• Tidak ada hasil yang ditemukan

skripsi - Universitas Muhammadiyah Makassar

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "skripsi - Universitas Muhammadiyah Makassar"

Copied!
129
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

KAJIAN PUSTAKA

Kajian Teori

  • Anak Usia Dini
  • Nilai Agama
  • Metode Bermain Peran pada Anak Usia Dini

Kegiatan role play ini dilakukan Nabi Muhammad SAW bersama cucunya yaitu Hasan dan Husen. Pembentukan pola dalam bermain peran disesuaikan dengan tujuan yang memerlukan bentuk partisipasi tertentu, yaitu pemain, pengamat, dan pembaca. Melalui permainan peran, anak-anak belajar menggunakan konsep peran, menyadari peran yang berbeda-beda, dan memikirkan perilaku mereka sendiri dan perilaku orang lain.

Ada langkah-langkah yang harus dilakukan agar proses pembelajaran dengan metode role play ini tidak sulit. Langkah-langkah tersebut perlu diperhatikan dalam pelaksanaan pembelajaran dengan metode role play ini agar tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dapat terlaksana semaksimal mungkin. Agar anak-anak tidak bingung. a) Beberapa anak yang tidak mengikuti permainan peran menjadi kurang aktif.

Penelitian yang Relevan

Dari beberapa kelebihan dan kekurangan metode role playing diatas dapat disimpulkan bahwa tidak ada yang sempurna, tergantung bagaimana kita sebagai manusia/guru menyikapi kekurangan tersebut untuk dijadikan suatu kelebihan. Nyimas Aisyah 2017 “Upaya Guru Mengembangkan Bahasa Lisan Anak Melalui Metode Role Playing Dan Metode Bercerita Di TK Bhayangkari 23 Bandar Lampung” Kesimpulan Pertama, upaya guru yang sungguh-sungguh dalam mengembangkan kreativitas berbahasa lisan anak sudah cukup baik, termasuk pada anak-anak. . mereka dapat menyebutkan nama lengkapnya, mereka senang mengucapkan kata-kata baru, mereka senang bertanya tentang berbagai hal dan menjawab pertanyaan dengan kata-kata yang benar. Kedua, metode bermain peran dan metode bercerita merupakan metode yang tepat untuk mengembangkan keterampilan berbicara anak.

Menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak dini sangatlah penting karena dapat membentuk perilaku. Dari penelitian diatas penulis dapat menyimpulkan bahwa penerapan metode role play merupakan penumbuhan nilai-nilai keagamaan pada anak usia dini. Jadi pendidik harus menerapkan langkah-langkah metode bermain peran sesuai dengan teori yang dipahami, dimulai dari pilihan guru terhadap topik yang akan dimainkan dan peran yang akan dimainkan.Guru mengumpulkan anak untuk memberikan kaidah-kaidah dalam bermain peran. permainan, guru menjelaskan alat-alat yang akan digunakan, guru membagikan tugas kepada anak untuk dimainkan agar tidak terjadi perkelahian pada saat permainan, guru mengawasi dan membantu hanya bila diperlukan, guru mendiskusikan nilai pesan yang terkandung .

Kerangka Pikir

Metode pengajaran adalah alat yang merupakan bagian dari alat dan metode untuk melaksanakan suatu strategi pengajaran. Penggunaan metode di TK berkaitan dengan dimensi perkembangan anak dan beberapa dimensi perkembangan tersebut adalah: Permainan kognitif, linguistik, kreatif, emosional dan sosial menggunakan imajinasi, yaitu menggunakan bahasa atau berpura-pura berperilaku seperti objek tertentu, situasi tertentu atau orang tertentu. Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa bermain peran adalah suatu kegiatan pembelajaran dimana anak menafsirkan tokoh-tokoh tertentu atau benda-benda tertentu dalam situasi sosial yang mengandung suatu permasalahan atau masalah, sehingga siswa mampu memecahkan masalah yang ada.

Memainkan peran ini memungkinkan anak memproyeksikan dirinya ke masa depan dan kembali ke masa lalu. Hubungan sosial yang dibangun antar anak sehingga menjadi peran justru didukung oleh semua anak, baik yang berkebutuhan khusus maupun tidak, karena kemampuan setiap anak tidak sama. Mengucapkan doa singkat, menunaikan ibadah sesuai agamanya (misalnya: doa sebelum memulai dan mengakhiri kegiatan).

Hipotesis Penelitian

Namun yang menjadi objek penelitian ini adalah permasalahan yang diteliti yaitu penerapan metode role-playing dalam penumbuhan nilai-nilai agama pada anak usia dini. Pada tahap ini peneliti dan guru merumuskan penggunaan metode role play untuk meningkatkan aspek nilai-nilai keagamaan pada anak. Langkah-langkah persiapan kegiatan ini adalah rumusan kegiatan peningkatan kemampuan aspek nilai-nilai keagamaan anak.

Pelaksanaan kegiatan role play dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman anak terhadap konsep aspek nilai-nilai agama. Observasi atau pengamatan peneliti ini dilakukan untuk mengetahui perkembangan anak dalam hal pemahaman konsep aspek nilai-nilai keagamaan dari siklus I, siklus II, hingga siklus berikutnya hingga penelitian ini berakhir. Sebutkan hari besar keagamaan 1 Sebutkan tempat ibadah agama lain 1 Kemudian dari grid tersebut ajarkan aspek nilai-nilai agama kepada anak; (1) Berdoa singkat, melaksanakan ibadah sesuai agama yang dianut (misalnya berdoa sebelum memulai dan mengakhiri suatu kegiatan), (2) Berperilaku sesuai ajaran agama yang dianut (misalnya tidak berbohong, tidak berkelahi) (3) menyebutkan tempat ibadah agama lain, (4) Boleh menyebutkan hari besar keagamaan.

Wawancara dilakukan dengan guru di TK Sikamaseang untuk memperoleh informasi mengenai upaya guru dalam meningkatkan nilai keagamaan pada anak. Observasi digunakan untuk mengumpulkan data mengenai aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar dan pendidik dalam penggunaan metode role play. Teknik wawancara ini digunakan untuk mengumpulkan data peningkatan nilai keagamaan anak, melalui metode role play.

Data kuantitatif yang diperoleh melalui observasi pelaksanaan kampanye kemudian dianalisis dengan menceritakan hasil tes peningkatan nilai keagamaan anak, dengan menggunakan metode role play dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Untuk menguji hipotesis tindakan yang diajukan peneliti, dilakukan dengan menganalisis peningkatan nilai keagamaan anak, menggunakan metode role play pada siklus I, peningkatan nilai keagamaan anak, menggunakan metode pembelajaran role play pada siklus II. dengan melihat rata-rata selisih peningkatan nilai keagamaan anak melalui metode bermain, maka peran yang diperoleh anak. Indikator keberhasilan penelitian ini adalah peningkatan aspek nilai keagamaan anak melalui metode role play.

Oleh karena itu, untuk melihat keberhasilan siswa dalam menerapkan metode role play dalam pembelajaran aspek nilai keagamaan anak pada siklus ini, peneliti dan guru mengandalkan hasil penilaian autentik.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian

Bahan masukan bagi guru atau pendidik untuk menggunakan metode role play untuk meningkatkan nilai keagamaan pada anak di TK Sikamaseang. Dari penelitian diatas penulis dapat menyimpulkan bahwa penggunaan metode role play dapat meningkatkan nilai-nilai keagamaan pada anak usia dini. bahwa ada hubungan antara kegiatan bermain peran dengan nilai-nilai agama anak. Sebelum kegiatan dasar dilaksanakan, terlebih dahulu dijelaskan kegiatan dan tujuan pembelajaran dengan menggunakan metode role play.

Di bawah ini adalah hasil observasi peneliti mengenai aktivitas guru dan hasil pengembangan aspek nilai-nilai keagamaan pada anak melalui role-playing game. a) Observasi aktivitas guru pada siklus I Tabel 4.2. Hasil Pengamatan Aspek Nilai Keagamaan Anak Melalui Metode Permainan Peran (Role Playing) pada pertemuan I pada siklus I pertemuan I. Berdasarkan Tabel 4.3 diketahui rata-rata hasil nilai keterampilan melalui permainan dengan metode bermain peran untuk anak pada siklus I sebesar 51,04%.

Berikut hasil pembelajaran melalui metode role play play pada anak kelompok B TK Sikamasseang pada siklus I adalah sebagai berikut: 0 anak menunjukkan kriteria belum berkembang (BB) dengan persentase (0%) anak menunjukkan kriteria mulai berkembang (MB) berjumlah 7 anak dengan persentase anak menunjukkan kriteria berkembang sesuai harapan (BSH) berjumlah 8 anak dengan persentase anak menunjukkan kriteria berkembang sangat baik (BSB) berjumlah 0 anak dengan persentase (0%). Selanjutnya rata-rata hasil kemampuan bermain metode permainan peran anak kelompok B TK Sikamasseang pada siklus I dari seluruh indikator yang diamati dapat diuraikan secara singkat pada tabel berikut. Jadi dalam siklus I Peningkatan kemampuan melalui role play, anak mencapai skor rata-rata 51,04% dengan kategori berkembang sesuai harapan.

Berikut hasil observasi peneliti mengenai aktivitas guru dan hasil pengembangan aspek nilai keagamaan anak melalui role-playing game. a) Hasil observasi terhadap aspek nilai keagamaan anak melalui permainan peran. Berikut Tabel 4.6 yang menunjukkan hasil observasi aspek nilai keagamaan anak melalui role play pada Siklus II Pertemuan I dan II. Hasil observasi aspek nilai keagamaan anak melalui metode role play game, siklus II pertemuan I dan II.

Berdasarkan tabel 4.6 diketahui nilai rata-rata hasil kemampuan melalui permainan peran anak pada siklus II sebesar 79,99%. Berikut hasil pembelajaran melalui permainan metode role play pada anak kelompok B di TK Sikamasseang pada siklus II sebagai berikut: 0 anak menunjukkan kriteria belum berkembang (BB), dengan persentase (0%) anak yang memenuhi kriteria belum berkembang (BB). kriteria berkembang (MB) berjumlah 0 anak dengan persentase (0%), anak yang menunjukkan kriteria berkembang sesuai harapan (BSH) berjumlah 6 anak dengan persentase anak yang menunjukkan kriteria berkembang sangat baik (BSB) ) berjumlah 9 anak dengan persentase sebesar (56,25%. Jadi pada siklus II peningkatan kemampuan melalui permainan peran, anak mempunyai skor rata-rata sebesar 79,99% dengan kategori berkembang sangat baik tercapai.

Tabel 4.1  Subjek Penelitian
Tabel 4.1 Subjek Penelitian

Pembahasan

Replikasi hasil observasi setiap siklus aspek kemampuan nilai-nilai agama pada anak melalui role play. Pengembangan nilai-nilai keagamaan pada anak usia dini sebelum menggunakan metode role play pada anak usia dini di TK Sikamaseang Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa. Perkembangan nilai-nilai keagamaan pada anak usia dini setelah menggunakan metode role play pada anak usia dini di TK Sikamaseang Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa terlihat bahwa tingkat perkembangan nilai rata-rata ketuntasan belajar anak pada siklus I sudah dengan peningkatan sebesar 51,04% dengan kriteria perkembangan sesuai harapan (BSH) dan pengembangan nilai-nilai keagamaan pada anak usia dini setelah menggunakan metode role play pada anak usia dini di TK Sikamaseang Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa terlihat bahwa tingkat perkembangan nilai-nilai keagamaan, rata-rata ketuntasan belajar anak pada siklus II meningkat sebesar 79,99% dengan kriteria berkembang sangat baik (BSB).

Penggunaan metode role play dalam meningkatkan aspek nilai keagamaan pada anak di TK Sikamaseang Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa telah mengalami kemajuan yang baik sesuai dengan perencanaan yang dilaksanakan dan hasil observasi yang diperoleh. Mengoptimalkan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan metode role play, menyenangkan dan bervariasi, sehingga anak dapat belajar. Materi yang diberikan kepada anak hendaknya sesuai dengan konteks kehidupan anak, gambar anak yang menarik, kata-kata yang sederhana, penyampaian yang jelas dan menarik, sehingga akan mendorong anak untuk berpartisipasi dalam metode role play.

Yogyakarta: Pustaka Pelajar Mansur 2005 Pendidikan Anak Usia Dini Islam, Yogyakarta: Pustaka Pelajar Muhaimin, 1993 Pemikiran Pendidikan Islam Bandung: Trigenda Karya. Winda Gunarti dkk., 2010 Metode pengembangan perilaku dan keterampilan dasar pada anak usia dini, Jakarta: Universitas Terbuka. HASIL PENGAMATAN SIKLUS I DAN SIKLUS II. doa singkat, melaksanakan ibadah sesuai agamanya. misal: doa sebelum memulai.

Di TK SIKAMASEANG KECAMATAN PALLANGGA KABUPATEN GOWA SIKLUS I PERTEMUAN II. doa singkat, melaksanakan ibadah sesuai agamanya. misalnya: berdoa sebelum memulai. Di TK SIKAMASEANG KECAMATAN PALLANGGA KABUPATEN GOWA RAPAT SIKLUS II I. melaksanakan doa singkat, ibadah sesuai agamanya. misalnya: berdoa sebelum memulai. Di TK SIKAMASEANG KECAMATAN PALLANGGA KABUPATEN GOWA PERTEMUAN SIKLUS II II. doa singkat, melaksanakan ibadah sesuai agamanya. misalnya: berdoa sebelum memulai.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Saran

Gambar

Tabel 4.1  Subjek Penelitian
Gambar pola mesjid  krayon

Referensi

Dokumen terkait

Based on Kumparan.com (accessed on December 20, 2021), the reasons why it is important to use digital marketing in today's era, include: connecting with consumers more easily