Uswatun hasanah atau keteladanan sangat penting dan berdampak besar dalam proses pendidikan etika moral pada anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk-bentuk uswatun hasanah orang tua dalam pendidikan akhlak, faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan uswatun hasanah dalam pendidikan akhlak pada anak di Desa Tanjungjaya Kecamatan Bangunrejo Kabupaten Lampung Tengah. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif lapangan yang dilaksanakan di Desa Tanjung Jaya Kecamatan Bangunrejo Kabupaten Lampung Tengah.
Gambaran Umum Bentuk Uswatun Hasanah Orang Tua Dalam Pendidikan Etika Dan Moral Pada Anak Di Desa Tanjung Jaya Kecamatan Bangunrejo Kabupaten Lampung Tengah. Analisis Bentuk Uswatun Hasanah Orang Tua Dalam Pendidikan Etika Dan Moral Pada Anak Di Desa Tanjung Jaya Kecamatan Bangunrejo Kabupaten Lampung Tengah.
PENDAHULUAN
Pertanyaan Penelitian
Bagaimana bentuk uswatun hasanah orang tua dalam pendidikan budi pekerti pada anak di Desa Tanjung Jaya Kecamatan Bangunrejo Kabupaten Lampung Tengah. Apa saja faktor pendukung pelaksanaan uswatun hasanah dalam pendidikan budi pekerti pada anak di Desa Tanjung Jaya Kecamatan Bangunrejo Kabupaten Lampung Tengah. Apa saja faktor penghambat pelaksanaan uswatun hasanah dalam pendidikan budi pekerti pada anak di Desa Tanjung Jaya Kecamatan Bangunrejo Kabupaten Lampung Tengah.
Tujuan Penelitian Dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian
Penelitian yang Relevan
- Pengertian Orangtua
- Aspek-aspek Keteladanan Akhlak
Skripsi Wiji Eko Susilo NPM : 92181474 berjudul : “Teladan Orang Tua Dalam Pembentukan Akhlak Anak Di Desa Saptomulyo Kecamatan Punggur Kabupaten Lampung Tengah Tahun 1997”. baik dan bermanfaat di lingkungan desa dan masyarakat. Artinya : Sesungguhnya telah ada suri teladan yang baik bagimu pada diri Ibrahim dan orang-orang yang bersamanya ketika mereka berkata kepada kaumnya: Sesungguhnya kami telah memisahkan diri dari apa yang kamu sembah selain Allah SWT, kami mengingkari kekafiranmu dan telah jelas antara kami dan kamu permusuhan dan permusuhan selamanya, sampai kamu beriman kepada Allah saja, kecuali dalam perkataan Ibrahim. Artinya : Sesungguhnya pada mereka (Ibrahim dan kaumnya) ada suri tauladan yang baik bagi-Nya, yaitu bagi orang-orang yang mengharap pahala dan keamanan Allah pada hari itu.
Sehingga orang tua berperan penting dan bertanggung jawab dalam pendidikan anak sekaligus menjadi contoh atau panutan yang baik bagi anaknya. Selain itu, hendaknya orang tua memberikan contoh yang baik terutama kepada anak-anaknya, membimbingnya ke jalan yang benar dengan memberikan arti pertolongan, pengorbanan, dan lain-lain terlebih dahulu.
Pendidikan Etika Berakhlak pada Anak 1. Pengertian Pendidikan Etika
- Pengertian Akhlak pada Anak
- Pendidikan Etika Berakhlak pada Anak
Pendidikan etika adalah proses mendidik, mengasuh, membentuk dan memberikan pelatihan mental dan fisik tentang etika dan kecerdasan, baik secara formal maupun informal, untuk menghasilkan manusia yang maju. Berdasarkan pendapat di atas bahwa pendidikan budi pekerti harus ditanamkan sejak dini, baik dari keluarga maupun dari lingkungan sekolah. Pendidikan etika harus ditanamkan sejak dini oleh orang tua, baik dari keluarga maupun dari lingkungan.
Berdasarkan pendapat di atas hendaknya orang tua membimbing atau memberi contoh yang baik sesuai dengan apa yang telah diajarkan oleh Rasulullah s.a.w.s. yaitu keteladanan yang baik, agar anak cenderung meniru perilaku keteladanan yang baik terutama dalam pendidikan etika bertetangga, sebagaimana adab untuk orang tua, ulama. ’, menghormati dan menghargai orang lain, persaudaraan dan sopan santun dalam meminta izin dll. Faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan Uswatun Hasanah bentuk orang tua dalam pendidikan akhlak dan moral.
Faktor-Faktor Pendukung dan Penghambat Pelaksanaan Bentuk-bentuk Uswatun Hasanah Orangtua dalam Pendidikan Etika Berakhlak pada
- Faktor Pendukung Pelaksanaan Bentuk-bentuk Uswatun Hasanah Orangtua dalam Pendidikan Etika Berakhlak pada Anak
- Faktor Penghambat Pelaksanaan Bentuk-bentuk Uswatun Hasanah Orangtua dalam Pendidikan Etika Berakhlak pada Anak
Berdasarkan pendapat di atas, seorang anak yang mendapat pendidikan moral dari keluarga akan lebih terbantu dalam proses perkembangan moral, faktor keluarga menjadi sangat dominan dalam mewujudkan generasi yang berakhlak baik. Keluarga terutama orang tua yang memberikan contoh yang baik kepada anak akan membiasakan anak berperilaku baik saat berada di luar rumah. Berdasarkan pendapat di atas, maka lingkungan merupakan awal anak mendapatkan pendidikan, termasuk dalam pendidikan akhlak, dalam memajukan akhlak anak, lingkungan memegang peranan yang sangat penting, anak hidup dalam lingkungan yang baik dan sebagai panutan yang dapat digunakan bagi anak, kemudian anak akan meniru apa yang dilihatnya setiap hari, kemudian anak juga akan meniru.
Dari pernyataan di atas, interaksi antara anak dengan lingkungan tidak dapat dihindari karena anak membutuhkan tempat bermain dan teman untuk diajak bicara sebagai bentuk sosialisasi. Lingkungan rumah dan lingkungan sosial anak yang jauh dari nilai-nilai Islam lambat laun akan memudarkan pendidikan agama terutama pendidikan akhlak yang selama ini ditanamkan baik di rumah maupun di sekolah.
Sumber Data
Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif, “Penelitian deskriptif adalah metode penelitian yang berusaha menggambarkan dan menginterpretasikan objek sebagaimana adanya.”34 Penelitian deskriptif pada umumnya dilakukan secara sistematis dan fakta serta ciri-ciri objek atau subjek tersebut diselidiki. tepat. Berdasarkan jenis penelitian deskriptif dan menggunakan pendekatan fenomenologi, dapat diasumsikan bahwa sifat penelitian ini adalah deskriptif kualitatif lapangan. Anak-anak, peneliti mendapatkan informasi bagaimana anak dalam pendidikan budi pekerti telah diajarkan oleh orang tua di Desa Tanjung Jaya Kecamatan Bangunrejo Kabupaten Lampung Tengah dalam pembelajaran di lingkungan sehari-hari dan dapat melihat kepribadian anak di Desa Tanjung Jaya Kecamatan Bangunrejo Tengah Kabupaten Lampung.
Teknik Pengumpulan Data
- Observasi
- Dokumentasi
Teknik interview atau wawancara disini penulis gunakan untuk mencari informasi dari orang tua di Desa Tanjung Jaya Kecamatan Bangunrejo Kabupaten Lampung Tengah yaitu Bapak. Ahmad Jarkoni, Bpk. Muhamad Yasin, Bpk. Siaful Anwar, Bpk. Sukadi dan Bpk. Sumito pada tanggal 4-6 November 2015 yang dijadikan objek penelitian berupa uswatun hasanah dalam pendidikan akhlak dan akhlak anak di Desa Tanjung Jaya Kecamatan Bangunrejo Kabupaten Lampung Tengah yaitu dengan melakukan wawancara kepada tiga orang anak yaitu (IN ) anak bapak (AJ), (AM) anak bapak (MY), (SCM) ) anak bapak (SA), (RS) anak bapak (SK), dan (SN ) putra bapak (SM) pada tanggal 09-11 November 2015. Berdasarkan pendapat di atas dapat dijelaskan bahwa metode observasi adalah metode mengamati perilaku manusia sebagai peristiwa nyata yang memungkinkan kita menganggap perilaku sebagai ' mempertimbangkan sebuah proses. Melihat dari beberapa hal tersebut, terlihat bahwa melalui metode observasi, peneliti akan mencari dan mengumpulkan data dan informasi mengenai bentuk-bentuk uswatun hasanah orang tua dalam pendidikan akhlak dengan cara melakukan observasi, memusatkan perhatian pada gejala, peristiwa atau sesuatu yang terjadi. sekitar. subyek yaitu di desa Tanjung Jaya, Kecamatan Bangunrejo, Kabupaten Lampung Tengah.
Berdasarkan penjelasan di atas, metode observasi yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah observasi non partisipan, yaitu metode observasi dimana peneliti hanya sebagai pengamat independen dan tidak berpartisipasi. Proses pengajaran atau pemberian contoh bentuk uswatun hasanah orang tua dalam pendidikan etika akhlak bagi anak. Teknik ini digunakan peneliti untuk mendapatkan data dari catatan desa yaitu sejarah berdirinya Desa Tanjung Jaya Kecamatan Bangunrejo Kabupaten Lampung Tengah, status orang tua Desa Tanjung Jaya Kecamatan Bangunrejo Kabupaten Lampung Tengah, status anak-anak dari Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Bangunrejo, Kabupaten Lampung Tengah, struktur organisasi Desa Tanjung Jaya Bangunrejo, Kabupaten Lampung Tengah, dan kondisi sarana dan prasarana di Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Bangunrejo, Kabupaten Lampung Tengah.
Uji Keabsahan Data
Dokumentasi adalah metode yang digunakan untuk mencari informasi tentang hal-hal atau variabel berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, tanda, risalah rapat, kalender, agenda, dan lain-lain. Triangulasi adalah uji kredibilitas yang diartikan sebagai pengecekan data dari sumber yang berbeda dengan cara yang berbeda dan pada waktu yang berbeda. Pengujian kredibilitas data dilakukan dengan triangulasi, yaitu dengan bantuan triangulasi teknis dan triangulasi sumber data.
Triangulasi teknis dilakukan dengan mengajukan pertanyaan yang sama dengan menggunakan teknik yang berbeda yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan uraian di atas, peneliti menggunakan triangulasi teknis dalam penelitian ini, yang dimaksud dengan triangulasi teknik pengumpulan data adalah pengecekan kredibilitas data dengan cara memverifikasi data kepada informan dengan menggunakan teknik wawancara.
Teknik Analisis Data
Kesimpulan: Berdasarkan penjelasan di atas, Bapak (SM) mengajar anak-anaknya supaya sentiasa berbuat baik. Kesimpulan: Berdasarkan penjelasan di atas, Bapa (SK) mengajar anak-anaknya supaya sentiasa mencintai Allah SWT dan Rasul-Nya. Kesimpulan: Berdasarkan penjelasan di atas, Bapa (SA) mengajar anak-anaknya supaya sentiasa mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Allah SWT.
Kesimpulan: Berdasarkan penjelasan di atas, Pak (SK) telah mengajarkan anak-anak untuk selalu membuang sampah. Simpulan: Berdasarkan penjelasan di atas Bapak (SA) telah mengajarkan kepada anak-anak untuk selalu menjaga lingkungan yang sehat dan bersih. Kesimpulan: Berdasarkan penjelasan di atas, Bapak (AJ) telah mengajarkan anak-anaknya untuk hidup bersih dan sehat.
Kesimpulan: Berdasarkan penjelasan di atas, Bapak (MY) mengajarkan anak-anaknya untuk hidup bersih dan sehat. Kesimpulan: Berdasarkan penjelasan di atas, Anda (SA) telah mengajarkan kepada anak Anda untuk selalu tutup mulut saat berbicara dengan orang tua. Kesimpulan: Berdasarkan pemaparan diatas Bapak (SK) memberikan contoh kepada anak agar selalu menyayangi orang tuanya.
Kesimpulan: Berdasarkan penjelasan di atas, Anda (SK) telah mengajarkan anak-anak Anda untuk mencintai saudara dan keluarganya. Kesimpulan: Berdasarkan penjelasan di atas, Pak (AJ) telah mengajarkan kepada anak-anaknya untuk selalu mengutamakan persahabatan dengan orang lain. Kesimpulan: Berdasarkan penjelasan di atas, Bapak (MY) telah mengajarkan kepada anak-anak untuk selalu mengutamakan persahabatan dengan orang lain.
Kesimpulan: Berdasarkan pemaparan di atas, (AJ) mengajarkan kepada anak untuk selalu saling membantu dalam kebaikan. Kesimpulan: Berdasarkan pemaparan di atas, anak-anak (KU) telah belajar untuk selalu saling membantu dalam kebaikan. Kesimpulan: Berdasarkan penjelasan di atas, (AJ) mengajarkan anak untuk membuang sampah pada tempatnya.
Kesimpulan: Berdasarkan pemaparan di atas, anak-anak (MY) sudah belajar membuang sampah pada tempatnya.
KESIMPULAN
Saran
Berdasarkan hasil penelitian dan fakta di lapangan, penulis dapat memberikan saran atau masukan yang mungkin dapat bermanfaat bagi Desa Tanjung Jaya Kecamatan Bangunrejo Kabupaten Lampung Tengah. Orang tua hendaknya lebih memperhatikan, membimbing, mengarahkan dan memotivasi anak agar lebih aktif dalam belajar, baik di sekolah maupun di masyarakat. Bagi anak-anak hendaknya lebih meningkatkan kualitas etika moralnya agar lebih baik lagi dan menerapkannya di sekolah atau di masyarakat.
Bagi peneliti, semoga penelitian ini dapat bermanfaat khususnya bagi penulis dan pembaca untuk kepentingan umum dan kehidupan sehari-hari. Al-Khal'awi, Mahmud dan Mursi, Muhammad Said, Cerdas Mendidik Anak, Solo: Insan Kamil, 2007. An-Nahlawi, Abdurrahman, Asas dan Metode Pendidikan Islam, Dalam Keluarga, Sekolah dan Masyarakat, Jakarta: Bintang Bulan, 2000.
KERANGKA TEORI
Faktor Pendukung dan Penghambat Implementasi Bentuk Uswatun Hasanah Lansia dalam Pendidikan Etika Anak. Faktor pendukung implementasi bentuk Uswatun Hasanah orang tua dalam pendidikan akhlak anak2.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
PENUTUP