• Tidak ada hasil yang ditemukan

Skenario Studi Kasus C5 CHP-IPE 2021 - Spada UNS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Skenario Studi Kasus C5 CHP-IPE 2021 - Spada UNS"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

Skenario Studi Kasus C5 CHP-IPE 2021

Kasus 9 (Kelompok 5919-5920)

Seorang ibu hamil Ny. C datang ke puskesmas untuk memeriksakan kesehatannya. Hasil pemeriksaan kesehatan oleh dokter diketahui bahwa pasien memiliki kecenderungan hipertensi gestasional. Sebelumnya saat pasien memeriksakan diri ke bidan desa, bidan tidak menyebutkan hal ini. Dari sejak awal kehamilan pasien sering mengeluh saat menyikat gigi sering berdarah namun bidan desa hanya menginformasikan hal itu sering terjadi namun tidak pernah merujuk pasien ke poli gigi. Saat si ibu menanyakan kepada bidan makanan apa yang baik di konsumsi, bidan menjelaskan sesuai yang ia ketahui selama perkuliahan dulu. Hingga akhirnya pada saat ingin melahirkan saat kontrol bagian kaki si ibu telah bengkak dan belum ada anjuran sebelumnya untuk di rujuk RS. Dokter di puskesmas tersebut merasa belum pernah dikonsultasikan mengenai kasus Ny. NHC sebelumnya.

1. Apa masalah yang ditemukan dari pemeriksaan saat ini? 


2. Profesi apa yang sebaiknya terlibat pada kasus tersebut?

3. Bagaimana rencana tatalaksana pada pasien ini dari sudut pandang profesi masing- masing?

4. Identifikasikan apa saja yang perlu dikolaborasikan dalam merawat pasien pada kasus tersebut dan bagaimana mekanisme koordinasi/komunikasi antar tenaga kesehatan?

(2)

Skenario Studi Kasus C5 CHP-IPE 2021

Kasus 10 (Kelompok 5921-5922-5923)

Seorang wanita berusia 40 tahun, G3P2, hamil trimester 2, menderita diabetes mellitus dengan terapi rutin Metformin dan Glimepiride. Pasien merupakan ibu rumah tangga. Sehari- hari pasien hanya tinggal di rumah, menonton TV, mengurus kedua anaknya, atau membersihkan rumah.
Saat sedang mengepel lantai, pasien terpeleset namun berhasil memegang meja sehingga tidak sampai jatuh. Namun, kaki pasien tertindih meja dan terdapat luka ringan. Pasien mendapat tindakan di praktek bidan desa dan dianjurkan untuk periksa ke dokter umum karena ada riwayat diabetes mellitus. Akan tetapi, pasien langsung pulang karena merasa baik-baik saja. Tidak ditemui masalah pada kehamilan pasien akibat kecelakaan tersebut. Karena luka bertambah parah, maka 3 hari kemudian pasien memeriksakan diri ke klinik Pratama. Dari hasil pemeriksaan tampak di plantar pedis dekstra ditemukan ulkus berukuran 2 cm x 1 cm dengan dasar otot dan jaringan ikat, disertai edema dan eritema di sekitarnya. Ulkus nyeri bila ditekan, berbau, dan terdapat sedikit pus. Dokter jaga ingin memberikan larutan NaCl utk membersihkan luka kemudian diberikan salep antibiotik, namun tim keperawatan menyarankan untuk menggunakan metode modern dressing. Pemeriksaan fisik menunjukkan keadaan umum baik, tekanan darah 140/80, BB sebelum hamil 62 kg, TB 150cm, konjungtiva tidak pucat.

1. Apa masalah yang ditemukan dari pemeriksaan saat ini? 


2. Bagaimana rencana tatalaksana pada pasien ini dari sudut pandang profesi masing- masing? Terkait dengan perbedaan pendapat antar profesi, bagaimana terapi pengobatan yang Anda sarankan untuk pasien tersebut?

3. Identifikasikan apa saja yang perlu dikolaborasikan dalam merawat pasien pada kasus tersebut dan bagaimana mekanisme koordinasi/komunikasi antar tenaga kesehatan?

4. Apa saja materi edukasi yang perlu diberikan kepada pasien dan keluarganya terkait dengan kasus tersebut?

(3)

Skenario Studi Kasus C5 CHP-IPE 2021

Kasus 11 (Kelompok 5924-5925-5906)

Seorang wanita berusia 22 tahun baru saja selesai melahirkan di Rumah Sakit. Bayi yang dilahirkan ibu meninggal. Akibat kejadian tersebut, ibu mengalami depresi berat. Suami dan mertua sang ibu berpendapat bahwa kematian bayi adalah akibat sang ibu yang sering memakan daging merah dan ikan padahal sudah dilarang oleh keluarga besar karena membuat ASI menjadi amis. Pasien tidak memiliki riwayat penyakit berat/alergi terhadap makanan maupun obat. Saat ini ibu mengalami perdarahan yang sangat hebat dan dirawat di rumah sakit. Hasil pemeriksaan ibu tersebut mengalami gizi buruk (BB sebelum hamil 40 kg, TB 150cm) dan anemia berat. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 110/70, nadi 78 x/menit, respirasi 17 x/menit, LILA 21,5, konjungtiva pucat, kebersihan mulut baik.

1. Profesi apa yang sebaiknya terlibat pada kasus tersebut?

2. Bagaimana rencana tatalaksana yang perlu dilakukan oleh profesi masing-masing?

3. Identifikasikan apa saja yang perlu dikolaborasikan dalam merawat pasien pada kasus tersebut dan bagaimana mekanisme koordinasi/komunikasi antar tenaga kesehatan?

4. Sebagai tenaga kesehatan, bagaimana menanggapi pendapat keluarga pasien dan apa saja materi edukasi yang perlu didiskusikan dengan keluarga?

(4)

Skenario Studi Kasus C5 CHP-IPE 2021

Kasus 12 (Kelompok 5927-5928)

An. N, seorang anak laki-laki umur 2 tahun dibawa ke Puskesmas oleh Ibunya dengan keluhan panas tinggi. Di Puskesmas tersebut juga terdapat beberapa anak lain yang juga memiliki keluhan yang sama setelah mengkonsumsi jajanan di dekat rumah, namun anak lain tidak mengalami panas tinggi. An. N sejak kemarin muntah 4 kali dalam sehari dan BAB cair 3 kali sehari. Aktifitas anak tersebut menurun. Saat dibawa anak terlihat lemah. Ibu mengatakan anak diberi norit. An. N tidak mendapatkan ASI sejak umur 7 bulan karena ASI ibu tidak keluar, dan sebagai pengganti ASI diberikan air tajin dan susu kental manis yang ditambah gula. Pernah mendapatkan sumbangan susu formula tetapi tidak berlangsung lama. Kedua orangtuanya merupakan lulusan SD. Ayahnya bekerja serabutan sementara ibunya bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Berat lahir tidak diketahui karena persalinan ditolong dukun.

Badan kurus, tulang nampak menonjol, wajah seperti orang tua, rambut hitam tipis mudah rontok, Nampak cengeng. Disarankan untuk dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan BB 10 kg, TB 80 cm, suhu tubuh 38-39°C, nadi 132x/menit, respirasi 32x/menit. Pada pemeriksaan intraoral, ditemukan gigi pada rahang atas: incisivus satu dan dua kanan kiri, caninus kanan kiri berwarna kehitaman. Pada rahang bawah: molar dua kiri dan molar dua kanan terlihat adanya karies.

1. Apa masalah yang ditemukan dari pemeriksaan saat ini?

2. Profesi apa yang sebaiknya terlibat pada kasus tersebut?

3. Bagaimana rencana tatalaksana yang perlu dilakukan oleh profesi masing-masing?

4. Identifikasikan apa saja yang perlu dikolaborasikan dalam merawat pasien pada kasus tersebut dan bagaimana mekanisme koordinasi/komunikasi antar tenaga kesehatn.

Referensi

Dokumen terkait