• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS KENYAMANAN THERMAL PADA MASJID NURUL ILMI KAMPUS 4 UNIVERSITAS PGRI SEMARANG

N/A
N/A
Fairuz Candra

Academic year: 2023

Membagikan "ANALISIS KENYAMANAN THERMAL PADA MASJID NURUL ILMI KAMPUS 4 UNIVERSITAS PGRI SEMARANG"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

SEMINAR PENELITIAN

ANALISIS KENYAMANAN THERMAL PADA MASJID NURUL ILMI KAMPUS 4 UNIVERSITAS PGRI SEMARANG

DISUSUN OLEH : IMDAD BASITH 19600026 FAIRUZ CANDRA 19600052

PROGRAM STUDI ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK DAN INFORMATIKA

UNIVERSITAS PGRI SEMARANG 2023

(2)

LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN SEMINAR

ANALISIS KENYAMANAN THERMAL PADA MASJID NURUL ILMI KAMPUS 4 UNIVERSITAS PGRI SEMARANG

Disusun Oleh:

IMDAD BASITH 19600026 FAIRUZ CANDRA 19600052

Semarang, April 2022

Dosen Pembimbing Ketua Prodi Arsitektur,

Universitas PGRI Semarang

Baju Arie Wibawa,S.T.,M.T.

NPP.1471011423

Kurnia Widiastuti NIP.197502152000122001

Mengetahui

Dekan Fakultas Teknik dan Informatika Universitas PGRI Semarang

Ibnu Toto Husodo, S.T.,MT NPP. 136901387

`i

(3)

ABSTRAK

Kenyamanan termal pada bangunan Ibadah adalah salah satu faktor penting dalam perancangan sebuah ruang khususnya di bangunan ibadah salah satunya Masjid. Kenyamanan termal pada ruang Ibadah dapat berpengaruh dalam proses beribadah dan meningkatkan kekhusukan saat melakukan aktivitas di dalam masjid. Masjid Nurul Ilmi Universitas PGRI Semarang merupakan salah satu tempat ibadah yang berlokasi di Kampus 4 Universitas PGRI Semarang, yang letaknya berada di tengah pusat keramaian kampus dan lokasi tersebut berbatasan langsung dengan fasilitas kampus yang lain. Masjid tersebut memiliki arah orientasi bangunan menghadap Timur dan Area imam berada di sisi barat, kondisi tersebut dapat berpengaruh terhadap kenyaman termal dalam area Ibadah Masjid. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi kenyamanan termal ruang Ibadah Maasjid Nurul Ilmi pada saat terdapat kegiatan di dalam Masjid.

Penelitian menggunakan metode survei dan pengukuran dengan mengumpulkan data parameter lingkungan berupa temperature, kelembapan relative dan kecepetan aliran udara dalam Gedung ataupun luar Gedung, kemudian hasilnya dibandingkan dengan Standar Nasional Indonesia (SNI).

Kata Kunci : Kenyamanan Termal, Poses Peribadahan, Masjid Nurul Ilmi

(4)

ABSTRACT

Thermal comfort in worship buildings is one of the essential factors in the design of a space, especially in worship buildings, one of which is the mosque. Design of a space especially in buildings of worship one of them mosque. Thermal comfort in the worship space can affect the process of worship and increase the kekhusukan while doing activities in the mosque. Nurul Ilmi Mosque PGRI Semarang University is one of the places of worship located on Campus 4 PGRI Semarang University, located in the center of the campus crowd and directly adjacent to other campus facilities. The mosque has a building orientation direction facing east and the imam area is on the west side, these conditions can affect the thermal comfort in the mosque worship area. The purpose of this study was to evaluate the thermal comfort of Masjid Nurul Ilmi worship space when there are activities in the mosque.

Research using survey and measurement methods by collecting data on environmental parameters such as temperature, relative humidity, and airflow speed in or outside the building, then the results are compared with the Indonesian National Standard (SNI).

`iii

(5)

KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena telah memberikan kesehatan, kesempatan kepada penulis sehingga mampu menyelesaikan penelitian ini. Atas rahmat dan hidayah-Nya, penulis dapat menyelesaikan Seminar yang berjudul “Analisis Kenyamanan Thermal pada Masjid Nurul Ilmi Kampus 4 Universitas PGRI Semarang” tepat waktu.

Laporan ini disusun guna memenuhi tugas pada mata kuliah Seminar Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik dan Informatika Universitas PGRI Semarang. Pada kesempatan ini juga, penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada:

1. Bapak Baju Arie Wibawa, S.T., M.T. selaku Ketua Program Studi Arsitektur sekaligus dosen pembimbing Mata Kuliah Seminar.

2. Kepada orang tua yang selalu menyemangati dalam menulis Laporan Seminar ini.

Kepada semua pihak yang telah membantu dan membimbing penulis dalam penyusunan laporan ini, dan teman-teman Arsitektur yang telah menginspirasi dan memberikan semangat untuk menyelesaikan laporan ini secara tepat waktu.

Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan dengan segala kekurangannya. Oleh karena itu, kami mengharapkan adanya kritik dan saran dari semua pihak demi kesempurnaan dari laporan ini. Akhir kata kami berharap, semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi rekan-rekan mahasiswa-mahasiswi dan pembaca sekaligus menambah pengetahuan tentang laporan Penelitian.

Semarang, Juli 2023

(6)

Daftar Isi

LEMBAR PENGESAHAN...i

ABSTRAK...ii

ABSTRACT...iii

KATA PENGANTAR...iv

BAB I...1

PENDAHULUAN...1

1.1 LATAR BELAKANG...1

1.2 IDENTIFIKASI MASALAH...2

1.3 RUMUSAN MASALAH...2

1.4 TUJUAN PENELITIAN...2

1.5 MANFAAT PENELITIAN...2

1.5.1 MANFAAT UNTUK ARSITEK...2

1.5.2 MANFAAT UNTUK PENGELOLA...2

BAB II...3

TINJAUAN PUSTAKA...3

2.1 PENGERTIAN...3

2.1.1 Pengertian Masjid...3

2.1.2 Pengertian Kenyamanan Termal...3

2.1.3 Faktor-Faktor Kenyamanan Termal...3

2.1.3.1 Faktor Lingkungan...3

2.1.4 Standart Kenyamanan Termal...4

2.2 TINJAUAN FASILITAS MASJID...7

BAB III...8

METODOLOGI PENELITIAN...8

3.1 PENGANTAR SISTEMATIS PENELITIAN...8

3.2 LOKASI PENELITIAN...8

3.3 METODE PENGUMPULAN DATA...9

3.3.1 OBSERVASI...9

3.3.2 STUDI LITERATUR...9

3.4 METODE ANALISIS...10

3.5 MENARIK KESIMPULAN DAN SARAN...10

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN...11

`v

(7)

4.1 Data Bangunan dan Ruang...11

4.2 Data Pengukuran...13

4.3 Pengumpulan Data...16

4.3.1 Pengolahan Data...23

4.3.1.1 Analisis Data CBE Thermal Comfort pada waktu subuh...24

4.3.1.2 Analisi CBE Thermal Comfort pada waktu dzuhur...25

4.3.1.3 Analisi CBE Thermal Comfort pada waktu ashar...27

...27

4.3.1.4 Analisi CBE Thermal Comfort pada waktu maghrib...28

4.3.1.5 Analisi CBE Thermal Comfort pada waktu isya...30

BAB V Kesimpulan dan Saran...33

5.1 Kesimpulan...33

5.2 Saran...33

Daftar Pustaka...35

(8)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Seorang arsitek memiliki tugas untuk membuat rancangan bangunan yang memiliki nilai estetis, kesesuaian fungsi bangunan yang akan dirancang, dan kenyamanan ruang yang akan di gunakan oleh pengguna sehingga dapat mendukung segala aktifitas yang di lakukan di dalam ruang. Setiap bangunan di harapkan dapat memberikan kenyamanan termal, visual, dan audial.

Ada beberapa aspek yang harus di penuhi didam kenyamanan termal bangunan antara lain adalah aspek pencahayaan, kebisingan suara, aliran udara, kelembapan udara. Utamanya pada bangunan masjid yang memiliki fungsi ibadah dimana di dalam masjid di harapkan memiliki kenyamanan agar seluruh pengguna dapat merasa nyaman saat melaksanakan ibadah.

Aspek kenyamanan thermal dapat di penuhi dengan beberapa cara antara lain dengan memperhatikan aliran udara dengan membuat ventilasi yang cukup, orientasi bangunan yang sesuai untuk menghindari panas matahari yang berlebihan masuk kedalam ruang.

Masjid merupakan bangunan dengan fungsi tempat ibadah bagi umat muslim, di dalam masjid manusia menunaikan ibadah dengan nyaman dan aman sehingga ibadah menjadi khusyuk.

Selayaknya dengan semua bangunan masjid harus memiliki aspek yang harus di penuhi untuk memenuhi kebutuhan kenyamanan saat melakukan ibadah antara lain adalah kenyamanan thermal, sehingga kegiatan ibadah yang di lakukan didalam masjid menjadi nyaman dan aman bagi para penggunanya. Terutama bangunan masjid di Indonesia dimana Indonesia memiliki iklim tropis lembab yang membuat suhu di Indonesia cukup tinggi dan kelembapan udara yang tinggi. Hal ini dapat menjadi sebuah persoalan didalam tingkat kenyamanan termal di ruang masjid.

Masjid Nurul Alim merupakan masjid yang berada di Kampus 4 Universitas PGRI semarang yang menjadi pusat ibadah mahasiswa muslim Universitas PGRI Semarang sehingga di harapkan

`1

(9)

suasana di dalam masjid harus memenuhi aspek kenyamanan termal yang sesuai dengan standar yang telah di buat.

1.2 IDENTIFIKASI MASALAH

Berdasarkan latar belakang di atas, maka akan dilakukan identifikasi masalah sebagai berikut :

1. Apakah Masjd Nurul Alim memiliki kenyamanan termal yang telah memenuhi dengan standar yang ada ?

1.3 RUMUSAN MASALAH

1. Bagaimana keadaan suhu, kelembapan udara, kebisingan suara yang ada di dalam Masjid Nurul Alim ?

1.4 TUJUAN PENELITIAN

Menurut rumusan masalah diatas tujuan dari penilitian ini adalah :

1. Menganalisis tingkat kenyamanan termal yang ada di dalam Masjid Nurul Almi.

2. Mengetahui apakah kondisi eksisting Masjid Nurul Almi sudah memenuhi standar kenyamanan termal.

1.5 MANFAAT PENELITIAN

Manfaat penelitia ini dapat meliputi manfaat untuk arsitek, dan manfaat untuk pengelola Masjid Nurul Almi penjelasan sebagai berikut :

1.5.1 MANFAAT UNTUK ARSITEK

Manfaat penilitan ini untuk arsitektur diharapkan para arsitek di Indonesia dapat mengetahui aspek yang harus dipenuhi untuk mencapai kenyamanan termal pada bangunan khususnya bangunan masjid.

1.5.2 MANFAAT UNTUK PENGELOLA

Manfaat untuk pengelola Majid Nurul Almi adalah dapat menjadi pengetahuan bagi pengelola Masjid Nurul Almiagar dapat mengetahui apakah Masjid Nurul Almi sudah memenuhi aspek kenyamanan termal atau belum.

(10)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 PENGERTIAN

2.1.1Pengertian Masjid

Masjid adalah suatu bangunan yang memiliki fungsi sebagai tempat ibadah umat muslim. Bentuk dan ukuran masjid sangat beragam, namun pada umumnya masjid memiliki bentuk persegi Panjang dengan sisi yang Panjang menghadap ke arah barat atau menghadap ke kiblat (Mekkah).

2.1.2 Pengertian Kenyamanan Termal

Menurut standar 55-1992 ASHRAE (American Society of heating, Refrigating, and Air-Conditioning engineer), kenyamanan termal (Thermal Comfort) adalah keadaan pikiran manusia yang mengekspresikan kepuasan terhadap lingkungan sekitar. Kenyamanan ini dirasakan tubuh bila terdapat keseimbangan termal dimana panas yang dihasilkan tubuh setara dengan pelepasan dan peroleh pada tubuh.

2.1.3 Faktor-Faktor Kenyamanan Termal

Secara umum terdapat dua faktor yang dapat mempengaruhi kenyamanan termal seorang, yaitu faktor lingkungan dan faktor individu. Faktor lingkungan di bagi menjadi 4 faktor yaitu temperature udara, temperature radiant, kelembaban udara, dan kecepatan pergerakan angin. Sedangkan faktor individu di bagi menjadi 2 yaitu, faktor metabolisme, dan faktor pakaian.

2.1.3.1 Faktor Lingkungan

Faktor lingkungan adalah faktor yang berasal dari lingkungan a. Temperature udara

Salah satu faktor terbesar yang dapat mempengaruhi kenyamanan termal adalah temperature udara. Satuan yang di gunakan untuk temperature udara adalah Celcius, Fahrenhait, Reamur, dan Kelvin.

Temperature udara antara suatu tempat dengan tempat yang lain

`3

(11)

berbeda, hal ini disebabkan adanya beberapa faktor, seperti sudut datang sinar matahari, ketinggian suatu tempat, arah angin, arus laut, dan lamanya penyinaran matahari.

b. Temperature Radiant

Temperatur radiant adalah panas yang berasal dari radiasi objek yang mengeluarkan panas, salah satunya radiasi matahari.

c. Kelembaban udara

Kelembaban udara merupakan kandungan uap air yang ada di dalam udara, sedangkan kelembaban relative adalah rasio antara jumlah uap air di udara dengan jumlah maksimum uap air yang dapat di tamping pada temperature tertentu.

d. Kecepatan Angin

Kecepatan angin adalah kecepatan aliran udara yang bergerak secara mendatar atau horizontal pada ketinggian dua meter diatas tanah. Kecepatan angin dipengaruhi oleh karakteristik suatu permukaan yang dilaluinya.

2.1.4 Standart Kenyamanan Termal

Menurut Lippsmeier (1997) menyatakan bahwa batas kenyamanan untuk kondisi katulistiwa berkisar antara 19°C TE-26°C TE dengan pembagian berikut:

 Suhu 26°C TE : Umumnya penghuni sudah mulai berkeringat.

 Suhu 26°C TE–30°C TE : Daya tahan dan kemampuan kerja penghuni mulai menurun.

 Suhu 30,5°C TE–35,5 °C TE : Kondisi lingkungan mulai sukar.

 Suhu 35°C TE–36°C TE : Kondisi lingkungan tidak memungkinkan lagi

Menurut SNI 03-6572-2001 ada beberapa factor yang dapat mempengaruhi kenyamanan termal seseorang antara lain

1. Temperatur Udara Kering

(12)

a) Temperatur udara kering sangat besar pengaruhnya terhadap besar kecilnya kalor yang dilepas melalui penguapan (evaporasi) dan melalui konveksi.

b) Daerah kenyamanan termal untuk daerah tropis dapat dibagi menjadi : 1) Sejuk nyaman, antara temperature efektif 20,5℃-22,8℃. 2) nyaman optimal, antara temperatur efektif 22,80C ~ 25,80C.

3) hangat nyaman, antara temperatur efektif 25,80C ~ 27,10C.

2. Kelembaban Udara Relatif

a) Kelembaban udara relatif dalam ruangan adalah perbandingan antara jumlah uap air yang dikandung oleh udara tersebut dibandingkan dengan jumlah kandungan uap air pada keadaan jenuh pada temperatur udara ruangan tersebut.

b) Untuk daerah tropis, kelembaban udara relatif yang dianjurkan antara 40% ~ 50%, tetapi untuk ruangan yang jumlah orangnya padat seperti ruang pertemuan, kelembaban udara relatif masih diperbolehkan berkisar antara 55% ~ 60%.

3. Pergerakan Udara (Kecepatan Udara)

a) Untuk mempertahankan kondisi nyaman, kecepatan udara yang jatuh diatas kepala tidak boleh lebih besar dari 0,25 m/detik dan sebaiknya lebih kecil dari 0,15 m/detik.

b) Kecepatan udara ini dapat lebih besar dari 0,25 m/detik tergantung dari temperatur udara kering rancangan.

Table 2.1 Kecepatan udara dan Kesejukan sumber SNI 03-6572-2001

Kecepetan Udara, m/detik. 0,1 0,2 0,25 0,3 0,35 Temparatur Udara Kering, ℃ 25 26,

8

26,9 27,1 27,2

a. Insulasi pakaian

Faktor lain yang mempengaruhi kenyamanan termal adalah jenis bahan pakaian yang digunakan. Salah satu cara manusai untuk beradaptasi dengan keadaan

`5

(13)

termal do lingkungan sekitarnya adalah dengan cara berpakaian, misalnya, mengenakan pakaian tipis dimusim panas dan pakaian tebal di musim dingin.

Pakaiannjuga dapat mengurangi pelepasan panas tubuh. Pada penelitian Henry dan Nyuk (2004) mengenai ‘Thermal comfort of naturally ventilated hoouse in Indonesia’ disebutkan bahwa penghuni ruang dapat beradaptasi terhadap kondisi termal dengan menyasuaikan jenis pakaian dengan kondisi iklim yang ada.

b. Aktivitas

Aktivitas yang dilakukan manusia akan meningkatkan proses metabolisme tubuhnya. Semakin tinggi intensitas aktivitas yang dilakukan, maka semakin besar peningkatan metabolisme yang terjadi di dalam tubuh, sehingga jumlah energi panas yang di keluarkan semakin besar.

2.2 TINJAUAN FASILITAS MASJID

Fasilitas masjid pada umumnya dapat digolongkan dengan fasilitas utama dan fasilitas

pendukung. Fasilitas utama seperti mimbar, mihrab, tempat adzan, tempat wudhu, kamar mandi, toilet, menara, dan lain-lain. Selain itu, ada fasilitas pendukung yaitu kantor pengurus, majelis taklim, perpustakaan, poliklinik, baitul mal, UPZ, Asy Syifa, dan lain-lain.

Table 2.0.2 Nilai insulasi pakaian Sumber: ASHRAE, (1989)

Table 2.0.3 Metabolisme rate berdasarkan aktivitas dalam ruang Sumber : ASHRAE 55 (2010)

(14)

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 PENGANTAR SISTEMATIS PENELITIAN

Penelitian dilakukan di Masjid Nrul Ilmi, dengan pengamatan terhadap fasilitas dari Masjid, bangunan tersebut digunakan sebagai fasilitas Ibadah Mahasiswa Universitas PGRI Semarang. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian kualitatif. Yang diperoleh dari melaksanakan penelitian secara langsung berupa data premier dan data sekunder. Data premier yaitu data standart kenyamanan termal, sedangkan data sekunder adalah data survei kenyamanan termal pada masjid Nurul Ilmi . Informasi dan data diperoleh dari hasil survey secara langsung melalui pengamatan. Dengan ini penulis mengetahui data dan memudah kan dalam melakukan penelitian.

3.2 LOKASI PENELITIAN

Penelitian mengenai kenyamanan termal Masji Nurul Ilmi akan dilakukan di masjid nurul Ilmi Kampus 4 Universitas PGRI Semarang, Jl. Gajah Raya, Sambirejo, Kec. Gayamsari, Kota Semarang, Jawa Tengah.

`7

gambar 3.0.1 lokasi masjid Nurul Ilmi sumber : google eart

(15)

Gambar 3.2 Masjid Nurul Ilmi Sumber:Google Maps

3.3 METODE PENGUMPULAN DATA

Dalam hal ini pengumpulan data penelitian dilakukan dengan metode sebagai berikut:

3.3.1 OBSERVASI

Observasi adalah metode penelitian dengan melakukan pengamatan dan pencatatan secara sistematis mengenai gejala yang tampak pada objek penelitian. Metode ini dilakuka untuk mengetahui kondisi eksisting pada Masjid Nurul Ilmi.

(16)

3.3.2 STUDI LITERATUR

Dokumentai adalah pengumpulan data melalui proses penelusuran terhadap data dan histori bangunan tersebut. Dokumentasi digunakan untuk pengumpulan data kemudian ditelaah. Dokumentasi yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data bangunan.

3.4 METODE ANALISIS

Analisis pengumpulan data adalah proses pengolahan data dengan tujuan untuk menemukan informasi yang berguna dan dapat di jadikan dasar dalam mengambil keputusan untuk suatu permasalahan. Proses analisis ini meliputi kegiatan pengelompokan data berdasarkan karakteristiknya, melakukan pembersihan data, mentransformasi data, membuat model data untuk menemukan informasi penting dari data tersebut. Dalam menganalisis data ini, penulis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif, dimana teknik ini penulis gunakan untuk menggambarkan, menuturkan, melukiskan serta menguraikan data yang bersifat kualitatif yang telah penulis peroleh dari hasil proses pengumpulan data. Adapun langkah yang digunakan paneliti dalam menganalisa data yang telah diperoleh dari berbagai sumber tidak jauh beda dengan langkah-langkah analisa data, yaitu :

1. Mencatat dan menelaah seluruh hasil data yang siperoleh dari berbagai sumber, yaitu dari observasi dan dokumentasi.

2. Mengumpulkan, memilah-milah, mensistesiskan, membuat ikhtisar dan mengklasifikasikan data sesuai dengan data yang dibutuhkan untuk menjawab rumusan masalah.

3. Dari data yang telah di kategorikan tersebut, kemudian peneliti berpikir untuk mencari makna, hubungan-hubungan, dan membuat temuan-temuan umum terkait dengan rumusan masalah.

`9

(17)

3.5 MENARIK KESIMPULAN DAN SARAN

Menarik kesimpulan dan saran, pada tahap ini peneliti membandingkan data-data yang sudah didapat dengan data-data hasil obsevasi dan dokumentasi dengan subjek dan informasi yang bertujuan untuk menarik kesimpulan.

(18)

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Data Bangunan dan Ruang

Gedung Masjid Nurul Ilmi berada di lingkungan kampus 4 Universitas PGRI Semarang yang berada di jalan Gajah Raya No.40, Semarang. Gedung ini memiliki fungsi sebagai tempat kegiatan keagamaan umat muslim yang berada di lingkungan kampus 4 UPGRIS.

Bangunan masjid Nurul Ilmi menerapkan penghawaan alami dengan memaksimalkan bukaan pada setiap sisi bangunan agar udara dari luar dapat masuk kedalam bangunan.

`11

gambar 4.1 denah lantai 1 masjid Nurul Ilmi

(19)

`12

gambar 4.2 denah lantai 2 masjid Nurul Ilmi

gambar 4.0.3 Tampak Depan Masjid Nurul Ilmi

(20)

4.2 Data Pengukuran

Pengukuran menggunakan alat pengukur suhu, dan kelembaban, yang dilengkapi dengan data logger untuk merekap data setiap 5 menit selama 24 jam pada tanggal 20-25 Juli 2023.

Pengukuran juga menggunakan alat pengukur kecepatan angin yang di setting untuk merekap data setiap 15 detik selama 24 jam pada tanggal 20-25 Juli 2023. Hasil dari data tersebut dapat di lihat pada gambar 4. Setelah mendapat data keseluruhan maka data pengukuran yang digunakan adalah data pada hari Jumat, 21 Juli 2023 dari pukul 00.00 sampai dengan pukul 23.59 WIB, dan di kerucutkan Kembali dengan mengambil data pada waktu sholat dengan mempertimbangkan bahwa masjid digunakan saat waktu sholat.

`13

Titik peletakan alat

(21)

(22)

`15

Gambar4.0.1 grafik data pengukuran suhu dan kelembaban sumber : data pribadi penulis

Gambar4.0.2 grafik data pengukuran suhu dan kelembaban sumber : data pribadi penulis

Gambar 4.0.3 grafik pengukuran kecepatan angin sumber : data pribadi penulis

(23)

4.3 Pengumpulan Data

Data pengukuran yang digunakan adalah data pada tanggal 21 Juli 2023 dengan kondisi cuaca cerah. Pengambilan data pengukuran di fokuskan pada saat 30 menit sebelum dan 30 menit sesudah waktu sholat. Suhu tertinggi yaitu pada saat waktu shoat Dzuhur pada pukul 11.00-12.00 dengan rata-rata suhu 32,4 derajat celcius, dan suhu terendah pada saat sholat subuh pukul 04.00-05.00 dengan suhu 26,1 derajat celcius.

Sedangkan untuk data kelembaban udara tertinggi yaitu pada waktu sholat subuh dengan rata-rata kelembaban 70,4% RH , sedangkan kelembaban terendah pada waktu sholat Dzuhur yaitu 46,5% RH. Untuk kecepatan angin data tertinggi yaitu pada saat waktu subuh denga rata-rata kecepatan angin 0,26 m/s, dan data terendah pada saat sholat Maghrib dengan rata-rata kecepatan 0,01 m/s.

Table 4.0.4raw data pengukuran

Time Temperature°C Humidity%

2023-07-21 00.04.18 27,7 63,6

2023-07-21 00.09.18 27,2 64,9

2023-07-21 00.14.18 27,1 65,5

2023-07-21 00.19.18 26,8 67,9

2023-07-21 00.24.18 26,5 68,7

2023-07-21 00.29.18 26,4 69,4

2023-07-21 00.34.18 26,2 70,1

2023-07-21 00.39.18 26,2 70,6

2023-07-21 00.44.18 26,1 70,6

2023-07-21 00.49.18 26 71

2023-07-21 00.54.18 26 70,9

2023-07-21 00.59.18 25,9 70,8

2023-07-21 01.04.18 26 70,9

2023-07-21 01.09.18 25,8 71

2023-07-21 01.14.18 25,8 71

2023-07-21 01.19.18 25,8 70,9

(24)

Time Temperature°C Humidity%

2023-07-21 01.24.18 25,8 70,7

2023-07-21 01.29.18 25,9 70,5

2023-07-21 01.34.18 26 70,6

2023-07-21 01.39.18 26,4 69,3

2023-07-21 01.44.18 26,5 69,8

2023-07-21 01.49.18 26,5 69,4

2023-07-21 01.54.18 26,5 69,6

2023-07-21 01.59.18 26,5 69,4

2023-07-21 02.04.18 26,6 69,4

2023-07-21 02.09.18 26,5 69,5

2023-07-21 02.14.18 26,6 69,3

2023-07-21 02.19.18 26,6 69,1

2023-07-21 02.24.18 26,6 69,2

2023-07-21 02.29.18 26,4 70

2023-07-21 02.34.18 26,5 69,5

2023-07-21 02.39.18 26,4 69,9

2023-07-21 02.44.18 26,5 69,9

2023-07-21 02.49.18 26,4 70

2023-07-21 02.54.18 26,3 70,3

2023-07-21 02.59.18 26,3 70,5

2023-07-21 03.04.18 26,4 70,6

2023-07-21 03.09.18 26,2 70,6

2023-07-21 03.14.18 26,2 71,4

2023-07-21 03.19.18 26 72,2

2023-07-21 03.24.18 25,9 72,3

2023-07-21 03.29.18 26,2 72

2023-07-21 03.34.18 26,2 72

2023-07-21 03.39.18 26,1 73,1

2023-07-21 03.44.18 25,9 73

2023-07-21 03.49.18 25,8 72,9

`17

(25)

Time Temperature°C Humidity%

2023-07-21 03.54.18 26,2 72,5

2023-07-21 03.59.18 26,3 71,4

2023-07-21 04.04.18 26,2 71,6

2023-07-21 04.09.18 26,1 71,9

2023-07-21 04.14.18 25,9 72,1

2023-07-21 04.19.18 25,8 71,2

2023-07-21 04.24.18 26,1 70,1

2023-07-21 04.29.18 26,1 70,3

2023-07-21 04.34.18 26,2 70,1

2023-07-21 04.39.18 26,2 69,7

2023-07-21 04.44.18 26,2 69,3

2023-07-21 04.49.18 26,1 69,6

2023-07-21 04.54.18 26,1 69,6

2023-07-21 04.59.18 26 69,4

2023-07-21 05.04.18 26 68,8

2023-07-21 05.09.18 25,8 69,2

2023-07-21 05.14.18 25,8 69,3

2023-07-21 05.19.18 25,7 69,6

2023-07-21 05.24.18 25,7 69,8

2023-07-21 05.29.18 25,4 70,6

2023-07-21 05.34.18 25,2 71,3

2023-07-21 05.39.18 25,6 70,3

2023-07-21 05.44.18 25,6 70,9

2023-07-21 05.49.18 25,6 71,4

2023-07-21 05.54.18 25,6 71,9

2023-07-21 05.59.18 25,3 72,6

2023-07-21 06.04.18 25,4 72,8

2023-07-21 06.09.18 25,4 73,2

2023-07-21 06.14.18 25,6 72,6

2023-07-21 06.19.18 25,5 73,5

(26)

Time Temperature°C Humidity%

2023-07-21 06.24.18 25,6 72,2

2023-07-21 06.29.18 25,8 71,4

2023-07-21 06.34.18 25,9 70,5

2023-07-21 06.39.18 25,7 70,1

2023-07-21 06.44.18 25,6 70,1

2023-07-21 06.49.18 25,6 70,4

2023-07-21 06.54.18 25,5 70,3

2023-07-21 06.59.18 25,7 70

2023-07-21 07.04.18 25,9 69,4

2023-07-21 07.09.18 26 69,8

2023-07-21 07.14.18 26 68,8

2023-07-21 07.19.18 26,1 68,9

2023-07-21 07.24.18 26,6 68,1

2023-07-21 07.29.18 26,9 68

2023-07-21 07.34.18 27 68,4

2023-07-21 07.39.18 27 68,2

2023-07-21 07.44.18 27,2 68

2023-07-21 07.49.18 27,3 68,4

2023-07-21 07.54.18 27,5 67,7

2023-07-21 07.59.18 27,7 68,5

2023-07-21 08.04.18 28 67,7

2023-07-21 08.09.18 28,2 67,2

2023-07-21 08.14.18 28,5 67,1

2023-07-21 08.19.18 28,6 66,7

2023-07-21 08.24.18 28,6 66,5

2023-07-21 08.29.18 28,5 66,5

2023-07-21 08.34.18 28,7 65,4

2023-07-21 08.39.18 29,1 64,4

2023-07-21 08.44.18 29,1 63,6

2023-07-21 08.49.18 29,1 63

`19

(27)

Time Temperature°C Humidity%

2023-07-21 08.54.18 29,4 62,3

2023-07-21 08.59.18 29,4 61,4

2023-07-21 09.04.18 29,5 60,4

2023-07-21 09.09.18 29,7 60,4

2023-07-21 09.14.18 29,7 53,8

2023-07-21 09.19.18 30,1 52,3

2023-07-21 09.24.18 30,1 52,6

2023-07-21 09.29.18 30 52,4

2023-07-21 09.34.18 30,2 52,3

2023-07-21 09.39.18 30,2 52,5

2023-07-21 09.44.18 30,3 52,3

2023-07-21 09.49.18 30,2 52,6

2023-07-21 09.54.18 30,5 51,9

2023-07-21 09.59.18 30,7 51,8

2023-07-21 10.04.18 30,7 52,3

2023-07-21 10.09.18 30,6 51,7

2023-07-21 10.14.18 30,8 51,4

2023-07-21 10.19.18 30,9 51,8

2023-07-21 10.24.18 31,1 51,3

2023-07-21 10.29.18 30,9 51,6

2023-07-21 10.34.18 31,2 50,7

2023-07-21 10.39.18 31,5 50,9

2023-07-21 10.44.18 31,3 51

2023-07-21 10.49.18 31,1 51

2023-07-21 10.54.18 31,5 50,5

2023-07-21 10.59.18 31,6 50,3

2023-07-21 11.04.18 31,7 48,5

2023-07-21 11.09.18 31,8 48,8

2023-07-21 11.14.18 31,9 50,2

2023-07-21 11.19.18 32,2 49,2

(28)

Time Temperature°C Humidity%

2023-07-21 11.24.18 32,1 47,1

2023-07-21 11.29.18 32,1 46,5

2023-07-21 11.34.18 32,2 47,6

2023-07-21 11.39.18 32,3 45,9

2023-07-21 11.44.18 32,4 45,3

2023-07-21 11.49.18 32,7 45

2023-07-21 11.54.18 32,4 46,3

2023-07-21 11.59.18 32,5 46,2

2023-07-21 12.04.18 32,7 45,8

2023-07-21 12.09.18 32,6 46,1

2023-07-21 12.14.18 32,4 47,1

2023-07-21 12.19.18 32,2 46,8

2023-07-21 12.24.18 32,4 46,3

2023-07-21 12.29.18 32,4 46,6

2023-07-21 12.34.18 32,6 47,2

2023-07-21 12.39.18 32,4 47,5

2023-07-21 12.44.18 32,3 47,4

2023-07-21 12.49.18 32,4 47,3

2023-07-21 12.54.18 32,6 47,1

2023-07-21 12.59.18 32,5 47,7

2023-07-21 13.04.18 32,9 47,1

2023-07-21 13.09.18 32,8 47,5

2023-07-21 13.14.18 32,7 47,3

2023-07-21 13.19.18 32,9 47,3

2023-07-21 13.24.18 32,7 47,5

2023-07-21 13.29.18 32,6 47,6

2023-07-21 13.34.18 32,8 47,4

2023-07-21 13.39.18 32,4 47,8

2023-07-21 13.44.18 32,4 47,9

2023-07-21 13.49.18 32,4 48,1

`21

(29)

Time Temperature°C Humidity%

2023-07-21 13.54.18 32,4 47,9

2023-07-21 13.59.18 32,6 46,7

2023-07-21 14.04.18 32,6 47,1

2023-07-21 14.09.18 32,6 47,4

2023-07-21 14.14.18 32,5 47,4

2023-07-21 14.19.18 32,6 47,3

2023-07-21 14.24.18 32,5 47,1

2023-07-21 14.29.18 32,4 47,3

2023-07-21 14.34.18 32,4 47,3

2023-07-21 14.39.18 32,3 47,1

2023-07-21 14.44.18 32,4 47,4

2023-07-21 14.49.18 32,4 47

2023-07-21 14.54.18 32,4 47,3

2023-07-21 14.59.18 32,4 47,7

2023-07-21 15.04.18 32,3 48,4

2023-07-21 15.09.18 32,2 48,5

2023-07-21 15.14.18 32,2 49

2023-07-21 15.19.18 32,2 48,9

2023-07-21 15.24.18 32,1 48,8

2023-07-21 15.29.18 32,1 48,8

2023-07-21 15.34.18 32,1 48,2

2023-07-21 15.39.18 32,1 48,3

2023-07-21 15.44.18 32,1 48,7

2023-07-21 15.49.18 32 49

2023-07-21 15.54.18 31,9 49,4

2023-07-21 15.59.18 32 49,7

2023-07-21 16.04.18 31,9 49,9

2023-07-21 16.09.18 31,8 50,4

2023-07-21 16.14.18 31,8 50,7

2023-07-21 16.19.18 31,8 50,7

(30)

Time Temperature°C Humidity%

2023-07-21 16.24.18 31,7 50,7

2023-07-21 16.29.18 31,7 50,5

2023-07-21 16.34.18 31,7 50,5

2023-07-21 16.39.18 31,7 50,5

2023-07-21 16.44.18 31,6 51,1

2023-07-21 16.49.18 31,6 51,4

2023-07-21 16.54.18 31,6 51,6

2023-07-21 16.59.18 31,5 52

2023-07-21 17.04.18 31,4 52,2

2023-07-21 17.09.18 31,4 52,4

2023-07-21 17.14.18 31,4 52,9

2023-07-21 17.19.18 31,3 53,2

2023-07-21 17.24.18 31,2 53,6

2023-07-21 17.29.18 31,2 54

2023-07-21 17.34.18 31,1 54,2

2023-07-21 17.39.18 31 54,3

2023-07-21 17.44.18 31 53,7

2023-07-21 17.49.18 30,9 52,6

2023-07-21 17.54.18 30,8 52,3

2023-07-21 17.59.18 30,8 52

2023-07-21 18.04.18 30,7 51,9

2023-07-21 18.09.18 30,7 51,9

2023-07-21 18.14.18 30,6 51,9

2023-07-21 18.19.18 30,5 52

2023-07-21 18.24.18 30,5 52,2

2023-07-21 18.29.18 30,4 52,4

2023-07-21 18.34.18 30,4 52,7

2023-07-21 18.39.18 30,4 52,9

2023-07-21 18.44.18 30,3 53,6

2023-07-21 18.49.18 30,4 53,9

`23

(31)

Time Temperature°C Humidity%

2023-07-21 18.54.18 30,4 54,7

2023-07-21 18.59.18 30,3 54,8

2023-07-21 19.04.18 30,2 56,1

2023-07-21 19.09.18 30 56,8

2023-07-21 19.14.18 30 57,4

2023-07-21 19.19.18 30,1 58,1

2023-07-21 19.24.18 30 58

2023-07-21 19.29.18 29,9 59,1

2023-07-21 19.34.18 29,8 59,5

2023-07-21 19.39.18 29,7 60,3

2023-07-21 19.44.18 29,5 60,9

2023-07-21 19.49.18 29,5 60,8

2023-07-21 19.54.18 29,6 61,1

2023-07-21 19.59.18 29,5 61,4

2023-07-21 20.04.18 29,4 61,8

2023-07-21 20.09.18 29,5 61,9

2023-07-21 20.14.18 29,4 62,1

2023-07-21 20.19.18 29,5 62,6

2023-07-21 20.24.18 29,3 63,2

2023-07-21 20.29.18 29 63,4

2023-07-21 20.34.18 28,9 63,5

2023-07-21 20.39.18 28,9 63,7

2023-07-21 20.44.18 28,4 65,4

2023-07-21 20.49.18 28,4 65,5

2023-07-21 20.54.18 28,1 66

2023-07-21 20.59.18 28,1 65,5

2023-07-21 21.04.18 28,1 65

2023-07-21 21.09.18 28,2 65,1

2023-07-21 21.14.18 28 65,5

2023-07-21 21.19.18 28 65,3

(32)

Time Temperature°C Humidity%

2023-07-21 21.24.18 28,1 64,6

2023-07-21 21.29.18 28,2 64,3

2023-07-21 21.34.18 28,3 63,7

2023-07-21 21.39.18 28,2 63,9

2023-07-21 21.44.18 28,2 63,6

2023-07-21 21.49.18 28,1 64,3

2023-07-21 21.54.18 28 64,1

2023-07-21 21.59.18 28,2 63,5

2023-07-21 22.04.18 28,3 63,9

2023-07-21 22.09.18 28,1 64,6

2023-07-21 22.14.18 27,7 67,1

2023-07-21 22.19.18 27,5 68,5

2023-07-21 22.24.18 27,2 69,2

2023-07-21 22.29.18 27,2 69,4

2023-07-21 22.34.18 27 68,6

2023-07-21 22.39.18 27 68,3

2023-07-21 22.44.18 27 67,7

2023-07-21 22.49.18 27 67,5

2023-07-21 22.54.18 27,1 66,9

2023-07-21 22.59.18 27 67,6

2023-07-21 23.04.18 26,8 67,5

2023-07-21 23.09.18 26,8 67,8

2023-07-21 23.14.18 26,7 67,5

2023-07-21 23.19.18 26,8 67,4

2023-07-21 23.24.18 26,7 67,7

2023-07-21 23.29.18 26,6 67,8

2023-07-21 23.34.18 26,5 68

2023-07-21 23.39.18 26,5 67,8

2023-07-21 23.44.18 26,5 67,5

2023-07-21 23.49.18 26,5 67,7

`25

(33)

Time Temperature°C Humidity%

2023-07-21 23.54.18 26,3 67,6

2023-07-21 23.59.18 26,3 67,6

Table 4.0.5data rata-rata pengukuran

Waktu

Rata-Rata Suhu

(℃)

Kelembaban udara (%RH)

Kecepatan min. angin

(m/s)

Kecepatan mid. angin

(m/s)

Kecepatan maks. angin

(m/s)

Subuh 26,1 70,4 0,00 0,00 1,48

Dzuhur 32,4 46,5 0,00 1,08 1,73

Ashar 32,2 48,1 0,00 0,00 1,15

Maghrib 31 53 0,00 0,00 0,52

Isya 30,3 54,9 0,00 0,00 0,99

4.3.1 Pengolahan Data

Pengolahan data menggunakan CBE Thermal Comfort tool dengan memasukan data dari masing masing waktu sehingga dapat di analisis apakah pada waktu tersebut kenyamanan thermal di dalam masjid dapat tercapai.

Penggunaan CBE Thermal Comfort Tool disesuaikan dengan data

suhu,kelembaban udara,kecepatan angin,level pakaian (clothing level),dan metabolic rate saat pengukuran.untuk nilai clothing level serta metabolic rate dapat dilihat dari gambar 4.7 dan gambar 4.8

(34)

gambar 4.7 perhitungan clothing level

untuk clothing level dapat dihitung sesuai dengan pakaian yang di gunakan didalam masjid yaitu kemeja pendek+ celana Panjang, sehingga dapat di tentukan bahwa nilai clothing level adalah 0,44

gambar 4.8 metabolic rate

dan untuk metabolic rate menggunakan nilai 1.0 MET yaitu duduk.

4.3.1.1 Analisis Data CBE Thermal Comfort pada waktu subuh

`27

gambar 4.2 CBE Thermal Comfort saat subuh dengan kecepatan angin terkecil gambar 4.2 CBE Thermal Comfort saat subuh dengan kecepatan angin median

(35)

Menurut data analisis pada CBE Thermal Comfort kenyamanan thermal pada masjid Nurul Ilmi pada waktu subuh tercapai pada kecepatan angin 0,00, dan saat kecepatan angin 1,48 kenyamanan thermal tidak tercapai karena pengguna merasa terlalu dingin.

4.3.1.2 Analisi CBE Thermal Comfort pada waktu dzuhur

gambar 4.3 CBE Thermal Comfort saat subuh dengan kecepatan angin maksimal

gambar 4.4 CBE Thermal Comfort pada dzuhur dengan kecepatan angin terkecil

(36)

Menurut data analisis pada CBE Thermal Comfort kenyamanan thermal pada masjid Nurul Ilmi pada waktu dzuhur tidak tercapai pada kecepatan angin berapapun, dikarenakan suhu yang terlalu panas.

`29

gambar 4.5 CBE Thermal Comfort pada dzuhur dengan kecepatan angin median

gambar 4.6 CBE Thermal Comfort pada dzuhur dengan kecepatan angin malsimal

(37)

4.3.1.3 Analisi CBE Thermal Comfort pada waktu ashar

gambar 4.7 CBE Thermal Comfort pada ashar dengan kecepatan angin minimal

gambar 4.8 CBE Thermal Comfort pada ashar dengan kecepatan angin median

(38)

Menurut data analisis pada CBE Thermal Comfort kenyamanan thermal pada masjid Nurul Ilmi pada waktu ahar tidak tercapai pada kecepatan angin berapapun, dikarenakan suhu yang terlalu panas.

4.3.1.4 Analisi CBE Thermal Comfort pada waktu maghrib

`31

gambar 4.9 CBE Thermal Comfort pada ashar dengan kecepatan angin maximal

gambar 4.10 CBE Thermal Comfort pada maghrib dengan kecepatan minimal

(39)

Menurut data analisis pada CBE Thermal Comfort kenyamanan thermal pada masjid Nurul Ilmi pada waktu maghrib tidak tercapai pada kecepatan angin berapapun, dikarenakan suhu yang terlalu panas, hanya pada saat kecepatan angin maksimal terasa sedikit hangat.

gambar 4.11 CBE Thermal Comfort pada maghrib dengan kecepatan median

gambar 4.12 CBE Thermal Comfort pada maghrib dengan kecepatan maximal

(40)

4.3.1.5 Analisi CBE Thermal Comfort pada waktu isya

`33

gambar 4.13 CBE Thermal Comfort pada isya dengan kecepatan minimal

gambar 4.14 CBE Thermal Comfort pada isya dengan kecepatan median

(41)

Menurut data analisis pada CBE Thermal Comfort kenyamanan thermal pada masjid Nurul Ilmi pada waktu isya tidak tercapai pada kecepatan angin berapapun, dikarenakan suhu yang terlalu panas, hanya pada saat kecepatan angin maksimal terasa natural.

Table 4.0.6 data analisis kenyamanan thermal

Waktu Suhu (℃) Kelembaban

udara (%RH)

Kecepatan udara (m/s)

Hasil

subuh 26,1 70,4 0,00

0,00 1,48

Dzuhur 32,4 46,5 0,00

1,08 1,73

Ashar 32,2 48,1 0,00

0,00 0,52

Maghrib 31 53 0,00

0,00 0,52

gambar 4.15 CBE Thermal Comfort pada isya dengan kecepatan maximal

(42)

Waktu Suhu (℃) Kelembaban udara (%RH)

Kecepatan udara (m/s)

Hasil

Isya 30,3 54,9 0,00

0,00 0,99 Keterangan :

nyaman Tidak nyaman

`35

(43)

BAB V

Kesimpulan dan Saran 5.1 Kesimpulan

Menurut data SNI kenyamanan termal dibagi menjadi 3,yaitu : 1) Sejuk nyaman, antara temperature efektif 20,5℃-22,8℃. 2) nyaman optimal, antara temperatur efektif 22,80C ~ 25,80℃. 3) hangat nyaman, antara temperatur efektif 25,80C ~ 27,10℃.

dan sesuai dengan rata-rata yang didapatkan saat pengukuran suhu di Masjid Nurul Ilmi jika di sesuaikan dengan SNI 03-6572-2001 maka dapat di katakana bahwa suhu didalam Masjid Nurul Ilmi tidak nyaman dikarenakan berada di atas 27,1℃. Hanya pada waktu subuh terasa hangat nyaman karena memiliki rata-rata suhu 26,1℃.

Menurut data yang telah di analisis menggunakan CBE Thermal Comfort Tool dapat disimpulkan bahwa waktu ternyaman di masjid Nurul Ilmi adalah pada saat waktu sholat subuh dikarenakan suhu yang tidak terlalu panas dengan rata-rata suhu 26,1℃, dan rata-rata kelembaban udara 70,4%RH,dan kecepatan angin tidak lebih dari atau sama dengan 1,48 m/s.

Tetapi pada waktu subuh waktu kecepatan udara mencapai kecepatan 1,48 m/s pengunjung dapat merasakan dingin sehingga merasa kurang nyaman. Untuk kenyamanan thermal pada waktu Dzuhur,Ashar,Maghrib tidak dapat tercapai dikarenakan suhu yang terlalu panas sehingga pengguna masjid merasa tidak nyaman. Untuk waktu isya menurut CBE Thermal Comfort menunjukan kenyamanan thermal terasa netral pada kecepatan angin 0,99 m/s namun kenyamanan thermal tidak tercapai di karenakan kecepatan udara yang terlalu kencang.

5.2 Saran

Menurut kesimpulan diatas dapat dirumuskan bahwa suhu pada masjid nurul ilmi masih cukup panas sehingga kenyamanan thermal tidak dapat tercapai, berikut beberapa rekomendasi untuk dapat membuat suhu didalam masjid menurun dan terasa cukup nyaman, antara lain :

1. Menambahkan vegetasi pada lingkungan masjid, vegetasi dapat merubah udara panas yang berhembus ke delama masjid menjadi lebih sejuk sehingga dapat menurunkan suhu didalam masjid.

(44)

2. Memberikan penghawaan buatan seperti AC atau Kipas angin, dengan memberikan penghawaan buatan dapat membantu untuk menambah kecepatan angin sehingga sirkulasi udara didalam masjid lancar dan dapat menurunkan suhu didalam masjid.

`37

(45)

Daftar Pustaka

Avian Kresna Prasetia, F. T. (2020). Kenyamanan Termal Pada Masjid Baitul Makmur Pabelan. Seminar Ilmiah Arsitektur.

Eqwar Saputra, B. A. (2021). Kajian Kenyamanan Termal Masjid KH. Ahmad Dahlan Universitas Mihammadiyah Purwokerto. Jurnal suara Teknik.

INNOVA Air Tech Instrument. (1997, Maret 18). Thermal Comfort. Diambil kembali dari http://www.blowtex-educair.it/Blowtexsoft%20per%20web/Thermal%20Comfort.htm

Meliana. (2014). Evaluasi Kenyamanan Termal Ruang kelas di SDN 066049 Berdasarkan Indeks PMV dan PPD. Medan.

Muchlis, A. F. (2009). MASJID: Bentuk Manifestasi Seni dan Kebudayaan. el-Harakah.

Nur Laela Latifah, H. P. (t.thn.). Kajian Kenyamanan Termal Pada Bangunan Student Center Itenas Bandung.

Santoso, E. I. (2012). Kenyamanan Termal Indoor Pada Bangunan di Daerah Beriklim Tropis. Indonesian Green Technology Journal.

SNI. (2001). Indonesia Paten No. 03-6572-2001.

Tartarini, F. S. (2020). CBE Thermal Comfort Tool : online tool for thermal comfort calculations and visualizations. Retrieved from https://comfort.cbe.berkeley.edu/

Referensi

Dokumen terkait