PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Fokus Penelitian
Tujuan Penelitian
Rumusan Masalah
Manfaat Penelitian
Sistematika Pembahasan
KAJIAN PUSTAKA
Kajian Teori
- Internalisasi Nilai-Nilai Trisatya Pramuka
- Karakter Religius dan Nasionalisme
- Nilai-Nilai Karakter Religius dan Nasionalisme
- Strategi Internalisasi Nilai-Nilai Trisatya Pramuka
Internalisasi adalah proses penanaman nilai-nilai dalam jiwa agar nilai-nilai tersebut tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari. 2 Internalisasi nilai merupakan suatu teknik pengajaran nilai yang tujuannya untuk mencapai nilai-nilai yang menyatu dengan kepribadian siswa. Memelihara nilai-nilai luhur bangsa, memiliki kecakapan hidup sebagai kerangka nasional dalam menjaga dan membangun negara kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila.
Nilai-nilai keagamaan dalam nilai trisatya pramuka terdapat pada poin 1 dan 3 yaitu menunaikan kewajiban saya kepada Tuhan Yang Maha Esa dan menjunjung prinsip kesadaran.
Kajian Penelitian Terdahulu
Perbedaan temuan penelitian dulu dan sekarang adalah penelitian terdahulu telah menanamkan nilai-nilai spiritual melalui tri satya dan dasa dharma. 1 Lubab Ibnu Fatih, “Menanamkan Nilai-Nilai Kerohanian Melalui Tri Satya dan Dasa Dharma Dalam Membentuk Akhlak Anggota Pramuka Madrasah Aliyah Zainul Hasan,” Tesis (2022), 7. Metode penelitian ini menggunakan teknik analisis interaktif. 1 Perbedaan hasil penelitian terdahulu dan sekarang adalah penelitian terdahulu mengenai praktik atau pelaksanaan trisatya untuk meningkatkan sikap bela negara.
Ahmad Fadholi (2020) dalam penelitiannya yang berjudul “Nilai-Nilai Pendidikan yang Terkandung dalam Tri Satya Pramuka pada Tingkat Pembinaan (Studi Analisis Buku Boyman Karya Andri Bob Sunardi)”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Trisatya memiliki nilai-nilai pendidikan Islam pada tataran penggalangan dana dan penerapannya di lingkungan sekolah. Buku Boyman karya Andri Bob Sunard yang didalamnya terdapat nilai-nilai pendidikan Islam tingkat Penggalang yang meliputi tiga hal yaitu nilai-nilai yang berhubungan dengan Allah (hablumminallah), nilai-nilai yang berhubungan dengan manusia (hablumminannas) dan nilai-nilai.
Nilai-nilai yang berhubungan dengan Allah terdapat pada poin pertama (kewajiban kepada Tuhan), poin ketiga (mengamalkan Pancasila khususnya pada poin 1) dan poin keenam (menganut Dasadarma khususnya pada poin 1). Nilai-nilai yang berkaitan dengan alam terdapat pada poin kedua (kewajiban terhadap NKRI) dan poin keenam (pengamalan Dasa Dasa Darma khususnya poin 2). 1 Perbedaan hasil penelitian terdahulu dan sekarang adalah penelitian terdahulu menggunakan penelitian kepustakaan (Library Research). Penelitian yang dilakukan saat ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif yang lebih fokus pada penerapan nilai-nilai Trisatya Pramuka untuk meningkatkan karakter religius dan nasionalisme.
Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, verifikasi kredibilitas data yang digunakan untuk kredibilitas.2 Perbedaan hasil penelitian sebelumnya dengan penelitian saat ini adalah penelitian sebelumnya hanya fokus pada strategi pemimpin pramuka. dalam membangun karakter keagamaan. Sedangkan penelitian saat ini fokus pada implementasi nilai-nilai Trisatya Pramuka dalam meningkatkan karakter religius dan nasionalisme.
Kerangka Pikir
Mamik Ayustina (2019) dalam penelitiannya yang berjudul “Strategi Pemimpin Pramuka Dalam Membentuk Karakter Religius Siswa di MTsN 8 Tulungagung”. Pendidikan kepramukaan di SMP Negeri 2 Ponorogo merupakan salah satu pendidikan ekstrakurikuler yang diwajibkan oleh sekolah. Pengamalan atau penerapan Kode Kehormatan Pramuka sejak dini dijadikan sebagai pedoman nilai-nilai Trisatya dalam kehidupan sehari-hari, dengan nilai-nilai pendidikan seperti patriotisme, nasionalisme, cinta Tuhan (religius), cinta sesama dan cinta kasih. alam, mengajarkan gotong royong, disiplin, mandiri, saling menghargai, sadar sosial dan lingkungan.
Berdasarkan pernyataan di atas, peneliti menjelaskan dan menguraikan kerangka penelitian yaitu penerapan nilai-nilai trisatya untuk meningkatkan karakter religius dan nasionalisme siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Ponorogo.
METODE PENELITIAN
- Pendekatan dan Jenis Penelitian
- Lokasi dan Waktu Penelitian
- Data dan Sumber Data
- Prosedur dan Pengumpulan Data
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Analisis Data
- Pengecekan Keabsahan Penelitian
- Tahapan Penelitian
Perkataan dan tindakan orang yang diamati dan diwawancarai tersebut berkaitan dengan internalisasi nilai-nilai Pramuka Trisatya dalam meningkatkan karakter religius dan nasionalisme siswa kelas VII. kelas di SMP Negeri 2 Ponorogo. 42 Salah satu ciri nasionalisme siswa kelas VII. kelas SMP Negeri 2 Ponorogo juga patriotisme dan menghormati hukum. Penanaman sikap disiplin juga terlihat pada siswa kelas VII. kelas SMP Negeri 2 Ponorogo melaksanakan upacara setiap hari Senin.
Strategi Internalisasi Nilai-Nilai Trisatya Pramuka Dalam Meningkatkan Karakter Religius dan Nasionalisme Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Ponorogo. Agama dan Nasionalisme Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Ponorogo. Pembina Pramuka mempunyai strategi penerapan nilai-nilai trisatya Pramuka dalam meningkatkan karakter religius siswa kelas VII SMP Negeri 2 Ponorogo. Pembiasaan juga menjadi salah satu strategi pimpinan pramuka dalam melaksanakan trisatya Pramuka dalam meningkatkan karakter religius dan nasionalisme siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Ponorogo.
Memiliki jiwa patriotik dan taat hukum merupakan salah satu ciri nasionalisme siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Ponorogo. Menumbuhkan sikap disiplin juga terlihat ketika siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Ponorogo melaksanakan upacara setiap hari Senin. Analisis Strategi Internalisasi Nilai Trisatya Pramuka dalam Meningkatkan Karakter Religius dan Nasionalisme Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Ponorogo.
Strategi yang dilakukan pimpinan Pramuka untuk menginternalisasikan nilai-nilai Trisatya Pramuka dalam meningkatkan karakter religius dan nasionalisme siswa kelas VII SMP Negeri 2 Ponorogo merupakan strategi keteladanan. Pemimpin pramuka diharapkan dapat menerapkan internalisasi nilai-nilai Trisatya Pramuka dalam meningkatkan karakter religius dan nasionalisme siswa kelas VII SMP Negeri 2 Ponorogo.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Gambaran Umum Latar Penelitian
- Profil SMP Negeri 2 Ponorogo
- Sejarah Singkat SMP Negeri 2 Ponorogo
- Letak Geografis SMP Negeri 2 Ponorogo
- Visi dan Misi SMP Negeri 2 Ponorogo
- Struktur Organisasi SMP Negeri 2 Ponorogo
- Data Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Ponorogo
SMP Negeri 2 Ponorogo berdiri pada tanggal 8 Agustus 1960 dan tercatat sebagai SMP Negeri kedua di Ponorogo. Oleh karena itu didirikanlah sekolah menengah yang diberi nama “SMP NEGERI 2 PONOROGO” yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Depdikbud) bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ponorogo. Sejalan dengan perkembangan dan peraturan yang berlaku, SMP Negeri 2 Ponorogo mulai menjadi sekolah percontohan pada tahun 2017 dan menjadi sekolah berkualitas pada tahun 2019.
Secara geografis SMP Negeri 2 Ponorogo terletak di Jalan Basuki Rahmat No. 44 Desa Surodikraman, Kecamatan Kota, Kabupaten Ponorogo, sebelah utara KODIM 0802 Ponorogo, sebelah selatan Jalan Sembodro, sebelah timur Jalan Basuki Rahmat dan sebelah barat pemukiman warga.
Deskripsi Data
- Karakter Religius dan Nasionalisme Siswa Kelas VII SMP Negeri 2
- Strategi Internalisasi Nilai-Nilai Trisatya Pramuka dalam
- Implikasi dari Internalisasi Nilai-Nilai Trisatya Pramuka dalam
Siswa kelas VII SMP Negeri 2 Ponorogo juga memiliki karakter religius yang berakhlak mulia antara lain jujur, rendah hati dan tidak sombong. Beberapa ciri nasionalisme siswa VII. kelasnya mempunyai jiwa patriotik yaitu siswa yang khidmat dalam mengikuti upacara, menghormati tata tertib sekolah, disiplin dalam datang ke sekolah, menghormati teman yang berbeda agama, dan juga menjaga serta peduli terhadap lingkungan sekitar. . Setelah membiasakan membaca surat pendek di kelasnya, siswa kelas VII. kelas SMP Negeri 2 Ponorogo mempraktekkan kebiasaan menyanyikan lagu Indonesia Raya di kelasnya.
Karena pada hari senin kelasnya ramai dan pada hari rabu ada jadwal salat dhuha kelas VII. Penting juga untuk menanamkan rasa hormat, penghargaan dan toleransi terhadap sesama manusia pada siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Ponorogo. Tapi ya, siswa SMP masih duduk di kelas VII dan ada juga yang masih terpengaruh dengan lingkungannya.
Ada pula saat siswa kelas VII bertemu dengan guru atau seluruh warga sekolah SMP Negeri 2 Ponorogo di jalan, mereka menyapa dan membungkuk. Dengan menggunakan strategi keteladanan, kami sebagai pimpinan pramuka juga tidak lelah dan menjadi teladan untuk mengingatkan para siswa khususnya kelas VII bahwa sebelum memulai kegiatan pramuka biasanya ada shalat jumat berjamaah terlebih dahulu. Biasanya pada kegiatan pramuka kami juga mengajak siswa kelas VII untuk selalu membersihkan lingkungan sekitar, misalnya. jika ada sampah di sebelahnya, segera ambil dan buang ke tempat sampah.
Selanjutnya poin ketiga adalah nilai trisatya Pramuka. Setiap kali kami bertemu atau memberikan materi di kelas, kami juga selalu mengingatkan siswa kelas VII untuk selalu melatih kedisiplinan, minimal sesuai dengan isi dasadharma Pramuka. Implikasi dari internalisasi nilai-nilai trisatya Pramuka dalam peningkatan karakter religius adalah siswa Kelas VII dapat mengembangkan akhlak atau sikap yang baik.
Pembahasan
- Analisis Karakter Religius dan Nasionalisme Siswa Kelas VII SMP
- Analisis Implikasi dari Internalisasi Nilai-Nilai Trisatya Pramuka
Khususnya siswa kelas VII SMP Negeri 2 Ponorogo yang mempunyai karakter religius dengan akhlak mulia yaitu jujur, rendah hati dan tidak sombong. Siswa kelas VII SMP Negeri 2 Ponorogo juga diajarkan untuk berperilaku tidak sombong khususnya terhadap seluruh warga SMP Negeri 2 Ponorogo. Indikatornya adalah rasa hormat, penghargaan dan toleransi terhadap sesama manusia juga penting ditanamkan pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Ponorogo.
Untuk menjaga lingkungan di sekolah, SMP Negeri 2 Ponorogo mengadakan lomba kebersihan antar kelas setiap bulannya. Untuk mengetahui poin salah satu nilai trisatya pramuka yaitu shalat wajib atau shalat sunnah berjamaah di Masjid SMP Negeri 2 Ponorogo. Lingkungan SMP Negeri 2 Ponorogo dibina dengan membiasakan saling sapa ketika bertemu guru.
Dari analisis strategi yang digunakan dalam internalisasi nilai-nilai trisatya Pramuka untuk meningkatkan karakter religius dan nasionalisme siswa kelas VII SMP Negeri 2 Ponorogo, Rochim Fauzi menyatakan bahwa strategi adalah cara untuk mengimplementasikan rencana yang dibuat dalam kegiatan nyata, sehingga kegiatan yang bersangkutan tercapai secara optimal. Analisis Implikasi Internalisasi Nilai-Nilai Trisatya Pramuka Dalam Meningkatkan Karakter Religius dan Nasionalisme Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Meningkatkan Karakter Religius dan Nasionalisme Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Ponorogo. Karakter religius dan nasionalis siswa kelas VII SMP Negeri 2 Ponorogo adalah beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berjiwa patriot, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa dan memiliki kecakapan hidup sebagai kader bangsa dalam menjaga dan membangun satuan negara dalam Negara Republik Indonesia yang mengamalkan Pancasila dan melestarikan lingkungan hidup.
Guru Pendidikan Agama Islam dan Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan diharapkan selalu melaksanakan tindakan pengawasan, memberi peringatan dan tegas dalam menerapkan dan mengembangkan nilai-nilai karakter religius dan nasionalisme pada siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Ponorogo. Senantiasa memberikan teladan yang baik kepada siswa dan meningkatkan karakter religius dan nasionalisme dengan menggunakan strategi yang kreatif dan inovatif agar peningkatan karakter religius dan nasionalisme siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Ponorogo dapat terlaksana secara maksimal.
SIMPULAN DAN SARAN
Simpulan
Perilaku tersebut antara lain saling tolong menolong dalam hal yang baik, gotong royong dalam segala hal, menumbuhkan sikap persatuan dan kesatuan, mencintai budaya, setia dan taat pada hukum, menjaga kelestarian lingkungan sekitar, serta menghargai dan menghormati masyarakat. di sekitar mereka. .
Saran
Pola pengasuhan anak dan proses internalisasi nilai budaya berbasis ajaran Islam di Desa Jawa-Tondano, (online), https://www.researchgate.net, diakses 20 Maret 2023. Nilai pendidikan yang terkandung dalam Tri Satya Pramuka Tingkat Penggalang ( Kajian Analisis Buku Boyman Karya Andri Bob Sunardi)” Disertasi. Metode Guru Pendidikan Agama Islam Menanamkan Nilai Keagamaan Pada Siswa SDI Al-Munawwar Tulunggagung.
“Menanamkan Nilai-Nilai Kerohanian melalui Tri Satya dan Dasa Dharma Dalam Membentuk Akhlak Anggota Pramuka Madrasah Aliyah Zainul Hasan.” Strategi Guru Pendidikan Agama Islam Menanamkan Nilai-Nilai Ibadah di Madrasah Ibtidaiyah Ma'arif Polorejo Babadan Ponorogo". "Implementasi Gerakan Pramuka Tristya Dalam Pembinaan Sikap Bela Negara Pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Gatak Tahun Tahun Pelajaran 2012/2013.”