Sipitung Jagoan Betawi
Naskah drama kelompok: Harun, Rasya, Arga, Dimas, Ferdi
Peran: Arga dan Harun sebagai petani, Dimas sebagai Mamat anak buah Belanda dan Rasya sebagai Menir tuan Belanda, Ferdi sebagai Sipitung Jagoan Betawi
Sipitung Jagoan Betawi:
~Pada suatu hari di sebuah desa ada dua orang petani yang asik berbincang- bincang~
Petani 1 (Harun): eh ngomong-ngomong semalem emyu kalah ya dua kosong lawan Newcastle, jelek banget emang klub ampas
Petani 2 (Arga): tau jelek banget
Petani 1 (Harun): fans nya sekarang lagi pada di bully itu masuk goa
Petani 2 (Arga): eh ngomong-ngomong katan orang-orang Belanda mau dateng ke kampung kita Petani 1 (Harun): emang iya? Kapan?
Petani 2 (Arga): gak tau
Petani 1 (Harun): lah ente tau dari siapa?
Petani 2 (Arga): dari Mbok Sarijem
Petani 1 (Harun): oh, yaudah yok kita lanjutkan ini dulu ampe selesai
~Beberapa saat kemudian tuan Belanda dan anak buah nya datang ke kebun~
Tuan Belanda (Rasya): Woy pribumi-pribumi, serahkan semua hasil tani dan uang you semua sekarang!!!
Petani 2 (Harun): hey Belanda lo kira kite bakal tunduk sama lu!!!
Tuan Belanda (Rasya): dasar pribumi-pribumi miskin,hajar mereka!!!
Anak buah Belanda (Dimas): siap tuan
{anak buah Belanda (Dimas) mendatangi para petani sambil berbicara "serahkan semua harta you atau l bunuh you semua" lalu menghajar para petani}
Petani 1 & 2 (Harun dan Arga): ampun tuan
Petani 1 (Harun): ampun tuan, kasihanilah kami tuan, kami masih punya anak dan istri di rumah Anak buah Belanda (Dimas): I gak peduli sama you semua, cepat serahkan harta you semua!!!
~Tiba-tiba si Pitung datang dengan tatapan emosi yang tertuju kepada Tuan Belanda. Tanpa basa-basi si Pitung langsung menghampiri kebun itu, dengan melempar koliah ke hadapan Tuan Belanda, Tuan Belanda pun merasa tidak di hargai, dan marah~
Tuan Belanda (Rasya): Kurang ajar! Maksud you apa?
Sipitung (Ferdi): Emang lu siapa beraninya ganggu penduduk sini Tuan Belanda (Rasya): l yang berkuasa di sini !!!
Sipitung (Ferdi): Lu yang berkuasa di daerah ini ?? Walaupun lu yang berkuasa, tapi ini tanah kelahiran gue
Tuan Belanda (Rasya): You orang terlalu banyak omong, Mamat habisi dia Anak buah Belanda (Dimas): siap tuan
~Perkelahian pun dimulai~
~Dan akhirnya Mamat&Menir dikalahkan si Pitung, dan Menirpun pulangbersama penduduk kampungnya~