• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKRIPSI OLEH : Nanda Diah Safitri NIM 1611440005

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "SKRIPSI OLEH : Nanda Diah Safitri NIM 1611440005"

Copied!
93
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Bagaimana prosesi tradisi ziarah suci Kubua Gutua/Raden Agung di Desa Talang Ginting Bengkulu Utara. Bagaimana Animisme Dalam Tradisi Ziarah Suci Kubua Gutua/Raden Agung di Desa Talang Ginting Bengkulu Utara.

Batasan Masalah

Tujuan dan Kegunaan Penelitian

Untuk mengetahui bagaimana animisme dalam tradisi ziarah suci Kubua Gutua/Raden Agung di Desa Talang Ginting Bengkulu Utara. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi ilmiah terhadap kajian konsep animisme pada masa ziarah suci “Kubua Gutua” di desa Talang Ginting, Bengkulu Utara. Memang kajian animisme pada saat ziarah suci ini sudah menjadi tradisi di desa Talang Ginting.

Oleh karena itu, diharapkan penelitian ini dapat memberikan referensi baru mengenai hubungan animisme dan ziarah suci, serta referensi tambahan dalam literatur Islam. Penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi analisis yang disampaikan kepada pihak-pihak yang berkontribusi terhadap pemahaman keagamaan, tidak hanya bagi para pemuka agama dan peneliti, namun juga bagi masyarakat sebagai jamaah haji pada umumnya.

Tinjauan Pustaka

Sehingga memunculkan judul Kepercayaan Masyarakat pada Erebambang (Tinjauan Sosio-Antropologi) Di Desa Pencong Kecamatan Biringbulu Kabupaten Gowa, hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat asal muasal kepercayaan masyarakat terhadap Erebambang (sakral), yaitu dimana pada itu Saat itu ada warga Pencong yang hendak mengambil ayam pelepasliaran di lokasi Erebambang dan saat salah satu warga sedang mencuci darah haidnya tiba-tiba kesurupan. Implikasi dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran mengenai realitas keagamaan masyarakat Desa Pencong dan menjadi referensi bagi masyarakat Pencong untuk termotivasi mempelajari agama Islam khususnya masalah keimanan. Misbahul Mujib yang bertajuk, Tradisi Ziarah Masyarakat Jawa: Kontestasi Kesalehan, Religius dan Identitas Komersial, hasil penelitian menyimpulkan bahwa tradisi ziarah makam telah lama dilakukan oleh masyarakat Jawa, terutama melalui pendekatan fenomenologis seiring dengan meningkatnya jamaah haji di tahun 2017. satu dekade terakhir, meskipun masih menuai kelebihan dan kekurangan dalam tatanan fiqh, maka penelitian ini dilakukan.

Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa penjaga adalah perantara yang dapat terhubung dengan Allah melalui Nabi. Ketujuh, Jurnal MIQOT: Ridwan Hasan (2012), dengan judul, Kepercayaan terhadap Animisme dan Dinamisme pada Masyarakat Islam Aceh. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa Masyarakat Islam Aceh masih mengamalkan dan meyakini ajaran agama peninggalan nenek moyang.

Sistematika Penulisan

LANDASAN TEORI

Pengertian Tradisi

Pengertian Ziarah

Pengertian Keramat

METODE PENELITIAN

Waktu dan Lokasi Penelitian

Informan Penelitian

Penelusuran ini berlangsung pada tanggal 14 Agustus 2020 – 6 September 2020. Peneliti tidak mengikuti langsung kegiatan tradisi ziarah suci Kubua Gutua/Raden Agung, namun peneliti mendapat informasi dari beberapa informan. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah 9 orang tokoh masyarakat Desa Talang Ginting Bengkulu Utara. Data sekunder adalah data yang diperoleh dari sumber yang tidak asli dan mengandung informasi atau data.

Dalam penelitian ini data sekunder berupa hasil dokumentasi, arsip dan foto hasil penelitian. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui tiga cara yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi, sehingga penelitian mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Jadi, dalam hal ini peneliti menggunakan observasi partisipan pasif (Passive Participation), yaitu peneliti datang ke tempat kegiatan orang yang diamati, namun tidak ikut serta dalam kegiatan tersebut. .

Teknik wawancara merupakan suatu metode pengumpulan data yang digunakan untuk keperluan melakukan tugas tertentu berupa tanya jawab dengan cara berhadapan langsung dengan informan berdasarkan daftar pertanyaan yang telah disusun atau direncanakan. Untuk memperoleh gambaran yang jelas dan konkrit mengenai berbagai data yang diperoleh selama penelitian lapangan, maka perlu diterapkan teknik reduksi data: reduksi data berarti membuang data yang tidak perlu atau tidak relevan dari penelitian. Reduksi ini digunakan untuk mendapatkan gambaran yang jelas dari berbagai data yang diperoleh selama penelitian lapangan.

Dengan menyajikan data akan memudahkan untuk memahami apa yang telah terjadi, merencanakan pekerjaan selanjutnya berdasarkan apa yang telah dipahami. Kesimpulan yang diambil dari data yang ada pada penelitian kualitatif pada umumnya bersifat tentatif. Oleh karena itu, perlu dilakukan verifikasi terhadap kesimpulan tersebut dengan mencari data yang lebih mendalam dengan cara mengkaji data yang lebih mendalam.

Teknik Keabsahan Data

Dalam hal ini penulis mencoba mengkaji tradisi ziarah kubur yang dilakukan oleh para peziarah di makam suci Kubua Gutu di desa Talang Ginting. Peziarah disarankan untuk bersuci terlebih dahulu dengan berwudhu sebelum memasuki lokasi pemakaman suci Kubua Gutu. Pengunjung makam suci Kubu Gutu dilarang menempati kuburan dan menciumnya atau melakukan perbuatan berlebihan di dalam kuburan.

Adapun mengenai tradisi ziarah makam suci Kubua Gutua masyarakat Desa Talang Ginting, setelah melakukan wawancara mengenai tradisi ziarah makam. Hasil wawancara dengan Bapak Zulhasbih menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap kesucian Kubua Gutua dapat membawa keberkahan bagi para peziarah. Masyarakat desa Talang Ginting percaya bahwa Kubua Gutua mempunyai kesaktian sesuai keinginan masyarakat, seperti meminta rezeki, kesehatan dan lain sebagainya.

Masyarakat kota Talang Ginting percaya bahwa kesucian Kubua Gutua mempunyai kesaktian ketika seseorang melakukan perbuatan kasar. Hasil wawancara dengan Bpk. Ibulani, juru kunci makam sekaligus kepala adat mengungkapkan, jika dilihat dari pemahaman animisme dalam tradisi ziarah suci Kubua Gutua, Kubua Gutua merupakan salah satu kuburan tua yaitu ruang bawah tanah. dari seorang Raden Agung yang menyebarkan Islam di Desa Talang Ginting. Mencermati tradisi dan tata cara melaksanakan ziarah suci Kubua Gutua di desa Talang Ginting, penulis menganalisis tradisi dan tata cara yang sebaiknya dilakukan.

Berdasarkan seluruh hasil penelitian tahapan terhadap tesis animisme dalam tradisi ziarah suci “Kubua Gutua/Raden Agung” di desa Talang Ginting Bengkulu Utara, penulis menyimpulkan bahwa. Dan tradisi ziarah suci Kubua Gutua masih tetap ada, namun tidak sesering pada zaman nenek moyang kita. 7. Apakah ada pantangan atau pantangan saat ingin melakukan atau melihat tradisi ziarah suci Kubua Gutua ini?

Tabel 1 : Data Aparatur Desa Talang Ginting
Tabel 1 : Data Aparatur Desa Talang Ginting

HASIL PENELITIAN

Hasil Penelitian

Kuburan ini dinyatakan keramat karena merupakan kuburan tua yang berada di wilayah Bengkulu utara, khususnya di Desa Talang Ginting. Dahulu ketika Puyang Buk Putiak dikuburkan, Gutua/Gelep/Guntur muncul setiap malam di desa Talang Ginting selama bertahun-tahun, sehingga masyarakat menamakan makam ini Kubua.Gutua. Di TPU ini banyak terdapat pohon-pohon besar, sehingga banyak yang mengatakan makam suci tersebut berada di tengah-tengah pemakaman umum, sehingga ketika masyarakat berziarah ke makam suci Kubu Gutu maka akan terasa dingin dan dingin karena banyak pohon di sekitar makam suci. Jika peziarah berkunjung dengan niat buruk, maka pengurus dan penjaga makam suci Kubu Gutu tidak bertanggung jawab jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Dalam pengertian dalam bidang filsafat, terdapat kajian mengenai animisme yang cukup penting untuk dibahas, oleh karena itu tradisi ziarah suci Kubua Gutua sangat cocok untuk mengkaji animisme tersebut. Persiapan yang akan dilakukan menuju Makam Suci Kubua Gutua, tidak ada kegiatan yang dilakukan ketika mengunjungi Makam Suci Kubua Gutua. Hasil wawancara dengan Bpk. Ibulani, Tokoh Adat Desa Talang Ginting yang juga merupakan penjaga makam Desa Talang Ginting, karena nenek moyang masyarakat eks Desa Talang Ginting sebagian besar adalah petani terutama karet dan padi. ​​Sebelum menanam, masyarakat melakukan ziarah ke makam suci Kubua Gutua sambil berdoa sambil membawa benih.

Dan akhirnya ketika tiba masa panen, mereka sangat gembira karena hasil panen yang memuaskan dan merayakan panen padi di makam suci Kubua Gutua sambil bersyukur kepada Allah atas panen padi mereka. Selain itu, ibadah haji semakin banyak dilakukan oleh masyarakat adat desa Talang Ginting dan masyarakat lainnya. Beberapa permintaan mereka ajukan saat berziarah di Kubua Gutua. Hasil wawancara dengan bapak Sukani menunjukkan bahwa masyarakat meyakini manfaat berziarah ke makam Kubua Gutua adalah jika meminta atau mendoakan sesuatu yang dikehendaki jamaah maka keinginannya akan dikabulkan berdasarkan permintaan atau doa jamaah. dengan berdoa kepada Allah melalui syafaat Makam Suci, dan semoga permohonannya dikabulkan.

Hasil wawancara dengan Erni menyampaikan bahwa Makam Suci Kubua Gutua merupakan tempat bagi masyarakat dan saya khususnya untuk selalu berdoa dan berziarah agar selalu mendapatkan keberkahan dan kesuksesan atas izin Allah SWT. Hasil wawancara dengan Jamilah (Peziarah) mengatakan dengan berziarah ke kubu Gutua saya merasa doaku terkabul karena kebun saya sudah berbuah setelah menunaikan ibadah haji dan hasilnya memuaskan. Berdasarkan temuan penelitian, penulis menyimpulkan bahwa setiap anggota masyarakat yang mengunjungi makam keramat Kubua Gutua mempunyai maksud dan tujuan yang berbeda-beda sesuai dengan harapannya masing-masing.

Unsur animisme dalam proses tradisi ziarah suci “Kubua Gutua/Raden Agung” di Desa Talang Ginting Bengkulu Utara masih ada dan dapat dipahami dari hasil wawancara masih terdapat masyarakat yang meyakini bahwa makam Kubua disakralkan. Gutua mempunyai kekuatan/roh leluhur yang dapat membawa kebaikan atau kejahatan, namun kepercayaan terhadap kekuatan/roh leluhur mulai terkikis seiring berjalannya waktu seiring dengan semakin modernnya pemikiran masyarakat. 9. Yang membedakan Kubua Gutua dengan pemakaman lainnya sehingga tradisi ini dilakukan di makam Raden Agung.

PENUTUP

Saran-Saran

Untuk memastikan agar masyarakat Muslim khususnya Desa Talang Ginting dan seluruh masyarakat lainnya tidak membuat kuburan seperti dewa, maka kegiatan tersebut jelas dan dilarang keras oleh Islam. Kepada para tokoh masyarakat, cendekiawan, aktivis dan seluruh masyarakat agar bersama-sama melawan, memberantas dan menjauhi perbuatan musyrik tersebut yang sama dosanya dengan bersekutu dengan Sang Pencipta (Allah SWT). Oleh karena itu sudah selayaknya kita sesama umat manusia saling membantu dan mengingatkan serta berpesan kepada sesama saudara muslim agar tidak terjerumus dalam dosa syirik ini.

Bahwa pemerintah mengawasi dan mengeluarkan secara jelas dan tegas perbuatan dan praktek menyimpang yang melanggar norma agama, mistik, kejiwaan, dan spiritual bagi setiap orang yang melakukan kegiatan yang menimbulkan kerugian besar.

Gambar

Tabel 1 : Data Aparatur Desa Talang Ginting
Tabel 2.1 : Batas Desa Talang Ginting
Tabel 3.1 : Pendidikan

Referensi

Dokumen terkait