SIFAT ATAU KARAKTER PESTISIDA NABATI
Pertahanan tumbuhan:
1. Pertahanan structural
2. Pertahanan fisiologis
3. Pertahanan kimia
Pertahanan kimia:
• Metabolit sekunder
• Bukan senyawa esensial untuk pertumbuhan
• Kadarnya sangat sedikit dibandingkan metabolit primer tetapi jenisnya sangat banyak (lebih dari 200.000)
• Dihasilkan secara unik
• Beda antara bagian tanaman
• Beda antar spesies
• Dipengaruhi faktor lingkungan dan genetik
• Untuk berinteraksi dengan lingkungannya (mengatasi hama dan penyakit,
menarik polinator , dan sebagai molekul sinyal dll.)
Pertahanan kimia:
• Metabolit sekunder berdasar struktur kimia
• Senyawa mengandung nitrogen: alkaloid dan glukosinolat
• Fenolik: fenol sederhana dan flavonoid
• Terpenoid: monoterpena, seskuiterpena, diterpena, triterpena & polimer terpena
• Penggunaan metabolit sekunder oleh manusia:
• Obat dan herbal atau jamu - morfin, kuimin, galantamine dll
• Kosmetik - minyak mawar dan lavender unt pelembab kulit
• Penyedap makanan - esensial oil daun salam
• Pewangi - mawar: geraniol; melati: amil salisilat; jeruk: oktil asetat dll.)
• Pewarna tekstil – kuning-coklat kayu mahono (tannin dan flavonoid)
• Pewarna makanan - kuning dari kunir, hijau dari pandan
• Pengendali OPT
Metabolit sekunder unt pertahanan tanaman
• Bisa ditemukan pada semua bagian tanaman di atas dan bawah tanah
• Senyawa folatil dihasilkan dari daun
• Bunga memiliki aroma yg dapat merubah perilaku
• Phytotoxic root exudates
• Toxic latex dihasilkan dari batang
Metabolit sekunder unt pertahanan tanaman
• Ditemukan sebelum terserang OPT, dan yg lainnya disintesis sbg
tanggapan serangan OPT
1. Tersimpan sebagai prekursor yg kurang beracun yg akan diubah menjadi senyawa toksik yg aktif hanya jika diperlukan
Peletakan telur oleh lalat capung Diprion pini L. menginduksi (local &
sistemik) emisi volatil pd pinus
Skotlandia (Pinus sylvestris L.) yang menarik parasitoid telur
Chrysonotomyia ruforum Krausse.
Metabolit sekunder unt pertahanan tanaman
• Ditemukan sebelum terserang OPT, dan yg lainnya disintesis sbg tanggapan serangan OPT
2. Dihasilkan via struktur khusus (kelenjar trikom): tembakau 3. Senyawa beracun disimpan dlm
bagian sel yg terlindungi (vakuola)
Tobacco glandular tichomes
• Sel hewan Vs. Sel
tumbuhan
Pestisida nabati Vs. Pestisida kimia
Aspek yg dikaji Pestisida Nabati Pestisida Kimia
Active ingredients 1. Mengandung banyak bahan aktif dg banyak cara kerja (mode of action)
2. Butuh jumlah bahan aktif yg banyak dlm produk akhir agar efektif untuk
pengendalian
1. Umumnya satu atau dua bahan aktif saja dengan spesifik mode of action 2. Perlu sedikit jumlah bahan aktif dlm
produk akhir agar efektif dlm pengendalian
Manufacturing 1. Metode ekstrasi dan pencampuran sederhana
2. Terjadi perubahn enzimatik selama proses ekstraksi (perokssidase dan polifenol
oksidase) thd metabolit sekunder 3. Berbagai formulasi
1. Sintesis bahan aktif secara kompleks atau beberapa tahap di laboratorium 2. Bahan aktif terkendali
3. Berbagai vormulasi
Scalability 1. Produksi terbatas atau tergantung keberadaan bahan
2. Kurang/tidak ada standarisasi kimia
1. Produksi massal
2. Standarisasi kimia jauh lebih ketat
Pestisida nabati Vs. Pestisida kimia
Aspek yg dikaji Pestisida Nabati Pestisida Kimia
Shelf life ➢ Pendek, mudah terdegradasi seiring berjalannya waktu
➢ Lebih stabil atau daya simpan lama Production cost ➢ Bervariasi tergantung bahan dan harga
pasar
➢ Umumnya lebih murah kecuali hasil paten
Application ➢ Aplikasi terbatas di perkotaan, medis, produk yang disimpan, kehutanan, dan pertanian skala besar,
➢ Berbagai aplikasi unt semua sector yg terkait dengan pengendalian hama Regulatory hardles ➢ Pengecualian di beberapa yurisdiksi,
produk tertentu masih memerlukan pendaftaran penuh
➢ Perlu pendaftara penuh
Social hurdles ➢ Umumnya diangga aman ➢ Umumnya dianggap beracun Marketting
channels
➢ Sebagian besar penjualan eceran terbatas ➢ Ritel dan pertanian skala besar, penerbangan, dan militer