11 - Volume 5, No. 4, November 2016
VISION TOWARD MANAGERIAL PERFORMANCE AT UIN AR-RANIRY BANDA ACEH
Aulia Kesuma1, Hasan Basri2, Heru Fahlevi
1)Magister Akuntansi Program Pascasarjana Universitas Syiah Kuala Banda Aceh
2.) Staf Pengajar Magister Akuntansi Pascasarjana Universitas Syiah Kuala Banda Aceh Abstract: This study aimed to examine the influence of budget participation, goal clarity and budget revision toward managerial performance simultaneously and partiallyat UIN Ar-Raniry Banda Aceh. This study is hypothesis testing research by testing using multiple linear regression of the data collected through questionnaires. The study population uses 59 employees who responsible for planning and budgeting at UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Data analysis was performed using SPSS (Statistical Package for Social Science) version 20. The results showed that budget participation, goal clarity and budget revision, either simultaneously or partially influence managerial performance at UIN Ar-Raniry Banda Aceh.
Keywords: Budget Participation, Goal Clarity, Budget Revision, and Managerial Performance.
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh partisipasi penyusunan anggaran, kejelasan sasaran dan revisi anggaran secara bersama-sama maupun parsial terhadap kinerja manajerial pada UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Penelitian ini merupakan penelitian pengujian hipotesis dengan pengujian menggunakan regresi linier berganda dari data yang dikumpulkan melalui kuesioner. Populasi penelitian menggunakan 59 pejabat penanggungjawab perencanaan dan penganggaran pada UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS (Statistical Package for Social Science) versi 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi anggaraan, kejelasan sasaran dan revisi anggaran, baik secara simultan maupun parsial berpengaruh terhadap kinerja manajerial pada UIN Ar-Raniry Banda Aceh.
Kata kunci: Partisipasi Penyusunan Anggaran, Kejelasan Sasaran, Revisi Anggaran, Kinerja Manajerial.
PENDAHULUAN
Kualitas pelayanan pemerintah, akhir-akhir ini telah menjadi isu penting dan mendapat sorotan masyarakat. Pemerintah dituntut untuk dapat meningkatkan kinerja pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. Untuk itu setiap organisasi satuan kerja (satker) pemerintah harus mampu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat dan memiliki profesionalisme yang tinggi, produktif, transparan, serta bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme. Kinerja satker pemerintah sebagian besar dipengaruhi oleh kinerja aparat atau manajerial. Dengan demikian semua aparatur pemerintah harus memiliki kinerja yang tinggi dalam melayani masyarakat. Terlebih
lagi bagi aparatur yang menduduki posisi manajer tentunya lebih dituntut untuk menghasilkan kinerja manajerial yang lebih baik agar pelayanan yang diberikan kepada masyarakat menjadi lebih tinggi. Namun, bila kinerja manajerial seorang manajer rendah, maka akan berimplikasi pada kinerja organisasi yang rendah yang berarti rendah juga tingkat pelayanan kepada publik. Kinerja manajerial didefinisikan sebagai tingkat kemampuan manajer dalam melaksanalan fungsi- fungsi manajemen.
Transformasi kelembagaan UIN Ar-Raniry Banda Aceh dari yang sebelumnya bernama Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ar-Raniry Darussalam Banda Aceh membawa konsekuensi
Volume 5, No. 4, November 2016 - 12 bertambah luasnya bidang layanan publik yang
diberikan sesuai Keputusan Presiden RI Nomor 64 Tahun 2013. Sebagai satker pemerintah yang memberikan layanan berupa jasa pendidikan kepada masyarakat, UIN Ar-Raniry Banda Aceh yang telah ditetapkan sebagai Instansi Pemerintah yang menerapkan pengelolaan Pola Keuangan Badan Layanan Umum (PK-BLU) dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 293/KMK.05/2011 mempunyai implikasi terhadap penyelenggaran pelayanan pendidikan yang harus berorientasi pada peningkatan layanan berdasarkan prinsip ekonomi dan produktivitas serta penerapan praktek bisnis yang sehat.
Permasalahan yang kerap terjadi dalam pengelolaan dana publik oleh UIN Ar-Raniry Banda Aceh adalah rendahnya tingkat penyerapan atau realisasi anggaran. Rendahnya realisasi anggaran mencerminkan rendahnya kinerja manajerial yang berakibat hilangnya manfaat belanja. Dana yang telah dialokasikan dalam belanja negara ternyata tidak semuanya dapat dimanfaatkan, ini berarti terjadi iddle money. Bisa dibayangkan seandainya uang yang tersimpan tersebut bisa dimanfaatkan untuk kepentingan yang lebih besar. Tentu pencapaian tujuan instansi akan lebih mudah untuk dilakukan. Realisasi anggaran belanja yang rendah dikhawatirkan akan menunda pencapaian tujuan yang telah ditetapkan
Realisasi anggaran pada BLU UIN Ar- Raniry Banda Aceh yang digambarkan dalam Laporan Realisasi Anggaran menunjukkan tahun 2011 yang terealisasi hanya sebesar 60,40% dari yang direncanakan sebesar Rp. 330.981.496.000,-, tahun 2012 realisasi sebesar Rp. 63,90% dari
anggaran sebesar Rp. 258.565.963.000,-, pada tahun 2013 sebesar 62,16% dari anggaran sejumlah Rp. 219.381.541.000 ,- dan pada tahun 2014 realisasi sebesar 84,9 % dari jumlah anggaran sebesar Rp. 229.722.059.000 ,- sedangkan pada tahun 2015 terjadi kenaikan realisasi anggaran menjadi sebesar 91,48% dari anggaran sejumlah Rp. 176.301.733.000,-.
Fenomena realisasi anggaran diatas menggambarkan ketidaksesuaian antara target yang telah direncanakan dan realisasi dalam pelaksanaan.
Selain itu, fenomena lain yang terjadi di UIN Ar-Raniry selama 5 (lima) tahun terakhir adalah banyaknya terjadi revisi anggaran. Pada tahun 2011 terjadi 7 kali revisi, tahun 2012 10 kali revisi, 2013 8 kali revisi, 2015 7 kali revisi dan tahun 2015 terjadi 6 kali revisi. Asumsi yang terbangun di kalangan internal UIN Ar-Raniry salah satu penyebab rendahnya realisasi anggaran adalah karena banyaknya terjadi revisi yang menyebabkan pelaksanaan anggaran khususnya yang bersumber dari Rupiah Murni tertunda hingga terjadi pengesahan revisi.
Berdasarkan penelitian sebelumnya, ditemukan beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kinerja manajerial. Syafrial (2008) menemukan bahwa skedul penyusunan anggaran, kejelasan sasaran anggaran dan partisipasi penyusunan anggaran mempengaruhi kinerja manajerial. Demikian juga Samuel (2008) menemukan partisipasi penyusunan anggaran, kejelasan sasaran anggaran berpengaruh terhadap kinerja manajerial. Serta penelitian Putra (2013) yang menyimpulkan akuntabilitas publik,
13 - Volume 5, No. 4, November 2016 kejelasan sasaran anggaran mempengaruhi kinerja manajerial.
Selanjutnya, Yeyen (2013) dalam penelitiannya menemukan pengaruh revisi anggaran, proses penyusunan anggaran, kejelasan sasaran dan tingkat pencapaian angggaran yang efektif. Demikian juga dengan penelitian Nursito dan Kosasih (2008) yang menemukan pengaruh partisipasi penyusunan anggaran, ketidakpastian strategi, revisi anggaran terhadap kinerja manajerial.
Adapun perbedaan dan persamaan antara penelitian terdahulu dengan penelitian ini adalah penelitian ini dilakukan di UIN Ar-Raniry Banda Aceh, merupakan penelitian kuantitatif, analisis data menggunakan pengujian analisis regresi linier berganda yang digunakan untuk menguji pengaruh antara dua atau lebih variabel dan untuk melihat pengaruh secara parsial dan simultan dengan fokus penelitian melihat pengaruh partisipasi penyusunan anggaran, kejelasan sasaran dan revisi anggaran terhadap kinerja manajerial.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh partisipasi penyusunan anggaran, kejelasan sasaran, dan revisi anggaran baik secara bersama-sama maupun secara parsial terhadap kinerja manajerial pada UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Makalah ini diawali dengan memberikan gambaran umum mengenai kinerja manajerial, menguraikan teori-teori yang berkenaan dengan topik penelitian, selanjutnya menjelaskan metode penelitian, hasil penelitian, dan akhirnya dirumuskan dalam kesimpulan untuk dapat menyimpulkan hasil penelitian.
KAJIAN KEPUSTAKAAN Kinerja Mmanajerial
Kinerja merupakan prestasi atau tingkat keberhasailan yang dicapai individu atau organisasi dalam melaksanakan tugasnya pada suatu masa periode tertentu. Kinerja (performance) merupakan kuantitas dan kualitas pekerjaan yang diselesaikan oleh individu, kelompok atau organisasi (Stoner, 2000). Pada sektor pemerintahan kinerja dapat diartikan sebagai prestasi yang dicapai oleh pegawai pemerintah atau instansi pemerintah dalam menjalankan pelayanan kepada masyarakat dalam suatu periode.
Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 2006 mendefinisikan kinerja sebagai keluaran atau hasil dari kegiatan/program yang hendak atau telah dicapai sehubungan dengan penggunaan anggaran dngan kuantitas dan kualitas terukur.
Dalam PP tersebut juga dijelaskan pengukuran kinerja diperlukan untuk mengetahui sejauhmana organisasi menjalankan fungsinya dan sebuah program/ pelayanan dijalankan serta untuk menilai prestasi organisasi ataupun pelaksanaan program/pelayanan. Dalam konsep pengunaan anggaran pemerintah, pengukuran kinerja juga merupakan salah satu cara untuk mewujudkan akuntabilitas. Akuntabilitas tidak hanya berkaitan dengan pembelanjaan uang publik melainkan juga apakah uang publik tersebut telah digunakan secara ekonomis, efektif dan efisien.
Cakupan kinerja manajerial seperti disampaikan Mahoney (1963) meliputi kinerja para individu dalam kegiatan-kegiatan manajerial, seperti: perencanaan, investigasi, koordinasi,
Volume 5, No. 4, November 2016 - 14 evaluasi, pengawasan, pengaturan staf, negosiasi
dan perwakilan. Penilaian kinerja manajerial merupakan hasil kerja yang dapat dicapai seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam upaya mencapai tujuan organisasi yang bersangkutan secara legal, tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral dan etika Prawirasentono (1999: 186).
Mardiasmo (2004: 121) mengatakan, "Salah satu fungsi anggaran sektor publik sebagai salah satu alat penilaian kinerja (Performance Meansurment Tool)". Pengukuran dapat dilakukan dengan cara membandingkan antara anggaran yang telah ditetapkan dengan realisasi anggaran (pelaksanaan sesungguhnya).
Partisipasi Penyusunan Anggaran
Partisipasi penyusunan anggaran merupakan keterlibatan kerja manajer-manajer pusat pertanggungjawaban dalam menyusun anggaran (Rahman, 2002). Partisipasi penyusunan anggaran adalah tingkat partisipasi manajer dalam mempersiapkan anggaran dan berpengaruh dalam menetukan pencapaian tujuan anggaran di pusat- pusat pertanggungjawabannya. Partisipasi penyusunan anggaran juga merupakan suatu pernyataan formula yang dibuat oleh manajemen tentang rencana-rencana yang akan dilakukan pada masa yang akan datang dalam suatu periode tertentu, yang akan digunakan sebagai pedoman dalam pelaksanaan kegiatan selama periode tersebut.
Cherrington dan Cherrington (1973), menemukan adanya pengaruh yang positif antara
partisipasi dengan kepuasan kerja dan kinerja manajerial. Menurut mereka, ada tiga tujuan utama yang dimungkinkan dapat dicapat melaui anggaran partisipatif, yakni (1) untuk memperoleh akseptasi anggota terhadap rencana kegiatan, (2) untuk meningkatkan semangat kerja, dan (3) meningkatkan produktivitas.
Sedangkan, Argrys (1952) dalam Kenis (1979) mengatakan kunci dari kinerja yang efektif adalah apabila tujuan dari anggaran tercapai dan partisipasi dari bawahan memegang peranan penting dalam pencapaian tujuan tersebut. Kenis (1979) mengatakan anggaran tidak hanya sebagai alat perencanaan dan pengendalian biaya dan pendapatan dalam pusat pertanggungjawaban dalam suatu organisasi. Pada sisi lain, anggaran juga merupakan alat bagi manajer tingkat atas untuk memotivasi bawahannya.
Kejelasan Sasaran
Kenis (1979) menyatakan terdapat karakteristik sistem penganggaran. Salah satu karakteristik anggaran adalah kejelasan sasaran anggaran. Pada konteks UIN Ar-Raniry Banda Aceh kejelasan sasaran anggaran tertuang dalam dokumen Rencana Strategis (renstra) dan Rencana Strategis Bisnis (RSB). Kejelasan sasaran anggaran mencakup luasnya tujuan anggaran yang dinyatakan secara spesifik dan jelas sesuai dengan sasaran yang ingin dicapai instansi pemerintah serta mudah dipahami oleh siapa saja yang bertanggungjawab. Adanya sasaran anggaran yang jelas akan memudahkan individu untuk menyusun target-target anggarannya.
Selanjutnya, target-target anggaran yang disusun
15 - Volume 5, No. 4, November 2016 akan sesuai dengan anggaran yang ingin dicapai organisasi.
Sasaran menurut Locke dan Lathan (1984) dalam Samuel (2008) adalah apa yang hendak dicapai oleh karyawan. Kenis (1979) dalam Syafrial (2009) tujuan kejelasan sasaran disengaja untuk mengatur perilaku karyawan.
Kejelasan sasaran anggaran akan mendorong manajer lebih efektif. Ketidakjelasan sasaran anggaran akan menyebabkan pelaksana anggaran menjadi bingung, tidak tenang dan tidak puas dalam bekerja. Hal ini meyebabkan pelaksana anggaran tidak termotivasi dalam bekerja.
Steers dan Porter (1976) dalam Samuel (2008) mengatakan bahwa dalam menentukan sasaran anggaran mempunyai karakteristik utama, yaitu: (1) Sasaran harus spesifik bukan samar- samar; (2) Sasaran harus menantang namun dapat dicapai.
Revisi Anggaran
Revisi Anggaran sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Republik Indonesia Nomor 15/PMK.02/2016 tentang Tata Cara Revisi Anggaran Tahun Anggaran 2016 adalah perubahan rincian anggaran yang telah ditetapkan berdasarkan APBN Tahun Anggaran 2016 dan disahkan dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Tahun 2016.
Beberapa pertimbangan perlunya dilakukan revisi anggaran antara lain:
1. Tenggat waktu antara proses perencanaan anggaran dan pelaksanaan anggaran cukup lama sehingga sangat dimungkinkan perencanaan yang disusun belum mencakup seluruh kebutuhan yang direncanakan;
2. Dalam periode pelaksanaan anggaran sangat dimungkinkan terjadi perubahan keadaan atau perubahan prioritas yang tidak diantisipasi pada saat proses perencanaan;
3. Adanya perubahan metodologi pelaksanaan kegiatan, contoh: semula direncanakan secara swakelola menjadi kontraktual, dari single year menjadi multi years;
4. Adanya perubahan atau penetapan kebijakan pemerintah dalam tahun anggaran berjalan, contoh: penghematan anggaran, penerapan reward and punishment, atau APBN Perubahan.
(Kementerian Keuangan, Direktorat Jenderal Anggaran, 2014, halaman 2)
Ruang lingkup revisi anggaran meliputi perubahan rincian anggaran yang terdiri atas:
1. Perubahan rincian anggaran yang disebabkan penambahan atau pengurangan pagu anggaran termasuk pergeseran rincian anggarannya;
2. Perubahan atau pergeseran rincian anggaran dalam hal pagu anggaran tetap; dan/ atau 3. Ralat karena kesalahan administrasi/ revisi
administrasi.
(PMK Nomor 15/PMK.02/2016)
Oleh karena itu, bila dibutuhkan dan memenuhi syarat, anggaran yang telah disusun memungkinkan direvisi kembali supaya tujuan dan sasaran dapat tercapai sebagaimana yang telah direncanakan sehingga tercipta kinerja yang baik.
Model kerangka pemikiran dalam dapat digambarkan seperti skema berikut:
Gambar 1 Kerangka Pemikiran
PARTISIPASI PENYUSUNAN
ANGGARAN
KEJELASAN SASARAN
KINERJA MANAJERIAL
REVISI ANGGARAN
Volume 5, No. 4, November 2016 - 16 METODE PENELITIAN
Penelitian ini termasuk uji hipotesis karena peneliti ingin melihat bagaimana pengaruh partisipasi penyusunan anggaran (X1), kejelasan sasaran (X2) dan revisi anggaran (X3) terhada kinerja manajerial (Y) pada UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Jenis investigasi dalam penelitian ini adalah studi kausalitas (causal relationship’s study). Unit analisis adalah individu yaitu para pejabat penanggungjawab perencanaan dan penganggaran pada UIN Ar-Raniry Banda Aceh sedangkan horizon waktu yang digunakan adalah cross- sectional studies.
Populasi dalam penelitian ini yaitu para pejabat penanggungjawab perencanaan dan pengaanggaran pada UIN Ar-Raniry Banda Aceh yang berjumlah 59 orang. Maka penelitian ini menggunakan metode sensus. Sumber data yang digunakan adalah primer dan sekunder, peneliti menggabungkan informasi yang diperoleh dari buku dan institusi terkait dengan pengumpulan data melalui kuesioner.
Analisis data pada penelitian ini menggunakan SPSS (Statistical Package for Social Science). Data yang diperoleh dari responden terlebih dahulu dilakukan pengujian validitas dan reliabilitas. Teknik pengujian validitas menggunakan teknik korelasi Product Moment dari Pearson, sedangkan pengujian reliabilitas menggunakan Cronbach alpha masing- masing instrumen.
Teknik analisis data pada pengujian hipotesis menggunakan pengujian analisis regresi linear berganda yang merupakan teknik statistik yang digunakan untuk menguji pengaruh antara
dua atau lebih variabel dan untuk melihat pengaruh secara parsian dan simultan. Persamaan model empiris yang digunakan dalam meneliti pengaruh variabel independen terhaadap variabel dependen, yaitu:
Y = α + β1X1 + β2X2 + β3X3 + ε
Dimana Y adalah kinerja manajerial, α adalah konstanta, β1β2β3 adalah koefisien regresi X1,X2 dan X3. X1 adalah partisipasi penyusunan anggaran, X2 adalah kejelasan sasaran, X3 adalah revisi anggaran, dan ε adalah error.
Variabel Independen terdiri dari Partisipasi Penyusunan Anggaran, Kejelasan Sasaran dan Revisi Anggaran. Variabel dependen adalah Kinerja Manajerial. Untuk lebih jelasnya operasionalisasi variabel dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1 Operasionalisasi Variabel
No Variabel Definisi Variabel Indikator
1
Kinerja Manajeria l (Y)
Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 2006 mendefinisikan kinerja sebagai keluaran atau hasil dari kegiatan/
program yang hendak atau telah dicapai sehubungan dengan penggunaan anggaran dengan kuantitas dan kualitas terukur.
periode".
-Tercapainya target -Tercapainya keluaran (output) -Tercapainya hasil (outcome)
2
Partisipasi Penyusun an Anggaran (X1)
Rahman (2002):
"Mendefinisikan partisipasi anggaran sebagai keterlibatan kerja manajer-manajer pusat pertanggungjawaban
dalam menyusun
anggaran".
-Keterlibatan bawahan -Kontribusi penetapan sasaran anggaran
-Menimbulkan kepuasan kerja Meningkatkan kinerja manajerial -Menimbulkan motivasi bawahan
3
Kejelasan Sasaran (X2)
Locke dan Latham (1984):
"agar pengukuran sasaran efektif terdapat 7 indikator yang diperlukan: 1.
- Jobdesc mudah dipahami
17 - Volume 5, No. 4, November 2016
Tujuan, membuat secara terperinci tujuan umum tugas-tugas yang harus dikerjakan; 2. Kinerja, menetapkan kinerja dalam bentuk pertanyaan yang diukur; 3. Standar, menetapkan standar atau target yang ingin dicapai;
4. Jangka waktu, menetapkan jangka waktu yang dibutuhkan untuk pengerjaan; 5. Sasaran prioritas, menetapkan sasaran yang prioritas; 6.
Tingkat kesulitan, menetapkan sasaran berdasarkan tingkat kesulitan dan pentingnya;
7. Koordinasi,
menetapkan kebutuhan koordinasi.
- Sasaran jelas - Batas waktu - Pemahaman terhadap sasaran prioritas - Objektifitas sasaran
4
Revisi Anggaran (X3)
PMK No. 15/PMK.02/
2016 (2016:2) "Revisi Anggaran adalah perubahan rincian anggaran yang telah ditetapkan berdasarkan APBN Tahun Anggaran 2016 dan disahkan dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Tahun 2016"
- Frekuensi revisi - Substansi revisi - Hasil revisi - Waktu revisi - Penyebab revisi
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Data penelitian yang digunakan yaitu data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada responden. Adapun jumlah kuesioner yang diedarkan berjulah 59 orang dengan tingkat pengembalian 100%. Kuesioner yang dikembalikan tersebut dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Hasil pengujian menunjukkan semua item variabel yang digunakan telah valid dan reliabel.
Hasil Uji Regresi
Hasil uji regresi dengan menggunakan bantuan software SPSS adalah seperti pada Tabel 3.
Tabel 2 Hasil Uji Regresi Variabel Koefisien
Regresi ()
R R²
Konstanta 0,513
0,4 65
0,2 16 Partisipasi
Penyusunan Angaran
0,278 Kejelasan
Sasaran
0,425 Revisi Anggaran 0,118
Sumber: Data primer hasil olahan program SPSS
Berdasarkan Tabel 3 persamaan regresi linera berganda dapat ditulis sebagai berikut:
Y= 0,513 + 0,278 X1 + 0,425 X2 + 0,118 X3 + ε Berdasarkan Tabel 3 dapat diketahui bahwa
-masing variabel independen tidak sama dengan nol, yaitu koefisien regresi partisipasi penyusunan anggaran (β1) sebesar 0,278, koefisien regresi kejelasan sasaran (β2) sebesar 0,425 dan koefisien regresi revisi anggaran (β3) sebesar 0,118.
Kriteria penerimaan dan penolakan hipotesis 0 : H0 diterima dan jika
≠ 0 : H0 ditolak, dimana variabel kejelasan sasaran (X2) mempunyai pengaruh dominan terhadap peningkatan kinerja manajerial pada UIN Ar-Raniry Banda Aceh, dengan persentase koefisien regresi 42,5%, selanjutnya variabel partisipasi penyusunan anggaran (X1) 27,8%
dan variabel revisi anggaran (X3) sebesar 11,8%.
Konstanta sebesar 0,513 menunjukkan apabila variabel partisipasi penyusunan anggaran, kejelasan sasaran dan revisi anggaran dianggap konstan , maka besarnya nilai kinerja pengelolaan keuangan daerah adalah 0,513 pada satuan skala Likert. Oleh karena itu, hasil penelitian ini menolak hipotesis nol (H0) dan menerima hipotesis alternatif (Ha).
Volume 5, No. 4, November 2016 - 18 Pembahasan Hasil Penelitian
Pembahasan
Pengaruh Partisipasi Penyusunan Anggaran, Kejelasan Sasaran dan Revisi Anggaran terhadap Kinerja Manajerial
Hasil penelitian menunjukkan nilai
≠ 0, artinya dapat dinyatakan bahwa partisipasi penyusunan anggaran, kejelasan sasaran dan revisi anggaran berpengaruh secara bersama-sama terhadap kinerja manajerial pada UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,465 menunjukkan bahwa derajat hubungan (korelasi) antara variabel independen terhadap variabel dependen sebesar 46,5%. Artinya partisipasi penyusunan anggaran, kejelasan sasaran dan revisi anggaran mempunyai hubungan terhadap kinerja manajerial pada UIN Ar-Raniry Banda Aceh sebesar 46,5 %.
Nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,216, artinya bahwa kinerja manajerial pada UIN Ar-Raniry Banda Aceh dipengaruhi oleh partisipasi penyusunan anggaran, kejelasan sasaran dan revisi anggaran 21,6 %. Selebihnya sebesar 78,4% disebabkan oleh variabel-variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini, seperti motivasi, beban kerja, transparansi, faktor kepemimpinan, kesulitan sasaran anggaran, dan skedul penyusunan anggaran.
Pengaruh Partisipasi Penyusunan Anggaran terhadap Kinerja Manajerial
Hasil pengujian hipotesis menunjukkan
≠ 0 dan menerima hipotesis alternatif.
Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi patisipasi penyusunan anggaran maka kinerja
manajerial akan semakin baik. Koefisien regresi partisipasi penyusunan anggaran sebesar 0,278 (β1 ≠ 0), artinya setiap satu poin peningkatan partisipasi penyusunan anggaran maka secara relatif akan meningkatkan kinerja manajerial sebesar 0,278 poin.
Hal ini sejalan dengan kesimpulan Cherrington dan Cherrington (1973) yang menemukan pengaruh yang positif antara partisipasi dengan kepuasan kerja dan kinerja manajerial. Pernyataan diatas sesuai dengan pernyataan kuesioner nomor 4 mengenai partispasi penyusunan anggaran bahwa, sebagian besar responden menjawab sangat setuju terhadap pernyataan partisipasi penyusunan anggaran meningkatkan kinerja.
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang telah dilakukan oleh Syafrial (2008), Suhartono dan Halim (2005), Andrias (2009), Samuel (2008), dan Putra (2013) menunjukkan bahwa partisipasi penyusunan anggaran berhubungan positif dan signifikan dengan kinerja manajerial. Dengan demikian semakin baik partisipasi penyusunan anggaran akan meningkatkan kinerja manajerial pada UIN Ar-Raniry Banda Aceh.
Pengaruh Kejelasan Sasaran terhadap Kinerja Manajerial
Hasil pengujian hipotesis menunjukkan
≠ 0 dan menerima hipotesis alternatif.
Hal ini menunjukkan bahwa semakin jelas sasaran yang ditetapkan maka kinerja manajerial akan semakin baik. Koefisien regresi partisipasi penyusunan anggaran sebesar 0,278 (β1 ≠ 0),
19 - Volume 5, No. 4, November 2016 artinya setiap satu poin peningkatan partisipasi penyusunan anggaran maka secara relatif akan meningkatkan kinerja manajerial sebesar 0,278 poin. Semakin jelas sasaran yang ditetapkan organisasi maka semakin mudah dimengerti oleh para manajer yang bertanggungjawab pada pencapaian sasaran tersebut. Ketidak jelasan sasaran anggaran akan menyebabkan pelaksana anggaran menjadi bingung, tidak tenang dan tidak puas dalam bekerja yang mengakibatkan demotivasi dalam mencapai kinerja yang ditetapkan.
Kenis (1979) dalam Syafrial (2009) mengatakan tujuan sasaran disengaja untuk mengatur perilaku karyawan. Artinya, karyawan memahami benar apa yang harus dilakukan, prioritas, maupun batas waktu dalam mencapai sasaran yang ditetapkan. Dari jawaban responden terhadap indikator kejelasan sasaran, dirasakan sudah baik pada UIN Ar-Raniry Banda Aceh dimana nilai rata-rata sebesar 4,35.
Hasil pengujian hipotesis dalam penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Syafrial (2008), Suhartono dan Halim (2005), Andrias (2009), Samuel (2008), dan Putra (2013) yang menyimpulkan bahwa kejelasan sasaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja manajerial. Yang berarti semakin jelas sasaran maka akan meningkatkan kinerja manajerial pada UIN Ar-Raniry Banda Aceh.
Pengaruh Revisi Anggaran terhadap Kinerja Manajerial
Hasil pengujian hipotesis menunjukkan
≠ 0 dan menerima hipotesis alternatif.
Hal ini menunjukkan bahwa semakin jelas baiknya proses revisi anggaran maka kinerja manajerial akan semakin baik. Koefisien regresi revisi anggaran sebesar 0,118 (β3 ≠ 0), artinya setiap satu poin peningkatan revisi anggaran maka secara relatif akan meningkatkan kinerja manajerial sebesar 0,118 poin.
Revisi anggaran dilakukan untuk mengakomodir situasi dan kondisi tertentu yang mengharuskan adanya penyesuaian kembali anggaran yang telah ditetapkan sebelumnya.
Adanya revisi anggaran diharapkan meningkatkan kinerja manajerial dalam mencapai tujuan organisasi. Revisi anggaran kerap kali diikuti penyesuain kembali target-target organasi sesuai kondisi riil saat ini.
Hal ini sesuai dengan jawaban pernyataan pada kuesioner poin 3 terkait revisi anggaran, mayoritas responden (64,4 %) menyatakan sangat setuju terhadap pernyataan revisi anggaran dapat meningkatkan kinerja. Hasil penelitian sebelumnya juga menunjukkan hasil yang sama, bahwa revisi anggaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja manajerial.
Diantaranya penelitian Yeyen (2013) yang menyimpulkan revisi anggaran merupakan salah satu faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap pencapaian anggaran yang efektif pada SKPD Kota Payakumbuh, Sumatera Barat serta penelitian Nursito dan Kosasih (2008) yang menemukan hubungan yang signifikan antara revisi anggaran dan faktor-faktor lainnya terhadap kinerja manajerial. Dengan demikian kinerja manajerial di UIN Ar-Raniry Banda Aceh juga sangat ditentukan dengan baik tidaknya proses
Volume 5, No. 4, November 2016 - 20 revisi anggaran.
KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang diperoleh, maka dapat disimpulkan bahwa partisipasi penyusunan anggaran, kejelasan sasaran dan revisi anggaran baik secara bersama-sama maupun parsial berpengaruh terhadap kinerja manajerial pada UIN Ar-Raniry Banda Aceh.
Keterbatasan
Beberapa keterbatasan dalam penelitian ini adalah variabel prediktor (independen) yang digunakan hanya terdiri dari 3 (tiga) variabel saja yaitu partisipasi penyusunan anggaran, kejelasan sasaran dan revisi anggaran serta populasi hanya pada UIN Ar-Raniry Banda Aceh sehingga kesimpulan yang diambil hanya berlaku pada UIN Ar-Raniry Banda Aceh dan tidak bisa digeneralisasi untuk satker pemerintah lainnya.
Selanjutnya instrumen yang digunakan hanya berupa instrumen kuesioner tidak disertai wawancara sehingga peneliti tidak dapat mengeksplorasi jawaban secara rinci.
Saran
Saran-saran untuk penelitian selanjutnya yaitu untuk menambah teknik pengumpulan data melalui wawancara, agar dapat menggali informasi yang lebih detail, memperluas objek penelitian, dan menambahkan variabel-variabel lain yang mempengaruhi kinerja manajerial seperti budaya organisasi, komitmen organisasi, gaya kepemimpinan, motivasi, beban kerja,
transparansi, kesulitan sasaran anggaran, skedul penyusunan anggaran, dan lain-lain.
DAFTAR PUSTAKA
Cherrington, David J., Cherrington, J., dan Owen.
(1973). Appropriate Reinforcemenet Contigencies in The Budgeting Process, Journal of Accounting Research.
Kenis, I. (1979). The Effect Of Budgetary Goal Characteristic On Managerial Attitudes and Performance. The Accounting Review, 54 (4), 707-721.
Mahoney, Thomas A., Thomas, H., Jerdee, dan Stephan J. (1963). Development of Managerial Performance a Research Approact. Southwestern Publishing.
Mardiasmo. ( 2004). Akuntansi Sektor Publik.
Yogyakarta: Andi.
Nursito dan Kosasih (2008). Pengaruh Partisipasi Penyusunan Anggaran, Ketidak pastian Strategi, Revisi Anggaran terhadap Kinerja UPT Kesmas di Wilayah Jawa Barat. Jurnal Manajemen Vol 7, Nomor 1.
Prawirosentono, S. (1999). Kebijakan Kinerja Karyawan. Yogyakarta: BPFE .
Putra, D. (2013). Pengaruh Akuntabilitas Publik dan Kejelasan Sasaran Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial Satuan Kerja pengaruh Daerah (Studi Empiris pada Satuan Kerja Perangkat daerah Kota Padang. Skripsi Sarjana Tidak Dipublikasikan. Padang:
Program Studi Akuntansi Universitas Negeri Padang.
Rahman, dan Firdaus A. ( 2002). Pengaruh Partisipasi Anggaran dan Keterlibatan Kerja terhadap Senjangan Anggaran dengan Komitmen Organisasi sebagai Variabel Moderating. Simposium Nasional Akuntansi 5, IAI. 5-6 September 2002.
Republik Indonesia (2016). Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 15/PMK.02/2016 tentang Tata Cara Revisi Anggaran Tahun Anggaran 2016.
21 - Volume 5, No. 4, November 2016 ______________(2013). Peraturan Presiden
Nomor 64 tahun 2013 Tentang Perubahan Institut Agama Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh menjadi Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.
______________(2013). Keputusan Menteri Keuangan Nomor 293/KMK.05/2011 Tentang Penetapan Institut Agama Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh pada Kementerian Agama sebagai Instansi Pemerintah yang Menerapkan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum.
Samuel. (2008). Pengaruh Partisipasi Penyusunan Anggaran dan Kejelasan Sasaran Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial. Tesis Magister Tidak Dipublikasikan. Medan:
Universitas Sumatera Utara.
Syafrial. (2008). Pengaruh Ketepatan Skedul Penyusunan Anggaran, Kejelasan Sasaran Anggaran, dan Partisipasi Penyusunan Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial Satuan Kerja Perangkat Daerah. Tesis Magister Tidak Dipublikasikan. Medan:
Program Pascasarjana Universitas Sumatera Utara.
Stoner, J., Edwar F. (2000). Manajemen Jilid 2.
Terjemahan Alaxendar Sindom. Jakarta:
Prehallindo.
Yeyen, A.Z. (2013). Pengaruh Revisi Anggaran, Partisipasi Anggaran, Tingkat Kesulitan, serta Evaluasi dan Umpan Balik Terhadap Pencapaian Anggaran yang Efektif (Studi Empiris pada Satuan Kerja Perangkat Daerah Kota Payakumbuh. Jurnal Akuntansi Universitas Negeri Padang.
http://ejournal.unp.ac.id