Dengan hak bebas royalti non-eksklusif ini, Kursus Fisioterapi Universitas Binawan berhak menyimpan, mentransfer dalam media/format, mengelola dalam bentuk database, mendistribusikan dan menampilkan/mempublikasikan di internet atau media lain untuk keperluan akademik tanpa harus untuk meminta izin, selama nama saya masih tercatat sebagai pencipta/pencipta dan sebagai pemilik hak cipta. Dilarang mempublikasikan atau memperbanyak skripsi ini, seluruhnya atau sebagian, dalam bentuk apapun tanpa izin dari Universitas Binawan.
- Latar Belakang
- Rumusan Masalah
- Pertanyaan Penelitian
- Tujuan Penelitian
- Manfaat Penelitian
Untuk mengetahui bagaimana pengaruh latihan aerobik low impact terhadap keseimbangan tubuh pada lansia. a) Untuk mengetahui ciri-ciri objek penelitian. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang pengaruh senam aerobik low impact terhadap keseimbangan tubuh pada lansia.
Deskripsi Teori
Terdapat dua faktor yang mempengaruhi risiko jatuh pada lansia, yaitu faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik. Jatuh pada lansia merupakan permasalahan fisik penuaan yang dapat menimbulkan nyeri, keseleo, patah tulang, kelumpuhan, kematian, kehilangan harga diri dan buruknya kualitas hidup pada lansia.
Anatomi Otak Cerebellum
Angka kesakitan menurut Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI (2016) merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk mengukur derajat kesehatan suatu penduduk. Angka kesehatan penduduk lanjut usia pada tahun 2014 sebesar 25,05% yang berarti setiap 100 penduduk lanjut usia terdapat 25 penduduk yang sakit.
Keseimbangan
Pusat gravitasi seseorang ketika berdiri berada tepat di atas pinggang antara bagian depan dan belakang tulang sakrum kedua. Derajat kestabilan suatu benda dipengaruhi oleh empat faktor yaitu: ketinggian pusat gravitasi dan titik utama, besar kecilnya titik utama, letak garis gravitasi dengan titik utama, dan berat benda. tubuh.
Balance Berg Scale
3 Bisa duduk dengan naman selama 2 menit di bawah pengawasan (.) 2 Bisa duduk selama 30 detik. Tidak dapat duduk tanpa penyangga selama 10 detik 4) Berdiri ke duduk. Petunjuk: Pejamkan mata dan berdiri selama 10 detik (.) 4 Mampu berdiri dengan naman selama 10 detik. 1 Tidak dapat menutup mata selama 3 detik (.) 0 Membutuhkan bantuan agar tidak terjatuh 7) Berdiri tanpa penyangga dengan kaki rapat.
3 Mampu berdiri mandiri dan aman, masing-masing 8 langkah 20 detik (.) 2 Mampu melakukan 4 langkah tanpa bantuan dengan pengawasan. 1 Mampu mengambil >2 langkah, memerlukan bantuan minimal (.) 0 Membutuhkan bantuan untuk mencegah terjatuh. 13) Berdiri dengan satu kaki di depan kaki lainnya. 1 Mencoba berdiri dan tidak dapat berdiri selama 3 detik, namun mandiri (.) 0 Tidak dapat dan memerlukan bantuan untuk mencegah terjatuh ( ) Skor total (maksimum = 56).
Senam- Senam Aerobik Untuk Lansia
Selain meningkatkan perasaan sejahtera dan kemampuan mengelola stres, manfaat olahraga aerobik secara teratur adalah peningkatan kadar HDL-C, penurunan kadar LDL-C, penurunan tekanan darah, penurunan obesitas, penurunan detak jantung istirahat, dan konsumsi oksigen miokard. (MVO2). ), dan mengurangi resistensi insulin (Sylvia, 2005).
Senam Aerobic Low Impact
Program Studi Fisioterapi Universitas Binawan Gambar 2. 20 Gerakan inti. 13) Melakukan gerakan zigzag dengan melangkah satu langkah ke kanan dan sebaliknya, bersamaan dengan gerakan tangan kanan dan kiri membentuk huruf T, melakukan gerakan dari kanan bawah, kanan atas, kiri atas, kiri bawah. Artinya jenis aktivitas yang melibatkan kelompok otot besar (jalan kaki, lari, berenang, bersepeda, senam) (Agdila, 2012). c) Waktu latihan. Jenis yang digunakan adalah low impact cardio, yaitu jenis latihan yang gerakannya menggunakan seluruh otot terutama otot besar untuk terus menerus merangsang gerakan kardiorespirasi dan fisik bagian tubuh berupa gerakan satu atau dua kaki.
Mekanisme yang menjelaskan hubungan latihan aerobik low impact dengan keseimbangan tubuh pada lansia adalah latihan aerobik low impact umumnya merangsang otot-otot tubuh untuk bergerak. Pada gerakan latihan aerobik low impact, power strategi pergelangan kaki yang didukung oleh kelompok plantaris, gastrocnemius, quadriceps serta otot hamstring dan gluteal akan optimal. Otot kaki yang baik akan mampu menopang tubuh bagian atas dengan lebih baik sehingga membantu menjaga keseimbangan.
Kerangka Teori
Kerangka Konsep
Definisi Operasional
Hipotesa
- Desain Penelitian
- Tempat dan Waktu Penelitian
- Populasi, Sampel dan Teknik Sampling
- Teknik Pengumpulan Data
- Instrumen Pengumpulan Data
- Teknik Analisis Data
PSP, atau penjelasan pra-persetujuan dan persetujuan yang diinformasikan, berisi pertanyaan-pertanyaan tentang kesediaan partisipan untuk menjadi subjek atau penanggung jawab penelitian ini dari awal hingga akhir. Nilai yang digunakan sebagai hasil pretest diambil dari nilai skala keseimbangan Berg yang terdiri dari 14 item. Bentuk tes yang digunakan untuk posttest pada penelitian ini adalah skala keseimbangan Berg yang terdiri dari 14 item.
Tujuan dari post-test adalah untuk mengetahui keadaan keseimbangan lansia setelah dilakukan intervensi latihan aerobik low impact. Uji normalitas data pada penelitian ini menggunakan uji Shapiro Wilk, dimana data < 0,05 maka data tidak terdistribusi normal (H0 ditolak) dan sebaliknya jika nilai P > 0,05 maka data terdistribusi normal (H0 ditolak) ) menerima). Analisis bivariat analisis ini bertujuan untuk mengetahui apakah terjadi peningkatan pada variabel independen yaitu seimbang dengan variabel dependen Latihan Aerobik Low Impact.
Desain Tempat Penelitian
Lansia yang sudah tidak mempunyai sanak saudara ini mayoritas dirujuk oleh RT/RW atau Kelurahan setempat yang langsung menangani dokumen pendistribusian lansia tersebut ke tempat yang lebih mulia yaitu PSTW dimana lansia tersebut ke tempat yang lebih mulia yaitu PSTW. dimana para lansia nantinya dapat berdaya kembali, tidak terlantar di jalanan dan dapat menikmati hari tua meskipun tidak bersama keluarga kandungnya. Jumlah penduduk lanjut usia di Panti Sosial (PSTW) Budi Mulia 1 Tresna Werdha berjumlah 230 orang, yang terdiri dari laki-laki sebanyak 90 orang dan perempuan sebanyak 140 orang. Karena di PSTW Budi Mulia 1 belum ada fisioterapi dan praktis seluruh petugas dan lansia disana belum mengetahui tentang fisioterapi, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian di PSTW Budi Mulia 1 sekaligus ingin mengenalkan lebih jauh mengenai fisioterapi.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai Maret 2022 di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Budi Mulia 1, Cipayung. Berdasarkan kriteria inklusi, jumlah responden dalam penelitian ini adalah 23 responden, kemudian setelah dihitung dengan rumus SLOVIN, dihasilkan 21 responden untuk diuji hingga akhir penelitian dengan jumlah responden tetap. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari – Maret 2022 di Panti Sosial (PSTW) Budi Mulia 1 Tresna Werdha.
Analisis Data
Tabel 5.3 menunjukkan bahwa berdasarkan jenis kelamin, mayoritas responden adalah perempuan yaitu sebanyak 13 orang (62%), sedangkan laki-laki sebanyak 8 orang (38%). Pada Tabel 5.5 dapat disimpulkan bahwa hasil analisis uji normalitas sebelum dan sesudah diberikan intervensi senam aerobik low impact, P-value yang diperoleh < 0,05, dimana hipotesis yang dihasilkan adalah data tidak berdistribusi normal. (H0 ditolak). Skor Berg Balance Scale (BBS) pada lansia sebelum intervensi dan setelah intervensi di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 1.
Pada tabel 5.4 dapat disimpulkan bahwa sebelum dan sesudah intervensi terlihat nilai mean, median, 95%CI, maksimum mengalami peningkatan keseimbangan setelah diberikan intervensi senam aerobik low impact. Uji hipotesis yang akan digunakan untuk melanjutkan hasil uji normalitas hipotesis, dimana data dikatakan tidak berdistribusi normal (H0 ditolak), menggunakan analisis uji Wilcoxon. Pada Tabel 5.6 dapat disimpulkan bahwa hasil analisis uji hipotesis menggunakan uji Wilcoxon sebelum dan sesudah intervensi senam aerobik low impact adalah hasil Asymp.Sig.
Deskripsi Hasil Variabel Penelitian
Tabel 5.3 menunjukkan bahwa jika dilihat dari jenis kelamin, mayoritas responden adalah perempuan yaitu sebanyak 13 orang (62%), dan laki-laki sebanyak 8 orang (38%). Selain kelenturan, koordinasi, kekuatan dan daya tahan, keseimbangan merupakan salah satu faktor yang dibutuhkan individu untuk melakukan gerakan yang efektif dan efisien. Keseimbangan yang baik akan memungkinkan seseorang melakukan suatu aktivitas atau gerakan secara efektif dan efisien dengan risiko terjatuh yang minimal.
Dimana tubuh mampu mempertahankan posisinya terhadap gaya gravitasi dan faktor luar lainnya, menjaga keseimbangan pusat massa tubuh dengan titik tumpu, dan menstabilkan bagian tubuh ketika bagian tubuh lainnya bergerak (Bowolaksono, 2013). Data keseimbangan hasil analisis univariat pada sampel penelitian ini Frekuensi skor Berg Balance Scale pada lansia sebelum dan sesudah intervensi di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Budi Mulia 1 Tahun 2022 dapat dilihat pada Tabel 5.4, dimana hasil distribusi sampel sebelum intervensi menghasilkan mean 4,35, median 43, SD 2,18, CI 95% minimal 41 dan maksimal 48. Dapat disimpulkan bahwa sebelum dan sesudah intervensi terlihat mean, median, 95%. CI, mengalami nilai maksimal.
Hasil Analisis Keseimbangan Lansia Berdsarkan Pre dan Post
Peningkatan keseimbangan pada lansia yang mendapat latihan aerobik low impact secara terencana seringkali tidak terlepas dari aktivitas otot-otot tubuh. Dilihat dari rangsangan yang diterima tubuh, latihan aerobik low impact akan merangsang fungsi visual-auditori, vestibular, dan somatosensori. Visual-auditori merangsang tubuh untuk merespon gerakan yang dilihatnya dan detak yang didengarnya, sehingga menghasilkan gerakan yang terkoordinasi dengan baik.
Berdasarkan penelitian sebelumnya yang berjudul Senam Aerobik Low Impact Dapat Meningkatkan Keseimbangan Dinamis Pada Lansia di Siwa Plaza Denpasar yang dilakukan oleh Komang Suparwati dkk pada tahun 2017 menunjukkan bahwa senam aerobik low impact berpengaruh terhadap keseimbangan, dibuktikan dengan hasil analisis statistik p = 0,001 (p<0,05). Penelitian lain bertajuk Pengaruh Senam Lansia terhadap Keseimbangan Tubuh pada Lansia di Lingkungan Dajan Bingin Sading oleh Meril Valentine dkk pada tahun 2019 menunjukkan bahwa olah raga pada lansia mempengaruhi keseimbangan lansia. Hasil ini juga dibuktikan dengan hasil analisis statistik p = 0,001 (p≤0,05).
Keterbatasan Penelitian
Peneliti mengalami keterbatasan yaitu peneliti tidak mengontrol faktor lain seperti asupan makanan, gaya hidup dan aktivitas fisik lainnya yang dilakukan responden di luar intervensi dan juga tidak menggunakan kelompok kontrol dalam penelitian ini.
Kesimpulan
Saran
Untuk itu saya mengharapkan kesediaan anda untuk berpartisipasi sebagai responden dalam penelitian ini. Manfaat yang dapat diterima oleh Bapak atau Ibu adalah mengatasi gangguan bad mood, meningkatkan kualitas tidur, meningkatkan kinerja fisik dan kemampuan fungsional, serta meningkatkan kemampuan kardiorespirasi. Saya juga berjanji akan merahasiakan identitas ayah atau ibu dari pihak yang tidak berkepentingan.
Anda mempunyai kebebasan untuk memutuskan apakah Anda akan ikut menentukan penelitian ini atau tidak dan berhak untuk mengundurkan diri jika Anda tidak puas. Pak. atau Ibu berhak mendapatkan kompensasi berupa uang jika terjadi kesalahan dan tidak mengikuti prosedur pelaksanaan dalam penelitian ini. Jika Anda ingin berpartisipasi dalam penelitian ini, harap menandatangani formulir persetujuan.
Ulangi gerakan jari kaki ke atas, lalu lanjutkan dengan bertepuk tangan kanan dan kiri. Ulangi gerakan mengangkat jari-jari kaki secara bersamaan dengan tangan kanan dan kiri, lalu lanjutkan dengan mengangkat tangan dan kaki.