• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKRIPSI COFFEE SHOP AND LEISURE TIME

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "SKRIPSI COFFEE SHOP AND LEISURE TIME"

Copied!
120
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

2 Nadiya Sahlatul Kholik, ―Kajian Gaya Hidup Remaja Penggemar Kedai Kopi (Studi Kasus Kedai Kopi ‖Starbucks‖ di Botani Square Mall Bogor)‖ (Skripsi Sarjana; Jurusan Pendidikan Ilmu Sosial: Jakarta, 2018), hal. Pesatnya pertumbuhan kedai kopi di Kota Parepare mempengaruhi gaya hidup masyarakatnya, khususnya kaum milenial. Gaya hidup generasi milenial di Kota Parepare tertular budaya orang lain karena dianggap sebagai simbol bahwa mereka juga tidak ketinggalan zaman.

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Kegunaan Penelitian

TINJAUAN PUSTAKA

Tinjauan Penelitian Relevan

Kajian Gaya Hidup Anak Muda Pecinta Kafe (Studi Kasus Kafe “Starbuck” di Botani Square Mall Bogor). Penelitian Keke Oktaviani tahun 2018 berjudul “Kopi Sebagai Kajian Gaya Hidup Anak Muda”: Pelanggan Coffee Room ‖ di Kota Bogor ‖ 6 Keke Oktaviani, Kajian Kopi Sebagai Gaya Hidup Anak Muda: Pelanggan ― Ruang Kopi ‖ Kafe di Kota Bogor, ( skripsi; Jakarta : Universitas Jakarta, 2018).

Tinjauan Teori

  • Mengeksplorasi trend Coffee Shop
  • Teori Gaya Hidup/Life Style
  • Teori Konsumsi Islam

Yang dimaksud dengan gaya hidup disini adalah penyesuaian aktif yang dilakukan individu terhadap kondisi sosial untuk memenuhi kebutuhan bergaul dan bergabung dengan orang lain. Menurut Assael yang dikutip Imroatun Muawanah, gaya hidup berkaitan dengan bagaimana seseorang menghabiskan waktu (aktivitas), apa yang penting untuk dipertimbangkan orang dalam lingkungannya (kepentingan), dan apa yang orang pikirkan tentang dirinya dan dunia di sekitarnya (opini). Gaya hidup selalu berkaitan dengan upaya untuk menjadikan diri sendiri eksis dan berbeda dari kelompok lain.

Namun terkadang gaya hidup yang dijalani sebagian orang hanya didasarkan pada prinsip kesenangan. Al-Qur'an juga menjelaskan bahwa menciptakan mentalitas yang baik berkaitan dengan gaya hidup. Setiap individu mempunyai persepsi yang berbeda-beda sehingga dapat mempengaruhi gaya hidup yang berbeda-beda.

Oleh karena itu, pola asuh orang tua menentukan bagaimana karakter anak terbentuk dan secara tidak langsung mempengaruhi gaya hidup dan pola perilakunya. Dari penjelasan di atas dijelaskan bahwa gaya hidup merupakan adaptasi aktif yang dilakukan individu terhadap kondisi sosial guna memenuhi kebutuhan bersosialisasi dan bergaul dengan orang lain. Pengukuran gaya hidup dapat dilakukan melalui tiga dimensi gaya hidup antara lain: aktivitas, minat, dan opini.

Kemajuan ekonomi hari ini mewujudkan corak gaya hidup baharu, yang sering dilakukan oleh orang ramai.

Tabel 2.1 Dimensi Gaya Hidup
Tabel 2.1 Dimensi Gaya Hidup

Kerangka Konseptual

  • Coffee Shop
  • Gaya hidup/Life style
  • Millennial

Larangan Israf (Kerajaan) dan Tabzir (Sia-sia) Nilai moral yang terkandung dalam konsep konsumsi adalah larangan terhadap gaya hidup mewah, hal-hal yang mulia, dan akhlak yang mulia. Selain itu, mematikan semangat jihad. Ali Abd ar-Resul juga menilai dalam hal ini gaya hidup mewah (israf) menjadi faktor penyebab dekadensi moral masyarakat yang pada akhirnya berujung pada kehancuran masyarakat tersebut”. Bagi Afzalur Rahman, kemewahan (israf) adalah kelebihan kesenangan pribadi atau menghabiskan harta untuk hal-hal yang tidak perlu. Menurut Donny Gahral Adian yang dikutip Bagong Suyanto dalam bukunya yang berjudul Sosiologi Ekonomi (Kapitalisme dan Konsumsi di Era Masyarakat Post-Modern), istilah gaya hidup baik dalam sudut pandang individu maupun kolektif memiliki arti bahwa cara hidup sebagai cara kehidupan. hal ini mencakup seperangkat kebiasaan, pandangan dan pola respons terhadap kehidupan dan khususnya persiapan menghadapi kehidupan35. Asumsi Chaney dikutip Bagong Suyanto dalam bukunya yang berjudul Sosiologi Ekonomi (Kapitalisme dan Konsumsi di Era Masyarakat Post-Modernist) bahwa gaya hidup sering dikemukakan oleh berbagai ahli sebagai ciri dunia modern atau modern.

34 Elly Herlyana, Fenomena Kedai Kopi Sebagai Gejala Gaya Hidup Baru Anak Muda, (Jurnal Thaqafiyyat Vol. 13, No. 01, Juni 2012), hal. Sebab, sebagaimana dijelaskan, gaya hidup adalah pola tindakan yang membedakan satu sama lain dan akibat dari gaya hidup pribadi menimbulkan permintaan pribadi terhadap barang, jasa, atau aktivitas dan membentuk pola sosial yang dirasakan. Bisa dibilang gaya hidup adalah pola bagaimana seseorang hidup dan menggunakan uang serta waktunya.

Generasi milenial dikenal juga dengan Generasi Y, Generasi Net, Generasi Boomerang, Generasi WE, Generasi Peter Pan dan lain-lain. Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa generasi milenial adalah generasi yang lahir sekitar tahun 1980-2000, dimana kemajuan teknologi yang sangat pesat terjadi dan menjadi bagian dari kehidupan mereka. Jika dilihat dari kelompok umurnya, generasi milenial merupakan generasi yang saat ini berusia sekitar 22-42 tahun.

38 Syarif Hidayatullah dkk, Perilaku generasi milenial dalam menggunakan aplikasi Gofood, (Jurnal Manajemen & Kewirausahaan, Vol 6, No.2, 2018), hal.

Kerangka Pikir

METODE PENELITIAN

  • Pendekatan dan Jenis Penelitian
  • Lokasi dan Waktu Penelitian
  • Fokus Penelitian
  • Jenis dan Sumber Data
  • Teknik Pengumpulan dan Pengolahan Data
  • Uji Keabsahan Data
  • Teknik Analisis Data

Lokasi penelitian yang dilakukan adalah beberapa kedai kopi yang ada di Kota Parepare. Penelitian ini berfokus pada generasi milenial yang berkunjung dan menghabiskan waktu luangnya di kedai kopi. Besarnya minat terhadap kedai kopi mempengaruhi laju pertumbuhan kedai kopi itu sendiri di Kota Parepare.

Faktor-faktor yang menentukan kepribadian generasi milenial di Kota Parepare dalam beraktivitas di kedai kopi. Generasi milenial di Kota Parepare saat ini lebih memilih menghabiskan waktu luangnya di kedai kopi yang ada di Kota Parepare. Dan menurut saya belanja di kedai kopi itu berbeda-beda, tergantung enak atau tidaknya menunya.

Peneliti melakukan observasi dan wawancara dan menemukan hasil bahwa budaya berkunjung dan menginap di kafe merupakan bagian dari gaya hidup generasi milenial di kota Parepare. Peneliti menganalisis gaya hidup generasi milenial di Kota Parepare kaitannya dengan pemanfaatan waktu luang di kafe dalam perspektif ekonomi Islam. Hal ini terlihat dari tingginya frekuensi dan intensitas kunjungan generasi milenial di Kota Parepare ke kedai kopi.

Kopi sebagai way of life generasi muda Studi: Pelanggan Kafe “Ruang Kopi” Kota Bogor.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian

  • Intensitas pengunjung dalam mengunjungi coffee shop yang ada di
  • Faktor yang membentuk kepribadian kaum milenial di Kota Parepare
  • Tinjauan etika ekonomi Islam tentang intensitas kunjungam kaum

Teknik ini digunakan untuk mengecek keakuratan data survei dampak kedai kopi terhadap gaya hidup generasi milenial di Kota Parepare. Intensitas generasi milenial dalam mengunjungi kedai kopi tercermin dari seberapa sering mereka menghabiskan waktu di kedai kopi. Tapi dalam seminggu aku pasti akan pergi ke kedai kopi dan menghabiskan mungkin 3-4 jam waktuku." 66.

Mungkin 2 minggu atau lebih saya akan ke cafe itu lagi, tergantung ajakan teman saya. Entah itu terkait pekerjaan atau belajar, mereka selalu punya waktu luang untuk bersantai di kafe. Fenomena yang terjadi saat ini dimana generasi milenial lebih sering menghabiskan waktu luangnya di kedai kopi disebabkan oleh beberapa hal, seperti

“Teman-teman kalau mau ketemu pasti ke kedai kopi, karena suasananya kondusif untuk ngobrol”71. Hal ini terlihat dari tingginya frekuensi dan intensitas generasi milenial di Kota Parepare yang mengunjungi kedai kopi dan menghabiskan waktu berjam-jam di sana. Sebelumnya kami telah menjelaskan tentang aktivitas dan kesenangan generasi milenial di Kota Parepare di kedai kopi, dan dari hasil wawancara dan observasi menunjukkan bahwa generasi milenial suka nongkrong di kedai kopi.

Dan dampak negatifnya bisa dirasakan pada keuangan karena banyak mengeluarkan uang jika selalu pergi ke kedai kopi.” 79. Tinjauan Etika Ekonomi Islam mengenai Intensitas Kunjungan Generasi Milenial ke Kedai Kopi dan Pemanfaatan Waktu Senggang di ngopi kedai dan pemanfaatan waktu luang.Hasil penelitian yang dilakukan di empat kedai kopi berbeda di Kota Parepare, peneliti menemukan hasil mengenai intensitas generasi milenial dalam mengunjungi kedai kopi di Kota Parepare.

Pembahasan Hasil Penelitian

  • Aktivitas dan Intensitas mengunjungi coffee shop
  • Faktor yang membentuk kepribadiaan kaum milenial
  • Etika Konsumsi Islam

Berdasarkan hasil wawancara dan observasi peneliti mengenai intensitas pengunjung yang berkunjung ke kedai kopi tergolong tinggi karena setiap minggunya mereka dapat mengunjungi kedai kopi beberapa kali dan setiap mengunjungi kedai kopi dapat menghabiskan waktu 3-4 jam. kedai kopi mereka. waktu luang. Kegiatan tersebut dapat mengarah pada sifat tabzir dan ishra, karena mengunjungi kedai kopi beberapa kali dalam seminggu dapat menimbulkan pemborosan dan pemborosan waktu luang yang sebenarnya bisa digunakan untuk hal yang lebih bermanfaat. Hal ini terlihat dari kegemaran generasi milenial mengunjungi kedai kopi. Menariknya, kaum milenial datang ke kedai kopi tidak hanya untuk membeli kopi dan keluar begitu saja, melainkan melakukan aktivitas lain seperti nongkrong, ngobrol berjam-jam bersama teman atau pasangan.

Hal ini terbukti dengan senangnya mereka datang ke kedai kopi beberapa kali dalam seminggu. Pada dasarnya masyarakat menyukai hiburan, oleh karena itu mereka memilih untuk menghabiskan waktu luangnya di kedai kopi karena berbagai aktivitas yang dilakukannya memberikan efek baik seperti perasaan bahagia dan mengurangi stres. Senada dengan peneliti sebelumnya, generasi milenial memilih kedai kopi sebagai tempat melepas penat dari aktivitas sehari-hari karena banyak aktivitas menyenangkan yang bisa dilakukan di kedai kopi, dan aktivitas yang paling penting adalah bertemu dan ngobrol bersama teman.

Diantaranya, generasi milenial menyukai aktivitas-aktivitas hiburan yang bisa mereka lakukan dan nikmati di kedai kopi, ketertarikan untuk mengaktualisasikan diri dengan persepsi bahwa kedai kopi memiliki gengsi sosial, sehingga generasi milenial menjadikan kedai kopi sebagai gaya hidup mereka. Selain itu pendapat mereka juga menjadi salah satu faktor yang dapat membentuk kepribadian, menurut generasi milenial di Kota Parepare, menghabiskan waktu di kedai kopi memberikan mereka kesenangan sehingga bukan merupakan hal yang buruk, namun di sisi lain mereka menyadari bahwa pengeluaran mereka akan sangat membebani. menjadi. lebih karena kebiasaan berkunjung dan menghabiskan waktu luangnya di kedai kopi. Dalam hal ini perilaku milenial bertolak belakang dengan Ekonomi Islam, karena berdasarkan penelitian, mereka mengunjungi kedai kopi beberapa kali dalam seminggu, tidak membatasi anggaran dalam memesan makanan dan minuman, semakin lama mereka menghabiskan waktu di kedai kopi, semakin banyak mereka cenderung memesan, semakin banyak juga.

Berdasarkan hasil penelitian, diketahui intensitas mengunjungi kedai kopi yang tinggi dan tidak terbatasnya anggaran belanja membuat generasi milenial Kota Parepare memilih properti Tabzir dan Ishraf.

Simpulan

Saran

Motivasi orang berkumpul di kedai kopi, studi deskriptif, skripsi; Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Kajian Gaya Hidup Anak Muda Penggemar Kedai Kopi (Studi Kasus Kafe Starbucks di Mall Botani Square Bogor. Muawana, Imroatun. 2018. Fenomena Pertumbuhan Kedai Kopi Sebagai Gejala Gaya Hidup Anak Muda di Kota Metro (Studi pada Mahasiswa IAIN Metro).

Ekonomi Islam; Doktrin Zakat untuk Kesejahteraan dan Keamanan Umat: Prinsip Fiqhiyyah, Landasan Ekonomi, Sejarah dan Pengelolaan Zakat. Jawaban: Saya datang ke kedai kopi karena bosan atau biasanya karena ada janji dengan teman. Jawaban: Saya suka mencoba menu baru, jadi saya biasanya pergi ke kedai kopi yang sama berkali-kali, namun mencoba menu yang berbeda setiap kali saya datang.

Menurut anda apa saja dampak negatif dan positif yang ditimbulkan dengan semakin banyaknya kedai kopi seperti saat ini.

Gambar

Tabel 2.1 Dimensi Gaya Hidup
Gambar 2.1 Kerangka Pikir Dampak coffee

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil ini H2 yang menduga faktor price berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen dalam memilih Folks.. Coffee Shop

Berdasarkan hasil ini H2 yang menduga faktor price berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen dalam memilih Folks!. Coffee Shop

rata Ket. Pada pernyataan pertama “Harga makanan yang ditetapkan Makecents Coffee Shop relatif terjangkau”, memiliki nilai rata-rata 4.13 yang termasuk dalam

Mengingat saat ini masyarakat Indonesia banyak yang lebih suka duduk di coffee shop yang nyaman dan nuansa konsep yang bagus, serta masyarakat juga memiliki kebutuhan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan mengenai pengaruh Beban Kerja, Kompensasi terhadap Kinerja Karyawan Coffee Shop di Bandar Lampung, maka

This population is used as a means to analyze the servicescape and service quality factors on customer satisfaction and their impact on word of mouth at the Post Shop Coffee Toffee in

The 2nd Conference on Management, Business, Innovation, Education, and Social Science CoMBInES Taichung, Taiwan an 3-6 March, 2022 408 DESIGN AND DEVELOPMENT OF COFFEE SHOP