• Tidak ada hasil yang ditemukan

SEPSIS MANAGEMENT UPDATE 2023

N/A
N/A
asa aulia

Academic year: 2024

Membagikan "SEPSIS MANAGEMENT UPDATE 2023 "

Copied!
50
0
0

Teks penuh

(1)

SEPSIS

MANAGEMENT UPDATE 2023

dr. Asa Aulia Abdah

Pembimbing : dr. Inayati, Sp.MK Pendamping : dr. Wido Sutarto

(2)

TIMELINE PEDOMAN SSC

(3)

SEPSIS SYOK SEPSIS Semakin kompleks

Meskipun terdapat kemajuan yang signifikan dalam

tatalaksana terapeutik,

pasien sepsis memiliki risiko kematian di RS cukup tinggi, sekitar 20% dari seluruh

penyebab kematian secara global

Peningkatan mortalitas pasien

dari tahun ke tahun

menyatakan WHO sepsis

merupakan prioritas Kesehatan utama global

PENDAHULUAN

1. Rata rata usia pasien sudah lanjut, terutama di negara barat 2. Meningkatnya prosedur-prsedur infasif

3. Meluasnya penggunaan obat immunokompresif dan kemoterapi 4. Resisten antibiotik

(4)

DEFINISI

Sepsis didefinisikan sebagai disfungsi organ yang mengancam jiwa yang disebabkan oleh disregulasi respon tubuh terhadap infeksi.

SYOK SEPSIS SEPSIS

Kondisi kegawatan berupa syok yang diakibatkan oleh sepsis

(5)

MIKROORGANISME

Frekuensi mikro organisme tersering penyebab

sepsis adalah Bakteri gram positif (Staphylococcus aureus dan Streptococcus pneumoniae)

5

• Bakteri Gram negative yang paling sering diidentifikasi adalah Escherichia coli, Klebsiella, dan Pseudomonas spp.

• Peningkatan signifikansi klinis dan epidemiologis dari

sepsis jamur (Candida spp)

(6)

Sal. Pernapasan;

43.00%

Sal. Kemih;

16.00%

the abdomen;

14.00%

FUO; 14.00%

unknown;

13.00%

Tempat sumber infeksi tersering

6

(7)

Pada guideline SSC 2021, SSC melarang penggunaan

qSOFA sebagai satu-satunya alat skrining, dan

merekomendasikan penggunaan National Early Warning

Score (NEWS) atau systemic inflamasi respon

syndrome (SIRS) karena sensitivitasnya yang lebih

baik dibandingkan qSOFA dalam memprediksi hasil

akhir pasien.

(8)

SOFA SCORE

(9)

INTERPRETASI SCORE

SOFA

(10)
(11)

qSOFA

Interpretasi score :

≥2 maka high risk suspect sepsis

(12)

NEWS

SCORE

(13)

SIRS SCORE

Interpretasi score :

≥2 maka suspect sepsis

(14)

MANAGEMEN SEPSIS DAN SYOK SEPSIS

Antibiotik Terapi Cairan Vasoactive agent

Oxygenation ventilation and

support

Other

treatments

(15)
(16)

REKOMENDASI

ANTIBIOTIK

(17)

• Terapi antibiotik adalah pilar pertama pengobatan sepsis/syok septik.

• Sampel mikrobiologi (yang sesuai dengan kecurigaan sebagai source infection) harus diambil dan diperiksa sesegera mungkin saat masuk ke UGD

keterlambatan setiap jam dikaitkan dengan

peningkatan angka kematian yang signifikan

(18)

PCT (PROCALCITONIN)

• Suatu precursor peptide kalsitonin

• Biasanya digunakan untuk membedakan anatara infeksi bacterial dan non bacterial

• Disarankan untuk dicek rutin setiap pagi  pertimbangan pemberhentian penggunaan antibiotik

CD14

• Diusulkan sebagai pengganti PCT  more accurate and specific

• Mahal

• Tidak semua lab dan tidak semua rs punya

(19)

Awalnya sehubungan dengan syok sepsis antibiotic dengan spektrum luas harus digunakan (missal :

karbapenem, meropenem, dsb)

Kultur sudah keluar

Penggantian antibiotic yang sensitive sesuai hasil kultur

(deeskalasi antibiotic)

(20)

Pemilihan terapi antibiotic empiris paling

sering memberikan tantangan, bisa

menjadi ancaman resistensi antibiotic

yang tidak diperlukan, oleh karena itu

harus mempertimbangkan beberapa

faktor risiko pathogen yang paling sering

muncul sebagai agen etiologi sepsis. 

kultur Peta  buku panduan

(21)
(22)
(23)
(24)
(25)
(26)
(27)
(28)
(29)
(30)

TERAPI CAIRAN

(31)

2 CAIRAN YANG

DIREKOMENDASIKAN

KOLOID

KRISTALOID

chloride-rich solutions

balanced crystalloids

(32)

CHLORIDE-RICH SOLUTIONS

Lebih direkomendasikan

memiliki komposisi elektrolitik yang mendekati plasma

BALANCED CRYSTALLOIDS

Larutan kaya klorida

berhubungan dengan risiko tinggi asidosis hiperkloremik (terutama dalam volume besar).

Sekarang ada pergeseran rekomendasi, dulu sebelum 2021 direkomendasikan penggunaan cairan koloid missal hydroxyethyl-starch (HES), gelatines, dan dextrans, karena molekul dengan berat lebih tinggi dianggap mengurangi kebocoran ekstravaskular dan meningkatkan volume intravaskular jangka Panjang. Pergeseran ini disebabkan

karena beberapa hal

1. tidak ada data yang secara konsisten menunjukkan keunggulan koloid dibandingkan kristaloid dalam mengurangi angka kematian

2. Penelitian yang berbeda menyoroti peningkatan risiko nekrosis tubular dan cedera ginjal akut (AKI) setelah pengobatan dengan koloid  HES dilarang digunakan di EROPA

3. karena integritas glikokaliks diubah pada pasien sepsis, volume cairan intravaskular aktual tampaknya kurang dari yang diharapkan.

(33)

ALBUMIN

Penggunaan albumin dalam pengobatan sepsis masih diperdebatkan. Meskipun secara teori albumin lebih unggul

dibandingkan kristaloid dalam

mempertahankan tekanan onkotik,

beberapa RCT dan meta-analisis telah

melaporkan bahwa infus albumin tidak

memperbaiki mortalitas baik jangka

pendek maupun jangka panjang

(34)

JUMLAH CAIRAN

• SSC menyarankan untuk mengobati syok septik dengan setidaknya 30 mL/kg kristaloid intravena (IV) dalam 3 jam pertama.

• Jumlah total cairan yang harus diberikan pada pasien septik untuk resusitasi yang tepat masih diperdebatkan.

• Disarankan untuk melakukan terapi cairan dengan pemantauan berdasarkan toleransi cairan (fluid tolerance) dan respon cairan (Fluid Respons)

• pengobatan cairan individual berdasarkan bolus berulang 250-500 mL kristaloid

IV dengan pemantauan FR terus menerus dan pemberian vasopresor dini jika

sirkulasi gagal membaik

(35)

VASOACTIVE

AGENT

(36)

• Patogenesis kondisi yang parah dan mengancam jiwa ini berkaitan erat dengan hilangnya tonus vasomotor yang mengakibatkan vasodilatasi sistemik dan hipotensi

• NE (dengan dosis 0,1-1,2 µg/kg/menit) adalah obat pilihan pertama

• NE (dengan dosis 0,1-1,2 µg/kg/menit)  target MAP tidak tercapai  Vasopresin (dengan dosis 0,25–0,5 µg/kg/menit) bisa ditambahkan

• Rekomendasi target MAP = 65 mmHg

• Dinilai tiap jam

• Epinefrin harus dipertimbangkan sebagai pengobatan lini ketiga

(37)

OXYGENATION AND

VENTILATION

SUPPORT

(38)

Oksigen

berlebihan hipoksemia

Bijaksana pemilihan alat

oksigenasi pasien

oksigena si

ventilato

r HFNC

NIV (non invasive ventilator)

MV

(mechanica l

Ventolator)

(39)

• Terapi oksigen dimulai 15LPM melalui NRM dan dititrasi hingga mencapai

SpO2 94–98% atau SpO2 88–92% jika pasien berisiko mengalami gagal

napas hiperkapnia (misalnya, pasien

memiliki riwayat penyakit obstruktif

kronik, penyakit paru-paru, obesitas

berat, dll).

(40)

• Untuk pasien yang menggunakan NIV/MV, disarankan volume tidal yang rendah (6 mL/kg).

• Pemakaian HFNC disarankan dibandingkan NIV pada pasien

sepsis dengan hypoxic respiratory

failure

(41)

OTHER

TREATMENTS

(42)

• Heparin

 Karena pasien yang sakit kritis mempunyai risiko tinggi terkena trombosis vena dalam dan emboli paru, heparin harus disertakan dalam pengobatan sepsis dan syok sepsis

• Insulin

 Penggunaan insulin disarankan untuk mencapai target glukosa antara 144-180

 Insulin target <180

• Inhibitor pompa proton

 Perawatan PPI untuk mencegah stress ulcer

Stress ulcer hematemesis, refluks gaster aspiration syndrome

• Terapi penggantian Ginjal

 Meskipun AKI merupakan komplikasi sepsis yang umum, terapi penggantian ginjal mungkin hanya diindikasikan pada beberapa pasien. Hubungan antara sepsis dengan AKI masih dalam tahap penelitian

(43)

• Steroid

 Keadaan pro-inflamasi dan kaskade sitokin dianggap berkontribusi thd terjadinya perburukan sepsis, oleh sebab itu diperlukan penggunaan steroid

 Hidrokortison dapat dipertimbangkan pada pasien yang resisten terhadap vasopressor, inadekuat MAP

• Natrium bikarbonat

 Narium bikarbonat dapat diberikan kepada pasien dg kadar bikarbonat parah

<5mEq/L dan atau PH <7,1 atau AKI stadium 2 atau 3

• Paracetamol

Harus diberkan untuk terapi symptomatic

(44)

KESIMPULAN

(45)

Sepsis adalah kondisi yang mengancam jiwa dan bergantung waktu yang prognosisnya buruk secara keseluruhan, berikut beberapa alasan :

1. Permulaan klinisnya yang berbahaya

2. Kesalahan diagnosis yang menyebabkan tertundanya pengobatan dan selanjutnya memperburuk hasil klinis dan kualitas hidup

3. Penatalaksanaan multidisiplin dan challenging dengan aspek terapeutik berbeda yang masih diperdebatkan (waktu pemberian antibiotic,

resusitasi cairan, target oksigen, dsb)

(46)

PILAR

PERAWATAN KESIMPULAN

ANTIBIOTIK 1. Pengambilan sampel kultur sebelum pemberian antibiotic

2. Antibiotik harus berdasarkan pada gejala klinis/epidemiologi dan harus segera dimulai dalam 1 jam pertama

3. Reassesment terhadarap kondisi pasien dan kadar PCT 4. Pemberian antibiotic jangka pendek lebih diutamakan

CAIRAN 1. Balanced kristaloid adalah cairan pilihan pertama

2. Resusitasi individual berdasarkan FT dan FR lebih disarankan

3. Pendekatan berdasarkan bolus kristaloid kecil dan berulang (250-500

mL) dengan pemantauan hemmodinamik berkelanjutan dan disarakan

(47)

PILAR

PERAWATAN KESIMPULAN

Vasoactive agent 1. Vasopresor diperlukan jika MAP pasien <65 mmHg meskipun telah dilakukan terapi penggantian cairan

2. NE dengan dosis 0,2-1,2 µg/kg/mnt merupakan obat pilihan pertama 3. Pemberian NE secara dini dapat mencegah kelebihan cairan sehingga

mengurangi angka kematian

4. VP dengan dosis 0,25-0,5µg/kg/mnt dapat dikombinasikan dg NE jika target MAP tidak tercapai

Oxygenation and ventilator support

1. Oksigenasi harus dimulai pada 15 L/mnt melalui NRM

2. Nilai target titrasi harus SpO2 94-98% atau SpO2 88-92 jika pasien berisiko gagal napas hiperkapnia

3. Jika NIV/MV diperlukan, disarakankan vol tidal yang rendah (6mL/kg)

4. HFNC dapat digunakan pada pasien septic dengan hypoxic respiratory failure

(48)

PILAR

PERAWATAN KESIMPULAN

Other

treatmemnts

• Heparin

 LMWH lebih baik dibanding UFH dalam untuk mencegah VTE

 Profilaksis mekanis disarankan untuk pasien yang tidak cocok untuk pengobatan heparin

• Insulin

 Penggunaan insulin untuk mencapai target glukosa antara 144-180

• Inhibitor pompa proton

 Perawatan PPI untuk mencegah stress ulcer

• Terapi penggantian Ginjal

 Tidak semua pasien sepsis yang menderita AKI harus menjalani terap penggantian ginjal

(49)

PILAR

PERAWATAN KESIMPULAN

Other

treatmemnt s

• Steroid

 Hidrokortison dapat dipertimbangkan pada pasien yang resisten terhadap vasopressor, inadekuat MAP

• Natrium bikarbonat

 Narium bikarbonat diberikan pada pasien dg kadar bikarbonat parah

<5mEq/L dan atau PH <7,1 atau AKI stadium 2 atau 3

• Paracetamol

 Harus diberkan untuk terapi symptomatic

(50)

THANK YOU

dr. Asa Aulia Abdah

[email protected]

Referensi

Dokumen terkait