengganti ginjal intermiten konvensional: 1,3-1,5 g/kg BB/hari, pasien sakit kritis dengan gagal ginjal pada terapi pengganti ginjal kontinyu (CRRT) atau terapi pengganti ginjal intermiten berkepanjangan (PIKRT):
1,5 g/kg/hari hingga 1,7 g/kg/hari. Status cairan, serta kadar mikronutrien dan elektrolit darah perlu dimonitor dan dievaluasi. Kadar gula darah direkomendasikan agar dipertahankan: 140- 180 mg/dL.
Tatalaksana sirosis hati diberikan sebagai pendukung tatalaksana sindroma hepatorenal, yaitu protein diberikan 1,2-1,5 g/kg BB/hari tergantung kondisi pasien, pasien dengan ensefalopati hepatik tidak ada pembatasan pemberian.
Kata kunci: hepatorenal syndrome, AKI, sirosis hati, nutrisi.
Abstract
Hepatorenal syndrome is an acute kidney injury (AKI) that occurs in patients with end-stage liver disease (cirrhosis). In hospitalized patients with decompensated liver cirrhosis, 30-50% develop AKI, with consequent increased mortality. The pathophysiology of hepatorenal syndrome is
(sympathetic nervous system [SNS], renin-angiotensin-aldosterone system [RAAS], and vasopressin).
In liver disease and AKI, both are at risk for malnutrition. Impaired kidney function results in impaired carbohydrate, protein, and lipid metabolism. Based on the energy in the measurement using indirect calorimetry. Protein requirements in AKI based on the patient's condition: without acute/critical illness: 0.8-1.0 g/kg BW/day; with acute/critical disease: 1 - 1.3 g/kg body weight/day;
critically ill patients with renal failure and conventional intermittent renal replacement therapy:
1.3-1.5 g/kg body weight/day, critically ill patients with renal failure on continuous renal replacement therapy (CRRT) or long-term renal replacement therapy (PIKRT): 1 ,5 g/kg/day to 1.7 g/kg/day. Fluid status, as well as blood micronutrient and electrolyte levels need to be monitored and giant. Blood sugar levels are recommended to be maintained: 140-180 mg/dL. Treatment of liver cirrhosis is given to support the management of hepatorenal syndrome, namely protein 1.2-1.5 g/kg BW/day depending on the patient's condition, patients with hepatic encephalopathy are not given administration.
Keywords: hepatorenal syndrome, AKI, liver cirrhosis, nutrition
Sindroma hepatorenal:
Sindroma hepatorenal (SHR) adalah gangguan ginjal akut (GGA) yang terjadi pada pasien dengan sirosis lanjut dan terutama disebabkan vasokonstriksi ginjal, akibat gangguan sirkulasi sistemik pada sirosis lanjut.1 Sindroma ini terjadi pada 30-50% pasien rawat inap dengan penyakit hati (sirosis hati) stadium akhir.2,3
Patofisiologi terjadinya SHR yaitu pada sirosis hati terjadi peningkatan resistensi intrahepatik yang mengakibatkan hipertensi portal, sehingga terjadi vasodilatasi splangnik yang mengaktivasi sistem neurohumoral (sympathetic nervous system [SNS], renin-angiotensin-aldosterone system [RAAS], dan vasopresin.1 Gambar 1.
2
Definisi GGA pada sirosis hati, baru-baru ini telah dimodifikasi dan didasarkan pada perubahan pada kreatinin serum. Kriteria diagnostik SHR-GGA juga telah dimodifikasi. Pada SHR, kriteria diagnostik klasik berdasarkan ambang batas kreatinin serum yang tetap, telah dihapus dan digunakan SHR-GGA yang lebih dini. Biomarker urin yang baru telah terbukti berguna dalam diagnosis banding penyebab GGA pada sirosis, khususnya pada diagnosis banding nekrosis tubular akut terhadap SHR-GGA. Rekomendasi mengenai tatalaksana farmakologis lini pertama untuk pasien dengan SHR-GGA adalah kombinasi dari vasokonstriktor dan albumin. Dignosis GGA Kriteria berdasarkan diagnostik baru menurut konsensus International Club of Ascites (ICA)- acute kidney injury (AKI) dan stadium GGA dapat dilihat pada tabel 1.5
Tabel 2. Kriteria diagnostik dan pengobatan untuk SHR-GGA.5
4
Definisi Gagal Ginjal Akut
Serum kreatinin meningkat > 0,3 mg/dL (> 26,5 umol/L) dalam 48 jam, atau meningkat > 50%
dari batas awal yang diketahui, atau diduga telah terjadi selama 7 hari.
Stadium Gagal Ginjal Akut (GGA)
GGA 1 Serum kreatinin meningkat > 0,3 mg/dL (> 26,5 umol/L) atau meningkat 1,5-2 kali lipat dari batas awal
GGA 1A Serum kreatinin < 1,5 mg/dL saat didiagnosis GGA 1B Serum kreatinin > 1,5 mg/dL saat didiagnosis
GGA 2 Serum kreatinin meningkat > 2-3 mg/dL kali lipat dari batas awal
GGA 3 Serum kreatinin meningkat > 3 mg/dL kali lipat dari batas awal atau serum kreatinin > 4,0 mg/dL (353,6 umol/L) dengan peningkatan akut > 0,3 mg/dL atau mulai dilakukan terapi pengganti ginjal.
(A) Kriteria diagnosis SHR-GGA Sirosis dan asites
Diagnosis GGA berdasarkan ICA-AKI: serum kreatinin meningkat > 0,3 mg/dL dalam 48 jam.
Tanpa syok
Tidak ada respon setelah 2 hari berturut-turut penghentian diuretik dan ekspansi volume plasma dengan albumin (1 g/kg berat badan)
Tidak sedang atau dalam waktu dekat menggunakan obat nefrotoksik (NSAID, aminoglikosida, media kontras beryodium, dll.)
Tidak ada tanda makroskopis cedera ginjal struktural, didefinisikan sebagai:
- tidak ada proteinuria (>500 mg/hari)
- tidak ada mikrohematuria (>50 sel darah merah per HPF)
- ultrasonografi ginjal normal (B) Kriteria pengobatan SHR-GGA
Memenuhi semua kriteria diagnostik SHR-GA GGA stadium1B (setelah ekspansi albumin plasma) Tidak ada kontraindikasi untuk terapi vasokonstriktor Kriteria pengobatan individual
-GGA berbeda dengan GGA yang disebabkan faktor lain. Selain itu, prognosis GGA juga berbeda tergantung etiologinya, pasien dengan GGA hipovolemik menunjukkan prognosis terbaik, dibandingkan dengan pasien dengan SHR-GGA atau nekrosis tubular akut yang memiliki prognosis terburuk.7
Tatalaksana nutrisi pada sindroma hepatorenal:
Kedua penyakit yang mendasari sindroma hepatorenal, yaitu sirosis hati dan GGA dapat mengakibatkan terjadinya malnutrisi. Gangguan ginjal akut dengan atau tanpa gagal ginjal meningkatkan risiko malnutrisi dengan memicu gangguan metabolisme multipel dan, seringkali, dengan turunnya asupan nutrisi.8
Pada pasien GGA yang dirawat yang memerlukan terapi nutrisi medis, harus digunakan kalorimetri indirek untuk menilai kebutuhan energi, agar menghindari pemberian nutrisi yang kurang atau berlebihan.8
Rekomendasi pemberian nutrisi bagi pasien dengan GGA yaitu pada pasien rawat inap dengan asupan nutrisi kurang dan gangguan status gizi, setidaknya pasien mendapatkan 75% dari kebutuhan energi dan protein berdasarkan perhitungan. Nutrisi hipokalori (< 70% dari kebutuhan energi) harus diberikan pada fase awal penyakit akut. Setelah hari ketiga, pemberian kalori dapat ditingkatkan hingga 80-100% dari kebutuhan energi. Untuk menghindari asuepan nutrisi berlebih, nutrisi enteral danparenteral tidak dianjurkan diberikan penuh pada pasien yang sakit kritis tetapi harus diberikan bertahap dalam tiga sampai tujuh hari.8
Kebutuhan protein pada GGA berdasarkan keadaan pasien: tanpa penyakit akut/ kritis: 0,8- 1,0 g/kg BB/hari; dengan penyakit akut/kritis: 1 - 1,3 g/kg BB/hari; pasien sakit kritis dengan gagal ginjal dan terapi pengganti ginjal intermiten konvensional: 1,3-1,5 g/kg BB/hari, pasien sakit kritis dengan gagal ginjal pada terapi pengganti ginjal kontinyu (CRRT) atau terapi pengganti ginjal intermiten berkepanjangan (PIKRT): 1,5 g/kg/hari hingga 1,7 g/kg/hari. Status cairan, serta kadar mikronutrien dan elektrolit darah perlu dimonitor dan dievaluasi. Kadar gula darah direkomendasikan agar dipertahankan: 140- 180 mg/dL. Tatalaksana sirosis hati diberikan sebagai pendukung tatalaksana
pasien dengan ensefalopati hepatik tidak ada pembatasan pemberian.
Kepustakaan:
1. Ginès P, Schrier RW. Renal failure in cirrhosis. N Engl J Med 2009;361:1279-1290.
2. Fernández M, Semela D, Bruix J, Colle I, Pinzani M, Bosch J. Angiogenesis in liver disease. J Hepatol 2009; 50: 604–20.
3. Huelin P, Piano S, Solà E, et al. Validation of a staging system for acute kidney injury in patients with cirrhosis and association with acute-on-chronic liver failure. Clin Gastroenterol Hepatol 2017;15: 438–445.
4. Ginès P, Krag A, Abraldes JG, Solà E, Fabrellas N, Kamath PS. Liver cirrhosis. The Lancet 2021, 398:1359-76.
5. Solé C, Pose E, Solà E, Ginès P. Hepatorenal syndrome in the era of acute kidney injury. Liver International 2018;38:1891–1901.
6. Angeli P, Bernardi M, Villanueva C, et al. EASL Clinical Practice Guidelines for the management of patients with decompen- sated cirrhosis. J Hepatol 2018. https://doi.org/10.1016/j. jhep.2018.03.024.
7. Martín–Llahí M, Guevara M, Torre A, et al. Prognostic importance of the cause of renal failure in patients with cirrhosis. Gastroenterology 2011;140:488-96.
8. Fiaccadori E, Sabatino A, Barazzoni R, Carrero JJ, Cupisti A, De Waele E, Jonckheer J, Singer P, Cuerda C.
ESPEN guideline on clinical nutrition in hospitalized patients with acute or chronic kidney disease. Clinical Nutrition 2021;40:1644-68.
6