• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKRIPSI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "SKRIPSI"

Copied!
87
0
0

Teks penuh

Efektivitas metode picture and picture terhadap keterampilan menulis karangan narasi siswa kelas IV SDN 2 Tonatan Ponorogo. Kelas eksperimen menunjukkan keefektifan penggunaan metode picture and picture terhadap keterampilan menulis karangan narasi siswa kelas IV SDN 2 Tonatan Ponorogo.

Identifikasi Masalah

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model gambar dan gambar pada mata pelajaran bahasa Indonesia khususnya materi menulis karangan narasi dapat meningkatkan kemampuan menulis karangan narasi kelas IV SD Negeri 16 Bermani Ilir. Sebelum diterapkan model pembelajaran visual dan visual, ketuntasan belajar klasikal siswa sebesar 57,1% dengan nilai rata-rata 64,1, dan setelah diterapkan model pembelajaran visual dan visual, kemampuan menulis karangan narasi pada siklus I meningkat yaitu 65,1% dengan nilai mean sebesar 67,8 kemudian meningkat yaitu pada siklus II yaitu ketuntasan kemampuan menulis. Komposisi narasinya mencapai 91,4% dengan rata-rata 81.4.17. Oleh karena itu saya sebagai peneliti tertarik untuk melaksanakan penelitian saya yang berjudul “Efektifitas Metode Gambar dan Gambar Terhadap Keterampilan Menulis Karangan Narasi Siswa Kelas IV SDN 2 Tonatan Ponorogo”.

Pembatasan Masalah

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Untuk mengetahui keefektifan metode picture and picture terhadap keterampilan menulis karangan narasi siswa kelas IV SDN 2 Tonatan Ponorogo. Bagi siswa di SDN 2 Tonatan Ponorogo, siswa dapat meningkatkan keterampilan menulis karangan narasi dalam proses pembelajaran.

Sistematika Pembahasan

Metode Pembelajaran Picture and Picture a. Pengertian Metode Pembelajaran

Siswa dilibatkan dalam merencanakan dan merumuskan kasta.26 Menurut Shoimin, kelebihan metode pembelajaran picture and picture adalah: Selain itu, metode pembelajaran picture and picture cukup menarik karena menggunakan gambar untuk mendorong siswa terlibat aktif dalam pembelajaran. proses belajar mereka.

Hakikat Keterampilan Menulis a. Pengertian Keterampilan Menulis

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa keterampilan menulis adalah kemampuan mengungkapkan gagasan atau perasaan dalam bentuk karangan atau cerita. Tujuan informasi/tujuan informasi (Information Purpose), penulisan bertujuan untuk memberikan informasi atau informasi kepada pembaca. Pada tahap ini penyempurnaan tulisan dilakukan dengan memperhatikan ejaan, tanda baca, kesesuaian isi dan judul, serta konsistensi isi tulisan.40.

Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa proses atau tahapan dalam menulis adalah tahap penulisan, tahap penyusunan, tahap revisi, dan tahap penyuntingan.

Karangan Narasi

Sejalan dengan pendapat tersebut, Ahmad Rofi’uddin dan Darmiyati Zuchdi menegaskan bahwa sasaran atau tujuan dalam proses penilaian adalah tingkat keefektifan pembelajaran untuk mencapai tujuan pengajaran khususnya keterampilan menulis narasi. Keterampilan menulis merupakan keterampilan berbahasa yang produktif, sehingga penilaian skor keterampilan menulis memegang peranan penting dalam menentukan tingkat literasi siswa. Keterampilan menulis naratif adalah kemampuan menyusun gagasan, perasaan, sikap, yang diungkapkan dalam bentuk tulisan, yang isinya merupakan peristiwa atau peristiwa yang dialami oleh pengarang sendiri atau orang disekitarnya, atau peristiwa yang berkembang dari imajinasi pengarang dan tersusun secara teratur. cara penyampaian dan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti.

Jadi, penulisan naratif adalah tulisan yang menggambarkan rangkaian peristiwa secara runtut dan dengan bahasa yang sederhana sehingga pembaca dapat mengalaminya sendiri dan menerima pesan dari penulisnya.

Efektivitas

Esai yang memuat hal-hal yang bermanfaat mengungkapkan esai dengan jelas, menciptakan kesatuan dan keteraturan antar paragraf, efisien dan berhasil dalam penggunaan kalimat, akurat dalam penggunaan ejaan, memiliki variasi kalimat. Karangan yang memuat hal-hal bermanfaat, ungkapan karangan kurang jelas, kurang kesatuan dan keteraturan antar paragraf, kurang efektif dan efisien dalam penggunaan kalimat, akurat dalam ejaan, mempunyai variasi kalimat. Karangan yang tidak memuat hal-hal yang bermanfaat, ungkapan dalam karangan tidak jelas, tidak tercipta kesatuan dan tidak ada pengorganisasian antar paragraf, tidak efektif dan efisien dalam penggunaan kalimat, tidak ada ketepatan dalam penggunaan ejaan. , tidak ada variasi kalimat.52.

Telaah Penelitian Terdahulu

“Dampak Penggunaan Model Pembelajaran Picture and Picture Terhadap Keterampilan Membuat Kalimat Siswa Kelas II SDN 92 Bembeng Kecamatan Masalle Kabupaten Enrekang”. Efektivitas Model Pembelajaran Picture and Picture Terhadap Hot Skill Siswa Kelas IV Materi IPA MI AL Anwar Sampiran KEC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keefektifan model pembelajaran picture and picture terbukti efektif terhadap keterampilan HOTS siswa kelas IV.

56 Dini Fitriani, Keefektifan model pembelajaran gambar dan gambar terhadap keterampilan HOTS siswa Kelas IV. Materi Ilmiah MI AL Anwar Sampiran KEC.

Kerangka Berpikir

Pendekatan Penelitian

Metode penelitian kuantitatif diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan filosofi positivisme, yang digunakan untuk meneliti populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel dilakukan secara acak, pengumpulan data menggunakan alat penilaian, analisis data bersifat kuantitatif atau statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditentukan. 59 Desain Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pretest Posttest Control Group Design, pada desain ini terdapat pretest sebelum diberikan treatment untuk mengetahui kemampuan awal siswa dalam keterampilan menulis. Setelah itu diberikan post-test untuk mengetahui kemampuan akhir siswa dalam kreativitas siswa dengan menggunakan metode gambar dan gambar.

Jenis Penelitian

Implementasinya, terlebih dahulu diberikan pretest yang fungsinya untuk mengetahui keadaan awal siswa. Kelompok eksperimen merupakan kelompok yang menggunakan metode foto dan gambar, sedangkan kelompok kontrol menggunakan metode ceramah. O1: Hasil kelompok eksperimen sebelum perlakuan O2: Hasil kelompok eksperimen setelah perlakuan. kelompok kontrol (tidak diobati).

Lokasi dan Waktu Penelitian

Populasi dan Sampel Penelitian 1. Populasi Penelitian

Sampel Penelitian

Atau sampel dapat menggunakan prosedur tertentu sehingga diharapkan dapat mewakili populasi.62 Hal ini mencakup sejumlah anggota yang dipilih dari populasi. Dengan mengambil sampel, peneliti ingin menarik kesimpulan yang akan digeneralisasikan kepada populasi.63 Teknik pengambilan sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah sampel jenuh. Menurut Suharsimi, jika subjeknya kurang dari 100, sebaiknya diambil seluruh populasi untuk dijadikan sampel penelitian, sehingga penelitian ini merupakan penelitian populasi.

Sampel dalam penelitian ini adalah kelas IV A yang berjumlah 16 siswa dan kelas IV B yang berjumlah 16 siswa.

Operasional Variabel Penelitian 1. Definisi Operasional

Variabel Penelitian

Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data 1. Instrumen Pengumpulan Data

Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre-test dan post-test ditinjau dari langkah pengumpulan data yang akan dilakukan. Dokumentasi adalah catatan tertulis tentang berbagai kegiatan atau peristiwa yang terjadi pada masa lalu.66 Teknik dokumentasi ini digunakan untuk memperoleh kegiatan penelitian berupa foto-foto yang dapat dikumpulkan selama kegiatan penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre-test dan post-test. Langkah-langkah pengumpulan data yang akan dilakukan adalah: Tes awal (pre-test). Tes awal dilakukan sebelum diberikan treatment, pre test dilakukan untuk mengetahui kemampuan yang dimiliki siswa sebelum menggunakan, setelah itu metode gambar dan gambar, dilakukan treatment dalam hal ini peneliti menggunakan gambar dan gambar. metode gambar, dan tes akhir (post-test) setelah dibahas, tindakan selanjutnya adalah posttest untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode gambar dan gambar.

Tes dalam penelitian ini digunakan untuk mengukur peserta didik dan mengukur keberhasilan program pengajaran yaitu untuk memperoleh data keefektifan metode foto dan foto.

Validasi dan Reliabilitas 1. Uji validitas

Uji Reliabilitas

Menurut Hadi, reliabilitas pengukuran menyangkut masalah stabilitas skor, masalah keterbacaan, atau keakuratan hasil pengukuran.68. Berdasarkan tabel tersebut dapat diketahui bahwa nilai koefisien alpha pada variabel keterampilan menulis karangan narasi adalah sebesar 0,765.

Teknik Analisis Data

Penerapan Menulis Karangan Narasi Menggunakan Metode Picture and Picture Siswa Kelas IV SDN 2 Tonatan Ponorogo

Pada pertemuan kedua siswa diberikan perlakuan penerapan metode gambar dan gambar pada materi esai narasi. Pre-test awal yang diberikan kepada siswa bertujuan untuk mengukur kemampuan menulis karangan narasi siswa sebelum menerapkan metode picture and picture. Pada pertemuan pengajaran kedua ini diberikan perlakuan untuk melakukan perlakuan menggunakan metode picture and picture terhadap keterampilan menulis karangan siswa.

Hasil pada kelas eksperimen dengan menggunakan metode picture and picture dapat membantu siswa kelas IV SDN 2 Tonatan Ponorogo untuk lebih meningkatkan keterampilan menulis karangan narasi.

Nilai pre-test dan post-test dicari nilai minimum, maksimum, mean dan standar deviasi siswa sebelum dan sesudah tes, dengan menggunakan SPSS versi 26. Berdasarkan hasil analisis deskriptif post-test. test dan pre-test masing-masing kelas kontrol – nilai minimal masing-masing adalah 38 dan 51, kemudian nilai maksimal post-test dan pre-test pada kelas kontrol masing-masing adalah 75 dan 92. Dengan selisih standar deviasi sebesar 2,369 antara pre-test dan pre-test masing-masing kelas kontrol. -test dan post-test, hanya terdapat perbedaan kecil pada kemampuan menulis karangan narasi setelah pembelajaran.

Perbedaan yang kecil antara standar deviasi pre-test dan post-test ditunjukkan dengan nilai selisih sebesar 2,369.

Nilai yang diperoleh siswa dinilai berdasarkan simpangan minimum, maksimum, mean dan standar deviasi kemudian dibandingkan dengan nilai siswa dari sebelum dan sesudah tes. Berdasarkan hasil tersebut maka nilai minimal analisis deskriptif post-test dan pre-test kelas eksperimen masing-masing adalah 30 dan 72. Rata-rata skor yang diperoleh kelas eksperimen baik pre-test maupun post-test menunjukkan perbedaan yang signifikan, yaitu 60,81 dan 86,31.

Melihat selisih standar deviasi yang diperoleh dari pre-test dan post-test yaitu sebesar 9,144, maka terdapat perbedaan keterampilan menulis karangan narasi yang diperoleh setelah diberikan perlakuan.

Tabel 4. 3 Data Nilai Keterampilan Menulis Kelas Eksperimen
Tabel 4. 3 Data Nilai Keterampilan Menulis Kelas Eksperimen

Infrensial Statistik 1. Uji Asumsi

Uji Hipotesis

Uji Independent Sample T-test dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan keterampilan menulis narasi dengan metode picture and picture untuk Kelas IV SDN 2 Tonatan Ponorogo. Metode gambar-dan-gambar efektif karena kelas kontrol dan kelas eksperimen mempunyai keterampilan menulis narasi yang berbeda secara signifikan. Metode pengajaran digunakan pada kelas kontrol, sedangkan metode picture and picture digunakan pada kelas eksperimen.

Hal ini menunjukkan bahwa siswa kelas IV SDN 2 Tonatan Ponorogo mempunyai kemampuan bercerita yang berbeda-beda dengan menggunakan metode gambar dan gambar.

Uji N-Gain

Jadi dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode picture and picture cukup efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis karangan narasi siswa kelas IV SDN 2 Tonatan Ponorogo. Sedangkan kelas kontrol yang menggunakan metode ceramah tidak efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis karangan narasi siswa kelas IV SDN 2 Tonatan Ponorogo.

Pembahasan

Penerapan Menulis Karangan Narasi Menggunakan Metode Picture and Picture Siswa Kelas IV SDN 2 Tonatan Ponorogo

Setelah semua materi disajikan dengan metode gambar demi gambar, tahap selanjutnya meminta siswa menjelaskan alasan rangkaian gambar yang mereka susun. Penggunaan metode picture and picture yang dilakukan dapat menginspirasi siswa untuk mengembangkan keterampilan menulis narasi sehingga siswa dapat memahami materi lebih dalam. Hasil yang lebih baik dicapai oleh kelompok eksperimen yang menggunakan metode gambar dan gambar dalam proses keterampilan menulis narasi.

Pengaruh Metode Gambar dan Gambar Terhadap Keterampilan Menulis Narasi Siswa Kelas IV SDN 2 Tonatan Ponorogo.

Pengaruh Metode Picture and Picture Terhadap Keterampilan Menulis Narasi Siswa Kelas IV SDN 2 Tonatan Ponorogo

Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa siswa pada kelas eksperimen atau yang proses pembelajarannya menggunakan metode gambar dan gambar mempunyai perbedaan keterampilan menulis cerita yang signifikan. Karena pembelajaran kelas eksperimen menggunakan metode picture and picture, maka secara umum terdapat perbedaan keterampilan menulis narasi antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Siswa lebih mudah mengkonversi ide alur cerita ke dalam bentuk tulisan berdasarkan gambar yang dilihatnya ketika siswa melakukan visualisasi dengan metode picture and picture, hal ini sangat berpengaruh terhadap keterampilan menulis karangan narasi siswa kelas IV SDN 2 Tonatan Ponorogo.

Keefektifan Penggunaan Metode Gambar-Gambar Terhadap Keterampilan Menulis Esai Narasi Siswa IV. kelas di SDN 2 Tonatan Ponorogo.

Efektivitas Penerapan Metode Picture and Picture Terhadap Keterampilan Menulis Karangan Narasi Siswa Kelas IV SDN 2 Tonatan Ponorogo

Hal ini terlihat dari hasil peningkatan keterampilan menulis karangan narasi siswa dari pre-test dan post-test. Penerapan metode gambar dan gambar dilakukan di kelas IV SDN 2 Tonatan Ponorogo. Pertama, peneliti mengajukan pertanyaan tentang esai naratif, kemudian siswa membuat judul esai yang bervariasi sesuai dengan cerita yang ingin ditulis oleh siswa sendiri. Kemudian pada pertemuan kedua dengan menggunakan metode picture and picture, siswa diberikan post-test dengan cara memilah gambar-gambar yang sesuai dan menuliskannya menjadi karangan narasi yang baik.

Penggunaan metode gambar dan gambar dalam pengolahan data memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pengaruh keterampilan menulis karangan narasi.

SARAN

Penerapan Model Pembelajaran Gambar dan Visual untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Esai Narasi di Kelas IV SD Negeri 16 Bermani Ilir. Institut Agama Islam Negeri Curup, Skripsi, 2019. Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Picture and Picture Terhadap Keterampilan Membuat Self-Punishment Siswa Kelas II SDN 92 Bembeng Kecamatan Masalle Kabupaten Enrekang. Universitas Muhammadiyah Makassar, Skripsi, 2019. Efektivitas Pendekatan Gambar dan Gambar Terhadap Keterampilan Menulis Esai Narasi Siswa Sekolah Dasar,” Jurnal Pendidikan Dasar dan Penelitian Karakter, Vol 2, No.

Pengaruh model pembelajaran picture and picture terhadap keterampilan menulis narasi,” Kansel PGSD Undiksha, Vol 7, no.

Referensi

Dokumen terkait