• Tidak ada hasil yang ditemukan

skripsi - Repository IAIN Bengkulu

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "skripsi - Repository IAIN Bengkulu"

Copied!
156
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Pembelajaran IPA diharapkan tidak hanya memberikan kemampuan kepada siswa dalam memecahkan masalah, tetapi juga mengembangkan pemikiran kritis pada siswa. 1 Berpikir kritis adalah suatu cara berpikir dimana seseorang mengikuti langkah-langkah yang sistematis dan logis. Pentingnya berpikir kritis menjadikan proses pembelajaran di kelas melatih siswa memiliki kemampuan berpikir kritis yang baik. Keterampilan berpikir kritis penting untuk dikembangkan karena dapat meningkatkan kemampuan intelektual siswa dengan memfasilitasi siswa untuk aktif dalam belajar.2 Dengan demikian, untuk menjadi kompeten, siswa harus mampu.

Pendidikan dalam proses pembelajaran IPA sangat memerlukan kemampuan berpikir kritis untuk memecahkan masalah, sehingga mampu menghadapi fenomena alam yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Perumusan Masalah

Berdasarkan permasalahan tersebut peneliti ingin melihat pengaruh pembelajaran penggunaan tayangan video untuk merangsang berpikir kritis siswa dan memberikan edukasi tentang perubahan iklim dan hal-hal yang merusak lingkungan. Oleh karena itu, sebaiknya peneliti melakukan penelitian dengan topik “Pengaruh Pembelajaran dengan Tayangan Video Animasi Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa SMA pada Materi Pemanasan Global.”

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi guru sebagai bahan pendukung pembelajaran materi pemanasan global.

TINJAUAN PUSTAKA

Kajian Teori

  • Media Pembelajaran
  • Multimedia Pembelajaran Video Animasi
  • Keterampilan Berpikir Kritis
  • Pemanasan Global
  • Karakteristik Materi

Berpikir kritis merupakan proses berpikir tingkat tinggi yang dapat digunakan dalam membentuk sistem konseptual siswa. Berpikir kritis adalah pemikiran yang masuk akal dan reflektif yang berfokus pada pengambilan keputusan tentang apa yang harus diyakini atau dilakukan.” Berpikir kritis adalah berpikir secara cermat dan merefleksikan atau mempelajari proses berpikir orang lain.

Dari berbagai pendapat para ahli mengenai pengertian berpikir kritis di atas, dapat disimpulkan bahwa berpikir kritis merupakan proses mental untuk. Pendapat Wade yang dikutip oleh Hendra Surya ini dapat digunakan ketika kita memberikan suatu permasalahan kepada siswa yang dapat melatih kemampuan berpikir kritis siswa. Meskipun belum ada rumusan langkah berpikir kritis yang dapat dijadikan tolak ukur atau parameter baku.

Kajian Pustaka

34;Pengembangan media video pembelajaran berbasis kearifan lokal pada materi lingkungan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa di sekolah menengah”. Penelitian ini menunjukkan permasalahan yang ditemui dalam pembelajaran IPA, salah satunya adalah siswa cenderung pasif dan berbuat. tidak mengembangkan kemampuan berpikir kritisnya, sehingga kemampuan berpikir kritis siswa sangat penting dilatihkan kepada siswa SMA, termasuk dalam pembelajaran ilmu pengetahuan alam. Hasil ini menunjukkan bahwa media video berbasis kearifan lokal tentang materi lingkungan hidup efektif digunakan di kelas atau dalam skala besar.49 Yang membedakan dengan penelitian ini adalah instrumen analisisnya, pada penelitian ini dianalisis menggunakan N-Gain, namun pada penelitian yang dilakukan peneliti menggunakan analisis regresi linier.

Pengembangan video pembelajaran pada penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan video pembelajaran yang valid dan mendeskripsikan kepraktisan dan efektivitas video pembelajaran yang dikembangkan. Diharapkan penelitian ini dapat dijadikan sebagai sumber referensi pembelajaran siswa di SMP 50 Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah model ADDIE, sedangkan pada penelitian yang dilakukan penulis bersifat pra-eksperimental dengan menggunakan model ADDIE. satu kelompok. tipe desain pretest-posttest. 2021).Pengembangan Video Pembelajaran Pencemaran Lingkungan Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Pada Pembelajaran IPA Sekolah Menengah.

Modul ini memperoleh hasil validasi sangat baik dari segi materi, media dan bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menghasilkan video pembelajaran IPA (IPA) berbasis potensi lokal keramik dan mebel yang cocok untuk pembelajaran pada materi “Sifat-sifat bahan dan kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari” dan (2) untuk mengetahui efektivitas produk manufaktur untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan sikap kewirausahaan. Hasil penelitian ini adalah media pembelajaran biologi telah melalui beberapa kali pengujian dan review oleh ahli dan siswa.

Pengembangan video pembelajaran IPA berbasis potensi lokal keramik dan furniture untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan sikap kewirausahaan pada siswa sekolah menengah. Dapat disimpulkan bahwa perbedaan penelitian ini dengan penelitian terdahulu adalah pada penggunaan media pembelajaran, tentunya setiap penelitian menggunakan media pembelajaran yang berbeda-beda karena sifat dari media pembelajaran itu sendiri bersyarat tergantung pada kondisi di lapangan.

Hipotesis Penelitian

Ha : Terdapat pengaruh pembelajaran tayangan video animasi terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SMA pada materi pemanasan global.

METODOLOGI PENELITIAN

  • Rancangan Penelitian
  • Populasi dan Sampel
    • Populasi
    • Sampel
  • Instrumen Penelitian
    • Tes (Soal)
    • Angket
  • Uji Validitas Instrumen
  • Uji Reliabilitas Instrumen
  • Teknik Pengumpulan Data
    • Tes
  • Teknik Analisis Data
    • Analisis Hasil data
    • Analisis Data Respon Peserta Didik

Setelah melakukan pre-test penulis memberikan treatment berupa pembelajaran materi pemanasan global dengan menggunakan alat peraga animasi (X), pada tahap akhir penulis memberikan post-test (O2). Setelah pembelajaran menggunakan media animasi, peneliti memberikan posttest dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media animasi terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada materi pemanasan global. Ha : Terdapat pengaruh pembelajaran tayangan video animasi terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SMA pada materi pemanasan global.

Jadi dapat disimpulkan terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pre-test dan post-test siswa yang berarti terdapat pengaruh pembelajaran dengan menayangkan video animasi terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SMP pada materi pemanasan global. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebanyak 75% siswa tertarik, merasa senang dan memahami pembelajaran menggunakan media video animasi pada materi pemanasan global. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test dapat ditegaskan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pre-test dan post-test siswa menggunakan media video animasi untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa terhadap pemanasan global. materi di Kelas VII SMPN 05 Kota Bengkulu.

Berdasarkan hasil uji yang diuraikan terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pre-test dan post-test siswa yang menggunakan media video animasi dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi pemanasan global di kelas VII SMPN 05 Kota Bengkulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 75% siswa tertarik, puas dan memahami pembelajaran. menggunakan media video animasi pada materi pemanasan global. Dari uraian di atas dapat dipahami bahwa pembelajaran tentang pemanasan global dengan menggunakan media termasuk metode pemutaran video animasi dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.

Pengaruh model pembelajaran generatif terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI pada konsep pemanasan global. Kuesioner ini disampaikan oleh peneliti yang sedang melakukan penelitian mengenai respon siswa terhadap media animasi dalam pembelajaran materi pemanasan global.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian

  • Lokasi Penelitian
  • Deskripsi Data
  • Analisis Hasil Data
  • Analisis Data Respon Siswa

Lokasi dalam penelitian ini adalah Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 05 Kota Bengkulu, salah satu SMP yang ada di kota Bengkulu yang terletak di Jalan R.E Martadinata No. Dari penelitian ini diketahui adanya standarisasi penilaian yang dilakukan guru terhadap mata pelajaran pembelajaran di SMPN 05 Kota. Penerapan desain penelitian pre-eksperimental tipe one group pretest-posttest (tes awal-tes akhir dengan satu kelompok) yang melibatkan 20 siswa SMPN 05 Kota Bengkulu dengan 10 item soal pada hari Selasa tanggal 17 Mei 2022 menggunakan video animasi sambil pembelajaran antara pretest dan posttest, maka diperoleh rekapitulasi data sebagai berikut. a) Data hasil prates.

Vindy Artica Sari 85 Kemudian untuk menganalisis data di atas peneliti menganalisisnya dengan menggunakan statistik deskriptif sebagai berikut. 39 𝑘𝑒 𝑏𝑎𝑤𝑎ℎ Dengan menghitung data diatas maka diketahui sebaran data pada kategori tinggi, sedang dan rendah dapat dilihat pada tabel berikut. 56.55 𝑘𝑒 𝑏𝑎𝑤𝑎ℎ Dengan menghitung data diatas maka diketahui sebaran data pada kategori tinggi, sedang dan rendah dapat dilihat pada tabel berikut.

Uji normalitas dilakukan terhadap hasil pre dan post test siswa untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal atau tidak. Vindy Artica Sari 31 Kemudian untuk menganalisis data di atas peneliti menganalisisnya dengan menggunakan statistik deskriptif sebagai berikut. 24 𝑘𝑒 𝑏𝑎𝑤𝑎ℎ Dengan menghitung data diatas maka diketahui sebaran data pada kategori tinggi, sedang dan rendah dapat dilihat pada tabel berikut.

Respon siswa digunakan untuk mengukur pendapat siswa tentang minat, perasaan puas, kemudahan memahami pelajaran, serta cara guru mengajar dan pendekatan pembelajaran yang digunakan. Pada saat pretest juga dijadikan skor tes keterampilan awal, nilai rata-rata sebesar 57, sedangkan pada saat posttest setelah mendapat perlakuan menggunakan video animasi dalam pembelajaran diperoleh nilai rata-rata sebesar 73,55.

Tabel 4. 2 Hasil Pretest Siswa
Tabel 4. 2 Hasil Pretest Siswa

Pembahasan

Pengembangan media video pembelajaran berbasis kearifan lokal materi lingkungan hidup untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa di sekolah menengah. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan untuk mencari topik kanjian lain yang lebih menarik khususnya ketika berhadapan dengan siswa dalam proses belajar mengajar karena media video animasi mempunyai pengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa dan pada tahap selanjutnya perlu dilakukan penelitian mengenai pengaruh tersebut. variabel lain selain pengaruh media video animasi terhadap kemampuan berpikir kritik siswa terhadap materi pemanasan global. Pengaruh media pembelajaran animasi terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran IPA pemanasan global kelas VII SMPN 5 Tinambung Kab.

Pengembangan Video Pembelajaran Pencemaran Lingkungan untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa pada Pembelajaran IPA Sekolah Menengah. Alam melepaskan 780 gigaton uap air yang berpotensi menyebabkan pemanasan global ke atmosfer, sedangkan manusia hanya melepaskan 30 gigaton gas rumah kaca ke atmosfer. Anda pasti tahu dan tidak mau membakar sampah karena pembakaran sampah tidak bisa dilakukan sembarangan karena akan menimbulkan emisi gas rumah kaca yang berdampak pada pemanasan global.

Pemanasan global merupakan fenomena global yang disebabkan oleh aktivitas manusia, khususnya yang berkaitan dengan penggunaan bahan bakar fosil dan aktivitas perubahan penggunaan lahan. Contoh dampak buruk pemanasan global lainnya adalah meningkatnya curah hujan, gagal panen, hilangnya terumbu karang, punahnya berbagai spesies, dan menipisnya lapisan ozon di atmosfer bumi. Contoh dampak buruk pemanasan global lainnya adalah curah hujan yang tinggi, gagal panen, hilangnya terumbu karang.

Saat Anda berbelanja di supermarket, apa yang akan Anda lakukan untuk mengurangi pemanasan global? Video yang ditampilkan merupakan video dari YouTube yang berjudul “Bisakah kita menghentikan pemanasan global?”.

PENUTUP

Kesimpulan

Hasil pre test siswa kelas VII SMPN 05 Kota Bengkulu mempunyai nilai rata-rata kelas sebesar 57 dan diperoleh pada kualifikasi sedang dari input nilai rata-rata dan standar deviasi pada kategori tinggi yaitu 75 ke atas, kategori sedang , yaitu. 39 sampai dengan 75 dan kategori rendah yaitu 39 ke bawah. Hasil postes siswa kelas VII SMPN 05 Kota Bengkulu mempunyai nilai rata-rata kelas sebesar 73,55 dan berada pada kualifikasi sedang. Masukkan nilai mean dan standar deviasi pada kategori tinggi yaitu 90,55 ke atas, pada kategori sedang yaitu 56,55 hingga 90,55 dan kategori rendah yaitu 56,55 ke bawah.

Kelebihan dan Kekurangan

Saran

Pengaruh Media Animasi Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Pada Materi Pengukuran di MAN 1 Nagan Raya.

Referensi

Dokumen terkait