PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Fokus Penelitian
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
- Manfaat secara Teoretis
- Manfaat secara Praktis
Sistematika Pembahasan
KAJIAN PUSTAKA
Kajian Teori
- Budaya Sekolah
- Budaya Apel Jumat
- P|embentukan Karakter
- Karakter
- Karakter Disiplin
- Karakter Religius
- Karakter Tanggung Jawab
- Tujuan Pendidikan Karakter
- Budaya Apel Jumat dan Pembentukan Karakter
- Dampak Budaya Apel Jumat dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik
7Mitha Amelia dan Zaka Hadikusuma Ramadan, “Menerapkan pendidikan karakter melalui budaya sekolah di sekolah dasar,” Jurnal Basicedu 5, no. Proses penerapan pendidikan karakter dalam budaya sekolah sangat penting dalam pembentukan karakter siswa yang lebih kuat. 21 Asmaun Sahlan, “Pendidikan Karakter dalam Perspektif Islam (Studi Implementasi Pendidikan Karakter di Lembaga Pendidikan Islam),” Jurnal al-Hikmah Fakultas Tarbiyah UIN Malang, no.
Mukhlis Fahruddin, Pola Pendidikan Karakter Religius oleh Hunian Islam di Indonesia (Malang: Pustaka Peradaban, 2022). 31Fadillah Annisa, “Penanaman Nilai Pendidikan Karakter Disiplin pada Siswa Sekolah Dasar,” Sudut Pandang Pendidikan dan Guru 10, no. Dalam kurikulum sekolah, pendidikan karakter keagamaan membekali siswa agar beriman dan bertakwa, berakhlak mulia, tertib dan disiplin sesuai aturan yang telah ditetapkan.
Pendidikan karakter bangsa di sekolah secara sederhana dapat diartikan sebagai pemahaman, perwujudan prioritas dan kepedulian. Pendidikan karakter di sekolah dapat dilakukan melalui empat cara, yaitu pengajaran, keteladanan, penguatan dan induksi. Kuntoro, “Investigasi Etnografi Budaya Sekolah dalam Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar,” Jurnal Pengembangan Pendidikan: Landasan dan Penerapan 3, no.
Kajian Penelitian Terdahulu
Penelitian yang dilakukan oleh Fella Silkyanti pada tahun 2019 dalam Jurnal Pendidikan Nilai dan Karakter Indonesia berjudul “Analisis Peran Budaya Sekolah Keagamaan Dalam Pembentukan Karakter Siswa”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan budaya sekolah agama SD Muhammadiyah 17 Semarang dapat membentuk karakter siswa baik di dalam kelas, di luar kelas dan keteladanan, serta kebiasaan dan program yang dirancang untuk membentuk karakter siswa. membentuk. Dengan budaya sekolah ini akan berkembang karakter yang diinginkan seperti karakter religius, disiplin, toleransi, persahabatan, kerja keras dan tanggung jawab.55.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan budaya sekolah yang baik adalah dengan meningkatkan perilaku konsisten dan menyampaikan kepada personel sekolah khususnya siswa, perilaku apa yang harus dilakukan untuk membangun kepribadiannya dalam lingkungan sekolah yang sesuai dengan iklim lingkungan yang diciptakan. di sekolah yang baik, baik lingkungan fisik maupun iklim budayanya. Penelitian yang dilakukan oleh Achmad Bagus Suprio, Fattah Hanurawan dan Sutrano pada tahun 2020 dalam Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian dan Pengembangan dengan judul “Keterampilan Sosial Siswa SD dalam Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Sekolah”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan pendidikan karakter berbasis budaya sekolah di SDN 04 Panggungrejo dilakukan melalui pembiasaan.
Purwaningsih dan Amir Syamsudin menganalisis beberapa pengaruh yaitu perhatian orang tua, budaya sekolah dan teman sebaya.
Kerangka Pikir
Dalam penelitian Hilmi Mubarok Putra, Deka Setiawan dan Nur Fajrie mengkaji kedisiplinan siswa berdasarkan etika pembelajaran di kelas. Dalam pembentukan karakter tersebut, budaya sekolah harus dibangun dan dilaksanakan secara terus menerus oleh semua pihak yang berhubungan dengan pendidikan di sekolah. Ajian Jum'at merupakan salah satu budaya sekolah yang diterapkan di MIN 4 Ponorogo untuk membina sikap kedisiplinan, keagamaan dan tanggung jawab siswa, yang dilakukan sebelum kegiatan pembelajaran hari Jum'at.
Tujuan absensi hari Jumat adalah untuk memberikan bimbingan dan arahan sebelum kegiatan pembelajaran apapun dilakukan.
METODE PENELITIAN
Pendekatan dan Jenis Penelitian
- Pendekatan Penelitian
- Jenis Penelitian
Lokasi dan waktu Penelitian
- Lokasi Penelitian
- Waktu Penelitian
Data dan Sumber Data
- Jenis Data
- Sumber Data
Sumber data dalam penelitian adalah siapa/apa yang akan dijadikan sumber data, yaitu subjek dari siapa data itu diperoleh. Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari lapangan, misalnya narasumber atau informan 61 Data primer dikumpulkan peneliti untuk menjawab pertanyaan penelitian mengenai budaya apel jumat dalam pembentukan karakter siswa kelas 2A MIN 4 Ponorogo. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah: siswa kelas 2A, wali kelas kelas 2A, kepala kurikulum, kepala bagian siswa dan kepala sekolah MIN 4 Ponorogo.
Sumber data sekunder dapat digunakan dalam penelitian sebagai sumber data tambahan atau sebagai sumber data primer apabila tidak tersedia sumber tersebut sebagai sumber data primer.62.
Teknik Pengumpulan Data
- Observasi
- Wawancara
- Dokumentasi
Dalam mencari informasi, peneliti menjadi partisipan langsung dan sistematis pada objek penelitian dengan cara mengunjungi objek penelitian secara langsung. Observasi digunakan untuk mengetahui apakah budaya apel jumat yang diterapkan di MIN 4 Ponorogo dalam membentuk karakter siswa sudah dilaksanakan dengan baik atau belum. Wawancara adalah pertemuan antara dua orang untuk bertukar pikiran dan informasi melalui tanya jawab sehingga dapat dikelompokkan ke dalam suatu topik tertentu.64 Dalam pengumpulan data, peneliti melakukan wawancara dengan mengajukan berbagai pertanyaan dan informan langsung menjawabnya.
Secara sederhana dapat dikatakan bahwa wawancara adalah suatu interaksi atau kegiatan antara pewawancara dengan informan melalui komunikasi secara langsung. Dalam penelitian ini peneliti akan melakukan wawancara tatap muka kepada kepala sekolah, kepala kurikulum, kepala bagian kesiswaan, guru kelas 2A dan beberapa siswa 2A MIN 4 Ponorogo. Dokumentasi berupa foto, makalah dan tulisan 65 Tahapan yang akan dilakukan dalam penelitian ini sesuai dengan rencana yang telah disusun sebelum dan sesudahnya.
Teknik Analisis Data
- Pengumpulan Data (Data Collection)
- Kondensasi Data (Data Condensation)
- Penyajian Data (Data Display)
- Penarikan Kesimpulan (Drawing and Verifying Conclusions)
Tujuan penyajian data ini adalah untuk memudahkan pemahaman terhadap apa yang diteliti dan dapat segera melanjutkan penelitian ini berdasarkan pemaparan yang telah dipahami. Penyajian data dapat berupa uraian singkat, hubungan antar kategori, flowchart, peta konsep dan sejenisnya.68. Penarikan kesimpulan merupakan hasil penelitian yang menjawab sebagai objek penelitian deskriptif.69 Kesimpulan pertama yang dikemukakan masih bersifat sementara.
Namun jika kesimpulan awal tersebut didukung oleh bukti-bukti yang konsisten dan valid pada saat peneliti kembali ke lapangan untuk mengumpulkan data, maka kesimpulan awal tersebut merupakan kesimpulan yang kredibel.
Pengecekan Keabsahan Penelitian
Tahap Penelitian
Data Pembentukan Karakter Siswa Kelas 2A Terhadap Budaya Apel Jum'at di MIN 4 Ponorogo Apel Jumat di MIN 4 Ponorogo. Begitu pula MIN 4 Ponorogo berupaya mencetak siswa yang mempunyai karakter baik. Berdasarkan observasi yang dilakukan peneliti, peneliti mengamati secara langsung bahwa ada 3 orang siswa yang datang terlambat pada absensi hari Jumat.
Pemberian tugas menjadi pemimpin dalam menghafal Asmaul Husna pada apel jum'at dapat melatih rasa tanggung jawab siswa. Hasil dari pelaksanaan kegiatan apel jum'at pembentukan karakter siswa melalui beberapa macam kegiatan diwujudkan dengan penerapan sikap siswa yang mencerminkan karakter disiplin, religius dan bertanggung jawab. Salah satu budaya sekolah di MIN 4 Ponorogo adalah apel jumat yang bertujuan untuk memberikan arahan, bimbingan dan membentuk karakter siswa.
Dengan demikian, julukan Jum’at mempunyai dampak positif yaitu terhadap pembentukan karakter peserta didik yang disiplin, religius, dan bertanggung jawab. Pengaruh buah apel terhadap pembentukan karakter religius peserta didik adalah keberhasilan yang dicapai dalam beribadah. Pembentukan karakter siswa kelas 2 melalui budaya apel jum'at di MIN 4 Ponorogo meliputi pembentukan karakter disiplin yang diawali dengan disiplin waktu yaitu dengan datang tepat waktu yaitu dengan datang lebih awal ke madrasah, mentaati peraturan yang ada. dan peraturan.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Gambaran Umum Latar Penelitian
- Sejarah Madrasah
- Visi, Misi, dan Tujuan Madrasah
- Struktur dan Organisasi Madrasah
- Sarana dan Prasarana Madrasah
- Daftar Nama Siswa Kelas 2A
Deskripsi Data
- Data Tentang Pembentukan Karakter Peserta Didik Kelas 2A melalui
- Data Tentang Dampak Pembentukan Karakter Peserta Didik Kelas 2A
Berdasarkan observasi yang dilakukan peneliti, peneliti melihat secara langsung bahwa siswa MIN 4 Ponorogo mengikuti kegiatan apel jum’at dengan baik, meskipun masih ada beberapa anak yang kurang konsentrasi, atau bermain sendiri selama kegiatan berlangsung. Berdasarkan observasi yang dilakukan peneliti, tepat sebelum bel masuk kelas, peneliti melihat siswa kelas 2A sudah mengambil wudhu dan ada juga yang ada. Menurut guru kelas 2A, kebiasaan membuang sampah juga menimbulkan tanggung jawab siswa untuk menjaga kebersihan lingkungan madrasah.
Berdasarkan observasi peneliti, peneliti melihat langsung siswa kelas 2.A yang disebutkan namanya oleh guru pada saat kegiatan absensi jumat, mereka langsung berada disana. Hal ini membuktikan bahwa siswa kelas 2.A mempunyai rasa tanggung jawab terhadap tugas yang diberikan kepadanya. Kemudian pada observasi pada hari Selasa tanggal 14 Maret 2023, peneliti melihat secara langsung siswa kelas 2.A selalu menjaga kebersihan kelasnya.
Data mengenai dampak pembentukan karakter siswa kelas 2A sampai dengan budaya apel jumat di MIN 4 Ponorogo.
Pembahasan
- Dampak Pembentukan Karakter Peserta Didik Kelas 2A melalui
Konsep pembentukan karakter religius siswa melalui kegiatan jumat apel di MIN 4 Ponorogo mempunyai implikasi antara lain meningkatkan keimanan dan ketaqwaan siswa, membentuk akhlak siswa, dan meningkatkan pengetahuan agama siswa. Berdasarkan wawancara dengan Ibu Siti Muslimah selaku kepala sekolah, pembentukan karakter bertanggung jawab di MIN 4 Ponorogo dapat dicapai dengan menerapkan budaya apel jumat dengan memberikan tugas kepada siswa untuk memimpin pembelajaran dengan menghafal Asmaul Husna, singkatnya surat dan doa. . Dalam melaksanakan pembentukan karakter tanggung jawab pada siswa, maka seluruh unsur yang ada di madrasah bertanggung jawab terhadap karakter yang harus dimiliki siswa.
Hal ini sejalan dengan dampak apel jumat yang diterapkan di MIN 4 Ponorogo yaitu disiplin waktu, siswa datang ke sekolah tepat waktu dan mentaati tata tertib yang telah ditetapkan. Sedangkan dampak apel dalam membentuk karakter tanggung jawab peserta didik adalah keberhasilan yang dicapai kegiatan Jumat apel dalam membentuk karakter tanggung jawab, baik tanggung jawab sebagai pemimpin maupun tanggung jawab dalam hal lain. Sedangkan untuk pembentukan karakter religius, siswa melaksanakan shalat berjamaah baik shalat Dhuha maupun Dhuhur, dapat menghafal surat-surat pendek, menghafal Asmaul Husna dan Shalawat.
Kemudian membangun karakter tanggung jawab melalui kegiatan Apple Friday yaitu bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas yang diberikan guru dan siswa mampu membangun keberanian dalam diri.
SIMPULAN DAN SARAN
Simpulan
Pengaruh pembentukan karakter siswa kelas 2A melalui azan jum'at di MIN 4 Ponorogo yaitu pembentukan karakter disiplin, religius dan bertanggung jawab peserta di Ponorogo yaitu pembentukan karakter disiplin, religius dan bertanggung jawab siswa dalam kehidupan sehari-hari. kehidupan yang ditunjukkan dalam tingkah lakunya sehari-hari di sekolah dan dalam pergaulannya dengan teman sebaya.
Saran
“Menanamkan Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Disiplin pada Siswa Sekolah Dasar.” Perspektif Pendidikan dan Pengajaran 10, no. “Analisis Penerapan Budaya Sekolah Dalam Pembentukan Karakter Disiplin Siswa Kelas III SD N 2 Blunyahan.” Universitas Negeri Yogyakarta, 2016. Pengaruh Perhatian Orang Tua, Budaya Sekolah dan Teman Sebaya Terhadap Karakter Religius Anak.” Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini 6, no.
Analisis Proses Pembelajaran Daring (ONLINE) Pada Masa Pandemi Covid-19 pada Guru Sekolah Dasar.” Jurnal Basicedu 4, No. Pendidikan Karakter Dalam Perspektif Islam (Studi Implementasi Pendidikan Karakter di Lembaga Pendidikan Islam).” Jurnal El-Hikmah Fakultas Tarbiyah UIN Malang No.Pengaruh Kepemimpinan Manajerial, Motivasi Kerja Dan Budaya Sekolah Terhadap Kinerja Guru.” Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan 22, no.
Analisis Peran Budaya Religius Sekolah Dalam Pembentukan Karakter Siswa.” Jurnal Pendidikan Nilai dan Karakter Indonesia 2, no.