• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKRIPSI OLEH : Dewi Martina Sari NIM 1611440010

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "SKRIPSI OLEH : Dewi Martina Sari NIM 1611440010"

Copied!
88
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Batasan Masalah

Tujuan Penelitian

Kegunaan Penelitian

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, agar penelitian dapat terfokus dan terarah, maka penulis merumuskan masalah yaitu: Apa Pandangan Fazlur Rahman tentang Neomodernisme. Penelitian ini dapat dijadikan sebagai sumber belajar bagi peneliti dan mahasiswa untuk mengetahui tentang Neomodernisme dalam pandangan Fazlur Rahman.

Kajian Terdahulu

Tesis Hendri Antoro (UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta) yang berjudul “Pengaruh Neomodernisme Islam Fazlur Rahman Terhadap Wacana Pemikiran Hukum Islam di Indonesia” (2010). Disertasi Sukarmi (IAIN Sunan Ampel Surabaya) berjudul “Fazlur Rahman dalam Perspektif Gerakan Pembaharuan Islam” (1989). Tesis ini fokus pada: (1) apa latar belakang kehidupan dan pendidikan Fazlur Rahman? 2) apa pendapat Fazlur Rahman tentang renovasi dunia Islam?

Kajian ini membahas tentang sejarah Neomodernisme, Neomodernisme Fazlur Rahman dan perkembangan Neomodernisme Fazlur Rahman. Untuk melengkapi pemikiran Fazlur Rahman tentang sejarah, khususnya tentang mekanika sejarah, dapat dilihat pada pemahamannya terhadap Al-Qur'an. 36. Berkaitan dengan hal tersebut, Fazlur Rahman mencontohkan, sering kali terdapat ayat-ayat dalam Al-Qur'an yang membahas tentang pasangan antara al-dun-ya dan al-akhirah.

Samsul Ma'arif, Epistemologi Fazlur Rahman dalam Pemahaman Al-Qur'an dan Hadits, Jurnal Filsafat Agama dan Pemikiran Islam, Vol. Dari uraian di atas, penulis menganalisis bahwa Fazlur Rahman merupakan salah satu tokoh pembaharu Islam yang mengembangkan ilmu pengetahuan dari isi Al-Quran yang bersifat jangka panjang.

Metode Penelitan

Sistematika Penulisan

LANDASAN TEORI

Tokoh-Tokoh Neomodernisme

Abdurrahman Wahid atau sering disapa Gus Dur merupakan anak pertama dari enam bersaudara, lahir di Denanyar, Jombang, Jawa Timur pada tanggal 4 Desember 1940. Mengkaji pemikiran Gus Dur menjadi penting karena hingga saat ini banyak masyarakat Islam Indonesia pada umumnya yang belum tuntas. memahami pikirannya. Ternyata tidak mudah merumuskan pokok-pokok pikiran Gus Durr karena tulisan-tulisannya tersebar di berbagai media massa dan ditulis dalam bentuk pendek pada waktu yang berbeda-beda.

Persoalan demikian diakui sendiri oleh Gus Dur dalam pengantar dua bukunya yang berjudul Antologi Pondok Pesantren (1978) dan Umat Islam di Tengah Perjuangan (1981). Menurut Greg Berton, peneliti tulisan Gus Dur asal Australia, pengakuan Gus Dur merupakan wujud kenyataan bahwa kedua bukunya memuat sejumlah artikel yang ditulis untuk tujuan dan khalayak berbeda. Meski demikian, bukan berarti pemikiran Gus Dur tidak mempunyai tema pokok yang bisa dijadikan payung alternatif pemikirannya.

Terkait dengan gagasan Islam pribumi, Gus Dur berpendapat bahwa Islam dan kebudayaan mempunyai independensinya masing-masing, namun keduanya mempunyai independensinya masing-masing. Mereka melihat adanya peluang untuk masuk melalui budaya lokal, sedangkan umat Islam sendiri lupa bahwa pesantren adalah hasil pengembangan budaya lokal tersebut. Semua karyanya, terutama esai, menjelaskan betapa Gus Dur sangat meyakini bahwa ekspresi Islam yang sebenarnya hanya bisa dicapai ketika “spirit hukum”, hakikat keberadaan, diutamakan dibandingkan apa yang terkandung dalam hukum. berdiri.

Lebih lanjut, Gus Dur berpendapat, justru paham kemanusiaan Islam yang dipadukan dengan ajaran Islam tentang toleransi dan kerukunan sosiallah yang mendorong seorang umat Islam untuk tidak takut terhadap pluralitas yang ada di masyarakat modern, namun menyikapinya secara positif. Sikap Gus Dur yang pluralis terlihat dari semangatnya yang besar terhadap perubahan demokratis, kebebasan berpendapat, dan nilai-nilai liberal. Ide pembaharuan Muhammad Abduh bermula dari pengalaman hidupnya, umat Islam pada awal abad ke-19 hingga pertengahan abad berada dalam keadaan lama.

Umat ​​Islam percaya bahwa mereka sudah cukup memiliki pemahaman agama tradisional, penafsiran baru dianggap aneh dan dianggap menyimpang dari ajaran Islam. Masuknya mereka ke dalam agama Islam membawa kebiasaan dan pemahaman tersebut mempengaruhi umat Islam yang berada di bawah kendali mereka. Lebih lanjut Muhammad Abduh melihat kemunduran umat Islam berasal dari teologi yang diterima umat Islam saat itu, yaitu ideologi Jabariyya yang bercorak tradisional.

BIOGRAFI TOKOH

Setelah mendapat pelatihan dasar dari ayahnya, sekolah modern Fazlur Rahman dimulai dari Lahore pada tahun 1933. Setelah tiga tahun di Kanada, Fazlur Rahman kembali ke tanah air dan memulai proyek paling ambisius dalam hidupnya. 31 Umm Mawaddah dan Siti Karomah, Relevansi Pemikiran Fazlur Rahman dengan Pendidikan Modern di Indonesia, Majalah Al-Thaqriah Vol.

32 Ummu Mawaddah dan Siti Karomah, Relevansi Pemikiran Fazlur Rahman dengan Pendidikan Modern di Indonesia, Jurnal Al-Thaqriah vol. Berdasarkan metodologi yang dikembangkannya, Fazlur Rahman mengangkat persoalan teologis dalam bentuk konsep yang holistik dan kontekstual. Fazlur Rahman menilai eskatologi ini sangat penting karena gagasan ini menempati posisi sentral dan penting dalam Al-Qur'an di samping gagasan tentang Tuhan.

Melalui kajiannya terhadap berbagai literatur klasik, Fazlur Rahman memperkenalkan ide dan pemikirannya mengenai reformasi pendidikan. 41 Nurhidayanti, Eskatologi dalam Pandangan Hasan Hanafi dan Fazlur Rahman (Studi Banding Epistemologi Kalam), Renungan Jurnal Ilmu Ushuludin, Vol. Dalam pandangan Fazlur Rahman, pendidikan Islam bukan sekedar perlengkapan dan perlengkapan fisik atau pelajaran yang bersifat kuasi fisik seperti kitab-kitab yang diajarkan atau struktur luar pendidikan.

Berikut ini penulis akan menjelaskan pandangan Fazlur Rahman mengenai neomodernisme yang menjadi permasalahan utama yang diangkat dalam skripsi ini. Sanaky, Pemikiran Fazlur Rahman tentang Metodologi Sunnah dan Hadits (Kajian buku Metodologi Islam dalam Sejarah), Al-Wewarid Edisi XVI, 2006, h. Contoh Metode Tafsir Sistematis Fazlur Rahman adalah contoh kasus potong tangan pencuri sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran.

Masa ini dimulai ketika Fazlur Rahman menempuh pendidikan hingga kembali ke negaranya, Pakistan, setelah beberapa lama mengajar di Durham University di Inggris. Dari metode gerakan ganda inilah Fazlur Rahman memberikan warna baru dalam aktivitas intelektual generasi penerus. Fazlur Rahman menunjukkan kecemerlangannya dalam berpikir melalui gagasan neomodernisme disertai metodologi untuk mereformasi dan merekonstruksi sejarah pemikiran Islam.

Neomodernisme Fazlur Rahman menawarkan suatu bentuk pembaharuan dalam tubuh Islam yang tetap berpegang teguh pada tradisi atau ajaran dasar Islam. Nurhidayanti, Eskatologi Dalam Perspektif Hasan Hanafi dan Fazlur Rahman (Studi Banding Epistemologi Kalam), Renungan Jurnal Ilmu Ushuludin, Vol.

Referensi

Dokumen terkait

International Journal of Technology http://ijtech.eng.ui.ac.id Ensuring the High Performance of Design and Engineering Firms in Mexico’s Aerospace Industry: A Qualitative