PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Bagaimana pentingnya sistem pengupahan tenaga kerja di Kecamatan Sungai Rumbai Kabupaten Mukomuko dengan pemikiran Ibnu Khaldun.
Tujuan Penelitian
Mengetahui pentingnya sistem pengupahan tenaga kerja di Kecamatan Sungai Rumbai Kabupaten Mukomuko dengan pemikiran Ibnu Khaldun.
Kegunaan Penelitian
Penelitian Terdahulu
Sementara itu, penelitian yang penulis lakukan mengangkat persoalan sistem pengupahan buruh sawit dan upah mereka jauh di bawah upah minimum, sangat rendah dan berkaitan dengan pemikiran Ibnu Khaldun.9. Sementara itu, penelitian yang penulis lakukan mengangkat persoalan sistem pengupahan buruh sawit dan upah mereka jauh lebih rendah dari upah minimum, sangat rendah dan berkaitan dengan pendapat Ibnu Khaldun.
Metode Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap fakta, fenomena dan keadaan yang terjadi selama penelitian dan menyajikannya sebagaimana adanya, kemudian dinilai dengan pendapat Ibnu Khaldun. Subyek/informasi dalam penelitian ini adalah Bapak. Hendra, Bpk. Jamari, Pak. Jalaluddin, Mr. Cholik, Mr. Marid, Bpk. Yanto, Bpk. Ali, mr. Wah, Pak. Lamian, Bpk. Solkan, Mr. Sudarwanto. Data sekunder dalam penelitian ini berupa foto dan sejarah Desa Talang Gading Kecamatan Sungai Rumbai Kabupaten Mukomuko.
Observasi adalah penelitian untuk pengamatan langsung di lapangan untuk memperoleh informasi dan mengidentifikasi masalah yang akan diteliti. Yaitu berupa pengumpulan data dari sumber buku yang diambil dari buku Ibnu Khaldun berjudul Pemikiran Ekonomi Islam. Selain itu, dengan mencermati buku-buku Ibnu Khaldun tentang upah, dengan mempelajari buku Ibnu Khaldun tentang upah, Anda dapat mengetahui apa saja upah yang ada di dalam buku tersebut dan memudahkan pembaca untuk memahami kajian-kajian yang penulis uraikan.
KAJIAN TEORI
Sistem Pemberian Upah
Sistem ini bertujuan untuk menggantikan istilah sistem pengupahan jika hasil pekerjaan tidak memuaskan. Sistem pengupahan ini hanya dapat diberikan apabila hasil pekerjaan dapat dinilai menurut ukuran-ukuran tertentu, misalnya diukur dengan besaran, berat dan sebagainya. Sistem pengupahan ini dapat disamakan dengan pemberian bonus jika perusahaan memperoleh laba pada akhir tahun.
17 Muhamad Putra Kusnadi, Sistem Gaji Agen di PT Asuransi Tafakul Keluarga Bengkulu Dari Sisi Ekonomi, (IAIN Ekonomi Islam Bengkulu, 2017), h. Penulis juga menyatakan di sini bahwa upah adalah hak pekerja atau pekerja, yang diterima dan dinyatakan oleh pemberi kerja atau pemberi kerja dalam bentuk uang sebagai imbalan kepada pekerja dan ditentukan serta dibayarkan sesuai dengan perjanjian kerja atau kesepakatan bersama, sehingga tidak ada konflik antara buruh dan perusahaan. 21 Cahaya Murni, Sistem Pembayaran Tenaga Honorer di Kabupaten Bengkulu Tengah Perspektif Hukum Positif dan Ekonomi Islam, (IAIN Ekonomi Islam IAIN Bengkulu 2012), h.
Bentuk Upah
Jenis-jenis Upah
Usaha nyata dipahami sebagai upah yang benar-benar harus diterima oleh pekerja yang berhak atas upah itu dengan suatu kesepakatan yang ditentukan oleh kedua belah pihak. Gaji riil ini ditentukan oleh daya beli gaji tersebut, yang akan sangat bergantung pada jumlah uang yang diterima dan besarnya biaya hidup yang diperlukan. Upah layak yaitu upah yang diterima oleh pekerja relatif cukup untuk membiayai kebutuhan mereka yang luas, yang tidak hanya kebutuhan pokok, tetapi juga sosial dan keluarga, seperti pendidikan, asuransi, rekreasi dan lain-lain.
Penetapan Upah
42 Wawancara dengan Bpk. Kepada Jalaludin sebagai buruh sawit di Kotapraja Sungai Rumbai, Kabupaten Mukomuko. 43 Observasi pekerja sawit di Kecamatan Sungai Rumbai Kabupaten Mukomuko, 18 Desember 2020. 48 Wawancara dengan Bpk. Kepada Yantom, pekerja sawit di Kotapraja Sungai Rumbai, Kabupaten Mukomuko, pada 21 Desember 2020.
51 Pengamatan buruh sawit di Kecamatan Sungai Rumbai Kabupaten Mukomuko, 23 Desember 2020. Sistem pengupahan buruh atau buruh sawit di Kecamatan Sungai Rumbai bisa dilihat dari berbagai sisi. 52 Wawancara dengan Bapak Lamijan, pekerja sawit di Kecamatan Sungai Rumbai, Kabupaten Mukomuko, 23 Desember 2020.
53 Pengamatan pekerja perkebunan kelapa sawit di Desa Talang Gading, Kecamatan Sungai Rumbai, Kabupaten Mukomuko. 54 Wawancara dengan Bpk. Solkan, pekerja sawit di Desa Talang Gading, Kecamatan Sungai Rumbai, Kabupaten Mukomuko, pada 25 Desember 2020.
Tingkat Upah
Dasar Hukum Upah Dalam Ekonomi Islam
Sumber hukum Islam yang digunakan dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang timbul adalah dengan menggunakan Al-Quran dan Sunnah Nabi, selain itu masih banyak sumber hukum lain yang dapat digunakan. Dan katakanlah: "Apakah kamu bekerja, maka Allah dan Rasul-Nya dan orang-orang beriman akan melihat pekerjaanmu, dan kamu akan dikembalikan kepada Allah Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, kemudian Dia akan memberikan apa yang kamu kerjakan." At Taubah: 105). Dalam Surat At-Taubah ayat 105 dijelaskan bahwa Allah SWT memerintahkan kita untuk bekerja, dan Allah pasti akan membalas segala yang telah kita kerjakan.
Buruh
- Macam-macam Buruh
- Hak-hak Pekerja
- Hubungan Buruh dan Majikan
- Perlindungan Buruh
Buruh pertanian, buruh yang menerima upah dengan bekerja di kebun atau ladang orang lain. Sedangkan upah menurut ibnu khaldun adalah hak pekerja/buruh yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk uang sebagai imbalan dari majikan atau majikan kepada pekerja atau buruh tetap dan dibayar menurut perjanjian kerja, persetujuan kedua belah pihak. Menurut Ibn Khaldun, nilai atau harga sesuatu barang adalah sama dengan jumlah buruh yang terlibat dalam menghasilkan barang berkenaan.
Ibnu Khaldun menyatakan bahwa upah atau gaji pekerja ditentukan oleh hukum permintaan dan penawaran suatu pekerjaan. Dengan demikian, jika suatu pekerjaan memiliki banyak tenaga kerja atau tenaga kerja yang mampu mengerjakannya, otomatis upah atau gaji untuk pekerjaan tersebut akan berkurang. Jika upah atau gaji terlalu rendah, pasar akan mengalami keadaan tertekan dan produktivitas cenderung rendah.
Biografi Ibnu Khaldun
- Pendidikan dan Guru Ibnu Khaldun
- Pemikiran dan Karya-Karya Ibnu Khaldun
- Murid-Murid Ibnu Khaldun
44 Onderhoud met mnr. Kholik, 'n palmoliewerker in Sungai Rumbai-distrik, Mukomuko Regency, op 19 Desember 2020. 45 Onderhoud met mnr. Maridi, 'n palmoliewerker in Sungai Rumbai-distrik, Mukomuko Regency, op 19 Desember 2020. 47 Onderhoud met mnr. Ali, 'n arbeider palmolie-werkers in Sungai Rumbai-distrik, Mukomuko Regency, op 20 Desember 2020.
50 Wawancara dengan Bpk. Wawancara dengan pekerja sawit di Kecamatan Sungai Rumbai, Kabupaten Mukomuko, pada 22 Desember 2020. 56 Wawancara dengan Bpk. Jamari, buruh sawit di Desa Talang Gading, Kecamatan Sungai Rumbai, Kabupaten Mukomuko, pada 26 Desember 2020 57 Wawancara dengan buruh sawit Bpk. Hendra di Desa Talang Gading, Kecamatan Sungai Rumbai, Kabupaten Mukomuko, 26 Desember 2020.
Letak Geografis Desa Talang Gading Kecamatan Sungai Rumbai
HASIL DAN PEMBAHASAN
Sistem Upah
Tingkatan Upah
Desa Talang Gading adalah nama sebuah desa yang terletak di Kecamatan Sungai Rumbai, Kabupaten Mukomuko. Penduduk Desa Talang Gading awalnya berasal dari daerah Jawa Timur dengan jumlah 50 kepala keluarga pada tahun 1982. Pada tanggal 22 Februari 2008, Kecamatan Pondok Suguh Mekar dimekarkan menjadi 2 kecamatan, yaitu Kecamatan Pondok Suguh dan Kecamatan Sungai Rumbai, dan Desa Talang Gading merupakan termasuk dalam Kecamatan Sungai Rumbai.
Pendidikan di Desa Talang Gading didukung oleh dua sektor yang terdiri dari pendidikan agama dan pendidikan umum. Pendidikan agama di Desa Talang Gading dimulai dari Taman Pendidikan Al Quran (TPA) yang diselenggarakan di musala dan di ruangan khusus atau sarana prasarana desa. Kondisi ekonomi masyarakat Desa Talang Gading secara kasat mata terlihat jelas perbedaan rumah tangga yang dikategorikan miskin, sangat miskin, sedang dan kaya.
Tentu saja mereka mengalami berbagai permasalahan dalam bekerja, namun kesungguhan mereka dalam bekerja, untuk memenuhi kebutuhan keluarga buruh/buruh sawit di Kecamatan Sungai Rumbai Kabupaten Mukomuko, sistem pengupahan yang diberikan pemilik lahan kepada sawitnya. pohon palem. pekerja tidak sesuai dengan upahnya. 49 Pengamatan pekerja sawit di Kecamatan Sungai Rumbai Kabupaten Mukomuko, 22 Desember 2020.
Besaran Upah
Berbeda juga dengan sistem upah pemupukan dan pengambilan pelepah atau daun sawit, pemupukan batang sawit di Kecamatan Sungai Rumbai masih menggunakan sistem upah per pelepah, satu pelepah dikenakan biaya sekitar Rp 2000. Bisa juga dilakukan diakhir dibayar dalam ketentuan pengambilan batang atau daunnya, pembayarannya sesuai kesepakatan kedua belah pihak yaitu pemilik tanah dan buruh/pekerja, bisa dibayar langsung di awal dan bisa juga dibayar di akhir tergantung kesepakatan bersama. 55 Wawancara dengan Bapak Sudarwanto, pekerja sawit di desa Talang Gading, pada 25 Desember 2020. Perlu juga disimpulkan bahwa ketentuan pembayaran upah buruh di Kecamatan Sungai Rumbai masih belum sesuai dengan upah buruh sawit. pemanen buah sawit yang diberikan kepada buruh/pekerja kepada pemilik lahan masih dengan ketentuan upah yang wajar, misalnya upah yang diberikan biasanya sekitar Rp. sistem pembayaran, banyak pekerja/buruh yang mengeluhkan upah yang diberikan tidak wajar.
Perlu dijelaskan kembali bahwa buruh atau buruh sawit di kecamatan Sungai Rumbai sangat mengeluhkan sistem pengupahan yang diberikan oleh pemilik perkebunan sawit, hal inilah yang tidak diperbolehkan dalam Islam untuk menurunkan upah buruh atau buruh yang dibayar sesuai kesepakatan antara pemilik tanah dengan buruh atau buruh sawit. Sistem pengupahan di Desa Talang Gading Kecamatan Sungai Rumbai tidak sesuai dengan pengupahan, padahal semua pekerjaan perkebunan sawit terbagi menjadi banyak, sistem pengupahan sangat tidak sesuai, padahal buruh sawit sudah bekerja sangat keras. . baik dan telah memberikan semua stafnya, selalu disiplin dalam pekerjaannya dia berangkat pagi dan pulang sore, tetapi untuk semua itu upahnya sama.” 57. Pengaduan pekerja atau buruh sawit di Kecamatan Sungai Rumbai , dimana di Desa Talang Gading banyak yang mengeluhkan sistem pengupahan yang diberikan oleh para pemilik kebun sawit yang harus dibayar sesuai kesepakatan antara pemilik lahan dengan buruh atau buruh sawit.
Sistem Upah Menurut Ibnu Khaldun
Menurut Ibnu Khaldun, barang industri dan tenaga kerja juga menjadi mahal di kota-kota yang sudah makmur. Buruh (pegawai) tidak mau menerima upah yang rendah untuk pekerjaan dan jasanya karena mudahnya masyarakat mendapatkan penghidupan/pekerjaan dan melimpahnya makanan di perkotaan. Tidak hanya itu, Ibnu Khaldun juga menjelaskan perbedaan upah disebabkan perbedaan kemampuan tenaga kerja.
Begitu suatu barang sangat dibutuhkan, hal itu menyebabkan peningkatan permintaan tenaga kerja di industri barang, yang kemudian berimplikasi pada diferensiasi upah. Terjadi gesekan dalam mobilitas tenaga kerja antar industri terkait dengan biaya pelatihan dan pembentukan keterampilan bagi setiap pekerja. Apa yang dibeli dengan uang atau barang bagus dibeli dengan kerja, karena sebenarnya diperoleh dengan kerja tubuh kita.
Sistem Upah Buruh Dikecamatan Sungai Rumbai Relevansinya
Signifikansi yang terjadi di Sungai Rumbai, Kabupaten Mukomuko, mirip dengan yang dialami Ibnu Khaldun berdasarkan sistem tawar menawar. Kridalaksana Vibi, “Sistem Pembayaran Buruh Tani di Desa Maras Kecamatan Air Nipis Kabupaten Bengkulu Selatan Perspektif Ekonomi Islam” Fakultas Ekonomi Islam dan Bisnis IAIN Bengkulu skripsi, 2017 Kusnadi, Muhamad Putra “Sistem Pembayaran Agen di PTkul Asuransi. Murni Cahaya , "Sistem Gaji Pegawai Honorer di Kabupaten Bengkulu Tengah Ditinjau Hukum Positif dan Ekonomi Islam" Ekonomi Islam IAIN Bengkulu 2012.
prof. Islam UIN Walisongo Semarang, 2015. Wulandari Novi, “Sistem Remunerasi Ekonomi Islam dan Relevansinya dengan Sistem Pengupahan di Indonesia”, Disertasi Fakultas Ekonomi Islam dan Administrasi Bisnis IAIN Bengkulu, 2016.
PENUTUP
Saran
Tidak ada kecurangan dalam pemotongan upah buruh sawit, gaji mereka harus memenuhi standar minimal buruh sawit. Pemilik perkebunan kelapa sawit tidak boleh memberikan upah yang rendah atau rendah kepada pekerja perkebunan kelapa sawit, karena hal ini dapat merugikan para pekerja tersebut. Disarankan agar peneliti lain dapat melakukan penelitian yang lebih mendalam tentang sistem kerja upahan dan relevansinya dengan pemikiran Ibnu Khaldun.
Fajriyah Lailatul, “Pemikiran Ibnu Khaldun Tentang Pendidikan (Kajian Implikasi Teoritis dalam Pengajaran Agama Islam)” Skripsi Mahasiswa UIN Walisongo Semarang Tahun 2019. Hadi Abdul, “Pendidik Dalam Perspektif Ibnu Khaldun (Studi Kritis Mahasiswa Uin Muqad)” Malik Ibrahim Malang dalam 2017. Issawi Charles, Filsafat Arab Pilihan Sejarah Dari Prolegomena Ibnu Khaldun Dari Tunis, trans Mukti Ali, Filsafat Islam Tentang Segjarah, Jakarta: Tintamas, 1976.