• Tidak ada hasil yang ditemukan

Skripsi ini penyusun persembahkan kepada:

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Skripsi ini penyusun persembahkan kepada: "

Copied!
51
0
0

Teks penuh

Permasalahan kemauan organ tubuh merupakan permasalahan baru yang muncul di masyarakat, dimana hukum mengenai permasalahan tersebut baik dalam Al-Qur’an maupun hadis tidak dijelaskan secara jelas apa itu hukum. Hal inilah yang membuat penulis ingin melihat cara-cara yang digunakan kedua ormas tersebut dalam menghadapi permasalahan baru yang tidak dijelaskan secara rinci dalam Al-Qur'an maupun Hadits. Penelitian ini bersifat deskriptif-analitis-komparatif yaitu menjelaskan secara umum hukum-hukum mengenai wasiat organ tubuh dan menguraikan dua pendapat ormas serta menganalisis datanya.

Kesimpulan dari penelitian ini adalah Nahdlatul Ulama berpendapat bahwa wasiat terhadap organ tubuh orang yang meninggal tidak sah karena tidak terpenuhinya unsur wasiat yaitu mutlaq al-milki, karena organ tubuh manusia adalah milik Allah, bukan milik individu, Namun mengenai praktik transplantasi organ jenazah, Nahdlatul Ulama mempunyai dua pendapat, yaitu: yang pertama haram dan yang kedua boleh. Sedangkan Muhammadi berpendapat bahwa mewariskan organ tubuh orang yang meninggal diperbolehkan karena amalan tersebut membawa manfaat dan menghindari keburukan, dan praktik mewariskan organ tubuh termasuk dalam kategori daruriyyat karena berkaitan dengan maqasid al-syari” di katakan untuk menjaga jiwa, bukannya menghormati kehormatan orang yang meninggal, dan ada syarat yang harus dipenuhi terlebih dahulu. Alhamdulillah SWT atas limpahan rahmat dan umur panjang, sehingga skripsi ini diberi judul WASIAT ORGAN TUBUH. (KAJIBAN PERBANDINGAN NAHDLATUL ULAMA DAN MUHAMMADIAH) dapat diselesaikan.

Selanjutnya penulis yakin dan yakin bahwa penyusunan skripsi ini tidak dapat terselesaikan tanpa adanya bantuan dari berbagai pihak. Wawan Gunawan, S.Ag., M.Ag selaku Kepala Departemen Perbandingan Sekolah yang telah membantu, mengarahkan dan memberi semangat hingga terwujudnya skripsi ini.

Konsonan Rangkap Karena Syaddah Ditulis Rangkap

Ta' Marbutah di akhir kata. Ketentuan ini tidak diperlukan bagi kata-kata Arab yang telah terserap ke dalam bahasa Indonesia, seperti doa, zakat, dan sebagainya, kecuali jika diinginkan pengucapan aslinya).

Vokal Rangkap 1

Vokal Pendek yang berurutan dalam satu kata dipisahkan dengan apostrof

Kata Sandang Alif + Lam

Penyusunan kata-kata dalam rangkaian kalimat Ditulis menurut penyusunannya

Latar Belakang

نيبرق لأاو نيدلولل ةّيصولا اريخ كرت نإ توملا مكدحأرضح اذإ مكيلع بتك

2 نيقّتملا ىلع اّقح فورعمل اب

5 نيد وأ اهب ىص وي ةيصو دعب نم

6 يحلا مظعرسكك تيملا مظع رسك

  • Rumusan Masalah
  • Tujuan dan Kegunaan Penelitian
  • Telaah Pustaka
  • Kerangka Teori

Berkenaan dengan hal tersebut penulis mencoba menguraikan dan menjelaskan tentang hukum pewarisan organ tubuh menurut organisasi kemasyarakatan terbesar di Indonesia seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, keduanya merupakan organisasi yang mempunyai jumlah anggota yang cukup besar. Indonesia dan mempunyai lembaga musyawarah sendiri seperti Nahdlatul Ulama dan Bahtsul Masail serta Muhammadiyah dengan Majlis Tarjihnya. Bagaimana cara istinbath hukum Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah dalam membuat undang-undang tentang wasiat organ tubuh? Penelitian ini diharapkan dapat menyumbangkan pemikiran untuk memperkaya khazanah keilmuan dalam wacana hukum Islam, khususnya mengenai wasiat organ tubuh.

Risalah Syariful Alam bertajuk Konsep Imam Syafi'i Terhadap Al-Qiyas dan Aplikasinya Pada Pewarisan Organ Tubuh. Jelaskan pandangan Imam Syafi'i tentang pewarisan anggota badan dari sisi syarak khususnya dari kaedah fiqh dan ushul fiqih serta penjelasan konsep al-Qiyas Imam Asy-Syafi'i berhubung penerapannya terhadap hukum wasiat. organ tubuh 12 . 12 Syariful Anam,"Konsep Al-Qiyas Imam Syafi'i dan penerapannya pada pewarisan organ tubuh", tesis Fakultas Syariah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2006.

Islam tentang transplantasi organ tubuh manusia, serta persamaan dan perbedaan pandangan kedua ormas serta mengetahui hukum cara istinbat keduanya. Tesis Muh Jenal Ali Alatas berjudul Transplantasi Organ Tubuh Dalam Perspektif Filsafat Hukum Islam. Permasalahan pokok tesis ini adalah tujuan filsafat hukum Islam mengenai praktek transplantasi organ, dan metode yang digunakan adalah pendekatan filsafat Islam.14.

Dari literatur yang telah diulas, penulis belum menemukan pembahasan mengenai sisa-sisa organ tubuh manusia yang membandingkan dua organisasi kemasyarakatan yaitu Nahdlatul Ulama dan. 13 Hasbullah Ma'ruf, “Transplantasi organ tubuh manusia dari sudut pandang Nahdlatul Ulama dan Persatuan Islam”, skripsi Fakultas Syariah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2015. 14 Muh Jenal Ali Alatas, “Transplantasi organ tubuh dari sudut pandang Filsafat Hukum Islam", tesis Fakultas Syari'ah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2006.

Adapun mengenai barang atau benda yang diwariskan tidak dijelaskan secara rinci, sehingga saat ini masih menjadi permasalahan mengenai mendonorkan organ tubuh melalui wasiat dalam rangka beribadah kepada Allah SWT, dan membantu orang yang membutuhkan pendonor. Persoalan wasiat dengan menggunakan organ tubuh tidak dijelaskan secara rinci dalam Al-Qur'an maupun Hadits, sehingga hukum dalam bidang ini masih belum jelas. Sebagaimana diketahui, proses pewarisan terjadi ketika pewaris meninggal dunia. Dalam hal wasiat organ, pengambilan organ dilakukan setelah pewaris meninggal dunia.

17 ّيحلا مظع رسكك تّيملا مظع رسك

  • Sistematika Pembahasan
  • SIMPULAN
  • SARAN
  • Fikih dan Ushul Fikih
  • Internet
  • Lain-lain
  • Lampiran Terjemahan
    • Yusuf al-Qar’dhawi
    • Imam Asy-Syafi’i

Mengenai masalah menderma organ badan melalui wasiat, ia termasuk dalam kategori maṣlahah al-darūriyyah kerana dalam amalan mewasiatkan organ badan, matlamatnya adalah untuk memelihara roh atau memelihara kewujudan manusia. Amalan berwasiat anggota badan juga memberi manfaat kepada penerima dan tidak membawa kemiskinan kepada pewasiat, kerana amalan berwasiat berterusan walaupun selepas kematian pewasiat agar ia tidak membawa kemiskinan kepada diri sendiri, sebaliknya membawa manfaat kepada orang lain. Minat boleh dijadikan pertimbangan dalam menentukan hukum apabila dasar hukum masalahnya baik dalam al-Qur’an maupun dalam hadits, namun belum ada yang mengaturnya secara terperinci, seperti masalah wasiat organ tubuh. .

Seperti halnya Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama juga mempunyai lembaga yang dibentuk untuk menangani permasalahan yang muncul di masyarakat, lembaga ini disebut Bahsul Masa'il. Menganalisis data yang telah dikumpulkan, penulis menggunakan analisis komparatif yaitu dengan membandingkan pendapat yang satu dengan pendapat yang lain mengenai hal yang sama yaitu tentang hukum wasiat organ tubuh. Bab ketiga berisi pembahasan mengenai pandangan Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama mengenai hukum mewariskan organ tubuh.

Diskusi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai pandangan kedua organisasi secara keseluruhan mengenai wasiat organ tubuh. Bab keempat berisi tentang analisis pandangan Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama mengenai persamaan dan perbedaan keduanya mengenai wasiat organ tubuh. Muhammadiyah dalam menyelesaikan permasalahan wasiat organ atau sumbangan organ dengan wasiat menggunakan metode istiṣlaḥi, yaitu penyelesaian masalah-masalah baru yang tidak terdapat dalam kedua sumber hukum tersebut, dengan menggunakan penalaran berdasarkan kemaslahatan.

Menurut Muhammadi, hukum mengenai praktek mewariskan bagian tubuh ini diperbolehkan, karena amalan tersebut mendatangkan kebaikan (mashlahat) bagi penerima wasiat atau pemberi wasiat, dengan kata lain kemaslahatan yang akan dicapai lebih besar dari kemanfaatannya. . . Menurut Nahdlatul Ulama, praktik mewariskan badan hukum adalah tidak sah (tidak sah) dalam kaitannya dengan wasiat, karena tidak memenuhi syarat-syarat wasiat, termasuk wasiat muṭlaq al-milki. Metode penetapan hukum yang digunakan Nahdletul Ulama mengenai masalah wasiat organ tubuh adalah dengan menggunakan metode ilhaqi' yaitu penyelesaian masalah dengan cara menyamakan hukum suatu kasus atau permasalahan yang belum terjawab dalam kitab dengan hukum perkara atau permasalahan yang belum terjawab dalam kitab. kasus atau masalah serupa. yang dijawab oleh buku, dengan kata lain menyamakannya dengan pendapat yang dikemukakan, sudah tersedia.

Perlunya memberikan informasi atau sosialisasi kepada masyarakat tentang amalan wasiat organ mengenai hukum pelaksanaan amalan tersebut, baik dari segi hukum Islam maupun hukum positif, agar masyarakat yang ingin mengamalkan wasiat organ tidak merasa ragu. dan kekhawatiran tentang penerapan praktik ini. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan dan menambah pengetahuan praktis mengenai wasiat ahli waris dalam perspektif hukum Islam khususnya wasiat ahli waris yang diwakili oleh pandangan Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama. Anam, Syariful, “Konsep Al-Qiyas Imam Syafi’i dan Penerapannya pada Kehendak Organ Tubuh”, Tesis Fakultas Syariah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2006.

Alatas, Muh Jenal Ali, “Transplantasi Organ Tubuh Dalam Perspektif Filsafat Hukum Islam,” Skripsi Fakultas Syariah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Hasbullah, Ma'ruf, “Transplantasi Organ Manusia dalam Perspektif Nahdlatul Ulama dan Persatuan Islam”, Tesis Fakultas Syariah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2015.

Referensi

Dokumen terkait

[r]

Limbah yang seluruhnya atau sebagian mengandung jaringan tubuh manusia, darah atau cairan tubuh lainnya, obat- obatan, produk farmasi, alat-alat suntik, kasa pembalut, jarum-jarum dan