PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Bagaimana peran bantuan keluarga dalam pembelajaran PAI pada masa pandemi Covid 19 (Studi kasus siswa kelas 4 UPTD SD Negeri 146 Barru).
Tujuan Penelitian
Kegunaan Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA
Tinjauan Teoritis
Pendidikan Agama Islam
Selama ini pembelajaran pendidikan agama Islam lebih menitikberatkan pada aspek kognitif, sehingga peserta didik sadar akan baik dan buruknya, perintah dan larangannya, namun belum bisa menerapkannya dalam praktik. Untuk itu pembelajaran dalam pendidikan agama Islam hendaknya berfokus pada pengalaman dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan Agama Islam lebih luas dari pendidikan pada umumnya, karena Pendidikan Agama Islam yang dibahas secara keseluruhan bersifat jasmani, rohani, dan sosial serta berlandaskan pada ajaran Islam.
Pengertian Pendidikan Agama Islam adalah upaya sadar dan terencana untuk mempersiapkan peserta didik mengetahui, memahami, menghayati, beriman, bertaqwa dan berakhlak mulia, ajaran agama Islam yang bersumber dari Al-Qur'an dan Hadits untuk diamalkan, melalui kegiatan pendampingan, latihan mengajar dan penggunaan pengalaman. Landasan hukum yaitu landasan penyelenggaraan pendidikan agama yang bersumber dari peraturan perundang-undangan yang secara tidak langsung dapat menjadi pedoman dalam penyelenggaraan pendidikan agama formal di sekolah. Tujuan pendidikan agama Islam adalah membentuk manusia yang taat dan taat kepada Allah SWT, sebagaimana firman Allah dalam QS.
Ayat di atas menunjukkan bahwa pendidikan agama Islam seharusnya memberikan pedoman agar hidup manusia hanya untuk Allah SWT. Tujuan pembelajaran pendidikan agama Islam pada dasarnya adalah rumusan bentuk-bentuk perilaku yang akan dimiliki peserta didik setelah selesai proses pembelajaran. Oleh karena itu, rumusan tujuan pembelajaran pendidikan agama Islam harus didasarkan pada harapan terhadap apa yang diharapkan dari hasil proses kegiatan pembelajaran.
Peserta didik merupakan salah satu komponen manusia yang menduduki posisi sentral dalam proses pendidikan. Agama Islam sebagai pedoman hidup manusia harus dihayati, dipahami dan dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pola kehidupan siswa di sekolah. Pembinaan gaya hidup dan perilaku para peserta hendaknya dilakukan oleh para guru melalui pelatihan, pembiasaan dan nasehat-nasehat yang menyentuh hati mereka sehingga lama kelamaan mereka dapat mengintegrasikan Islam ke dalam kehidupannya. Dengan demikian dapat dipahami bahwa pendidikan agama Islam dalam kehidupan peserta didik juga berupaya untuk membentuk karakter mental yang baik sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam, mampu mengatur kehidupannya dengan baik dan mempunyai ambisi yang tinggi serta akhlak yang mulia, serta seperti berkomitmen kepada Allah SWT dan berinteraksi dengan masyarakat.
Betapa pentingnya pendidikan agama Islam untuk mewujudkan harapan setiap keluarga dan masyarakat serta membantu. 30 Abdul Majid, Belajar dan Belajar. . Untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional, pendidikan agama Islam harus ditawarkan dan dilaksanakan di sekolah dengan sebaik-baiknya. Dari penjelasan di atas, penulis berpendapat bahwa sangat penting bagi peserta didik untuk mempelajari pendidikan agama Islam agar dapat menjadi manusia yang beriman dan berakhlak mulia. f. Pendidikan Agama Islam Pendekatan pembelajaran 1) Pendidikan dengan memberi contoh.
Pandemi Covid-19
School from home merupakan istilah yang dapat mewakili seluruh kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan siswa di rumah dengan menggunakan perangkat teknologi yang tersedia. Fungsi media pembelajaran dapat memperlancar proses pembelajaran karena membangkitkan minat dan motivasi siswa untuk berpartisipasi dalam pembelajaran. Sistem evaluasi juga merupakan alat untuk mengukur hasil belajar siswa yang telah mengikuti proses pembelajaran.
Pandemi Covid-19 mengharuskan siswa untuk belajar jarak jauh dan belajar di rumah dengan bimbingan keluarga. Siswa yang biasanya belajar di kelas bersama temannya harus menghadapi pembelajaran di rumah. Fasilitas yang kurang memadai menjadi salah satu penyebab siswa kurang termotivasi untuk mengikuti pembelajaran daring.
Dampak yang dialami anak sebagai pembelajar dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada masa pandemi Covid 19. Dalam hal ini siswa dengan gaya belajar yang berbeda bekerja lebih keras untuk mengikuti proses pembelajaran. Pihak-pihak yang akan peneliti wawancarai adalah keluarga siswa kelas IV SD untuk mengetahui apa peran keluarga siswa dalam membimbing atau membina anaknya di rumah dalam pembelajaran pendidikan agama Islam, dan kesulitan apa saja yang dihadapi keluarga siswa. ketika belajar. Pendidikan agama Islam di masa pandemi Covid-19 19.
Adapun bentuk motivasi keluarga pada peserta penelitian, peneliti dengan cara melihat model bantuan keluarga kepada siswa berupa motivasi. Ukuran kinerja apa yang Anda gunakan untuk menentukan apakah pembelajaran siswa baik? Solusi apa yang dapat Anda tawarkan kepada keluarga untuk membantu siswa belajar PAI?
1 Keluarga mendampingi siswa dalam proses pembelajaran PAI 2 Penggunaan media WhatsApp dalam pembelajaran PAI cukup efektif 3 Keluarga memberikan motivasi kepada siswa. 4 Ponsel dan kuota menjadi kendala utama keluarga dalam mendampingi siswa dalam pembelajaran PAI. 5 Beberapa keluarga siswa kesulitan mengatur waktu untuk mendampingi siswa dalam proses pembelajaran PAI.
Kerangka Konseptual
Bagan Kerangka Pikir
METODE PENELITIAN
Lokasi dan Waktu Penelitian
Fokus Penelitian
Jenis dan Sumber Data
Data sekunder merupakan sumber yang dikumpulkan oleh peneliti secara tidak langsung atau diperoleh dari sumber lain. Data sekunder disebut juga data tertulis atau data tersedia.
Teknik Pengumpulan dan Pengolahan Data
Penyajian data dalam peneliti ini menyajikan data dari hasil wawancara keluarga, dimana dengan data yang disajikan peneliti ingin memperoleh jawaban atas kasus pada Bab 1 baik mengenai peran dukungan keluarga dalam pendidikan agama islam, keluarga strategi dalam adaptasi. perilaku anak dan tutur kata yang baik, strategi keluarga dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan pada siswa. Keluarga menjadi kunci dalam pelaksanaan pembelajaran di rumah karena keluarga menjadi guru pengganti bagi siswa ketika harus belajar dari rumah. Saat saya mulai belajar, saya memberikan tugas melalui aplikasi WhatsApp, saya tidak memberi batas waktu kepada siswa untuk menyerahkan tugas, karena jika kami memberi batas waktu, sebagian besar siswa tidak mengumpulkan tugas, dan biasanya ada siswa yang tidak. menyerahkan tugas. dan saya langsung menegurnya di grup WhatsApp, karena siswa juga sering mengirimkan tugas dengan setengah hati, maka saya informasikan kepada siswa bahwa jika tugas tidak disimpan, tidak ada nilainya, dan saya sering berkomunikasi dengan siswa. ' hendaknya keluarga mengawasi dan membimbing anak-anaknya agar rajin mengerjakan tugas, karena ada siswa yang hanya mengirimkan tugas saja, kebetulan siswa tidak memperhatikan tulisannya apakah bisa dibaca atau tidak, jadi saya mengukur nilai dengan tugas dan tulisan. , yang bagus atau mudah dibaca 49.
Disini guru hanya memberikan tugas kepada siswanya dan dalam hal komunikasi dengan keluarga siswa, guru menghubunginya dengan pesan pribadi untuk nilai dan bantuan dalam pembelajaran siswa dan disini guru mengukur penilaian siswa karena saat ini kita bisa 'T. sangat mengapresiasinya karena kami hanya bisa memantau melalui kelompok dan keluarga siswa. Berkenaan dengan wujud keluarga sebagai guru bagi siswa, peneliti melihat model pendampingan keluarga sebagai guru, berdasarkan hasil wawancara yang telah dijelaskan sebelumnya, keluarga sering memberikan bimbingan dan pengajaran kepada siswa untuk menyelesaikan tugas yang diberikan. . dari guru. Apa tanggapan Anda ketika anak Anda kesal dan tidak mau belajar di masa pandemi ini?
Sumber air minum: Disediakan oleh siswa Air bersih yang cukup: Selalu mencukupi Sekolah menyediakan toilet.