Short Article
Nama : Maharani Prajustine Hakim NIM : 2206731
Kelas : 4C
Program Studi : Pendidikan Seni Tari
Pengembangan Keterampilan Abad 21
(Critical Thinking, Communication, Creativity, and Collaboration)
Keterampilan Abad 21 harus diimplementasikan di setiap jenjang Pendidikan, dari Tingkat dasar sampai Tingkat tinggi. Seperti Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK), dan Perguruan Tinggi (PT). Tujuannya adalah agar para siswa dapat mengerti dan menyesuaikan dengan perkembangan zaman yang terdiri dari kemampuan berpikir kritis, komunikasi yang baik, kolaborasi, dan kreativitas tinggi. Prinsip keterampilan Abad 21 ini lebih mengarah kepada teknologi sebagai alat yang mendukung percepatan persebaran ilmu pengetahuan seperti komputer dan handphone. Perubahan keterampilan ini juga didukung dari beberapa aspek seperti pembelajaran yang terpusat pada siswa, siswa diharuskan untuk aktif saat pembelajaran, keterampilan yang baik, pembelajaran yang berbasis proses (bukan hanya dilihat dari hasilnya saja), keterampilan terapan, penyelesaian masalah dengan pemikiran yang kritis, aktif praktik dan kolaborasi dengan Masyarakat global, pembelajaran cenderung ke arah berbasis web, asesmen yang berbasih formatif, dan peran sekolah sudah menjadi tempat untuk kehidupan.
Critical Thinking
Critical Thinking/kemampuan berpikir kritis merupakan sebuah cara untuk berpikir dan mengkritik sesuatu dengan mempertanyakan suatu ide atau permasalahan, atau singkatnya critical thinking merupakan pola piker yang tidak menerima informasi secara mentah yang melibatkan
kemampuan untuk mengambil keputusan dengan cara yang bijak dan yang paling optimal. Hal ini harus dimiliki oleh setiap siswa di abad 21 karena kemampuan problem solving yang akan meningkat, dapat membuat keputusan yang tepat, serta dapat meningkatkan komunikasi yang efektif di lingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah. Untuk memiliki kemampuan berpikir kritis terdapat beberapa komponen yang harus diperhatikan seperti :
1. Observing (mengamati sebuah objek, kejadian, atau informasi dengan seksama).
2. Feeling (perasaan respons emosional yang timbul dari pengalaman atau situasi).
3. Wondering (proses bertanya atau rasa ingin tahu yang lebih tentang suatu fenomena).
4. Imagining (membentuk gambaran tentang sesuatu yang belum terjadi dan digunakan sebagai pengembagan kreativitas atau inovasi).
5. Inferring (menyimpulkan dengan logis berdasarkan bukti atau petunjuk yang tersedia).
6. Knowledge (Informasi yang dimiliki oleh seseorang mengenai sebuah topik).
7. Consulting (mencari atau meminta saran, pandangan, dan nasihat kepada orang yang memiliki pengetahuan lebih).
8. Identifying and Analyzing (proses mengidentifikasi dan menganalisis sebuah elemen atau komponen untuk memahami struktur dalam pemecahan masalah).
9. Judging (memberikan penilaian atau evaluasi terhadap sesuatu berdasarkan kriteria).
10. Deciding (mengambil keputusan setelah mempertimbangkan berbagai informasi yang valid).
Communication
Communication adalah salah satu kecerdasan abad-21 yang sangat penting bagi siswa untuk dikuasai, yaitu kemampuan individu untuk berkomunikasi dengan baik dan benar serta kemampuan untuk hidup dan berkembang di era globalisasi yang penuh dengan perubahan ini.
Siswa diharuskan untuk memiliki kemampuan komunikasi yang baik agar bisa bekerjasama dengan orang lain secara efektif, baik dalam kelompok kecil hingga kelompok besar. Kemudian agar bisa berbagi ide dan informasi dengan jelas dan ringkas (penyampaian gagasan). Dapat mendengarkan dan memahami prespektif orang lain, serta dapat memberikan dan menerima umpan baik yang konstruktif.
Creativity
Creativity merupakan kemampuan untuk menghasilkan ide-ide baru, Solusi-solusi inovatif, dan karya-karya yang relevan dengan zaman yang berkembang. Kreativitas melibatkan fleksibilitas berpikir, kemampuan adaptasi, penggunaan teknologi, kemampuan berkolaborasi, kemandirian, dan kreativitas interdisiplines. Pemikiran kreatif memiliki banyak manfaat bagi siswa di abad 21 karena dapat membantu mereka untuk mengembangkan keterampilan yang ada didalam diri dan sangat penting untuk sukses dalam lingkungan yang terus berubah. Manfaatnya adalah :
1. Membantu siswa untuk keluar dari zona nyaman
2. Kemampuan kreativitas dalam pembelajaran menjadi lebih menarik dan bermakna bagi siswa, seperti melihat permasalahan dari sudut pandang lain dan menemukan cara-cara baru untuk memahami dan mengeksplorasi materi pelajaran.
3. Kemampuan untuk berinovasi tentang sesuatu yang baru untuk melihat peluang di sekitar mereka dan menghasilkan ide-ide yang berharga.
4. Dengan berhasil menghasilkan ide-ide kreatif kan memperoleh kepercayaan diri yang lebih besar. Mereka belajar untuk percaya pada kemampuan mereka untuk berpikir secara kreatif dan menghadapi tantangan dengan keyakinan.
Collaboration
Collaboration merupakan proses Dimana individu atau kelompok bekerja sama secara aktif untuk mencapai tujuan Bersama dan menyelesaikan proyek dengan memanfaatkan berbagai keterampilan, pengetahuan, dan sumber daya yang dimiliki masing-masing. Collaboration bisa menjadi wadah bagi siswa untuk mengasah kemampuan berkomunikasi, khususnya dalam kelompok. Siswa akan belajar bagaimana cara berkomunikasi dan bekerja sama dengan orang lain.
Bekerja sama dengan orang lain yang memiliki prespektif, keterampilan berkomunikasi, ataupunlatar belakang yang berbeda akan mengasah kemampuan siswa agar setiap siswa dapat kesempatan untuk mengembangkan keterampilan kolaborasinya. Karakteristik dari collaboration adalah teknologi digital, kolaborasi antar-disiplin, kemampuan berbagi pengetahuan, fleksibilitas dan adaptabilitas, kemampuan komunikasi efektif, pembagian peran dan tanggung jawab, kolaborasi melintasi batas organisasi, dan kolaborasi berbasis tujuan yang diinginkan.