• Tidak ada hasil yang ditemukan

SLIDE TENTANG RAMP HANDLING

N/A
N/A
irvan razuli

Academic year: 2024

Membagikan "SLIDE TENTANG RAMP HANDLING"

Copied!
34
0
0

Teks penuh

(1)

R A M P H A N D L I N G R A M P H A N D L I N G

(2)

CURRICULUM VITAE PERSONAL DETAILS :

Full Name : Muhammad Ilhami Bimo Purnama Alif Nick Name : Bimo

Place of Birth : Bangkinang, RIAU Date of Birth : 29 Juni 1995

Address : Jl. Tg Batu no. 29 Pekanbaru, RIAU Phone Number / WA : 082316111416

Email Address : [email protected] Socmed Instagram : @bimosatriad

EXPERIENCE

- Aviaterra Dinamika Training Center FOO ( 2016 – 2017 ) - OJT FOO PT. Citilink Indonesia ( 2017 )

• Briefing Crew • Scheduling Cockpit & Cabin Crew

• Prepare Doc & Create Flight Plan • Flight Following Control

• Prepare Weather Forecast & Notam • Flight Movement Control

• Create Loadsheet Weight & Balance A320

- FOO active & Station Quality Control PT. Citilink Indonesia ( 2018 - Now Active )

(3)

RULES OF THE GAMES

(4)

AMP ?

HANDLING Apa itu

R A M P

H A N D L I N G ?

Ramp handling merupakan satuan unit yang bertugas sebagai

koordinator dalam pelaksanaan handling pesawat (ramp dispatcher) di apron mulai dari pesawat block on sampai pesawat block off.

Tanggung jawab setiap petugas ramp dispatcher adalah mengawasi dan mengkoordinasikan segala aktifitas di area ramp yang berkaitan dengan keberangkatan maupun kedatangan pesawat.

R

(5)

Dalam melakukan tugasnya seorang petugas ramp

dispatcher berkordinasi dengan unit – unit yang terkait dalam mendukung perencanaan suatu penerbangan, diantaranya:

1. Awak cockpit / cabin crew 2. Petugas boarding gate

3. Petugas penanganan kargo 4. Load control

5. GSE (Ground Support Equipment )

• GPU

• GTC

• AIRCON

• AVIO BRIDGE / PAX STAIR

• PUSH BACK CAR

6. Loading master 7. Teknik

8. Fuell Agent (refuelling) 9. Catering

10. Cleaning service 11. Porter

12. Security

TUGAS RAMP HANDLING

(6)

Tujuan Ramp Handling:

1. Safety (keselamatan) 2. Reguler (teratur)

3. Economical Air Transport (tidak menimbulkan biaya yang tidak perlu tanpa mengabaikan aspek

safety)

4. OTP On Time Performance (ketepatan waktu)

(7)

Hal – hal yang dilakukan Ramp Dispatcher antara lain :

• Mengisi form activity checklist. Ramp activity checklist harus dilaksanakan secara benar sesuai aturan didalam Station Manual.

• Ramp Activity Check List harus ditandatangani oleh PIC/Ramp Staff & semua pihak harus setuju dengan isi dari Ramp Activity Check List yang dibuat

• Ramp Staff selalu berkordinasi dengan boarding. Gate Staff/PIC sebelum memberikan informasi bahwa passengger diperbolehkan naik ke pesawat.

Ramp Checklist sendiri berisi data - data kronologis yang digunakan selama berada di Apron Contoh nya :

- Block On - Block Off

- Start Boarding

- Complete Boarding - Start Loading

- Finish Loading dll

(8)

Ramp Dispatcher yang menangani sebuah pesawat dilengkapi dengan : 1. Ramp Activity Check List

2. Bon Fuel

3. Data flight dibagi 2 yaitu :

- Flight Schedule - ETD

4. Radio HT

Tanggung jawab setiap petugas ramp dispatcher adalah mengawasi dan mengkoordinasikan segala aktifitas ramp yang berkaitan dengan keberangkatan maupun kedatangan pesawat.

(9)

Petugas yg bekerjasama dengan Ramp:

Adapun petugas-petugas yang bekerja di area apron bersama Ramp Dispatcher, yaitu : 1. Marshalling

Petugas pemandu parkir pesawat pada saat kedatangan.

2. Avioman

Petugas yang mengoperasikan Aviobridge / Garbarata.

3. Load Control

Petugas yang merencanakan alokasi pemuatan pesawat (pax, baggage, cargo dan mail)

4. Load Master

Petugas yang mengawasi pemuatan bagasi dan kargo sesuai dengan rencana.

5. Departure Control

Petugas yang mengontrol alokasi parkir pesawat dan membantu pesawat untuk melakukan pergerakan saat di apron.

6. Ground Support Equipment (GSE) Operator

Petugas yang mengoprasikan Ground Support Equipment

(10)

7. Aircraft Mechanic

Petugas yang melakukan perawatan teknik pesawat.

8. Wing Man

Petugas yang mengawasi posisi (sayap) pesawat agar tidak bertabrakan saat parkir/berangkat.

9. Aircraft Interior Cleaning

Petugas yang membersihkan bagian dalam pesawat.

10. Porter

Petugas yang melakukan Loading/Unloading sesuairencana pemuatan.

11. Security (AVSEC)

Petugas yang mengamankan pesawat dan kegiatan penanganan pesawat.

(11)

Alat-alat Ramp Handling

Alat-alat yg sering digunakan disebut dengan GSE (Ground Support Equipment), adapun nama alat-alat yang sering digunakan :

1. Chocks atau bantal pengganjal adalah alat yang berfungsi mencegah pesawat bergerak ketika parkir di apron atau di hangar. Alat ini diletakan di depan atau di belakang roda landing gear pesawat. Pada umumnya, chocks terbuat dari kayu atau karet yang keras.

2. Passenger Boarding Stairs (PBS), berfungsi untuk menaikan dan menurutkan penumpangmengunakan aviobridge (garbarata).

(12)

3. Belt Conveyor Loader (BCL), berfungsi menaikan dan menurunkan bagasi.

4. Lavatory Service Truck (LST), berfungsi untuk menyedot dan membersihkan lavatory

(13)

5. Apron Bus (APB), berfungsi untuk mengantar penumpang menuju pesawat atau terminal.

6. Baggage Towing Tractor (BTT), berfungsi untuk menarik BCT yang membawa bagasi yg di taruh di dalam gerobak.

(14)

7. Water Service Truck (WST), berfungsi untuk mensuplai air di pesawat baik untuk air minum ataupun air untuk lavatory.

8. Pushback Car. Fungsinya mendorong pesawat pada saat pesawat block off atau keluar dari parking stand.

(15)

9. Lift Loader (LLD), berfungsi untuk loading bagasi atau cargo dalam jumlah skala besar mulai dari genco hingga mobil.

10. Ground Power Unit (GPU), suatu peralatan Ground Support Equipment (GSE) yang mempunyai fungsi untuk menghasilkan arus listrik, yang dibutuhkan sesuai spesifikasi Pesawat Udara. semua type/model dari ground power unit dari berbagai macam merk pabrikan memiliki fungsi yang sama dan hanya dibatasi oleh kapasitas maksimum dari generatornya, yang biasa disebut dari besaran KVAnya.

(16)

11. Aircraft Starter Unit atau (ASU) adalah peralatan yang berfungsi sebagai kompresor yang digunakan untuk memutar/menggerakkan mesin pesawat udara, dapat juga digunakan untuk mengoperasikan Air Conditioner pesawat.

(17)

Kegiatan Ramp Handling:

Kegiatan ramp handling meliputi :

1. Mengkoordinasikan Parking Stand dengan AMC.

2. Berkoordinasi dengan fuel agent setempat.

3. Berkomunikasi dengan marshalling, wing man, petugas GSE.

4. Berkomunikasi aktif dengan cabin crew & cockpit crew terkait apa saja yg dibutuhkan selama di ground.

5. Berkomunikasi aktif dengan petugas boarding gate, inflight service, teknik, GSE, Cargo dan Operation Control Ground Handling.

6. Berkordinasi dengan Loadsheeter & Loading Master terkait Aircraft Loading and Unloading - Loading adalah proses pemuatan bagasi yang di angkut dari BTT ke pesawat.

- Unloading adalah proses penurunan bagasi dari pesawat ke BTT.

7. Final koordinasi antara pihak ground dengan pihak cabin, apakah semua kegiatan yang di lakukan di ramp sudah clear atau non clear.

(18)

8. Starting Engine

Dalam proses starting engine ini flight crew hendaknya mengadakan komunikasi

dengan petugas ground untuk memastikan bahwa proses starting berjalan lancar. Alat komunikasiumumnya digunakan head set atau hand signaling

a. Petugas di ramp hendaknya menghindari gerakan-gerakan yang memungkinkan terjadinya salah interpretasi komunikasi dengan flight crew dalam mengendalikan proses starting ataupun pergerakan pesawat.

b. Petugas di darat yang bertanggung jawab pada proses engine starting harus memiliki pengetahuan tentang semua prosedur dan regulasi yang berhubungan dengan proses engine starting tersebut.

c. Semua pin pada gear, wheel chock, static ground wire dan ground power harus sudah dilepas sebelum pesawat berangkat.

d. Sebagai perlindungan terhadap bahaya kebakaran, harus ada pemadam api di dekat area pesawat, selama proses engine starting.

(19)

Standar Operasi Prosedur

Preparation

Memeriksa persiapan semua perlengkapan kerja & data-data sebelum menghandel sebuah pesawat, yaitu :

• Radio komunikasi (HT dalam kondisi berfungsi dengan baik atau tidak)

• Transportasi ramp (harus dalam kondisi berfungsi dengan baik)

• Ramp acivity checklist

• No penerbangan

• Registrasi pesawat

• Posisi parkir peswat

• Type pesawat

(20)

• Pemesanan catering

• Jumlah fuel

• Cargo (kondisi dan atau pelaksanaan pengepakannya)

• Crew (jumlah crew aktif untuk masing-masing tipe pesawat)

• Jumlah pax dan special pax

(VIP, Ibu Hamil, Tahanan, Wheelchair , Stretcher)

Mengikuti briefing sebelum menjalankan aktifitas Ramp Handling.

(21)

Pelaksanaan

• Memeriksa dan mengkoordinasikan terhadap semua telex yang masuk yang berkaitan dengan operasi penerbangan yang akan ditangani.

• Berkoordinasi dengan Departure Control mengenai estimasi waktu kedatangan maupun waktu keberangkatan pesawat.

• Memastikan informasi jumlah awak pesawat yang aktif maupun tambahan.

• Berkoordinasi dengan unit-unit terkait untuk memastikan kesiapan proses handling yang akan dilakukan.

• Berkoordinasi dengan :

- Awak Kokpit / Kabin

- Petugas Boarding Gate untuk meyakinkan bahwa semua penumpang telah siap dipintu keberangkatan (boarding gate)

- Petugas penanganan kargo

(22)

- Petugas teknik di darat - Operator GSE

- Petugas Catering - Load Master - Load Control

- Petugas Cabin Cleaning (cleaning service) - Petugas Loading Unloading

Untuk meyakinkan bahwa pelaksanaan dilaksanakan sesuai dengan permintaan dan prosedur yang ada.

(23)

• Menginformasikan ke unit-unit terkait sesegera mungkin apabila terjadi sesuatu diluar kebiasaan (irregularities)

• Berkoordinasi dengan Cockpit / Cabin crew berkaitan dengan waktu mulainya pelaksanaan boarding

• Mengkoordinasikan dengan petugas teknik/perawatan pesawat berkenaan

dengan kondisi pesawat dan menginformasikan segera ke unit-unit terkait apabila terjadi perubahan waktu atau delay karena alasan teknik

• Senantiasa berhubungan dengan petugas teknik untuk mengetahui secara persis lama waktu perryelesaian yang dibutuhkan untuk perbaikan pesawat dan segera menginformasikan kepada seluruh unit terkait agar dapat melakukan persiapan- persiapan yang dibutuhkan

• Memastikan jumlah bahan bakar (fuel) yang diisikan ke pesawat dan

menandatangani kolom isian pada form "Fuel Order" setelah proses refueling selesai

(24)

• Memastikan bahwa proses refuelling berlangsung dan selesai pada rentang waktu yang ditentukan

• Memeriksa dan memonitor aktivitas yang ada di sisi pesawat dan mempastikan bahwa proses bongkar muat selesai dalam rentang waktu yang ditentukan

• Menginformasikan ke unit terkait perihal berat aktual dari bagasi, pos, kargo, ataupun muatan khusus lainnya (penumpang transit dll.)

• Memeriksa dan memonitor jumlah aktual meal yang masuk (Catering Uplift)

• Memastikan bahwa jumlah meal yang masuk sesuai dengan jumlah total penumpang

• Memonitor proses pelaksanaan Cabin Interior Cleaning mulai dari waktu

pelaksanaan sampai dengan kesiapan Cabin untuk proses boarding penumpang

• Memeriksa kelengkapan Flight Document serta memastikan bahwa semua dokumen telah lengkap dan berada di pesawat paling lambat ETD-10 berupa :

(25)

• Memeriksa kelengkapan Flight Document serta memastikan bahwa semua dokumen telah lengkap dan berada di pesawat paling lambat ETD-10 berupa :

1. Passenger Manifest 2. Cargo Manifest

3. General Declaration 4. Load sheet

• Berkoordinasi dengan petugas boarding gate untuk memutuskan kesiapan pelaksanaan boarding

• Berkoordinasi dengan Check-in Counter dan load control untuk memutuskan kemungkinan penambahan penumpang (stand by passenger / late check-in)

• Memonitor proses transportasi penumpang apabila pesawat diparkir di Remote Area

• Memonitor secara lengkap dan komprehensif segala aktivitas yang dilakukan pada saat handling pesawat dan mengisikan data akuratnya ke form "Ramp Handling Check List" dengan lengkap dan benar

(26)

• Memastikan bahwa ETD-10 tidak ada aktivitas disisi pesawat

• Memastikan bahwa Door Close dilaksanakan pada ETD-5 menit

• Berkoordinasi dengan Departure Control untuk menentukan Delay Code (kode keterlambatan) berdasarkan kondisi aktual dilapangan

• Berkoordinasi dengan unit terkait untuk mengakomodasi permintaan tambahan peralatan (misal : GPU, ASU, AC Car, tangga maintenance dll).

(27)

Pedoman Bagi Petugas yang Berada di Area Ramp

• Berikut pedoman untuk petugas yang berada di area ramp agar diperoleh operasi pelayanan pesawat yang aman dan tepat waktu:

• Setiap petugas harus mengerti dan mengetahui bagaimana menyelesaikan tugas sesuai dengan fungsinya masing-masing.

• Setiap petugas harus mengerti tata letak fungsi dan lokasi setiap bagian di pesawat dimana dia bertugas melayani pesawat.

• Senantiasa memperhatikan traffic light atau tanda – tanda marka dengan teliti.

• Memahami dan mentaati ketentuan dan peraturan yang berlaku di ramp area, khususnya petunjuk arah dan batas kecepatan kendaraan.

• Memahami peraturan-peraturan yang berkaitan dengan jet blast.

• Senantiasa memeriksa bahwa peralatan dan kendaraan yang akan dipergunakan selalu dalam keadaan laik, seperti rem berfungsi baik dsb.

(28)

• Tidak memundurkan kendaraan ke arah pesawat atau wing-pesawat kecuali ada orang lain yang memandu.

• Pada waktu melakukan parkir peralatan atau kendaraan, yakinkan bahwa roda dalam keadaan lurus, rem tangan difungsikan, jack dalam keadaan turun dan benar dan mesin/peralatan/kendaraan dimatikan.

• Parkir peralatan/kendaraan hanya ditempat yang sudah ditentukan.

• Senantiasa meminta izin ke Tower apabila hendak melintasi runaway.

• Tidak memotong pergerakan pesawat yang sedang bergerak.

• Tidak mengoperasikan peralatan/kendaraan pada saat badan tidak fit untuk bekerja.

• Agar selalu diingat bahwa pesawat bergerak dalam keadaan apapun memiliki prioritas lebih tinggi dari pada peralatan/kendaraan anda.

• Senantiasa bersikap waspada dan bersabar pada saat kendaraan di sekitar apron.

(29)

• Jangan memasang atau melepas kabel-kabel yang masih memiliki tegangan (sedang terhubung dengan sumber daya).

• Senantiasa menggunakan peralatan yang sesuai dengan fungsi / kegunaannya. Contoh:

forklift untuk heavy cargo, dll.

• Pada saat akan melepas tangga dari pintu pesawat, pastikan bahwa safety strap sudah terpasang dan cabin crew sudah diinformasikan tentang hal ini.

• Jangan diperbolehkan untuk mengotori lantai apron, bersihkan semua kotoran, oil, minyak sesudah menyelesaikan suatu pekerjaan.

• Tidak diperbolehkan untuk merokok di area Apron.

• Senantiasa mempergunakan Operating Manual dalam melakukan pekerjaan.

• Lakukan koordinasi dengan personil yang memiliki otorisasi apabila membutuhkan penyelesaian pekerjaan yang tidak atau belum tercanturn dalam Operating Manual.

(30)

• Jangan menganggap remeh/sepele setiap incident sekecil apapun resikonya. Segera laporkan kepada Supervisor, Ramp Safety Officer atau personil lain yang memiliki otorisasi untuk menindak lanjuti.

• Mengoperasikan peralatan bergerak (mobile) hanya dapat dilakukan oleh operator yang berwenang (ditunjukan dengan licence yang dimiliki).

• Jika petugas mengalami keraguan bagaimana menyelesaikan tugasnya, jangan ragu untuk bertanya kepada yang lebih mengetahui.

• Tidak bermain-main / bercanda di area ramp karena dapat mengakibatkan kecelakaan.

• Hanya petugas yang bersertifikat yang diizinkan untuk mengoperasikan peralatan.

• Untuk mengoperasikan dan menangani peralatan guna mencapai fungsi optimum harus melalui training terlebih dahulu.

• Operator yang telah mengikuti training hendaknya ditest / uji oleh instruktur yang berkualitas dan bersertifikat.

(31)

Recurent training hendaknya diberikan pada operator untuk periode waktu tertentu.

• Operator hendaknya memiliki SIM A / BI / BII yang masilh berlaku.

• Setiap operator bertanggung jawab terhadap peralatan yang dioperasikannya.

(32)

Permasalahan – permasalahan yang terjadi di

satuan Ramp Handling antara lain sebagai berikut;

a. Perubahan Load Plan, permasalahan ini biasanya terjadi karena adanya perubahan jumlah penumpang ataupun jumlah bagasi yang akan di muat

b. Keterlambatan keberangkatan pesawat udara dapat terjadi pada petugas Technical, GSE, Cleaning Service, Catering, Load Master dan pertamina.

1. Mekanik : Mengenai Navigasi atau mesin – mesin yang mengalami trouble

2. GSE : Mengenai alat pendukung yang telah digunakan oleh pesawat tersebut ada yang rusak atau mengenai GPU yang digunakan oleh pesawat lain / kekurangan

3. Cleaning : Mengenai kurangnya ketepatan waktu dalam menyelesaikan tugasnya dan kurang bersihnya yang diakibatkan karena keterbatasan SDM

4. Catering : Mengenai kurangnya catering yang tersedia dipesawat.

5. Loading : Mengenai kurangnya ketepatan waktu dalam menyelesaikan

(33)

6. Unloading : Bongkar muat karena SDM yang terbatas.

7. Fueling : Mengenai keterlamabatan kedatangan tangker pertamina.

Kondisi cuaca yang tidak menentu membuat petugas Ramp Handling bekerja lebih berhati – hati agar tidak terjadi kecelakaan dalam melaksanakan tugas di lapangan.

(34)

Referensi

Dokumen terkait