• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKRIPSI : PENERAPAN COOPERATIVE LEARNING DALAM MISSOURI MATHEMATICS PROJECT (MMP) PADA DIMENSI TIGA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X SMA NEGERI 7 PALU - Karya Tulis Ilmiah

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "SKRIPSI : PENERAPAN COOPERATIVE LEARNING DALAM MISSOURI MATHEMATICS PROJECT (MMP) PADA DIMENSI TIGA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X SMA NEGERI 7 PALU - Karya Tulis Ilmiah"

Copied!
94
0
0

Teks penuh

Judul: Penerapan Pembelajaran Kooperatif Missouri Mathematics Project (MMP) Dalam Tiga Dimensi Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas X SMA Negeri 7 Palu. Penerapan Pembelajaran Kooperatif dalam Missouri Mathematics Project dalam Tiga Dimensi untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa di SMA Negeri 7 Palu. Pembelajaran Kooperatif dalam Missouri Mathematics Project terdiri dari 5 langkah yaitu (1) review, (2) development, (3) colaboration, (4) independent work/seat work, dan (5).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa kelas XB SMA Negeri 7 Palu dapat ditingkatkan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif Missouri Math Project yang dilaksanakan secara berkelompok dan individual.

Gambar                                                                                                        Halaman 2.1
Gambar Halaman 2.1

PENDAHULUAN

Ruang Lingkup Penelitian

Model pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pembelajaran kooperatif Missouri Mathematics Project (MMP). Pembelajaran kooperatif adalah menempatkan beberapa siswa dalam kelompok kecil dan menugaskan mereka satu atau lebih tugas. Missouri Mathematics Project (MMP) dimaksudkan sebagai model terstruktur dimana model pembelajaran ini dapat menyampaikan banyak materi kemudian banyak latihan sehingga siswa dapat dengan mudah mempelajari berbagai soal.

Pembelajaran kooperatif dalam Missouri Mathematics Project merupakan salah satu model pembelajaran yang secara empiris melalui penelitian merupakan model yang dikembangkan dalam Missouri Mathematics Project (MMP) yang merupakan model terstruktur yang dipadukan dengan Pembelajaran Kooperatif.

Cooperative Learning

Ada unsur dasar pembelajaran kooperatif yang membedakannya dengan group sharing yang dilakukan secara acak” (Lie, 2002:29). Guru menyampaikan semua tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dalam pembelajaran dan memotivasi siswa untuk belajar. Guru menjelaskan kepada siswa bagaimana membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok melakukan transisi secara efisien.

Tabel 2.1. Model Pembelajaran Kooperatif
Tabel 2.1. Model Pembelajaran Kooperatif

Model Missouri Mathematics Project (MMP)

Missouri Mathematics Project (MMP) Model Pembelajaran Kooperatif Langkah-Langkah Pembelajaran Kooperatif dalam MMP Menurut Convey (Krismanto Co. Steps of Cooperative Learning in MMP. Guru harus mengilustrasikan rincian spesifik tanggung jawab kelompok dan penghargaan individu berdasarkan prestasi Dengan memperhatikan keterkaitan antara unsur-unsur model pembelajaran kooperatif, setiap unsur pembelajaran kooperatif dimasukkan dalam Missouri Mathematics Project.

Penilaian bisa meliputi semua langkah Missouri Math Project karena akan ada tes dari awal pelajaran hingga akhir pelajaran.

Tabel 2.2. Sintaks Coperative Learning dalam Missouri Mathematics Project
Tabel 2.2. Sintaks Coperative Learning dalam Missouri Mathematics Project

Hasil Belajar

Menurut Gagne (Sudjana, 2004:22) “Hasil belajar dapat dibagi menjadi 5 bagian yaitu informasi verbal, keterampilan intelektual, strategi kognitif, sikap, keterampilan motorik Ranah kognitif, berkaitan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari enam aspek yaitu pengetahuan atau memori, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis dan evaluasi. Ranah afektif, berkaitan dengan sikap, yang terdiri dari lima aspek, yaitu penerimaan, respon atau reaksi, penilaian, organisasi dan internalisasi.

Berdasarkan pengertian hasil dan pembelajaran di atas, maka hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa dengan menggunakan tes prestasi belajar setelah mengikuti model Cooperative Learning dalam Missouri Mathematics Project yang melibatkan ranah kognitif dan ranah afektif.

Kubus dan Balok a. Kubus

Balok pada Gambar 5a tersusun atas 1 lapis kubus dengan panjang balok 4 satuan dan lebar 2 satuan. Balok pada Gambar 5b tersusun atas 2 buah kubus berlapis dengan panjang balok 4 satuan dan lebar 2 satuan. Balok pada Gambar 5c tersusun atas 3 lapis kubus dengan panjang balok 4 satuan dan lebar 2 satuan.

Karena volume satu lapis adalah (p x l) x 1 satuan kubus, volume balok yang terdiri dari t lapis adalah (p x l x t) satuan kubus, sehingga terbukti volume balok adalah.

Gambar 2.1. Kubus ABCD. EFGH
Gambar 2.1. Kubus ABCD. EFGH

Rancangan Penelitian

  • Desain Penelitian
  • Rencana Tindakan

Jika panjang dan lebar sebuah balok masing-masing adalah p dan l satuan, maka volume satu lapis balok adalah (p x l) x 1 satuan kubus. Tindakan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah tindakan pembelajaran yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan dua tindakan dan setiap tindakan menggunakan model Cooperative Learning dalam Missouri Mathematics Project. Indikator keberhasilan tindakan dilihat dari tingkat kinerja pemahaman siswa terhadap indikator pemahaman konsep tiga dimensi yang ditetapkan di SMA Negeri 7 Palu, dalam hal ini berpedoman pada perkembangan individu yaitu suatu tindakan adalah dianggap berhasil jika minimal 75% siswa mencapai skor ≥ 65 (ketuntasan individu).

Gambar 3.1. Diagram alur desain penelitian model kemmis dan Mc. Tanggart
Gambar 3.1. Diagram alur desain penelitian model kemmis dan Mc. Tanggart

Jenis Data dan Teknik Pengumpulan Data 1. Jenis Data1.Jenis Data

  • Teknik Pengumpulan Data

Kuis yang diberikan pada setiap akhir kegiatan bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap materi kubus dan balok dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif dalam Missouri Math Project. Lembar observasi guru merupakan alat yang digunakan untuk mengetahui keterlaksanaan model pembelajaran kooperatif pada proyek matematika Missouri dan lembar observasi siswa merupakan alat yang digunakan untuk mengetahui aktivitas siswa selama kegiatan pembelajaran yang berlangsung dengan menggunakan model tersebut. Lembar observasi guru diisi oleh rekan dan guru matematika SMA Negeri 7 Palu dan lembar observasi siswa diisi oleh rekan.

Catatan lapangan merupakan data pelengkap untuk mencatat hal-hal yang tidak diperoleh melalui lembar observasi dan wawancara, yang meliputi kegiatan siswa dan guru (peneliti) selama kegiatan berlangsung.

Teknik Analisa Data

  • Kegiatan Pra Tindakan

Penarikan kesimpulan dimaksudkan untuk menarik kesimpulan atas hasil penafsiran dan penilaian, berupa kalimat-kalimat atau keterangan singkat dan jelas yang merupakan pengungkapan akhir dari hasil perbuatan. Pembuatan lembar tes individu pada setiap akhir b). Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah peneliti, teman sejawat dan guru mendiskusikan hasil tes, observasi, wawancara dan catatan lapangan untuk melihat kelemahan dan kelebihan yang terjadi selama tindakan pembelajaran.

Pelaksanaan tindakan siklus kedua disesuaikan dengan perubahan yang ingin dicapai dengan tetap berorientasi pada model Cooperative Learning di Missiouri Mathematics Project.

Tabel 3.1. Rubrik Penskoran
Tabel 3.1. Rubrik Penskoran

Hasil Penelitian

  • Hasil Pelaksanaan Siklus Tindakan I 1) Perencanaan
  • Pelaksanaan Tindakan
  • Hasil Tes Akhir Siklus I
  • Data Hasil Wawancara
  • Data Hasil Observasi
  • Refleksi Hasil Siklus Tindakan I
  • Hasil Pelaksanaan Siklus Tindakan II
  • Perencanaan
  • Hasil Tes Akhir Siklus II
  • Refleksi Hasil Siklus Tindakan II
  • Temuan Penelitian

16 siswa dapat menjawab jumlah sisi, rusuk, dan titik sudut, tetapi hanya dapat menyebutkan sebagian sisi dan rusuk kubus dan balok. Guru : “Tujuan pelajaran kita hari ini adalah diharapkan ibu dapat menentukan volume kubus dan balok. Siswa : “Yang saya tahu bu, kalau kita ingin menentukan volume kubus dan balok , ada rumus t' yang digunakan, yaitu Vcubus = S3 dan Vblocks = P x L x T."

Saya yakin Anda dapat memahami kubus dan balok dari konsep yang sudah ada di buku Anda. Namun pernahkah Anda memahami konsep kubus dan balok dari rumus yang digunakan dengan tiga dimensi. Siswa: “Tiga dimensi berhubungan dengan sumbu XYZ, jadi jika kita ingin menentukan volume kubus dan balok, kita perlu menentukannya.

Disini guru mendemonstrasikan cara menentukan kubus dan balok serta memberikan contoh soal kemudian praktik dengan materi yang telah didemonstrasikan sebelumnya. Pada langkah ini guru menyampaikan tujuan pembelajaran kemudian menjelaskan atau mendemonstrasikan materi pelajaran sambil tetap menentukan volume kubus dan balok. Guru: "Kemarin kamu belajar kubus dan balok dan sekarang kita akan belajar bagaimana menentukan volume kubus dan balok.

Saya berharap agar siswa yang lain dapat memahami konsep persegi dan balok (Guru terus menjelaskan soal yang diberikan). Seluruh informan menunjukkan pemahaman konsep volume kubus dan balok yang ditunjukkan dengan jawaban tes berdasarkan konsep yang digunakan tepat.

Tabel   4.2.  Hasil  Analisis  Penilaian   Minat   terhadap   Model  Cooperative Learning dalam Missouri Mathematics Project
Tabel 4.2. Hasil Analisis Penilaian Minat terhadap Model Cooperative Learning dalam Missouri Mathematics Project

Pembahasan

16,47% (Lampiran 20:99), maka penelitian ini dikatakan berhasil dimana hasil belajar yang dicapai oleh semua mata pelajaran atau siswa meningkat. 7) Hasil penelitian. Pembelajaran kelompok yang diterapkan dalam Cooperative Learning di Missouri Math Project efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Dengan memperbanyak variasi soal latihan yang diberikan kepada siswa, dapat memudahkan siswa dalam mengingat dan memahami konsep yang ada sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat.

Materi dalam kegiatan pembelajaran ini adalah tiga dimensi yang terdiri dari beberapa mata pelajaran namun hanya diambil volume kubus dan balok yang terdiri dari dua indikator pembelajaran yang harus dicapai yaitu penentuan volume kubus dan penentuan volume kubus. blok. Penyampaian indikator pembelajaran bertujuan agar siswa mengetahui arah kegiatan pembelajaran, sehingga siswa fokus pada satu tujuan yang harus mereka capai. Untuk mencapai indikator pembelajaran, pemahaman siswa terhadap materi prasyarat perlu dilakukan pengecekan hubungan antara pengetahuan prasyarat dengan materi yang akan dipelajari sehingga dapat membentuk pemahaman awal siswa tentang kubus dan balok.

Mengorganisasikan siswa menjadi beberapa kelompok, dengan setiap kelompok terdiri dari 5 siswa dengan tingkat keterampilan yang heterogen, yaitu keterampilan tinggi, sedang, dan rendah. Berikut adalah deskripsi kegiatan yang dilakukan pada setiap langkah Pembelajaran Kooperatif dalam Proyek Matematika Missouri.

Review

  • Saran
  • Tujuan Pembelajaran
  • Alat dan perlengkapan
  • Kegiatan Belajar Mengajar
    • PENDAHULUAN

Namun, mereka berada di II. Pada siklus diberikan contoh soal yang hampir sama dengan pada siklus I namun dalam bentuk gambar kemudian diberikan soal latihan yang mirip dengan contoh soal agar siswa bersemangat untuk menyelesaikan soal latihan. . Pada siklus I pada saat pembelajaran ada siswa yang mengeluhkan pemberian contoh soal yang berbeda dengan soal yang diberikan untuk latihan, kemudian pada saat melakukan tes individu ada peneliti yang kurang sempurna dalam menyelesaikan tugas terutama dalam menggunakan matematika. simbol dan pertanyaan aplikasi. Namun pada akhirnya mereka mulai terbiasa dengan pertanyaan yang diajukan lebih bervariasi dan beragam, serta diskusi kelompok menjadi lebih menyenangkan dan aktif bagi siswa.

MR: Menurut saya pelajaran kemarin sangat bagus karena kita bisa belajar banyak, banyak soal yang bisa saya pelajari karena soalnya sangat variatif. MR: Saya kurang paham soal cerita, apalagi soal latihan yang bapak berikan sedikit berbeda dengan soal contoh. YS: Menurut saya pelajaran kemarin bagus bu. Soal-soal yang Ibu ajukan kemarin sangat bervariasi, tapi kalau bisa Bu, contoh yang diberikan harus sesuai dengan soal-soal latihan agar tidak terlalu sulit untuk kita pahami.

Kemudian DW juga kesulitan memahami soal karena contoh soal berbeda dengan contoh soal yang anda berikan. Soal: Bagaimana jika diberikan contoh soal yang hampir mirip dengan soal latihan yang diberikan pada tahap kedua ini. MR : Saya sangat senang bu karena dengan cara ini saya merasa memiliki gambaran tentang masalah yang akan saya kerjakan.

Q: Apakah YS puas dengan contoh soal yang hampir mirip dengan soal latihan yang diberikan pada tahap kedua ini? DW : Baik bu, karena dengan pelajaran ini saya sudah terbiasa dengan soal-soal latihan yang diberikan dan saya teliti. Q: Apakah DW puas dengan contoh soal yang hampir mirip dengan soal latihan tahap kedua ini?

DW: Menyenangkan sekali bu, dengan begitu saya bisa lebih memahami soal-soal yang diberikan dan saya bisa membayangkan apa yang akan saya lakukan saat mengerjakan soal-soal tersebut.

Gambar diatas memiliki volume satuan kubik dari gambar-gambar tersebut! Kemudian  tentukan panjang, lebar dan tinggi berdasarkan ukuran satuannya?
Gambar diatas memiliki volume satuan kubik dari gambar-gambar tersebut! Kemudian tentukan panjang, lebar dan tinggi berdasarkan ukuran satuannya?

PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN

Saya menyatakan dengan sebenar-benarnya bahwa skripsi yang saya tulis ini benar-benar hasil karya saya sendiri, bukan hasil perampasan tulisan atau pemikiran orang lain dan saya mengakui bahwa ini adalah hasil tulisan atau pemikiran saya sendiri. Apabila dikemudian hari terbukti atau dapat dibuktikan bahwa skripsi ini adalah hasil Jiblakan, saya bersedia menerima sanksi atas perbuatan tersebut.

Gambar

Gambar                                                                                                        Halaman 2.1
Tabel 2.1. Model Pembelajaran Kooperatif
Tabel 2.2. Sintaks Coperative Learning dalam Missouri Mathematics Project
Gambar 2.1. Kubus ABCD. EFGH
+7

Referensi

Dokumen terkait

Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Time Token pada Materi Atmosfer terhadap Hasil Belajar dan Motivasi Belajar Siswa Kelas X di SMA Negeri 3