C O N T I N U I T Y & A L T E R N A T I V E E D I T I N G
P R E S E N T E D B Y K E L O M P O K 1
Pengertian Continuity Editing
01 02
Penerapan Continuity Editing pada film
03
Pengertian Alternative Continuity Editing
04
D A F T A R I S I
05
Penerapan Continuity Editing pada film Contoh Continuity EditingContinuity editing merupakan sebuah konsep editing yang bertujuan untuk menciptakan kesinambungan cerita dengan cara menjaga runtutan peristiwa, ruang, dan waktu untuk terus mengalir dengan utuh dan tetap konsisten sepanjang film.
-Studio Antelope
C O N T I N U I T Y E D I T I N G
D I B A G I M E N J A D I D U A
atau disebut juga dengan ruang
Spatial Temporal
atau disebut juga dengan waktu
J E N I S C O N T I N U I T Y E D I T I N G
Aksi yang dilakukan oleh karakter pada shot pertama dilanjut pada shot berikutnya
Match On Action
iSatu adegan yang sama dengan dua shot, namun shot kedua terjadi sebuah perubahan dalam objek atau tokoh.
Cheat Cut
Memperlihatkan apa yang dilihat oleh arah pandang karakter pada shot pertama
Eyeline Match
memperkenalkan ulang (biasanya wide shot) setting yang ditempati oleh karakter.
memperkenalkan ulang (biasanya wide shot) setting yang ditempati oleh karakter.
Re-establish Shot
Shot yang biasanya wide shot digunakan untuk menunjukan setting karakter itu berada
Establishing Shot
Reverse Shot
Sebuah aturan garis imajiner yang tidak boleh dilewati agar menjaga kontinuitas pada gambar.
180 degree rule
Adegan Establishing Shot
(0:25) (0:09)
Pada adegan ini, Establish shot digunakan untuk
memperkenalkan lingkungan sekitar dari si karakter. Hal ini menciptakan spasial kontinuitas sehingga dapat
kesan kontinu kepada shot berikutnya.
Adegan Match on Action
(1:50) (1:51)
Pada adegan ini, Match on action digunakan pada adegan si karakter utama mengayunkan pedang nya dari atas ke bawah. Hal ini menimbulkan kesan konti dikarenakan aksi yang dilakukan pada shot pertama dilanjutkan pada shot berikut nya.
Adegan Cheat Cut
(5:05) (5:06)
Cheat Cut pada shot ini sangat terlihat jelas, perbedaan jarak yayan ruhian yang tertebas.
Adegan Eyeline Match
(3:24) (3:27)
Eye line match pada scene ini menciptakan kesan spatial continuity untuk memberi tahu kepada penonton apa yang kang yayan ruhiyan lihat.
Adegan Shot / Reverse Shot
(1:45) (1:47)
Reverse shot ini digunakan untuk memberikan sudut pandang dari karakter lain sehingga hal ini dapat memberikan kesan spatial continuity.
Adegan - Re-establishing Shot
(1:45) (1:47)
Shot ini digunakan untuk mengingat kembali lingkungan yang diperkenalkan di adegan sebelumnya.
A L T E R N A T I V E C O N T I N U I T Y
Alternative continuity merupakan konsep di luar dari continuity editing yang dimana tetap memberikan kesan konsisten dan juga kontinuiti yang tidak disadari oleh penonton.
Adegan Temporal
(2:30) (2:57)
Diawali dengan long shot untuk memberi informasi pada penonton bahwa tokoh-tokoh dalam adegan tersebut sedang mempersiapkan diri sebelum menyerang. Shot selanjutnya melibatkan banyak cut untuk memberi ketegangan dan kecepatan dari aksi tokoh yang akan berdampak pada reaksi penonton.
Adegan Diskontinuitas Temporal dan Spasial
Pada scene bertarung, terlihat bahwa sutradara melanggar garis imajiner 180 derajat. Namun, dikarenakan fast cut dan motion, hal ini tidak terlihat dengan jelas sebagai diskontinuitas. Pelanggaran garis imajiner ini, memberikan kesan insecurity dikarenakan ketiga nya bertarung di ujung kematian.