• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKENARIO KASUS DENGAN LANGKAH SEGITIGA RESTITUSI

N/A
N/A
Heri Yudianto

Academic year: 2023

Membagikan "SKENARIO KASUS DENGAN LANGKAH SEGITIGA RESTITUSI"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS DEMONSTRASI KONTEKSTUA MODUL 1.4

SKENARIO KASUS DENGAN LANGKAH SEGITIGA RESTITUSI

NAMA : INDIRA MISSA MALLINI SEKOLAH : SMKN 1 DRIYOREJO GRESIK

Kasus 1

Nana dipanggil oleh Wali kelas karena mendapat laporan dari teman-temannya kalau dia marah dan membentak Tiwi sampai menangis.

Untuk menyelesaikan kasus tersebut menggunakan tiga Langkah segitiga restitusi

Nana : Assalamualaikum wr.wb

Guru : Waalaikum salam wr.wb. Silahkan duduk.

Nana : baik bu

Guru : Kamu tahu nggak kenapa kamu saya panggil kesini ? Nana : Tidak tahu kan Ibu yang memanggil saya

Guru : Jadi saya mendapat laporan teman-teman kamu terkait masalah kamu dan Tiwi. Bisa kamu ceritakan ? (menstabilkan identitas) Nana : Oh masalah itu. Ya saya marah sama Tiwi karena dia nyebarin

berita yang nggak-nggak. Katanya saya merampok dia.

Guru : Wajar sih kalau kamu marah. Karena dituduh perampok itu nggak enak banget ya? (menstabilkan identitas)

Sekarang kamu kan dituduh perampok tu. Trus apa yang kamu lakukan? (validasi tindakan yang salah)

Nana : Ya saya marah-marah. Saya bentak-bentak dia sampai dia nangis Guru : Apa alasannya? (validasi tindakan yang salah)

Nana : Ya siapa sih yang suka dituduh kayak gitu. Saya dituduh bahwa saya merampok dia dan lain sebagainya. Memaksa dia hingga mengancamnya padahal saya kan nggak pernah kayak gitu.

(2)

Guru : ya saya pasti akan marah karena itu menyangkut harga diri. Ya kan

?

Nana: : Iya (sambil menganguk)

Guru : Tapi terkait masalah kamu marah-marah sama tiwi, bentak-bentak dia sampai dia nangis, kira-kira menurut kamu apakah sudah sesuai dengan keyakinan kelas dan prinsip kamu ? (Menanyakan Keyakinan)

Nana : iya nggek lah. Marah-marah kan nggak enak buang-buang energi aja

Guru : Keyakinan kelas dan prinsip mana yang tidak sesuai dengan perilaku kamu tadi? (Menanyakan Keyakinan)

Nana : Berakhalak mulia menghormati dan menghargai orang lain.

Sejujurnya saya adalah orang yang cukup menghormati lain karena saya kurang suka terlibat dengan orang lain apalagi terlibat permasalahan. Karena menurut saya itu buang-buang waktu, buang-buang energi dan nggak penting juga kan?

Guru : Ok. Terus keyakinan dan prinsip apa yang seharusnya kamu lakukan ketika kamu marah ? (Menanyakan Keyakinan)

Nana : Saya harus bisa bersabar, mengontrol emosi dan berpikir lebih jauh tentang apa yang saya lakukan saat saya marah.

Guru : Ok. Berarti kamu sudah tahu itu kan ? Nah sekarang kamu tahu perilakumu seperti apa kemudian kamu sudah menyadari, sekarang apa rencana kamu untuk memperbaiki tingkah lakumu?

(Menanyakan Keyakinan)

Nana : Saya akan bertanggung jawab. Saya akan meminta maaf pada Tiwi dan berjanji tidak akan mengulangi berlaku seperti itui dan mencoba mengontrol emosi saya agar tidak meledak-ledak disuatu hari.

Guru : Ok. Kamu janji ? Nana : Ya

Guru : Kapan kamu akan minta maaf sama tiwi ?

Nana : Nanti setelah saya dari ruangan ini saya akan menemui dia untuk minta maaf kepadanya.

(3)

Guru : Baiklah saya tunggu janji kamu ya. Saya tunggu kamu dan Tiwi baikan seperti semula.

Silahkan kamu Kembali meminta maaf kepada Tiwi Nana : Makasih bu

Kasus 2

Maya dipanggil oleh Guru Piket setelah ketahuan makan di kantin pada saat jam pelajaran Matematika.

Untuk menyelesaikan masalah tersebut menggunakan 3 langkah segitiga restitusi

Maya : Permisi bu

Guru : Oh Maya. Silahkan duduk Maya.

Maya : Terima kasih bu

Guru : Maya kamu tahu nggak kenapa hari ini saya panggil kesini Maya : Tidak tahu bu. Ada apay a ?

Guru : Tadi waktu saya piket, saya kan keliling kemudian saya melihat kamu di kantin. Ngapain kamu dikantin ?

Maya : Oh tadi saya makan bu.

Guru : Makan ? Kenapa kamu makan ? Maya : Karena tadi pagi saya lupa sarapan

Guru : Ya Wajar lah. Kamu lupa sarapan sehingga kamu makan karena kalau lapar itu tidak nyaman rasanya. (menstabilkan identitas) Trus apa alasanmu makan saat jam pelajaran matematika ? (validasi tindakan yang salah)

Maya : Karena saat pergantian jam pertama dan kedua biasanya gurunya itu masuk 10 menit setelah bel. Saya kira waktu 10 menit itu cukup untuk saya makan di kantin tapi ternyata jam saya mati jadi saya nggak tahu berapa lama di kantin. Ternyata sudah 30 menit saya di kantin.

Guru : Menurut kamu apakah tindakan kamu itu sudah sesuai dengan keyakinan kelas atau prinsip dari kamu ? (Menanyakan Keyakinan)

(4)

Maya : Tidak bu. Tidak nyaman rasanya makan diam-diam seperti pencuri.

Guru : Keyakinan kelas atau prinsip kamu yang mana yang tidak sesuai ? (Menanyakan Keyakinan)

Maya : Disiplin dan menghormati orang lain.

Guru : Menurut kamu disiplin dan menghormati orang lain itu penting ? (Menanyakan Keyakinan)

Maya : Sangat penting.

Sebenarnya saya adalah orang yang cukup disiplin. Tapi karena pagi ini saya lupa untuk mengisi baterai alarm saya jadi saya bangun kesiangan dan lupa sarapan.

Saya cukup menghormati orang lain. Saya menghormati guru saya sebagai pengajar di kelas

Guru : Kamu kan sudah melakukan kesalahan. Keyakinan apa yang seharusnya kamu lakukan kalau kamu ingin keluar kelas ? (Menanyakan Keyakinan)

Maya : Saya harus ijin guru yang mengajar dikelas

Guru : Apakah yang kamu lakukan sesuai dengan keyakinan kamu ? (Menanyakan Keyakinan)

Maya : Tidak

Guru : Bagaiman cara kamu untuk memperbaikinya ? (Menanyakan Keyakinan)

Maya : Saya akan bertanggung jawab dengan meminta maaf kepada guru yang mengajar di kelas, dan saya tidak akan istirahat untuk mengejar materi-materi yang beliau sampaikan saat saya di kantin.

Guru : Kapan kamu akan minta maaf kepada guru yang mengajar di kelas?

Maya : Setelah saya menemui ibu saya akan langsung menemui beliau dan meminta maaf.

Guru : Saya tunggu ya kamu meminta maaf kepada bu Endang karena kamu sudah melewatkan pelajarannya.

Silahkan kamu sekarang menemui bu Endang Maya : Baik Bu Terima kasih

Referensi

Dokumen terkait