SISTEM MONITORING DAN PENDETEKSI KEBAKARAN
LAPORAN SISTEM EMBEDDED
Disusun Oleh :
PROGRAM STUDI
TEKNIK TELEKOMUNIKASI FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
INSTITUT TEKNOLOGI SUMATERA LAMPUNG SELATAN
Alif Rizki Setiawan (120400098) M Daffa Abi Rafdi (120400068) Hizkya Thessalonika (120400066) Misadar Manto (121400070) Abner Pranata
Manalu Muhammad Durahman
DikyFebrian Ginting Fredrick Barus
(120400072) (120400086) (120400086) (120400105)
2024 KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkat dan kasih karunia-Nya kepada kita semua, sehingga kami dapat menyusun dan menyelesaikan laporan Sistem Embedded yang berjudul
“Sistem Monitoring Dan Pendeteksi Kebakaran” ini. Laporan ini disusun sebagai bagian dari pemenuhan syarat nilai akhir mata kuliah sistem embedded. Dalam laporan ini, kami mendapat kesempatan berharga untuk menggali pengetahuan dan menerapkan keterampilan yang telah kami dapat selama masa studi ke dunia kerja.
Dalam penyusunan laporan ini kami mendapat banyak dukungan dan kasih yang tulus dari banyak pihak sehingga kami dapat menyelesaikan laporan ini dengan baik. Kami ingin mengucapkan terima kasih yang tulus kepada semua pihak yang telah mendukung kami dan membantu kami selama penulisan laporan tugas akhir ini. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada : 1. Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat, petunjuk, dan kekuatan yang
telah diberikan dalam perjalanan penyelesaian laporan ini.
2. Kepada keluarga, kami ucapkan terima kasih atas doa, dukungan tanpa henti, dan kasih sayang yang selalu menopang kami setiap langkah perjalanan ini.
3. Kepada Kepala Program Studi, terima kasih atas bimbingan, arahan, dan dukungan yang diberikan selama proses penulisan laporan ini.
4. Kepada Asisten Praktikum Embedded, terima kasih atas ilmu pengetahuan, bimbingan, serta masukan yang berharga dalam proses penyusunan laporan ini.
5. Kepada Teman, terima kasih atas semangat, kerjasama, dan dukungan yang diberikan selama perjalanan ini.
Lampung Selatan,
Ketua Kelompok 6
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...
DAFTAR ISI...
DAFTAR SINGKATAN...
BAB I...
PENDAHULUAN......
1.1. Latar Belakang...
1.2. Rumusan Masalah...
1.3. Tujuan Penelitian...
1.4. Batasan Masalah...
1.5. Manfaat Penelitian...
1.6. Sistematika Penulisan...
BAB II...
TINJAUAN PUSTAKA...
2.1. Teori Dasar...
2.1.1. ESP 32...
2.1.2. Sensor MQ 2...
BAB III...
METODOLOGI...
3.1. Rangkaian Simulasi...
3.2. Diagram Alir...
3.2. Peralatan Penelitian...
3.3. Perancangan Rangkaian...
3.4 Sistem Kerja Alat...
DAFTAR PUSTAKA......
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Contoh penulisan gambar ... 9
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Contoh penulisan tabel ...
DAFTAR SINGKATAN
Singkatan Kepanjangan Pemakaian Pertama Kali pada Halaman
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Kebakaran merupakan ancaman serius yang dapat menyebabkan kerugian besar baik dalam hal kehidupan manusia maupun kerusakan materil. Dalam upaya mencegah dan mengurangi dampak kebakaran, sistem deteksi dini menjadi krusial.
Sistem deteksi kebakaran yang andal dan efisien sangat dibutuhkan untuk memberikan peringatan dini kepada penghuni gedung atau bangunan. Sistem deteksi kebakaran tradisional seringkali menggunakan perangkat yang mahal dan sulit diintegrasikan dengan sistem lainnya. Namun, dengan kemajuan teknologi, sistem embedded semakin populer sebagai solusi yang murah dan dapat diandalkan.
ESP32 adalah platform embedded yang sangat populer dan memiliki dukungan komunitas yang besar. ESP32 memiliki kemampuan untuk memonitor lingkungan dan mengendalikan perangkat eksternal. Sensor gas MQ2 merupakan salah satu komponen kunci dalam sistem deteksi kebakaran. Sensor ini sensitif terhadap beberapa jenis gas yang dihasilkan oleh api, seperti karbon monoksida (CO) dan asap. Dengan menggunakan sensor ini, kita dapat mendeteksi keberadaan gas-gas tersebut sebelum api benar-benar berkembang.
Penguraian bagian-bagian penelitian ini meliputi variabel utama terkait perancangan prototype antena mikrostrip linier array, seperti geometri antena, material dielektrik yang digunakan, jumlah elemen array, dan konfigurasi transmisi sinyal. Paradigma penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan pendekatan desain. Jenis penelitian ini mengacu pada pengembangan prototipe berbasis teori dan model matematis yang diuji melalui simulasi komputer serta pengukuran laboratorium.
Dalam laporan ini, kami akan memaparkan pengembangan dan implementasi sebuah sistem monitoring dan pendeteksi kebakaran menggunakan ESP32, dan sensor gas MQ2. Sistem ini dirancang untuk memberikan peringatan dini kepada pengguna melalui notifikasi dan tindakan yang sesuai saat terdeteksi adanya kebakaran. Tujuan utama dari proyek ini adalah menghasilkan sebuah sistem yang
handal, mudah diimplementasikan, dan terjangkau bagi pengguna. Dengan demikian, diharapkan sistem ini dapat membantu dalam upaya pencegahan dan mitigasi risiko kebakaran di berbagai lingkungan, mulai dari rumah tangga hingga bangunan komersial.
Melalui laporan ini, kami akan membahas detail desain sistem, implementasi perangkat keras dan perangkat lunak, serta hasil pengujian yang dilakukan untuk mengevaluasi kinerja dan keandalan sistem. Diharapkan laporan ini dapat memberikan pemahaman yang komprehensif tentang pengembangan sistem deteksi kebakaran menggunakan teknologi embedded modern. Perbedaan kunci antara penelitian terdahulu dengan penelitian ini terletak pada pendekatan integratif terhadap berbagai faktor yang mempengaruhi kinerja sensor yang digunakan untuk mendeteksi kebakaran tersebut. Penelitian ini berupaya untuk menciptakan desain yang lebih efisien dengan mempertimbangkan secara holistik berbagai parameter teknis dan lingkungan operasional sistem untuk memonitoring kebakaran dari jarak jauh, sehingga diharapkan mampu meningkatkan kinerja dan keandalan sistem pendeteksi kebakaran.
1.2. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam perancangan prototipe ini adalah:
1. Bagaimana respons sensor gas MQ2 terhadap berbagai tingkat kebakaran ?
2. Bagaimana mengitegrasikan Arduino dan ESP32 untuk medeteksi perubahan lingkungan dan keberadaan asap/gas ?
3. Bagaimana merancang sistem alarm yang responsif dan dapat diprogram untuk memberikan notifikasi saat terdeteksi adanya kebakaran atau gas berbahaya ?
4. Bagaimana merancang antarmuka pengguna yang intuitif untuk memantau kondisi lingkungan dan status kebakaran ?
5. Bagaimana mengelola dan menyimpan data yang dikumpulkan dengan efisien, termasuk log kejadian, untuk analisis lebih lanjut atau perbaikan sistem ?
1.3. Tujuan Penelitian
Penelitian tentang perancangan prototipe ini, bertujuan untuk:
1. Menerapkan sistem monitoring yang handal dan responsif dengan memafaatkan teknologi embedded
2. Mengevaluasi kinerja sensor gas MQ2 dalam mendeteksi kebakaran dan gas berbahaya
3. Mengintegrasikan perangkat keras dengan perangkat lunak untuk pengiriman data dan pengelolaan notifikasi
4. Merancang antarmuka pengguna yang mudah digunakan untuk memantau lingkungan dan status keamanan
5. Menyusun strategi yang efesien untuk mengatur daya agar sistem dapat beroperasi dengan baik dalam jangka panjang
Tujuan-tujuan ini dirancang untuk mengarahkan penelitian menuju pengembangan prototipe sistem yang tidak hanya memiliki kinerja yang unggul dalam mendeteksi, tetapi juga dapat memberikan informasi yang tepat dan akurat.
1.4. Batasan Masalah
Adapun batasan masalah pada laporan tentang perancangan prototype antena mikrostrip linier array frekuensi 3 GHz untuk aplikasi antena radar maritim adalah:
1. Penggunaan Arduino Uno sebagai mikrokontroler utama untuk pengendalian dan pengolahan data
2. Pemanfaatkan modul ESP32 untuk komunikasi nirkabel (WIFI ) antara sistem dan perangkat eksternal seperti ponsel pintar
3. Sistem akan mendeteksi adanya kebakaran melalui sensor MQ2 yang mendeteksi konsentrasi gas tertentu di udara
4. Ada kemungkinan untuk menambahkan antarmuka pengguna, seperti penggunaan layar LCD atau penggunaan web sebagasi saran yang dapat diakses melalui koneksi WIFI dengan ESP32
5. Sistem dapat memberikan notifikasi melaui antarmuka pengguna atau
dapat melalui komunikasi nirkabel jika terdeteksi adanya kebakaran atau kondisi berbahaya lainnya
1.5. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat penelitian secara teoritis dari laporan tugas akhir ini adalah:
1. Menambah pemahaman dalam pengembangan teori terkait perancangan prototipe menggunakan sistem embedded.
2. Menghadirkan wawasan baru untuk meningkatkan keselamatan dalam lingkungan kerja.
3. Memperbaiki dan menyempurnakan metode perancangan sistem pendeteksi dan pemantauan kebakaran, yang dapat diadaptasi dalam penelitian dan pengembangan teknologi antena yang lebih luas.
1.6. Sistematika Penulisan
Adapun sistematika penelitian dari laporan tugas akhir ini adalah:
1. Bab 1. Pendahuluan
Sebuah bagian gambaran umum topik penelitian, meliputi sejarah masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, dan proses penelitian.
2. Bab 2. Tinjauan Pustaka
Sebuah bagian yang berisi penjelasan tentang teori yang mendasari dan mendukung pembahasan tentang perancangan antena.
3. Bab 3. Metode Penelitian
Sebuah bagian yang menjelaskan dimana, dan kapan penelitian dilakukan, dan membahas jenis dan sumber data, metode pengumpulan data, dan metode analisis.
4. Bab 4. Hasil dan Pembahasan
Sebuah bagian yang menyajikan data yang telah dikumpulkan selama penelitian. Bedasarkan perancangan dengan informasi yang dikumpulkan.
5. Bab 5. Kesimpulan
Sebuah bagian yang berisi kesimpulan dan saran yang mengacu pada pertanyaan penelitian.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Teori Dasar 2.1.1. ESP 32
ESP32 adalah sebuah mikrokontroler yang memiliki tingkat fleksibilitas dan kekuatan yang tinggi, cocok untuk berbagai aplikasi, termasuk sistem pemantauan kebakaran. Dikembangkan oleh Espressif Systems, perangkat ini telah dirancang dengan fitur-fitur Wi-Fi dan Bluetooth yang terintegrasi. Dengan desain perangkat keras yang kuat dan kemampuan konektivitas nirkabel yang luas, ESP32 telah menjadi pilihan yang populer untuk proyek-proyek IoT yang melibatkan pemantauan dan kontrol jarak jauh, seperti sistem pemantauan kebakaran. Sistem pemantauan kebakaran yang menggunakan ESP32 dapat disesuaikan untuk mendeteksi asap, suhu tinggi, atau bahkan kedua hal tersebut. Sensor-sensor yang terhubung ke ESP32 mampu mendeteksi perubahan signifikan dalam suhu atau konsentrasi asap di sekitar lingkungan. Setelah terdeteksi, mikrokontroler dapat mengirimkan peringatan secara nirkabel melalui koneksi Wi-Fi atau Bluetooth ke server atau perangkat lain untuk langkah-langkah selanjutnya.
Keuntungan utama dari penggunaan ESP32 dalam sistem monitoring kebakaran adalah kemampuan konektivitas yang luas dan kemampuan pemrosesan yang tinggi. Karena itu, perangkat ini mampu mendeteksi kebakaran dengan cepat dan mengirimkan peringatan yang akurat. Selain itu, ukurannya yang kecil dan konsumsi daya yang rendah menjadikannya cocok untuk dipasang di berbagai lingkungan, termasuk ruang terbatas atau tempat-tempat yang sulit dijangkau. Penggunaan ESP32 dalam sistem pemantauan kebakaran juga
memungkinkan integrasi dengan platform IoT yang lebih luas. Data yang dikumpulkan oleh mikrokontroler dapat diakses dan dianalisis dari jarak jauh melalui koneksi internet, memungkinkan pemantauan real-time dan respons cepat terhadap situasi kebakaran. Ini juga memungkinkan pengambilan tindakan preventif atau reaktif sesuai kebutuhan. Dengan semua fitur dan kemampuannya, ESP32 menyediakan solusi yang andal dan efisien untuk sistem pemantauan kebakaran. Kombinasi antara kemampuan sensor deteksi dan konektivitas nirkabel yang canggih menjadikannya pilihan ideal untuk meningkatkan keamanan lingkungan dari bahaya kebakaran dengan lebih efektif dan responsif. (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat #)
2.1.2. Sensor MQ 2
Sensor MQ2 adalah sensor gas yang dirancang untuk mendeteksi berbagai gas yang mudah terbakar, seperti hidrogen (H2), gas LPG (liquefied petroleum gas), metana (CH4), karbon monoksida (CO), alkohol, asap, dan propana (C3H8). Sensor ini beroperasi dengan prinsip perubahan resistansi dalam elemen sensornya saat terpapar gas. Elemen sensor, biasanya terbuat dari timah dioksida (SnO2), memiliki resistansi tinggi di udara bersih dan resistansi yang menurun secara signifikan ketika mendeteksi gas yang mudah terbakar. Keluaran sensor MQ2 adalah tegangan analog yang dapat diukur oleh mikrokontroler atau sistem pengukuran lainnya, dengan tegangan yang bervariasi tergantung pada konsentrasi gas yang terdeteksi. Sensor ini umum digunakan dalam aplikasi keamanan rumah untuk mendeteksi kebocoran gas, sistem pemantauan kualitas udara, dan berbagai aplikasi industri yang memerlukan deteksi gas mudah terbakar.
Agar hasil pengukuran akurat, sensor perlu dikalibrasi di lingkungan dengan konsentrasi gas yang diketahui, mencatat perubahan resistansi atau tegangan keluaran. Sensor MQ2 biasanya memiliki empat pin: VCC (tegangan input), GND (ground), DO (digital output), dan AO (analog output). Pin DO memberikan sinyal digital ketika konsentrasi gas melebihi ambang batas tertentu, sementara pin AO memberikan sinyal analog yang proporsional dengan konsentrasi gas yang terdeteksi. Dengan waktu respon yang cepat dan kepekaan tinggi, sensor ini sangat cocok untuk aplikasi real-time, memungkinkan sistem mendeteksi dan mengukur konsentrasi gas berbahaya secara efisien, memberikan sinyal peringatan untuk tindakan pencegahan yang tepat.
2.1.3. Kabel Jumper
Kabel jumper adalah jenis kabel yang digunakan untuk membuat koneksi listrik sementara atau semi-permanen antara dua titik dalam rangkaian elektronik. Kabel ini sering digunakan dalam prototyping dan pengujian sirkuit pada breadboard atau papan rangkaian percobaan lainnya. Kabel jumper biasanya memiliki ujung konektor yang dapat dihubungkan langsung ke pin pada komponen elektronik atau ke jalur pada breadboard, membuatnya mudah untuk menghubungkan dan memutuskan sambungan tanpa perlu penyolderan.
Terdapat beberapa jenis kabel jumper berdasarkan jenis konektornya, seperti male-to-male, male-to-female, dan female-to-female, yang memungkinkan fleksibilitas dalam konfigurasi sirkuit. Selain itu, kabel jumper tersedia dalam berbagai panjang dan warna, yang membantu dalam mengorganisasi dan mengidentifikasi sambungan dalam rangkaian yang kompleks. Kegunaan utamanya adalah untuk mempermudah dan mempercepat proses perakitan dan modifikasi sirkuit selama fase pengembangan dan pengujian, membuatnya menjadi alat penting bagi insinyur elektronik, hobiis, dan pembuat proyek DIY.
2.1.4. Breadboard
Breadboard adalah alat penting dalam dunia elektronika yang digunakan untuk membuat prototipe dan menguji sirkuit elektronik tanpa perlu menyolder komponen. Alat ini terdiri dari papan plastik dengan banyak lubang kecil yang diatur dalam grid, di mana komponen elektronik dan kabel jumper dapat dengan mudah dimasukkan untuk membentuk rangkaian. Di bawah permukaan papan terdapat jalur logam yang menghubungkan lubang-lubang tersebut
yang dipasang.
Breadboard sering digunakan dalam pendidikan, pengembangan, dan eksperimen elektronik karena memudahkan perakitan dan modifikasi sirkuit.
Mereka datang dalam berbagai ukuran, dengan versi besar yang memungkinkan pembuatan sirkuit kompleks dan versi kecil untuk proyek yang lebih sederhana. Dengan menggunakan breadboard, insinyur, pelajar, dan hobiis dapat dengan cepat mencoba berbagai konfigurasi sirkuit dan melakukan penyesuaian tanpa kerumitan penyolderan, menjadikannya alat yang sangat efisien dan fleksibel dalam proses desain dan pengujian elektronik.
2.1.5. Firebase
Firebase adalah platform pengembangan aplikasi yang dikelola oleh Google, yang menyediakan berbagai alat dan layanan untuk membantu pengembang membuat aplikasi berkualitas tinggi dengan cepat dan mudah.
Firebase menawarkan serangkaian fitur termasuk database real-time, autentikasi, hosting, analitik, dan penyimpanan file. Salah satu komponen utamanya adalah Firebase Realtime Database, yang memungkinkan penyimpanan dan sinkronisasi data antar pengguna secara real-time. Ini sangat berguna untuk aplikasi yang membutuhkan pembaruan data instan, seperti aplikasi obrolan atau kolaborasi. Firebase juga memiliki Firebase Authentication, yang menyederhanakan proses autentikasi pengguna dengan menyediakan metode login yang aman dan mudah melalui email, Google,
Facebook, dan lainnya. Selain itu, Firebase Cloud Firestore menawarkan solusi database fleksibel dan skalabel dengan kemampuan query yang lebih kuat dibandingkan Realtime Database. Layanan analitiknya, Firebase Analytics, memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana pengguna berinteraksi dengan aplikasi, membantu pengembang dalam pengambilan keputusan berbasis data. Dengan integrasi yang kuat dengan produk Google lainnya dan dokumentasi yang komprehensif, Firebase menjadi pilihan populer di kalangan pengembang untuk mempercepat pengembangan aplikasi web dan seluler tanpa mengorbankan kualitas atau skalabilitas.
BAB III
METODOLOGI
3.1. Rangkaian Simulasi
3.2. Diagram Alir
Diagram alir penelitian ini dapat dilihat dibawah ini yang menunjukan tahapan-tahapan dalam proses perancangan antena MPSPI linier array delapan elemen.
3.2. Peralatan Penelitian
Adapun peralatan yang digunakan pada pembuatan prototipe ini adalah:
1. Perangkat Lunak :
• Perangkat Lunak Pengolah Kode: Digunakan untuk membuat kode logika yang akan digunakan untuk membuat sutau program pendeteksi kebakaran dan pengintegrasiaannya dengan firebase .
2. Peralatan Rancangan Prototipe :
• Breadboard : Sebagai tempat untuk melekatkan komponen elektronika
• Sensor MQ2 : Digunakan sebagai sensor untuk mendeteksi asap
• Modul ESP32 : Digunakan untuk otak utama yang akan menjalankan program
• Kabel Jumper : Sebagai penghubung antar peranti elektronika
• Ponsel Pintar : Media penerima notifikasi untuk apliaksi mobile
3.3. Perancangan Rangkaian
1. Persiapkan perangkat - perangkat keras seperti modul ESP32, sensor MQ2, kabel jumper.
2. Persiapkan juga perangkat lunak Arduino IDE, dan jangan lupa menginstall pustaka ESP32 dan firebase
3. Hubungkan sensor MQ2 ke ESP32 menggunakan kabel jumper
4. Pastikan kedua perangkat tersebut dihubungkan ke catu daya yang sesuai 5. Buka arduino IDE dan buat proyek baru
6. Tuliskan kode pemrograman untuk membaca data dari sensor MQ-2 dan menentukan apakah asap terdeteksi. Anda harus melakukan pembacaan analog dari sensor dan menetapkan ambang batas yang menandakan keberadaan asap.
7. Setelah konfigurasi kodenya berjalan dengan baik, konfigurasi juga kode untuk mengirimkan data dari sensor MQ-2 yang didapat oleh ESP32 ke database firebase. Sesuaikan data kredensial yang diperlukan agar dapat terhubung dengan baik
Konfigurasi database firebase untuk menyimpang data yang diapat dari modul.
9. Lalu buat aplikasi mobile sederhana menggunakan React Native 10. Hubungkan aplikasi mobile dengan firebase
3.4 Sistem Kerja Alat
Alat ini dapat monitoring dan mendeteksi kebakaran dengan adanya sistem sensor MQ2 yang sensitif dengan gas. dengan esp32 yang ditempatkan pada satu sisi di bagian rumah, alat ini berfungsi ketika terdapat kebocoran tabung gas yang dapat berpotensi untuk menyebabkan kebakaran.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
Alat ini dibuat dengan ESP32 sebagai pengendali dan MQ2 sebagai sensor utama untuk mendeteksi gas berbahaya yang dapat muncul selama kebakaran, termasuk karbon monoksida dan hidrogen. Selain itu, alat ini dilengkapi dengan sumber daya dan kemampuan untuk memberikan peringatan kepada pengguna jika terdeteksi bahaya kebakaran.
Gambar 4.1 Prototipe Alat 4.1 Cara Kerja Alat
1. Alat akan mengumpulkan data berupa hasil sensor MQ2, sensor MQ2 akan mendeteksi kerberadaan asap disekitarnya
2. Setelah data dikumpulkan, data akan diterima oleh ESP32 dan akan diproses
3. Setelah data diproses , modul ESP32 akan memutuskan apakah terjadi
sudah dibuat sebagai paramaternya
4. Jika hasil yang didapat dari keputusan modul ESP32 menyatakan kebakaran maka akan diberikan notifikasi berupa teks ke firebase, dan dari firebase akan di arahkan ke notifikasi mobile. Jika hasilnya tidak menyatakan kebakaran teks informasi akan menyatakan tidak terjadinya kebakaran.
4.2 Hasil Pengujian
Pada kondisi awal aplikasi akan terlihat sebagai berikut :
gambar 4.2 Kondisi ponsel awal
Persentasi pada telepon pintar akan ada pada 0% saat awal pengujian, program tidak mendeteksi adanya perubahan ketika nanti adanya gas maka persentase akan mulai naik sampai dengan 100% yang dapat dilihat pada gambar berikut
gambar 4.3 Gambar setelah sensor mendeteksi
Selama persentase tetap naik, aplikasi yang ada di ponsel akan terus memberikan notifikasi pemberitahuan pada ponsel tersebut. Hasil tersebut dapat dilihat pada gambar berikut :
gambar 4.4 notifikasi pada ponsel
KESIMPULAN
5.1 Kesimpulan
Kebakaran merupakan hal yang umum mengancam. Ancaman ini memiliki dampak kerugian yang sangat besar baik dari kerusakan materil atau kerugian manusia yang berupa luka sampai kematian. Sistem deteksi kebakaran yang handal dan efesien menjadi krusial dalam upaya pencegahan dan juga untuk mengurangi kerugian dampak kebakaran dengan memberikan sebuah peringatan awal kepada penghuni bangunan atau pengawas. Pemanfaatan sistem embedded sebagai sistem dasar dalam pembuatan sistem pendeteksi kebakaran merupakan salah satu solusi dalam upaya
perancangan suatu sistem pendeteksi kebakaran.
Pemanfaatkan sistem embedded seperti ESP32, merupakan salah satu cara pemanfaatan sistem embedded untuk pembuatan sistem pendeteksi kebakaran. ESP32 dapat mengerjakan tugasnya sebagai otak sistem prototipe yang dibuat dengan baik dan efisien. Dipadukan dengan sensor MQ2 yang cukup sensitif dan cepat dalam mendeteksi gas - gas yang dihasilkan oleh api, prototipe ini dapat mendeteksi dan memberi informasi dengan baik. Dan juga dengan integrasi firebase dan aplikasi mobile, membuat kerja prototipe ini lebih baik dan mudah diakses.
5.2 Saran
Pendeteksi kebakaran dengan modul ESP32 dan sensor MQ-2 meliputi penggunaan Firebase sebagai database untuk menyimpan data secara online, integrasi dengan aplikasi mobile menggunakan React Native untuk menerima notifikasi kebakaran secara langsung, penggunaan Typewriter untuk mengirimkan notifikasi, dan integrasi dengan aplikasi mobile menggunakan Reactive Native untuk berinteraksi secara real- time. Dengan demikian, sistem dapat beroperasi secara online dan memberikan notifikasi kebakaran secara cepat dan efektif.
Penggunaan modul ESP32 dan sensor MQ-2 untuk mendeteksi kebakaran, penggunaan protokol Wi-Fi untuk operasi online, serta penggunaan power supply yang handal, casing yang kuat, dan software yang stabil untuk memastikan stabilitas
sistem. Selain itu, pengujian yang cepat dan akurat harus dilakukan untuk memastikan bahwa sistem pendeteksi kebakaran dapat beroperasi secara efektif dan dapat mendeteksi kebakaran dengan akurat.