• Tidak ada hasil yang ditemukan

Slide tentang Dermatovenerologi - 1

N/A
N/A
yuliza ashari

Academic year: 2023

Membagikan "Slide tentang Dermatovenerologi - 1"

Copied!
183
0
0

Teks penuh

(1)

K U L I T &

K E L A M I N

d r . A y u m i

Dermatovenerologi-1

(2)

• UKMPPD CBT terdiri dari 150 soal dalam 200 menit à 1 soal = 1 menit

• Baca soal à Baca Kasus à Kata kunci à Informasi tambahan

• Pemeriksaan Objektif > Subjektif

• Jika kesulitan à Eksklusi jawaban à Memperbesar kemungkinan untuk benar

2

• Bedakan antara terapi yang tepat, definitive, abortif, suportif, awal dan pendukung

Terapi awal : Tatalaksana simtomatis / kegawat daruratan

Terapi definitive : Terapi yang langsung ke etiologi

Terapi supportif: Terapi yang

membantu dalam terapi

utama.

(3)

Mendiagnosis, melakukan penatalaksanaan secara mandiri dan tuntas

4A. Kompetensi yang dicapai pada saat lulus dokter

4B. Profisiensi (kemahiran) yang dicapai setelah selesai internsip dan/atauPendidikan Kedokteran Berkelanjutan (PKB)

4

Mendiagnosis, melakukan penatalaksanaan awal, dan merujuk

3A. Bukan gawat darurat

3B. Gawat darurat

3

Mendiagnosis dan merujuk

•Lulusan dokter mampu membuat diagnosis klinik terhadap penyakit tersebut dan menentukan rujukan yang paling tepat bagi penanganan pasien selanjutnya.

2

Mengenali dan menjelaskan

•Lulusan dokter mampu mengenali dan menjelaskan gambaran klinik penyakit, dan

mengetahui cara yang paling tepat untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai penyakit tersebut, selanjutnya menentukan rujukan yang paling tepat bagi pasien.

1

(4)

o Dermatologi Umum o UKK

o Infeksi Jamur o P.Versikolor

o Dermatofitosis/Tinea o Kandidiasis

o Infeksi Virus o Varisela

o Herpes Zooster o Herpes Simpleks o HFMD

o Veruka Vulgaris

o Moluskum Kontangiosum

o Infeksi Bakteri o Pioderma o Eritrasma o Lepra

o Reaksi Lepra o Skrofuloderma o Infeksi Parasit

o Skabies o Pedikulosis

o Cutaneous Larva Migrans o Lesi Eritro-Skuamosa

o Pitiriasis Rosea o Psoriasis

o Dermatitis Seboroik o Kelainan Rambut

o Alopesia Areata o Alopesia Androgenik o Effluvium

(5)

Dermatologi

Umum

(6)

UKK Primer

6

• Ruam berbatas tegas, setinggi permukaan kulit

• Perubahan warna kulit Makula –

Patch

• Penonjolan di atas permukaan kulit,

sirkumskripta, d < 0.5 cm

• Isi zat padat Papul – Plak

• Masa padat

sirkumskripta, infiltrate terletak di kutis, subkutis, d > 1 cm

• Nodulus < 1 cm

Nodul (Nodus)

(7)

UKK Primer

7

• Gelembung berisi cairan

serous, d < 0.5 cm, dasar dan Vesikel - Bullae atas

• Vesikel berisi nanah, nanah mengendap à vesikel

hipopion Pustul

• Ruangan berdinding (kapsul) dan berisi cairan, sel, debris Kista

• Edema setempat yang timbul mendadak dan hilang

sendirinya Urtikaria (wheal)

7

(8)

UKK Sekunder

8

• Lapisan stratum korneum yang terlepas dari kulit

Skuama (Scale)

• Cairan tubuh yang mengering di atas kulit

Krusta

• Kehilangan jar sampai ujung papilla dermis

Ekskoriasi

• Penebalan kulit, relief kulit makin jelas

Likenifikasi

88

(9)

UKK Sekunder

9

• Keretakan/belahan kulit epidermis/≥ dermis

Fissura

• Kehilangan jaringan yang tidak melampaui str basale

Erosi

• Kehilangan jar kulit yg meluas sampai lapisan ≥ dermis

• Tepi, dinding, dasar, isi Ulkus

• Kumpulan pus dalam jaringan, batas dg jaringan sekitarnya tidak jelas

Abses

99

(10)

UKK Sekunder

10

• Pelebaran PD kapiler, menetap

Telangiektasis

• Ruam khas pada acne Komedo

• Ekstravasasi RBC Purpura

Khusus

(11)

UKK

11

Ukuran

• Milier: sebesar kepala jarum pentul

• Lentikular: sebesar biji jagung

• Numular: sebesar uang logam

• Plakat: lebih besar dari numular

Linier

Annular

Arsinar

Susunan

Susunan

Polisiklik

Herpetiformis

Irisformis

Berkelompok

Konfluens

Korimbiformis

(12)
(13)

Infeksi Jamur

K U L I T K E L A M I N

(14)

Infeksi Jamur

14

Parameter Tinea Ptyriasis Versikolor Candidiasis

Mikroorganisme Trycophyton Sp., Epidermophyton Sp., Microsporum Sp. Malasezzia furfur Candida albicans

Lokasi Lesi Badan

(T. Korporis) Kepala (T. Kapitis) Kaki (T. Pedis) Daerah sering terkena keringat

Kulit

Lipatan kulit

Peiranal (Diaper’s Rash)

Vulvovagina

Mukosa oral

Bentuk Lesi

Gatal

Batas tegas

Polisiklik

Pinggir aktif

Central healing

Gray patch (ektothrix)

Black dot (endothrix)

Kerion (Bengkak, pus + dari folikel, seperti sarang lebah)

Interdigitalis

Terutama sela jari IV-V

Skuama, fisur, maserasi

Gatal menahunà tidak gatal

Kronik

Papuloskuamosa

Hiperkeratotik

Lesi multipel

Batas tegas

Skuama halus

Hipopigmentasisampai dengan hiperpigmentasi

Lesi satelit (korimbiformis)

Kandidosis mukosa

Kandidosis kutis

Kandidosis sistemik

Reaksi id (kandidid)

Maserasi (+)

Pemeriksaan KOH Hifa sejati dan arthrospora Meatball and spaghetti (hifa pendek

dan spora bulat) Pseudohifa dan blastospora

Lampu Wood Kuning kehijauan Kuning keemasan Fluoresensi (-)

Dermatophyte Kulit Rambut Kuku

Microsporum X X

Trichophyton X X X

Epidermophyton X X

(15)

Pitiriasis Versikolor

K U L I T K E L A M I N

4

(16)

Definisi

• Infeksi oportunistik kulit yang disebabkan oleh jamur Malassezia sp.

Faktor Risiko

• Lingkungan yang panas dan lembap

Hiperhidrosis à keadaan berkeringat

Malassezia sp.

4

(17)

Manifestasi Klinis

• Makula/papul hipopigmentasi/hiperpigmentasi à versikolor = banyak warna

berskuama halus à pityriasis = skuama halus (fingernail sing)

• Predileksi: dada & punggung atas, lengan atas

• Dapat muncul gejala gatal ringan à diperberat saat berkeringat

Lesi Hipopigmentasi Lesi Hiperpigmentasi

4

(18)

Pemeriksaan Penunjang

• Lampu Wood: lesi kulit berpendar kuning-keemasan

• Mikroskopi KOH 20%

• Bahan: Kerokan kulit

• Hasil positif: hifa pendek dengan blastospora à spaghetti and meatballs

MED + EASY

KOH Jamur : PETI KEMAS TINJA PETI KEMAS à

Pityriasis Versicolor à Kuning Keemasan Tinja à Tinea Hijau

4

(19)

Tatalaksana Topikal

Lini pertama

Sistemik

Lesi luas / sulit sembuh

Rumatan

Kasus kronis berulang

4

(20)

Topikal

Sampo ketokonazol 2% : Dioleskan pada lesi 5 menit sebelum mandi, 1x/hari, 3 hari berturut-turut

Sampo selenium sufida 2,5% : Dioleskan pada lesi 15-20 menit sebelum mandi, 1x/hari, selama 3 hari, diulangi 1 minggu kemudian

• Sampo zinc pyrithione 1% : Dioleskan pada lesi 7-10 menit sebelum mandi, 1x/hari atau 3-4x /minggu

• Mikonazol krim : Dioleskan pada lesi 2x/hari selama 7 hari (khusus wajah dan genitalia)

• Terbinafin krim 1% : Dioleskan pada lesi 2x/hari selama 7 hari

4

(21)

Sistemik

Ketoconazole 1x200mg 10 hari

• Itraconazole 1x200mg 7 hari atau 1x100 mg 2 minggu

• Fluconazole 400mg DT atau 300mg/minggu selama 2 – 3 minggu

Terapi rumatan à pada kasus kronis berulang

• Topikal: terapi diberikan setiap 1-2 minggu

• Ketokonazol oral: 2x200 mg/hari setiap 1 bulan

4

MED

+

EASY Tatalaksana Pityriasis Versicolor (1

st

Choice): Pa SeTo 2 Panu

Selenium sulfide 2,5%

KeToconazole 1x200mg 10 hari

(22)

Tinea

K U L I T K E L A M I N

4

(23)

Tinea/Dermatofitosis

Tatalaksana umum Tinea : Terbinafine

Perhatikan sediaan (topical / sistemik) dan dosis (ingat, tinea SKDI 4!)

Parameter Tinea

Mikroorganism

e Trycophyton Sp., Epidermophyton Sp., Microsporum Sp.

Lokasi Lesi Badan

(T. Korporis) Kepala (T. Kapitis) Kaki (T. Pedis)

Bentuk Lesi

Gatal

Batas tegas

Polisiklik

Pinggir aktif

Central healing

Gray patch (ektothrix)

Black dot (endothrix)

Kerion (Bengkak, pus + dari folikel, seperti sarang lebah)

Interdigitalis

Terutama sela jari IV- V

Skuama, fisur, maserasi

Gatal menahunà tidak gatal

Kronik

Papuloskuamosa

Hiperkeratotik Pemeriksaan

KOH Hifa sejati dan arthrospora

Lampu Wood Kuning kehijauan

Dermatophyte Kulit Rambut Kuku

Microsporum X X

Trichophyton X X X

Epidermophyton X X

• Infeksi jamur superfisial yang disebabkan oleh dermatofita

Definisi

• Lesi berbatas tegas, tepi aktif/meninggi, central healing

UKK

Immunocompromised(mis: DM), higienitas buruk

Faktor Resiko

(24)

Tinea Kapitis

3A

(25)

Tinea Kapitis

25

M. canis*

M. audouinii*

M. gypseum

M. ferrugineum*

M. distortum*

T. rubrum (jarang)

25

T. tonsurans

T. violaceum

T. soudanense

T. gourvilli

T. yaoundei

T. rubrum (jarang)

T. schoenleinii**

*Fluoresensi kuning

** Fluoresensi biru-keputihan

Ectothrix

Endothrix

Favus

T. Mentagrophytes

Kerion (inflammatory)

Etiologi: Trichophyton Sp, Microsporum Sp.

Faktor Resiko: Immunocompromised (DM, HIV), higienitas buruk

(26)

Favus/

Schoenleinii

• Bentuk berat dan kronis berupa plak eritematosa perifolikular dengan skuama

Krusta tebal kekuningan

(scutula) dengan mousy odor Grey Patch/

Non inflammatory type

• Inflamasi minimal, alopesia, rambut daerah lesi berwarna abu-abu,mudah patah sampai akar, dan disertai skuama

• Lampu Wood berfluoresensi hijau

Black dot

• Inflamasi minimal, alopesia, rambut mudah patah,

meninggalkan kumpulan titik hitam pada alopesia dengan skuama

Kerion/

Inflammatory type

• Inflamasi berat, alopesia,lesi berupa nodul/pustul, gatal,

• Dapat disertainyeridan

limfadenopati servikal posterior

Tinea Kapitis

(27)

Pemeriksaan Penunjang

• Pemeriksaan larutan KOH 10 %

• Dilakukan dengan larutan KOH 10%

• Pemeriksaan lampu Wood

Hijau-kekuningan (infeksi Microsporum, kecuali M.gypseum)

• Biru (infeksi T.schoenleinii)

• Kultur dengan Agar Saboraud

(28)

Tatalaksana

•Topikal

•Sampo selenium sulfide 1% dan 2,5% 2-4 kali/minggu

•Sampo ketoconazole 2% 2 hari sekali selama 2-4 minggu

•Sistemik

•Obat pilihan:

Griseofulvin fine particle 20-25 mg/kgBB/hari dan ultramicrosize 10-15 mg/kgBB/hari selama 8 minggu

•Alternatif:

•Itrakonazol 50-100 mg/hari atau 5 mg/kgBB/hari selama 6 minggu

•Terbinafin 4 minggu

•BB 10-20 kg: 62,5 mg/hari

•BB 20-40 kg: 125 mg/hari

•BB >40 kg: 250 mg/hari

MED

+

EASY

GM (Greypatch Microsporum) =GIT 864 Griseofulvin 8Minggu

Itrakonazole6Minggu Terbinafin 4Minggu

Monoterapi topical tidak cukup àharus disertai denganterapi sistemik Jika ada pilihan topical dan sistemik di opsià pilih terapi sistemik

(29)

Tinea Korporis &

Kruris

4

(30)

Predileksi

• Korporis: area kulit tubuh yang tidak berambut (badan, ekstremitas, wajah)

• Kruris: daerah lipat paha/inguinal, daerah perineum, dan sekitar anus, dapat juga meluas ke suprapubis

Manifestasi Klinis

• Lesi bulat/lonjong, berbatas tegas terdiri atas eritema, skuama, kadang dengan vesikel dan papul di tepi

• Daerah tengah lebih tenang (central healing)

• Lesi menahun umumnya tak tampak tanda radang dan bewarna kehitaman disertai sedikit sisik

4

Etiologi tersering : T. Rubrum

(31)

Pemeriksaan Penunjang

• Kerokan kulit dengan KOH 20%

• Tampak hifa panjang dan atau artospora

• Kultur dengan Agar Saboraud

4

Tatalaksana

Topikal

• Pilihan: Terbinafin krim 1% 1x/hari selama 1-2 minggu

• Alternatif: Mikonazol, ketokonazol, klortrimazol 2x/hari selama 4-6 minggu

Sistemik

• Pilihan: Terbinafin oral 250 mg/hari selama 2 minggu

• Alternatif:

• Itrakonazol 2x100 mg/hari selama 2 minggu

• Griseofulvin 500 mg/hari selama 2-4 minggu

• Ketokonazol 200 mg/hari

(32)

Onikomikosis

4

(33)

Definisi

• Semua infeksi pada kuku yang disebabkan oleh jamur dermatofita, jamur nondermatofita, atau ragi (yeasts)

• Mengenai kuku tangan dan kaki Klasifikasi

3A

Jika disebabkan jamur dermatofitaà Tinea unguium

• Onikomikosis subungual proksimal (OSP)

• Onikomikosis subungual distal lateral (OSDL)

• Onikomikosis superfisial putih (OSP)

• Ditemui distrofi, hipertrofi, onikolisis, perubahan warna kuku dengan lokasi sesuai

bentuk klinis

(34)

Klasifikasi

•Mulai dari tepi distal atau distolateral kuku àmenjalar ke proksimal

•Berkaitan dengantinea pedis OSDL

•Menyebar dari proksimal àdistal arah distal

•Faktor risiko: Immunocompromised (mis: HIV) OSP

•Invasi lapisansuperfisial lempeng kuku à bercak putih, kuku lunak dan rapuh

Superfisial putih

•Paronikia (menyerang matriks), menyeranglipatan kuku yang sudah onkolisis

Candida

3A

(35)

Pemeriksaan Penunjang

• Pemeriksaan KOH 20% sampel kuku : tampak hifa panjang/sejati (bersekat/bercabang) + spora berderet (arthrospora)

Tatalaksana

• Lini pertama :

• Kuku tangan : terbinafine 1x250 mg/hari selama 6 mgg

• Kuku kaki : terbinafine 1x250 mg/hari selama 12-16 mgg

• Lini kedua :

• Kuku tangan : Itrakonazol dosis denyut 2x200mg/hari selama 1 minggu, istirahat 3 minggu (2 denyut) atau 200 mg/hari selama 2 bulan

• Kuku kaki : Itrakonazol dosis denyut 2x200mg/hari selama 1 minggu, istirahat 3 minggu (3-4 denyut) atau 200 mg/hari selama

3 bulan KOH 20%

3A

(36)

Tinea

36

4

(37)

Tatalaksana Tinea

37

Diagnosis Etiologi Tatalaksana

Tinea capitis & barbae T. tonsurans, M. canis,

M. audouinii • Griseofulvinfine particle 20-25 mg/kgBB/hari

Tinea corporis & cruris T. rubrum

Topikal

• 1stline : Terbinafinkrim 1% 1x/hari selama 1-2 minggu

• Alternatif : Mikanozol, ketokonazol, klotrimazol 2x/hari selama 4-6 minggu Sistemik

• 1stline : Terbinafinoral 250 mg/hari selama 2 minggu

• Alternatif :

• Itrakonazol 2x100 mg/hari selama 2 minggu

• Griseofulvin 500 mg/hari selama 2-4 minggu

• Ketokonazol 200 mg/hari

Tinea pedis T. rubrum, T.

mentagrophytes

Topikal

• 1stline : Terbinafinkrim 1% 1x/hari selama 1-2 minggu

• Alternatif : mikonazol, ketokonazol, krlotrimazol 2x/hari selama 4-6 minggu Sistemik

• Pilihan : Terbinafinoral 250 mg/hari selama 2 minggu

• Alternatif :

• Itrakonazol 2x100 mg/hari selama 2 minggu atau 100 mg/hari selama 4 minggu

Tinea unguium T. rubrum • 1stline : Terbinafin1x250 mg/hari selama 6 minggu untuk kuku tangan, 12-16 minggu untuk kuku kaki

Itrakonazol dosis denyut2x200 mg sebanyak 2 denyut kuku tangan, 3-4 denyut kuku kaki

(38)

Kandidiasis Mukokutan

K U L I T K E L A M I N

4 3A

(39)

Kandidiasis Mukokutan

Definisi

• Infeksi kronis dan rekuren pada kulit, kuku, dan mukosa akibat Candida

Etiologi

Candida albicans

• Faktor Resiko: Immunocompromised (mis: HIV) Predileksi

Kandidiasis Manifestasi Klinis

Kutis Intertriginosa Lesi eritema berbatas tegas, erosi, bersisik, dan dikelilingi lesi satelit (korimbiformis) Oral Oral thrush àbercak putih kekuningan (pseudomembran) dengan dasar merah Vulvovaginitis Vaginal thrush àbercak putih kekuningan kental

Lesi eritema, erosi, dan lesi satelit pada labia dan kulit sekitar

Unguium Diskromia, onikolisis, lempeng kuku lepas dari dasar kuku, dan hipertropi kuku Manifestasi klinis umum : gatal dan rasa seperti terbakar

(40)

Kandidiasis Kutis

K U L I T K E L A M I N

4

(41)

UKK dan Manifestasi Klinis

• Tampak bercak eritematosa berbatas tegas, bersisik, basah dikelilingi lesi satelit berupa papul, vesikel dan pustul kecil disekitarnya

Predileksi

• Mengenai daerah intertriginosa yang lembab misalnya sela paha, ketiak.

4

(42)

Pemeriksaan Penunjang

• KOH 20% atau Gram: ditemukan pseudohifa dan blastospora

• Kultur dengan agar Saboraud: tampak koloni mukoid berwarna putih, tumbuh dalam 2-5 hari

Tatalaksana

Topikal

o Krim Imidazol (mikonazol 2%, klotrimazol 1%) selama 14-28 hari o Bedak nistatin atau mikonazol

Sistemik

o Flukonazol 50mg/hari atau 150mg/minggu o Itrakonazol 100-200 mg/hari

Pseudohifa & Blastospora

4

(43)

Kandidiasis Mukosa

K U L I T K E L A M I N

3A

(44)

3A

Predileksi / Manifestasi Kinis

Kandidiasis oral

Kandidiasis pseudomembran akut (thrush) : bercak berwarna putih (pseudomembran) tebal, diskret atau dapat berkonfluen pada mukosa bukal, lidah dan palatum, saat diangkat

meninggalkan dasar eritem

Kandidiasis atrofik akut (kandidiasis eritematosa) : papilla lidah menipis tertutup oleh pseudomembran tipis pada dorsal lidah

Kandidiasis atrofik kronik (denture stomatitis) : mukosa palatum yang kontak dengan gigi tiruan tampak edema dan eritem, bersifat kronik, dan dapat dijumpai kelitis angularis

Kandidiasis hiperplastik kronik (leukoplakia) : plak putih atau translusen yang tidak dapat dilepaskan pada mukosa bukal

Keilosis kandidal (keilitis angularis/perleche) : pada sudut mulut tampak eritem, fisura, maserasi yang nyeri

Kandidiasis area genital

• Kandidiasis vulvovaginal

• Balanitis

(45)

Manifestasi Klinis Kandidiasis Oral

Kandidiasis Pseudomembran

Akut Kandidiasis Eritematosa Denture Stomatitis

3A

(46)

4

Manifestasi Klinis Kandidiasis Oral

Kandidiasis Pada Lidah Kandidiasis Mukosa Bukal KOH 10%

Pemeriksaan Penunjang

• KOH 10% atau Gram: ditemukan pseudohifa dan blastospora

(47)

3A Tatalaksana

1. Perbaiki status gizi dan menjaga kebersihan oral 2. Mengontrol penyakit predisposisi

3. Gentian violet 1% atau nystatin 100.000-400.000 IU/mL dioleskan 2-3x/hari (3 hari) Edukasi :

• Kontrol Kembali dalam 3 hari bila tidak ada perbaikan

• Rujuk apabila terdapat penyakit yang mendasari seperti HIV

(48)

MED + QUIZ

K U L I T

K E L A M I N

(49)

Seorang pria berusia 20 tahun datang dengan keluhan bercak putih pada muka dan badan. Pasien senang bermain bola saat siang hari. Pemeriksaan tanda vital dalam batas normal.

Pada pemeriksaan didapatkan lesi hipopigmentasi dengan skuama halus dan batas tegas. Pada pemeriksaan dengan lampu Wood didapatkan lesi berwarna kuning keemasan.

Apakah diagnosa yang tepat pada pasien di atas?

A. Tinea corporis B. Candidiasis kutis C. Ptiriasis versicolor D. Ektima

E. Furunkel

(50)

Seorang pria berusia 20 tahun datang dengan keluhan bercak putih pada muka dan badan. Pasien senang bermain bola saat siang hari. Pemeriksaan tanda vital dalam batas normal.

Pada pemeriksaan didapatkan lesi hipopigmentasi dengan skuama halus dan batas tegas. Pada pemeriksaan dengan lampu Wood didapatkan lesi berwarna kuning keemasan.

Apakah diagnosa yang tepat pada pasien di atas?

A. Tinea corporis B. Candidiasis kutis C. Ptiriasis versicolor D. Ektima

E. Furunkel

(51)

Infeksi Virus

K U L I T K E L A M I N

4 3A

(52)

52

HHV 1 Herpes Simplex 1 Herpes Orolabial HHV 2 Herpes Simplex 2 Herpes Genital HHV 3 Varicella Zoster Virus Varicella

HHV 4 Eipstein Bar Virus Limfoma, Burkitt Lymfoma, KNF

HHV 5 CMV Kelainan Kongenital

HHV 6 dan 7 HHV 6 dan 7 Pityriasis Rosea

HHV 8 HHV 8 Sarkoma Kaposi

(53)

Nyeri ringan :

Paracetamol 3x500 mg

TCA 10 mg

Gabapentin 300 mg/Hari minggu

Pregabalin 2x75 mg/Hari

Hutchinson’s sign

Asiklovir/valasiklovir 10 hari

Rujuk spesialis mata.

Bell’s Pallsy

Prednisone 7-10 hari

Gagal Hati

Faktor Resiko: Aspirin

Herpes Kulit

53

Herpes Simplex Virus Varicella Zoster Virus

Tzanck Test àMultinucleated Giant Cell

HSV – 1 HSV – 2

Oral Genital Bilateral / Seluruh tubuh

Dew Drop on Rose Petal Unilateral

Sesuai Dermatome

Varicella Zoster Herpes Zoster

Bilateral / Seluruh tubuh

Dew Drop on Rose Petal

Anak: Asiklovir 4x10-20mgbb (max 800/hari)

Dewasa:

o Asiklovir oral 5 x 800 mg/hari selama 7-10 hari o Valasiklovir 3x 1 gram/hari selama 7 hari o Famsiklovir 3x250 mg/hari selama 7 hari

Asiklovir 5x200mg / 3x400 mg 7-10 hari

Valasiklovir 2x500-1000 mg 7-10 hari

Famciclovir 3x250 mg/hari 7-10 hari

Diberikan selama 5 hari

Topikal

Sistemik Primer

Sekunder

Reye Syndrome Neuralgia Pasca Herpes H. Z. Oftalmikus (N. V) Ramsay Hunt Syndrome (N. VII)

Etiologi Penunjang

Diagnosis

Tatalaksana Predileksi

Komplikasi

MED+EASYà7 MED+EASY à13

(54)

54

(55)
(56)

Varisela

K U L I T K E L A M I N

4

(57)

57

Definisi

• Infeksi akut oleh virus Varicella zoster yang bersifat self limited

• Transmisi via droplet saat batuk atau bersin

Patogenesis

4

• Fase prodormal : Gejala non-spesifik

• Demam

• Nyeri kepala

• Rasa lemas

• Gejala ISPA (batuk, nyeri tenggorokan)

• Fase ruam :

• Lesi polimorfik ditemukan berbagai stadium lesi kulit di berbagai area tubuh

• Awalnya makula dan papul kemudian menjadi vesikel dan pustul dan apabila pecah dapat meninggalkan krusta kemudian lesi sembuh.

• Vesikel yang terbentuk berwarna bening dengan dasar eritema (Dewdrop on rose petal).

• Pola penyebaran: Sentrifugal (dari tengah tubuh ke perifer)

(58)

58

Pemeriksaan Penunjang

• Tzanck Test

• Pemeriksaan mikroskop dari kerokan dasar vesikel

• Hasil positif: sel datia berinti banyak (Sel Tzanck)

Tatalaksana

• Sistemik

• Terapi simptomatik

• Antipiretik dan antipruritus

• Terapi antivirus

• Asiklovir 5x800 mg selama 7 hari (anak 4x10-20 mg/kg, max 800 mg/hari)

• Valasiklovir 3x1000 mg selama 7 hari

• Famsiklovir 3x250 mg selama 7 hari

MED + EASY

Varisela & Herpes Zoster : Total 13 Herpes Simpleks : Total 7

4

(59)

Herpes Zoster

K U L I T K E L A M I N

4

(60)

60

Definisi

• Infeksi kulit dermatomal akibat reaktivasi Varicella Zoster Virus yang laten pada ganglion radiks dorsalis.

• Nama Lain : Shingles

Etiologi

Varicella zoster virus (VZV)

• Genus: Variolovirus

• Famili: Herpesviridae

Patogenesis

• Infeksi primer

• Sebagian kecil VZV pergi ke ganglion radiks dorsalis dan menjadi dorman.

• Saat imunitas menjadi lemah virus ini dapat reaktivasi dan menimbulkan lesi kulit yang bersifat dermatomal dan unilateral

4

(61)

61

Manifestasi Klinis

• Fase prodormal : 1-3 hari

• Gangguan sensai dermatomal

• Parestesia

• Nyeri tajam seperti tersayat

• Fase ruam :

Dermatomal dan unilateral

• Predileksi: Level T3-L2

• Evolusi ruam: makula-papul-vesikel-pustule-krusta

Lesi Herpes Zoster

4

(62)

62

Pemeriksaan Penunjang

• Diagnosis ditegakkan secara klinis

Tzanck Test

• Bahan: Kerokan dasar vesikel

• Hasil positif: sel datia berinti banyak (Sel Tzanck)

• Tidak spesifik karena dapat positif pada infeksi Herpes lainnya.

• PCR merupakan penunjang terbaik. Hasil positif menunjukkan ditemukannya DNA VZV.

Tatalaksana

• Sistemik

• Terapi simptomatik

• Terapi antivirus

• Asiklovir 5x800 mg selama 7-10 hari (anak <12 tahun 30 mg/kgBB selama 7 hari, anak >12 tahun 60 mg/kgBB)

• Valasiklovir 3x1000 mg selama 7 hari

• Famsiklovir 3x250 mg selama 7 hari

MED

+

EASY

Varisela & Herpes Zoster : Total 13

Herpes Simpleks : Total 7

4

(63)

Keterlibatan nervus V

• Keratitis HZV

• Hutchinson’s Sign

63

• Komplikasi tersering

Nyeri persisten setelah timbul erupsi vesikel.

Neuralgia Pasca Herpes Herpes Zoster Oftalmikus

• Keterlibatan nervus VII & VIII

Gejala bells Pallsy

• Gangguan pendengaran

Ramsay Hunt Syndrome

• Lini pertama:

Antidepresan trisiklik 10 mg

Gabapentin 3x100 mg

• Pregabalin 2x75 mg

• Lini kedua:

• Tramadol 1x50 mg

4

Komplikasi

Tatalaksana NPH

(64)

Herpes Simpleks

K U L I T K E L A M I N

4

(65)

65

Herpes Orofasial Herpes Genitalis

Definisi

• Infeksi kulit yang disebabkan oleh Herpes simplex virus (HSV) tipe 1 atau 2 yang menyebabkan lesi vesikel berkelompok dan bersifat rekuren

Klasifikasi

Herpes orofasial: biasanya disebabkan oleh HSV-1, lesi pada area wajah, terutama bibir dan sekitarnya + mukosa oral

Herpes genitalis: biasanya disebabkan oleh HSV-2, lesi pada area genitalia (vagina/penis) (termasuk IMS)

4

(66)

66

Manifestasi Klinis

• Gejala prodromal 1-2 hari sebelum lesi muncul seperti demam, nyeri otot.

Lesi vesikel herpetiformis/berkelompok dengan dasar eritema pada daerah predileksi, nyeri/perih/terbakar dan apabila pecah akan membentuk ulkus dan krusta.

• Lesi oral: menyerupai stomatitis aftosa, faringitis

• Lesi akan hilang dalam waktu 5-15 hari

Pemeriksaan Penunjang

Tzanck Test: pemeriksaan sederhana untuk infeksi Herpesvirus

• Sampel: Kerokan dasar ulkus yang baru pecah, diwarnai dengan Wright-Giemsa/ Papaniculaou

• Hasil positif: sel datia berinti banyak (Sel Tzanck) + pada HSV dan VZV

• PCR: sensitif, biasa digunakan untuk infeksi CNS dan herpes neonatus

• Kultur sel: mahal, jarang dilakukan

4

(67)

67

Tatalaksana

• Infeksi Primer:

• Asiklovir 5x200mg / 3x400 mg PO selama 7-10 hari

• Valasiklovir 2x500-1000 mg PO selama 7-10 hari

• Rekuren:

• Asiklovir 5x200mg / 3x400 mg PO selama 5 hari

• Valasiklovir 2x500-1000 mg PO selama 5 hari

• Edukasi abstinensia pasien, tidak boleh melakukan hubungan seksual saat masih ada lesi atau ada gejala prodromal

• Hindari penggunaan aspirin

MED + EASY

Varisela & Herpes Zoster : Total 13 Herpes Simpleks : Total 7

4

(68)

Hand Foot Mouth Disease

K U L I T K E L A M I N

3A

(69)

69

Etiologi

Coxsackievirus A16 dan Enterovirus 17, bersifat self limiting Manifestasi klinis

Gejala prodromal à demam tinggi 1-2 hari, malaise

• Enanthem : ulkus pada mukosa oral

• Eksantem : lesi makula papul vesikel multiple dan nyeri pada telapak dam sisi tangan dan kaki

3A

Jangan Terkecoh!

Perhatikan di soal, apakah vesikel terdapat di seluruh tubuh (Varicella) atau

hanya terdapat di Tangan, Kaki dan Mulut (HFMD)

(70)

70

Tatalaksana

• Non-medikamentosa:

Isolasi

• Asupan cairan untuk mencegah dehidrasi dan menjaga hygiene oral

• Medikamentosa:

Antipiretik/analgesik: Parasetamol, ibuprofen obat OTC lainnya bila ada demam/nyeri

3A

(71)

Veruka Vulgaris

K U L I T K E L A M I N

3A

(72)

72

Definisi

• Infeksi virus human papilloma humanus (HPV) yang bermanifestasi pada kulit dan bersifat jinak (common wart)

• Pada jari, punggung tangan dan kaki

Manifestasi

• Adanya kutil pada kulit dan mukosa

• Papul sewarna kulit sampai keabuan dengan permukaan verukosa. Permukaan rata (veruka plana à pada kaki

• Dengan goresan timbul autoinokulasi sepanjang goresan (fenomena Koebner)

3A

(73)

Klasifikasi Predileksi Hpv Manifestasi Klinis

Veruka Vulgaris (common warts) Ekstensorekstremitas 2, 4 Papul verikosa hiperkeratotik bersisik Veruka Plantaris (Mymercia) Telapak kaki 1 Dapat disertai nyeri pada penekanan

Veruka Plana Muka dan leher 3, 10 Sedikit meninggi dengan bagian atas yang mendatar

Butcher’s wart Jari tangan 1, 2 Papul multiple pada jari

Veruka mosaik Tangan dan kaki Veruka yang meluas membentuk plak

Veruka Filiformis berbentuk seperti tanduk

Butcher’s wart Filiformis

Vulgaris Plana

3A

(74)

74

Pemeriksaan Penunjang Histopatologi

• Gambaran epidermal akantosis, papilomatosis, hiperkeratosis, pemanjangan rete ridges ke arah medial dan penonjolan pembuluh darah dermis akibat trombus

Tatalaksana

• Non-medikamentosa: Menjaga higien agar tidak tertular/menularkan

• Medikamentosa: Keratolitik topikal seperti Asam salisilat 25-50%, trikloroasetat 25%

• Pembedahan

Bedah beku

• Bedah laser

3A

(75)

Moluskum

Kontangiosum

K U L I T K E L A M I N

3A

(76)

Definisi

• Infeksi kulit yang disebabkan oleh Molluscum contangiosum virus (Poxvirus) Klinis

• Terutama menyerang anak usia sekolah, dewasa muda yang aktif secara seksual, dan pasien imunokompromais.

• Tidak ada keluhan subyektif.

• Kelainan kulit berupa papul khas berbentuk kubah, di tengahnya terdapat Lekukan (delle). Jika dipijat akan tampak keluar massa berwarna putih seperti nasi yang merupakan badan moluskum.

• Kadang berukuran lentikular dan berwarna putih seperti lilin.

• Dapat terjadi infeksi sekunder sehingga timbul supurasi.

• Lokasi: wajah, badan, dan ekstremitas

Papul bentuk Kubah

3A

(77)

Pemeriksaan Penunjang

• Biasanya tidak diperlukan, diagnosis ditegakkan secara klinis

• Pada dermoskopi tampak gambaran orifisium dengan gambaran pembuluh darah crown, punctiform, radial, dan flower pattern

• Pemeriksaan Giemsa terhadap bahan massa putih dari bagian tengah papul menunjukkan badan inklusi moluskum di dalam sitoplasma.

• Pemeriksaan histopatologik : badan moluskum atau Henderson-Paterson bodies.

Henderson-Paterson bodies.

3A

(78)

Tatalaksana

• Non-medikamentosa: Jaga higiene kulit mandi 2x sehari dengan sabun

• Medikamentosa: Mengeluarkan badan moluskum

• Tindakan

Bedah kuretase/enukleasi + antibiotik topikal (Lini pertama)

• Bedah beku/nitrogen cair

• Topikal :

Kantaridin (0,7% dan 0,9%) dibiarkan 3-4 jam

Podofilin krim (0,3% dan 0,5%) dioleskan 2x sehari selama 3 hari berturut-turut

• Pasta perak nitrat 40%

• Gel asam salisilat 12%

• Krim adapalene 1% selama 1 bulan

3A

MED

+

EASY Tx Moluskum: KtP

Kantaridin

Podofilin

(79)

Diagnosa Banding Kutil Kulit

Veruka Vulgaris Kondiloma Akuminata Moluskum Kontangiosum UKK

Papul verukous, bersisik Verukous, jengger ayam, kembang

kol Kubah/delle, berisi moluskum

bodies (seperti nasi)

Transmisi

Kontak langsung

Autoinokulasi (Koebner

Phenomenon) Autoinokulasi (Koebner

Phenomenon)

Etiologi HPV Pox Virus

Predileksi

Veruka vulgaris

(HPV 2, 4) : Ekstensor ekstremitas Veruka plantaris

(HPV 1) : Telapak kaki Veruka plana

(HPV 3, 10) : Muka dan kaki

(HPV 6, 11) : Genital Wajah, leher, lengan, kaki, perut

Pemeriksaan Penunjang

Akantosis, papilomatosis, hyperkeratosis, serta terdapat

koilosit Acetowhite test (+) Biopsi dan pewarnaan HE à

Peterson Henderson Bodies

Tatalaksana

Krioterapi

As. Salisilat 17-40%

Krioterapi

TCA 80-90%

Podofilotoksin 0,5%

Podofilin 25%

Kuretase / krioterapi

Kantaridin 0,7%/0,9%

Podofilin 10-25%

As. Salisilat 12%

(80)

Diagnosa Banding Kutil Kulit

Veruka Vulgaris Kondiloma Akuminata Moluskum Kontangiosum

(81)

MED + QUIZ

K U L I T

K E L A M I N

(82)

Seorang perempuan berusia 11 tahun dibawa ke poliklinik dengan keluhan muncul lesi kulit yang nyeri dan gatal di area dada hingga punggung sejak 2 hari yang lalu. Keluhan lain seperti demam, mual, muntah dan diare disangkal. Pasien mengaku lesi muncul secara tiba-tiba diawali dengan rasa nyeri di lokasi lesi. Pada pemeriksaan fisik ditemukan kulit eritem, papul dan vesikel bergerombol, di area dermatome saraf spinal unilateral setinggi T6.

Apakah tatalaksana yang tepat untuk kasus di atas?

A. Asiklovir 5x800 mg/hari selama 7 hari

B. Asiklovir 30 mg/kgBB/hari selama 7 hari

C. Asiklovir 60 mg/kgBB/hari selama 7 hari

D. Asiklovir 30 mg/kgBB/hari selama 5 hari

E. Asiklovir 60 mg/kgBB/hari selama 5 hari

(83)

Seorang perempuan berusia 11 tahun dibawa ke poliklinik dengan keluhan muncul lesi kulit yang nyeri dan gatal di area dada hingga punggung sejak 2 hari yang lalu. Keluhan lain seperti demam, mual, muntah dan diare disangkal. Pasien mengaku lesi muncul secara tiba-tiba diawali dengan rasa nyeri di lokasi lesi. Pada pemeriksaan fisik ditemukan kulit eritem, papul dan vesikel bergerombol, di area dermatome saraf spinal unilateral setinggi T6.

Apakah tatalaksana yang tepat untuk kasus di atas?

A. Asiklovir 5x800 mg/hari selama 7 hari

B. Asiklovir 30 mg/kgBB/hari selama 7 hari

C. Asiklovir 60 mg/kgBB/hari selama 7 hari

D. Asiklovir 30 mg/kgBB/hari selama 5 hari

E. Asiklovir 60 mg/kgBB/hari selama 5 hari

(84)

Seorang perempuan berusia 24 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan muncul bercak merah pada badan. Keluhan disertai dengan gatal. Awalnya muncul 1 bercak merah di daerah bahu, 3 hari kemudian bercak merah menyebar hingga ke punggung. Pasien tidak memiliki riwayat alergi. Dari pemeriksaan ditemukan patch eritem dengan skuama halus tersebar di seluruh badan, diameter 3-5 cm, batas tegas.

Apakah diagnosis pada pasien di atas?

A. Psoriasis gutata B. Pitiriasis rosea

C. Liken simpleks kronik D. Dermatitis seboroik

E. Dermatitis kontak iritan

(85)

Seorang perempuan berusia 24 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan muncul bercak merah pada badan. Keluhan disertai dengan gatal. Awalnya muncul 1 bercak merah di daerah bahu, 3 hari kemudian bercak merah menyebar hingga ke punggung. Pasien tidak memiliki riwayat alergi. Dari pemeriksaan ditemukan patch eritem dengan skuama halus tersebar di seluruh badan, diameter 3-5 cm, batas tegas.

Apakah diagnosis pada pasien di atas?

A. Psoriasis gutata B. Pitiriasis rosea

C. Liken simpleks kronik D. Dermatitis seboroik

E. Dermatitis kontak iritan

(86)

Infeksi Bakteri

K U L I T K E L A M I N

(87)

Pioderma

Impetigo

(bulosa dan nonbulosa)

Ektima Folikulitis

Furunkel Karbunkel

Erisipelas Selulitis Flegmon Hidradenitis

Sup e rfi si a lis Pr of und a

PPK Kulkel2017

Pioderma

(88)

Impetigo Krustosa

Ektima

Erisipelas Selulitis Flegmon

Folikulitis Furunkel Karbunkel Furunkulosis

Impetigo Bulosa

Pionikia

Pioderma

(89)

ETIOLOGI

Streptococcus b hemolitik Grup A Staphylococcus aureus Impetigo

Nonbulosa/Krustosa/Kontagiosa Impetigo Bulosa

Ektima Folikulitis

Erisipelas Furunkel

Selulitis Karbunkel

Flegmon SSSS

Hidradenitis

Pioderma

(90)

90

Pioderma SBHA

Impetigo Krustosa Ektima Erisipelas Selulitis Flegmon

Krusta kekuningan (honey color crust); diangkat —>

Eritema

Krusta tebal;

diangkat —>Ulkus dangkal (punched out

lesion)

Patch Eritema

(Merah Cerah) Patch Eritema Selulitis + Pus

Di mulut dan hidung Kaki Kaki dan wajah Kaki dan Wajah

Batas tegas (Epidermis – Dermis

superficial)

Difus atau batas tidak tegas

(Dermis – Subkutan)

Sering pada anak Sering pada kaki post

trauma Nyeri (+) dan Demam (+), leukositosis

“ K E K E R S A L M O N “

Bakteri coccus gram + berbentuk rantai

Supuratif (Dermis – Subkutan)

Kaki Nikolsky sign (+)

Diagnosis UKK

Predileksi

Pioderma Khas

(91)

91

Impetigo Bulosa

Folikulitis Furunkel

Bula kendur (hipopion) àpecah àskuama kolaret, nikolsky sign (+)

Infeksi folikel rambut Infeksi folikel rambut dan jaringan sekitar

Karbunkel Furunkulosis

Nodul +, kumpulan furunkel Furunkel yang tersebar

Pionikia

Infeksi pada kuku, pus sekitar

kuku Folikulitis Superfisialis

Sycosis Barbae

Pioderma S. Aureus

Bakteri coccus gram + berbentuk anggur

Diagnosis

Pioderma Khas

(92)

Topikal

• Banyak krusta:

• Kompres PK 1:5000

• Kompres rivanol 1% 3x sehari

• (-) Krusta à 7 – 10 hari

• As. Fusidat 2%

• Mupirocin 2%

• Basitrasin 2x/hari

• Kloramfenikol 2%

Apabila lesi abses besar, nyeri, fluktuasi (+) lakukan insisi dan drainase MED

+

EASY

Asyam Mau Kolor Bagi

2

Tatalaksana

Pioderma 4

(93)

Sistemik

1

ST

LINE: (min. 7 hari)

Kloksasilinin/dikloksasilin

• Dewasa: 4x250-500mg/hari

• Anak: 25-50mg/BB/hari (terbagi 4 dosis)

Amoxiclav

• Dewasa: 3x250-500mg/hari

• Anak: 25mg/BB/hari (terbagi 3 dosis)

Sefaleksin

• 25 - 50 mgbb/hari (terbagi 4 dosis)

2

ND

LINE

• Azitromisin 1x500mg (H1), 1x250 mg(H2-5)

• Klindamisin 3x300mg, 15mg/BB/hari (terbagi 3 dosis)

• Eritromisin 4x250-500mg

Tatalaksana

MED

+

EASY

DASAKE Dikloksasilin Amoxiclav Sefalexin Azitromisin Klindamisin Eritromisin

Pioderma 4

(94)

Eritrasma

K U L I T K E L A M I N

3A

(95)

Definisi

• infeksi kulit superfisialis oleh Corynebacterium minutissimum.

Predileksi à area lipatan

Interdigiti 4-5 jari kaki à paling sering

Inframammae à lipat payudara

• Aksila

• Inguinal

• Intergluteal

3A

Jangan Terkecoh!

Predileksi (lipatan) eritrasma mirip dengan kandidiasis kutis, perhatikan klinis dan UKK, pada eritrasma dominan kemerahan dengan sedikit gatal, pada kandidiasis kutis dominan gatal dengan

lesi satelit

(96)

Manifestasi Klinis

Makula eritematosa-coklat, batas tegas, skuama halus

• Dapat muncul hiperkeratosis warna kekuningan

• Biasanya asimtomatis, namun dapat terasa gatal ringan/menyengat

Pemeriksaan Penunjang

Lampu Wood à fluorensi coral red

• Mikroskopik à bakteri Gram positif bentuk basil pendek

(97)

Tatalaksana

• Topikal :

• Untuk yang khususnya pada sela sela jari kaki, sabun dan gel benzoil peroksida 5%

• Klindamisin dan eritromisin atau krim azol merupakan beberapa pilihan agen topikal yang efektif atau bisa digunakan salep Tetrasiklin 3%.

• Sistemik :

Eritromisin 4x250 mg selama 2-3 minggu

• Klaritromisin 1 gram dosis tunggal

3A

MED

+

EASY

Eritrasma pakai Eritromisin

(98)

Staphylococcal Scalded Skin

Syndrome (SSSS)

K U L I T K E L A M I N

3B

(99)

Definisi Etiologi

• Penyakit infeksi mengancam nyawa, ditandai dengan terbentuknya bula kendur pada permukaan kulit akibat toksin eksfoliatif dari bakteri Staphylococcus aureus.

• Nama lain : Ritter disease à SSSS pada neonatus

• Epidemiologi : pada anak usia <6 tahun

Manifestasi Klinis

Kulit melipat dengan permukaan seperti kertas tisu / sandpaper-like

Terbentuk bula kendur dengan Nikolsky sign (+)

Tidak melibatkan mukosa

• Bula yang pecah akan membentuk krusta warna kemerahan

Sad man facies à edema wajah ringan, eritema periorbital, dan

• krusta radial di perioral

3B

(100)

Manifestasi Klinis

3B

(101)

Tatalaksana à eradikasi Staphylococcus aureus

Rawat inap 6-7 hari

Antibiotik sistemik selama 1 minggu

• Terapi suportif

• IVFD untuk pencegahan dehidrasi

• Emolien pada erosi

• Analgesik untuk nyeri

3B

(102)

Lepra

K U L I T K E L A M I N

4

(103)

Definisi

• Penyakit menular, menahun oleh yang Mycobacterium Leprae bersifat intraseluler obligat

• Nama lain : “Morbus Hansen”

Manifestasi Klinis

• Baal / hipoestesi / anestesi

• Pembesaran/ Penebalan syaraf

Makula hipopigmentasi

5A (Achromia, Alopesia, Anestesi, Anhidrosis, Atrofi)

4

(104)

Pemeriksaan Penunjang

• GOLD STANDARD: BTA/Ziehl Nielsen dengan sediaan slit skin smear/ biopsi kulit

Pausibasiler Multibasiler

Lesi 1-5 >5

Pembesaran saraf <1 >1

BTA (-) (+)

Terapi 6 bulan 12 bulan

4

(105)

105

Parameter Pausibasilar (PB) Multibasilar (MB)

Lesi kulit

• 1-5 lesi

• Hipopigmentasi/eritema

• Distribusi tidak simetris

• Hilang sensasi jelas

• >5 lesi

• Distribusi simetris

• Hilang sensasi kurang jelas

Kerusakan saraf Hanya 1 cabang saraf >1 cabang saraf

Tipe lesi TT, BT, I BB, BL, LL

4

Klasifikasi WHO à Untuk penentuan terapi

(106)
(107)

107

Klasifikasi Bentuk Jumlah Distribusi Anestesia Pausi/Multi

basiler Tuberculoid (TT) Makula

dibatas infiltrat 1 atau beberapa Asimetris + PB Borderline

Tuberculoid (BT) Infiltrat + lesi satelit 1 atau beberapa Asimetris + PB Mid-borderline

(BB)

Plak punched out, dome

shaped Beberapa Asimetris + MB

Borderline

Lepromatous (BL) Makula-papul-plak Sulit dihitung Simetris Tidak jelas MB Lepromatous (LL) Infiltrat difus, nodul Tidak terhitung Simetris - MB

4

Klasifikasi Ridley-Jopling à Untuk menentukan jenis lepra

(108)

Tatalaksana Lepra

1x Sebulan: Hari 1

• Rifampicin 2x300mg

• Dapsone 1x100mg 1x Setiap hari: Hari 2-28

• Dapsone 1x100mg

1x Sebulan: Hari 1

• Rifampicin 2x300mg

• Clofazimine 3x100mg

• Dapsone 1x100mg 1x Setiap hari: Hari 2-28

• Clofazimine 1x50mg

• Dapsone 1x100mg

1x Sebulan: Hari 1

• 2 kapsul Rifampicin 300mg+150mg

• Dapsone 1x50mg 1x Setiap hari: Hari 2-28

• Dapsone 1x50mg

1x Sebulan: Hari 1

• 2 kapsul Rifampicin 300mg+150mg

• Clofazimine 3x50mg

• Dapsone 1x50mg 1x Setiap hari: Hari 2-28

• Clofazimine 1x50mg

• Dapsone 1x50mg

Anak dibawah <10 tahun dosis disesuaikan dengan BB

Dewasa 10 – 14 Tahun

MED

+

EASY

RD 6 – 9 Bulan

Rifampisin per Bulan

Dapsone per hari

MED

+

EASY

RDC 12 – 18 Bulan

Rifampisin per Bulan

Dapsone

Clofazimine per hari

(109)
(110)

Reaksi Lepra

K U L I T K E L A M I N

3A

(111)

Definisi

Reaksi imun sistemik yang merupakan komplikasi lepra.

Klasifikasi

• Reaksi Reversal (Tipe 1)

• Eritema Nodosum Leprosum (ENL; Tipe 2)

• Fenomena Lucio (sangat jarang) à vaskulopati yang menyebabkan ulkus nekrotik, terjadi pada pasien lepra tipe LL

3A

(112)

Reaksi Reversal (Tipe 1) Eritema Nodosum Leprosum (Tipe 2) Klasifikasi BT, BB, BL (bisa terjadi pada PB maupun MB) BL, LL (hanya terjadi pada MB)

Waktu Timbul Awal pengobatan (≤6 bulan) Akhir pengobatan/pengobatan selesai

Reaksi

hipersensitivitas Tipe IV (imunitas seluler) Tipe III (imunitas humoral)

Kulit Muncul lesi baru / lesi lama menjadi lebih aktif

(eritem, edem, hangat) Muncul nodus eritem

Mata Anestesi kornea (N. III) dan lagoftalmos (N. VII) Iritis, glaucoma, katarak

Sistemik Tidak ada Ada

112

3A

Klasifikasi

(113)

Reaksi Reversal (Tipe 1) Eritema Nodosum Leprosum (Tipe 2)

113

3A

Klasifikasi

(114)

114

3A Klasifikasi

Reaksi Reversal (Tipe 1) Eritema Nodosum Leprosum (Tipe 2)

Tatalaksana

• Tanpa neuritis akut

• Tidak ada pengobatan selain MDT

• Dengan neuritis akut

• Prednison 40 mg/hari

• Kortikosteroid

• Prednison 15-30 mg/hari (dapat timbul ketergantungan)

• Klofazimin

• 200-300 mg/hari

• Khasiat lebih lambat dari kortikosteroid

• Dapat melepaskan ketergantungan steroid

• Efek samping: kulit berwarna merah kecoklatan (reversible)

Dosis per hari Minggu terapi 40 mg/hari (1x8 tab) Minggu 1 dan 2 30 mg/hari (1x6 tab) Minggu 3 dan 4 20 mg/hari (1x4 tab) Minggu 5 dan 6 15 mg/hari (1x3 tab) Minggu 7 dan 8 10 mg/hari (1x2 tab) Minggu 9 dan 10 5 mg/hari (1x1 tab) Minggu 11 dan 12

(115)

Skrofuloderma

K U L I T K E L A M I N

3A

(116)

Definisi

Infeksi mikobakterium (M. Tuberculosis atau M. Bovis atau M. Atypic) pada kulit akibat penjalaran langsung organ di bawah kulit yang telah terkena tuberkulosis, tersering berasal dari KGB, tulang atau sendi.

• Kelenjar getah bening : ketiak, leher

Gejala Klinis

• Pembesaran kelenjar getah bening tanpa tanda radang

• Terbentuk abses → pecah → fistel → ulkus

• Efloresensi : pembesaran kelenjar getah bening tanpa radang akut kecuali tumor dengan konsistensi bermacam-macam, periadenitis, abses dan fistel multipel, ulkus-ulkus khas, sikatriks- sikatriks yang memanjang dan tidak teratur serta jembatan kulit.

3A

(117)

Limfadenitis TB : meluas dan berkonfluens

Periadenitis : perlekatan dengan jaringan sekitar KGB

Perlunakan KGB dengan konsistensi

beragam Abses dingin

Fistel Ulkus : memanjang,

ireguler, bergaung, livid, jaringan

granulasi Sembuh spontan :

sikatriks/jembatan kulit/skin bridge

3A

(118)

Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan histopatologi jaringan kulit (biopsi kulit)

• Pemeriksaan bakteriologik : mikrobakterium melalui ziehl Nielsen

• LED meningkat

• Tes tuberculin : PPD-5TU hasil positif >10 mm

3A

(119)

Tatalaksana

• Tahap intensif (2 bulan), RHZE dosis sama dengan TB paru

• Tahap lanjutan (4 bulan), RH dosis sama dengan TB paru

• Topikal : ulkus → kompres dengan larutan antiseptic (povidone iodine 1%)

Kriteria Penyembuhan

• Fistel dan ulkus menutup

• Kelenjar getah bening mengecil, berdiameter kurang dari 1 cm dan konsistensi keras

• Sikatriks eritematosa menjadi tidak merah lagi

• Laju endap darah menurun

3A

Tatalaksana: OAT + Tatalaksana Topikal

(120)

MED + QUIZ

K U L I T

K E L A M I N

Referensi

Dokumen terkait